mencari kerja emang susah


hi …semua teman
sudah hampir 2 tahun saya tidak kembali menulis kembali, oo ya sekarang saya mau nulis nih tentang bagaimana kisah sedih mencari pekerjaan…sangat sakit dan ngeri-ngeri sedaplah jika kita kuliah ataupun sekokalah hanya momdal gengsi doank dan nyatanya kedepannya kita tidak tau harus melangkah kemana untuk itu..marilah kita belajar keras dan menekuni suatu bakat yang kita bisa pelajari ,supaya ada bekal kelak waktu merantau dan bersaing sama orang orang yah…dan jangan malu untuk belajaar walaupun kita ini tergolong boodoh..sakitloh kalu tidak tau apa apa seolah olah kita itu mayat yang hidupp gitu…tak tau arah mau kemana kita melangkah selanjutnya untukk itu aku saranin supaya jangan seperti aku yang ada penyesalan ini.jangan gengsi belajarlah serius dan ingat keringat orang tuamu yang sudah bersusah payah sekolahkan kita sewaktu kuliah ataupun sekolah.

keep spiiriit and move on teruss….

multimedia tugas


PROPOSAL TUGAS MULTIMEDIA
MULTIMEDIA WEB PSI USU
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
1.vasko edo gultom (071402009)

2.sogit hutabarat (071402046)

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2010

isi proposal

a. judul tugas
“MULTIMEDIA WEB PSI USU”

b. latar belakang masalah
1. membuat profil dari psi usu dengan membuat layanan multimedia seperti website dengan di dalamnya ada voice atau suara,animasi yang menarik perhatian para pengunjung dari web yang akan dirancang selanjutnya maupun bentuk flash dan gambar atau image yang menarik perhatian pengunjung web atau pemakai sebagai user atau member pada web.
2. dengan bantuan multimedia yang ada sekarang ini diterapkan berupa promosi layanan seperti poster bergambar dan brosur letak posisi dari psi usu baik dengan animasi atau bentuk multimedia yang mendukung ,supaya orang lebih tahu dan tertarik mengunjungi psi usu tersebut.
3. mempromosikan lokasi psi dengan video dan animasi pada web berupa tempat dan jenis layanan yang disediakan di pusat sitem informasi usu .
4. membuat susunan dan tampilan fitur dengan animasi yang lebih bagus untuk dilihat.

c. perumusan masalah
 mau mengetahui seberapa besar animo masyarakat mau mengunjungi psi atau mahasiswa dengan promo yang yang menawarkan harga murah di bawah standard harga yang sudah ditentukan di pasaran.
 bagaimana sesungguhnya cara yang harus ditempuh untuk meningkatkan pelayanan yang lebih optimal dan interaktif dengan mahasiswa atau anggota masyarakat yang lain yang membutuhkan informasi mengenai psi.
 bagaimana caranya mempromosikan dan memperkenalkan daripada keberadaan psi tersebut yang berada di area universitas sumatera utara?
 apa keistimewaan daripada psi tersebut?
 bagaimana cara yang lebih dinamis web yang dibuat dengan animasi atau flash lebih cenderung mahasiswa mengunjungi info dari web psi usu.
 bagaimana membuat promosi dari bentuk web yang punya account pada web ,dengan tujuan mempermudah setiap member untuk mengakses web untuk mengetahui informasi terbaru mengenai teknolohi komputer atau jaringan di usu.
 apa dengan animasi pada web yang akan dibuat akan menarik perhatian para pengunjung web.

d. tujuan tugas
 membuat sarana dari multimedia berupa web dengan animasi atau fasilitas lainya berupa poster,video,audio dan gerak animasi yang menarik, dan print spanduk hasil dari citraan multimedia atau teknologi yang menggunakan teknologi komputer.
 sebagai sarana dokumentasi dari psi ataupun untuk mempermudah akses secara online atau keperluan yang diperlukan.

e. kegunaan tugas
 mempermudah orang atau mamhasiswa secara khusus di lingkungan usu untuk mengetahui update info teknologi komputer dan info lainya sekitar lingkungan usu
 pada web multimedia psi yang akan dirancang maupun di dalamnya ada bentuk berupa video dari pada profile yang dibuat,dengan tujuan mempermudah dari setiap mahasiswa baik masyarakat mudah mengetahui update informasi .
 dengan web multimedia yang akan dibuat akan menarik perhatian pengunjung web.

f. tinjauan pustaka
 dari internet dan buku text.
g. metode pelaksanaan tugas
 menggunakan laptop,kamera,handycam dll.
h. jadwal kegiatan
 terjadwal dari pelaksanaan tugas dari dosen bapak ori novandi.

Software Quality Model (MODELPERANGKAT LUNAK)


NAMA : VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009

Software Quality Model
(MODELPERANGKAT LUNAK)

Menjelaskan software quality model,diantarannya adalah sebagai berikut;

1.McCall’s software quality factors

Berdasarkan gambar diatas, McCall menyediakan beberapa dekripsi yaitu :
1. Correctness (kebenaran), tingkat pemenuhan program terhadap kebutuhan yang dispesifikasikan dan
memenuhi tujuan/ misi konsumer
2. Reliability (Keandalan), tingkat kemampuan program yang diharapkan dapat menampilkan fungsi yang
dimaksud dengan presisi yang ditetapkan.
3. Efficiency (efisiensi), jumlah sumberdaya yang diproses dan kode yang diperlukan oleh program untuk
melaksanakan fungsi tersebut
4. Integrity (Integritas), tingkat kemampuan pengawasan akses terhadap data atau software oleh orang-orang tertentu.
5. Usability, usaha yang diperlukan untuk mempelajari, mengoperasikan, menyiapkan masukan dan mengartikan keluaran oleh program
6. Maintainability, usaha yang diperlukan untuk menetapkan dan memperbaiki kesalahan dalam program.
7. Flexibility, usaha yang diperlukan untuk memodifikasi program operasional
8. Testability, usaha yang diperlukan untuk menguji program untuk memastikan bahwa program melaksanakan
fungsi yang ditetapkan
9. Portability, usaha yang diperlukan untuk memindahkan program dari hardware/ lingkungan sistem software
tertentu ke yang lainnya.
10. Reusability, tingkat kemampuan program/ bagian dari program yang dapat dipakai ulang dalam aplikasi
lainnya, berkaitan dengan paket dan lingkup dari fungsi yang dilakukan oleh program
11. Interoperability, usaha yang diperlukan untuk menggabungkan satu sistem dengan yang lainnya. Untuk membentuk pengukuran langsung mengenai faktor-faktor kualitas tidaklah mudah. Terdapat beberapa ukuran (metric) yang didefinisikan dan penilaiannya diukur secara objektif. Pengukuran biasanya dalam bentuk checklist dengan menggunakan skala 0-10. McCall menetapkan beberapa pengukuran yang dapat digunakan, diantaranya :
1. Auditability, kemudahan yaitu penyesuaian terhadap standar yang dapat diperiksa.
2. Accuracy, ketepatan perhitungan dan kontrol
3. Communication commonality, tingkatan dimana interface standar, protokol dan bandwidth digunakan
4. Completenesss, tingkatan dimana implementasi lengkap dari fungsi yang dibutuhkan telah tercapai
5. Conciseness, kepadatan program dalam jumlah baris kode
6. Consistency, penggunaan rancangan dan teknik dokumentasi dalam satu bentuk diseluruh proyek
pengembangan software
7. Data commonality, penggunaan struktur dan tipe data standar diseluruh program
8. Error tolerance, kerusakan yang muncul ketika program menemukan kesalahan/kegagalan
9. Execution efficiency, performa run-time suatu program
10. Expandability, tingkatan dimana rancangan arsitektural, data atau prosedur dapat dikembangkan
11. Generality, lingkup aplikasi potensial dari suatu komponen program
12.Hardware independece, tingkatan dimana software dipisahkan dari hardware yang mengoperasikannya
13. Instrumentation, tingkatan dimana pengawasan program memiliki operasi tersendiri dan
mengidentifikasikesalahan yang terjadi
14. Modularity, kemandirian fungsional dari suatu komponen program
15. Operability, kemudahan pengoperasian program
16. Security, ketersediaan mekanisme yang mengontrol atau menproteksi program dan data
17. Self-documentation, tingkatan dimana kode sumber menyediakan dokumentasi yang berarti
18. Simplicity, tingkatan dimana program dapat dimengerti tanpa kesulitan
19. Software system independence, tingkatan dimana program mandiri terhadap feature bahasa pemrograman nonstandar, karakteristik sistem operasi, dan batasan-batasan lingkungan lainnya
20. Traceability, kemampuan penelusuran ulang kepada kebutuhan mengenai representasi rancangan atau komponen program yang sesungguhnya
21. Training, tingkatan dimana software membantu menerapkan sistem oleh user yang baru.
Keterhubungan antara faktor-faktor kualitas software dengan ukuran-ukuran (metrics) yang digambarkan dalam
tabel :

Faktor-faktor kualitas yang dideskripsikan oleh McCall dan kawan-kawan merepresentasikan sejumlah
”checklist” yang disarankan. Hewlett-Packard telah membuat sejumlah faktor-faktor kualitas yang disingkat ”FURPS”, yaitu Functionality, Usability, Reliability, Performance, Supportability. Dimana atribut-atribut untuk
setiap faktor seperti tersebut dibawah ini :
1. Functionality, diperkirakan dengan mengevaluasi sejumlah feature dan kemampuan program, fungsi-fungsi umum yang disediakan, dan keamanan terhadap keseluruhan system
2. Usability, diperkirakan dengan mempertimbangkan faktor manusia, keseluruhan estetika, konsistensi, dan dokumentasi
3. Reliability, dievaluasi dengan mengukur frekuensi dan penanganan kesalahan, keakuratan hasil output, jangka waktu antar kesalahan (Mean Time Between Failure), kemampuan untuk recover dari kesalahan dan kemampuan prediksi program
4. Performance, diukur dengan mengevaluasi kecepatan pemrosesan, waktu respon, konsumsi sumberdaya, keluaran dan efisiensi
5. Supportablity, kombinasi kemampuan untuk memperpanjang program, kemampuan adaptasi dan kemampuan layanan (ketiga atribut ini merepresentasikan –maintainability) sebagai tambahan untuk kemampuan ujicoba, kesesuaian, kemampuan penyusunan (kemampuan untuk mengorganisir dan mengatur elemen-elemen penyusunan software), kemudahan dengan apa sistem dapat diinstalasi dan kemudahan dengan apa masalah-masalah dapat dilokasikan.

2. Model Boehm (1978)

Dasar dari pendirian model mutu ini adalah membuat perangkat lunak yang berkualitas. model boehm ini ditemukan oleh Barry W. Boehm. Boehm mendefenisikan dan membuat model ini tujuanya adalah secara otomatis mengevaluasi mutu dari sekian banyaknya perangkat lunak. Pada pokoknya model ini mencoba mendefinisikan kualitas atau mutu daripada perangkat lunak (software).dan berfungsi dibarengi dengan oleh satu setelan tertentu dari atribut dan metrik. Model Boehm adalah serupa dengan Model McCall.yakni menyajikan satu mutu hirarkisdan memodelkan taraf tingg struktur karakteristik, karakteristik tengah bertingkat, karakteristik primitif masing-masing sebesar yangmembantu tingkat kualitas keseluruhan. Karakteristik tingkat tinggi mewakili dasar pada taraf yang tinggi yaitu kebutuhan dengan penggunaan nyata.
Karakteristik tingkat tinggi menunjuk tiga utama persoalan bahwa satu pembeli perangkat lunak punya:

kegunaan: Seberapa baik (dengan mudah, dapat dipercaya, secara efisien) dapatkah aku mempergunaka ini?
Maintainability: Bagaimana kemudahan ini untuk pahami, modifikasi dan test ulang?
Portabilitas: Dapatkah aku masih penggunaan ini kalau aku mengubah lingkunganku?
Taraf intermediate karakteristik mewakili Boehm 7 faktor mutu itu bersama-sama mewakili berkualitas
diharapkan dari satu lunak sistem perangkat:
• Portabilitas (Karakteristik kegunaan umum): Kode menguasai portabilitas karakteristik luas pada model ini dapat mengoperasikan dengan mudah dan baik pada konfigurasi komputer.
• Keandalan (Seperti halnya kegunaan karakteristik): Kode menguasai keandalan karakteristik diharapkan dapat untuk melaksanakan fungsi yang dimaksud dengan memuaskan.
• Efisiensi (Seperti halnya kegunaan karakteristik): Kode menguasai efisiensi karakteristik dipenuhi
penggunaan ini tanpa masalah dari sumber daya yang ada pada software.
• Usability (Seperti halnya kegunaan karakteristik, Rekayasa manusia): Kode menguasai karakteristik usability adalah dapat dipercaya, efisien dan manusia rekayasa.
• Testability (Karakteristik Maintainability): Kode menguasai karakteristik testability yang memudahkan penetapan dari kriteria pembuktian dan evaluasi dukungan dari kinerja ini.
• understandability (Karakteristik Maintainability): Kode menguasai karakteristik understandability penggunaan ini jelas ke inspektor.
• Fleksibilitas (Karakteristik Maintainability, Modifiability): Kode menguasai karakteristik modifiability untuk memudahkan persatuan dari perubahan satu kali sifat alami. Perubahan yang diinginkan telah ditentukan. ( tingkat yang lebih tinggi abstractness dari karakteristik ini seperti membandingkan dengan augmentability). Struktur tingkat terendah dari hirarki karakteristik di model Boehm adalah karakteristik primitif metrik hirarki. Karakteristik primitif menyediakan fondasi untuk metrik mutu gambar – yaitu salah satu gol ketika Boehm membangun model berkualitasnya. Alhasil, hadiah model satu buah atau lebih metrik .

3.Model ISO 9126

Model ISO 9126 diajukan pada 1991 model ini mempunyai karakteristik sebagai berikut;
• Karakteristik eksternal:Bagaimana pekerjaan produk di dalamnya lingkungan misalnya Usability, Keandalan
• Karakteristik internal:Bagaimana produk dikembangkan misalnya ukuran, rate test dan kegagalan
Gambarnya adalah sebagi berikut;

Model ISO 9126

Kemampuan
• Kesalahan, Keakuratan, Interoperability, Kepatuhan, Jaminan sekuritas Keandalan
• Kedewasaan, Toleransi kesalahan, recoverability Usability
• understandability, Learnability, Operability Efisiensi
• Perilaku waktu, Perilaku sumber daya manusia, Portabilitas
• Daya penyesuaian, Changeability, Kemantapan, Testability

Metriknya adalah:

.. Satu Metrik Mutu Hasil Akhir
.. Pengguna memainkan satu peran pada pengukuran dari Mutu Perangkat Lunak
.. Pengguna punya satu dampak langsung dan sama pada mutu perangkat lunak
.. Hasilkan satu unik QF bagi seluruh perangkat lunak dan semua versi dari satu perangkat lunak
.. Untuk menyeimbangkan segi pandangannya pengguna dan untuk menentukan mutu keseluruhan, anggota QA juga mengevaluasi perangkat lunak
.. Dapat dipergunakan untuk tingkatkan kualitas daripada sofware.

Penghitungan kualitas software (Comparison of the Quality Models)

.. ISO 9126 Mutu Memodelkan Satu Secara Internasional model dikenal dan diikuti oleh mayoritas dari organisasi di seluruh bumi

.. Selama tahap analisa kebutuhan, golongkan kebutuhan seperti per karakteristik dan karakteristik sub pada ISO 9126 Model

.. Sediakan Angket ke Pengguna, QM anggota QA

.. mengumpulkan angket atau data yang handal

.. Faktor berkualitas diperoleh dari penggunaan satu rangkaian rumus

.. menggolongkan perangkat lunak berlandaskan nilai dari QF

FORMAT MIDI


NAMA : VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009

FORMAT MIDI
Pada dasarnya, MIDI adalah suatu bahasa musik ang diterima secara umum dalam dunia musik digital. Mudahnya, MIDI adalah bahasa antara sebuah alat musik digital dengan alat musik digital lainnya. Seperti halnya kita sebagai manusia berkomunikasi dengan manusia lain menggunakan habasa Indonesia atau Inggris.
Jika seseorang dua buah keyboard, sebutlah keyboard A dengan B. Kemudian, Dia menghubungkan kedua perangkat dengan jalur midi. maka membuat keyboard A menjadi keyboard master, sedangkan keyboard B menjadi slave.

Dengan de mikian,saat Kita menekan tuts dikeyboard A, keyboard B pun akan berbunyi. Hal ini dapat menjadi suatu solusi jika sudah terbiasa dengan tuts keybord lama, kalau ingin membeli sebuah keyboard baru. Kita dapat tetap menggunakan tuts keyboard A (master), sedangkan suaranya keluar dari keyboard B yang baru saja anda beli.
Contoh lainnya, Kita tidak ingin membeli keyboard baru, hanya saja Anda ingin mempunyai koleksi suara baru dan membeli sebuah sound module. Jadi, Kita bisa mengoneksikan sound module dengan keyboard lama Anda dengan cara keyboard A menjadi master dan sound module menjadi slave.
Dengan demikian, ketika Kita, menekan tuts keyboard A maka sound module akan mengeluarkan suara. Selain mengoneksikan dua perangkat musik digital dengan MIDI untuk bermain live Kita, Anda bisa pula menghubungkan keyboard Anda dengan komputer ditambah bantuan software – software sequencer, Kita bisa menciptakan sebuah komposisi musik dengan MIDI. Kemudian, Anda dapat mendistribusikannya dengan sebuah format SMF *( standart MIDI file ).
Tidak Hanya itu ! Dengan koneksi MIDI dan perangkat komputer ( PC ), Anda dapat mengontrol soft synth. Softsynth adalah sebuah software synthesizer. Dengan demikian, kita bisa mempunyai koleksi sound yang beraneka ragam hanya dengan sebuah PC. Kita tidak perlu sound module baru atau keyboard baru hanya untuk menambah koleksi sound.

Beberapa contoh midi yang saya peroleh dari internet adalah midi chunge buatan cina.gambarnya adalah sebagai berikut;

Di atas seperti biasa kita dapat melihat beberapa fitur MIDI software yang sederhana adapun tools yang dipergunakan adalah sebagai berikut;
• Repeat all
• Playlist lagu
• Quit
• Add
• Pause
• Default yaitu sebagi fungsi ada pilihan disana apakh guitar,piano dan lain-lain segala bentuk jenis musuk yang jita ingini
• Remove
• R
• Load file .midi
• Save
• Time display
• Help
Dari setiap lagu yang ingin kita konversi ke bentuk midi kita dapat mengganti nada-nada lagu tersebut sesuai harmoni nada yang kita inginkan . Pada dasarnya Midi memeiliki keunikan secara khusus karena bisa kita memngubah lagu dengan mengkombinasikan nada dan melodi pada lagu yang kita buat.

Di bawah ini saya coba menerangkan beberapa penggunaan usb midi dengan secara rinci;
1 Pengantar

Berikut adalah Audio Alat USB Definisi Kelas untuk Alat MIDI. Ini didisain untuk meliputi paling luas
jangkauan dari mungkin aplikasi MIDI dan produk. Dokumen ini harus dipertimbangkan satu integral bagian dari
Audio Alat USB Definisi Kelas.
1.1 Latar Belakang

MIDI, diperkenalkan pada 1983, adalah satu standar matang dengan banyak berada produk dan aplikasi. Ini adalah satu standar
yang mendefinisikan tidak hanya protokol data untuk pertukaran dari keterangan kontrol berbakat musik kecuali juga perangkat keras
koneksi, dipergunakan untuk secara fisik menukar data. Oleh sebab itu, mengirim data MIDI berlalu perangkat keras lain
koneksi menyukai USB adalah tidak terlalu sesuaikan dir ke spesifikasi MIDI dan akan dipanggil USB MIDI dari
di sini pada.
1.2 Penggunaan

Spesifikasi ini untuk MIDI menukar berlalu USB didisain satu cara rapi untuk memperbolehkan satu jangkauan luas
dari sistem konfigurasi MIDI, dari paling sederhana untuk paling rumit. Lagipula, spesifikasi ini
perluas pada MIDI, mengijinkan aplikasi tidak kemungkinan dengan bukan konfigurasi USB MIDI.
Dua hal pertama itu figur memperlihatkan sederhana sistem USB MIDI bentuk itu dasar dari apapun MIDI berhubungan sistem pada USB
dan contoh ketiga memperlihatkan satu sangat kompleks sistem mengombinasikan USB MIDI variasi dari dua hal pertama itu.
Gambarkan 1 pertunjukan satu sederhana USB MIDI hubungkan, yang yang akan mengijinkan banyak yang sudah ada bukan

2 Ikhtisar Manajemen
USB adalah sesuai untuk menghubungkan MIDI Menghubungkan dan MIDI menginstrumentasi ke komputer. MIDI adalah satu mengenali protokol untuk kontrol musik yang sedang melayani pasar baik sekali. USB bangun pada kekuatan dari MIDI dengan menambahkan kecepatan lebih tinggi dari transfer dan ditingkatkan MIDI menyalurkan melalui ini beberapa “maya” dukungan kabel. Pada prinsipnya, satu bis serbaguna menyukai USB menyediakan banyak jalan untuk menangani data MIDI. Untuk industri, bagaimanapun, ini adalah sangat penting yang MIDI mengangkut mekanisme menjadi tergambar dengan baik dan terbakukan pada USB. Hanyalah dengan cara ini dapat kita ramalkan interoperability, garansi kinerja yang dapat dipercaya, dan pelihara baik pasarkan image dari MIDI sendiri. Mestandarkan MIDI mengangkut mekanisme juga menolong pengarah perangkat lunak biaya hidup seperti
umum sebagai kemungkinan. MIDIStreaming Menghubungkan Kelas mendeskripsikan di dokumen ini memuaskan itu kebutuhan. Ini adalah tertulis dan diperbaiki oleh pakar pada bidang MIDI. Kelas alat lain alamat itu MIDI di beberapa cara harus tunjuk ke dokumen ini untuk spesifikasi MIDI mereka. USB mengirim data MIDI di rate ratusan times lebih cepat dibandingkan asli MIDI 1.0 perangkat keras spesifikasi. Sebagai tambahan, spesifikasi ini mengambil keuntungan dari lebar-pitanya USB dan data lentur menangani untukmemperbolehkan transfer dari banyak “maya” berharga kabel dari data MIDI. Multiport MIDI menghubungkan mempunyai menjadi lebih hal yang biasa hari ini dan mereka memerlukan satu koneksi ke komputer itu dapat menangani beberapa koneksi MIDI pada kabel sesuatu. USB adalah sangat sesuai ke tugas ini. Synthesizers dan lain MIDI menginstrumentasi mempunyai ditingkatkan di kemampuan. Lebar-pita dari satu MIDI tradisional koneksi dapat jadilah lebih dengan mudah dikonsumsi ketika mencoba untuk melayani komposisi musik suara banyak tinggi dan angka peningkatan dari pesan jenis MIDI biasanya terpakai. Khas synthesizers sekarang juga mempergunakan 16 MIDI menyalurkan siap pada satu bis MIDI di sesuatu menginstrumentasi sendirian, memerlukan beberapa MIDI Busses pada satu susunan khas dengan lebih dari satu MIDI instrumentasi. Selain itu, keakuratan pemilihan waktu adalah penting di musik. USB dapat dengan mudah menangani isi berat dari data MIDI saat memelihara integritas pemilihan waktu dari data. Ratusan dari MIDI mencatat pesan dapat dikirimkan semua pada waktu yang sama. Sebagai tambahan, dengan menangani beberapa “maya” kabel USB menawarkan satu solusi untuk pergi berada di luar MIDI 16 – pembatas alur. Dokumen ini mengandung semua perlu keterangan untuk satu perancang untuk membangun satu alat penuhi USB tersebut gabungkan kemampuan MIDI. Ini menetapkan standar dan spesifik kelas descriptors bahwa harus hadir di masing-masing USB MIDI Berfungsi. Ini selanjutnya menjelaskan transfer dari peristiwa MIDI, diuraikan ke dalam 32 pesan bit untuk mestandarkan transfer terlalu USB dan untuk penanganan mudah oleh alat MIDI. Data MIDI sendiri adalah dikirim dengan jelas, tanpa perubahan apapun. Lagipula, kalau MIDI 1.0 spesifikasi diperbaharui, lagi Peristiwa MIDI atau definisi sepenuhnya didukung. Alat Kelas USB Definisi untuk Alat MIDI

3 Karakteristik Fungsional
Seperti halnya kasus bagi seluruh audio kemampuan, Kemampuan USB MIDI bercokol pada taraf alat penghubung pada USB
Hirarki Kerangka alat. MIDIStreaming menghubungkan mewakili kemampuan seluruh dari USBMIDI
berfungsi. Ini didefinisikan sebagai satu subclass dari Kelas Alat Penghubung Audio.
Fungsi audio adalah tertuju melalui antarmuka audio mereka. Masing-masing audio berfungsi mempunyai tunggal AudioControl menghubungkan dan dapat punya beberapa AudioStreaming dan MIDIStreaming hubungkan. AudioControl (AC) alat penghubung biasanya mengakses Kontrol audio dari fungsi sedangkan AudioStreaming (SEPERTI) antarmuka biasanya mengangkut aliran audio ke dalam dan keluar fungsi. MIDIStreaming (NONA) antarmuka biasanya mengangkut data aliran USB MIDI ke dalam dan keluar audio berfungsi. Koleksi dari tunggal AudioControl menghubungkan dan AudioStreaming dan MIDIStreaming hubungkan yang milik audio yang sama fungsi dipanggil Koleksi Alat Penghubung Audio (AIC). Tunjuk ke Alat universal Bis Serial Definisi Kelas untuk Alat Audio dokumentasikan untuk perincian selanjutnya.

3.1 USB MIDI Berfungsi Topologi
Fungsi USB MIDI mungkin mengandung beberapa blok bangunan. Semua fungsi USB MIDI harus mengandung satu USBMIDI
Konverter, banyak mungkin punya beberapa Terlekat atau Dongkrak MIDI Eksternal dan beberapa mungkin berisi satu atau lebih
Unsur. Unsur dan Dongkrak MIDI umum Kesatuan dipanggil dan mereka dihubungkan untuk satu sama lain ke terapkan kemampuan MIDI diinginkan seperti terlihat pada diagram berikut (Figur 4).Kesatuan menyediakan blok bangunan dasar untuk sepenuhnya mendeskripsikan paling USB MIDI berfungsi. Satu Elemen adalah penyajian dari satu mesin yang manapun interpretasikan data MIDI alirkan dan transformasikan mereka ke dalam audio alirkan atau terima audio alirkan dan transformasikan mereka ke dalam data aliran MIDI. Beberapa Unsur bolehkan bahkan terima data MIDI alirkan dan transformasikan mereka ke dalam aliran lain data MIDI. Unsur adalah dengan uniknya diidentifikasi oleh ElementID mereka. Satu Elemen dapat punya satu atau lebih Input Meletakkan dan satu atau lebih Keluaran Pin. Masing-masing Pin membawa tunggal data aliran MIDI. Lagipula, spesifikasi ini menyediakan perlu konsep untuk mengijinkan transfer tak serempak dengan kumpulan data lebih besar di antara Penyelenggara dan satu Elemen. Ini dapat dipergunakan untuk penerapan DLS. Membaktikan Transfer mengumpulkan endpoints dipergunakan untuk penggunaan ini.
Sebagai tambahan, konsep dari satu Bicu MIDI diperkenalkan. Ada dua jenis dari Dongkrak MIDI. Satu MIDI DI Bicu adalah satu Kesatuan yang mewakili satu titik awal untuk satu data aliran MIDI di dalam USB MIDI berfungsi. Data MIDI aliran memasuki USB MIDI berfungsi melalui satu MIDI DI Bicu. Satu MIDI Terbongkar Bicu mewakili satu berakhir tunjuk untuk data aliran MIDI. Data aliran MIDI meninggalkan USB MIDI berfungsi melalui satu MIDI Terbongkar Bicu. Dari fungsi USB MIDI perspektif, satu USB Endpoint adalah satu contoh khas dari satu MIDI DI atau MIDI Terbongkar Bicu. Ini yang manapun sediakan MIDI mengalirkan ke USB MIDI berfungsi atau mengonsumsi MIDI mengalirkan berasal dari USB MIDI berfungsi. Dongkrak MIDI demikian, mewakili satu USB Endpoint dipanggil Dongkrak MIDI Terlekat. Demikian juga, semua koneksi MIDI fisik, dibangun ke dalam satu fungsi USB MIDI diwakili oleh Eksternal Bicu Kesatuan MIDI. Koneksi ke satu MIDI DI Bicu dibuat melalui Keluaran tunggalnya Letakkan. Satu MIDI Terbongkar Bicu dapat punya beberapa Pin Input. MIDI Terbongkar Bicu akan menggabungkan data MIDI alirkan, didapat berlalu Inputnya Pin, secara efektif mentransformasikan mereka ke dalam tunggal data aliran MIDI. Dongkrak MIDI dengan uniknya diidentifikasi oleh JackID mereka. Kesatuan dikawat bersama-sama oleh penghubung aku mereka o Pin sesuai dengan topologi diperlukan. Masuki Pin dari satu Kesatuan adalah permulaan diberi nomor dari satu sampai total angka dari Pin Input pada Kesatuan. Demikian juga, Pin keluaran adalah permulaan diberi nomor dari satu sampai total angka dari Pin Keluaran pada Kesatuan. Tiap-tiap Kesatuan pada fungsi USB MIDI sepenuhnya terurai oleh Kesatuan berhubungannya Descriptor. Kesatuan Descriptor mengandung semua perlu bidang untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan Kesatuan. Masing-masing Kesatuan pada fungsi USB MIDI ditugaskan satu nomor identifikasi unik, EntityID, dikandung pada bJackID atau bElementID bidang dari descriptor. Nilai 0x00 dipesan untuk Identitas tak tergambarkan, secara efektif membatasi total angka dari Kesatuan addressable pada USB MIDI berfungsi (Dongkrak berdua dan Unsur) ke 255.
Alat Kelas USB Definisi untuk Alat MIDI

Di samping dengan uniknya identifikas semua Kesatuan addressable pada satu USB MIDI berfungsi, IDs juga layani deskripsi topologi dari fungsi; yaitu baSourceID() array dari satu Bicu atau Elemen descriptor menandai ke yang Kesatuan lain Kesatuan ini Pin Input dihubungkan. Sebagai tambahan, baSourcePin() array dari satu Bicu atau Unsur descriptor persyaratkan selanjutnya koneksi dengan menandai kemana Pin Keluaran dari Kesatuan yang lain Kesatuan ini Pin Input dihubungkan. Stel pakaian dari Elemen dan Bicu MIDI descriptors menyediakan satu penuh uraian tentang USB MIDI berfungsi ke Penyelenggara. Satu pengarah MIDI umum harus mampu untuk sepenuhnya mengontrol USBMIDI berfungsi.

Tugas 2 xml.


NAMA : VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009

Tugas 2 xml.
1.untuk menampilkan pada laman browser tampilan kota california,newyork dan berbagai tampilan pada kasus soal xml yang ada pada buku.

California
33871648
Sacramento
Quail
Golden Poppy

155959

Massachusetts
6349097
Boston
Chickadee
Mayflower

7840

New York
18976457
Albany
Bluebird
Rose

47214

2.



NAMA : VASKO EDO GULTOM NIM : 071402009 Tugas praktikum .NET 7


NAMA : VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009
Tugas praktikum .NET 7

Source kode form praktikum 7 di atas adalah;
Public Class Form1
Dim cArray As Char()
Dim tesString As String
Dim i As Integer

Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
cArray = New Char() {}
cArray = TextBox1.Text

TextBox2.Text = “”

For i = cArray.GetUpperBound(0) To 0 Step -1
TextBox2.Text = TextBox2.Text & cArray(i)
Next
End Sub

End Class

Perbaikan Ujian Praktikum Kompiler


NAMA : VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009

Perbaikan Ujian Praktikum Kompiler

#include
#include
using namespace std;

string keyword[] = {“PROGRAM”,”MULAI”,”AKHIR”};
string delimiter[] ={“;”,”.”,”=”};

string getNextLexeme(string s,int *pos){
string lexeme=””;
int i;
for(i=(*pos) ;i‘a’&&c=’A’&&c=’0’&&c<='9')
return true;
return false;
}

bool isIdentifier (string lexeme)
{
if (isAlphabet (lexeme[0]))
{
for(int i=1;i<lexeme.length();i++)
{
if (!(isAlphabet(lexeme[i]) || isDigit(lexeme[i] ||
lexeme[i] == '_')))
return false;
}
return true;
}
return false;
}

bool isDelimiter(string lexeme)
{
for (int i=0;i<sizeof(delimiter)/sizeof(string);i++)

if(lexeme == delimiter[i])
return true;

return false;
}

bool isNumber (string lexeme)
{
for(int i=0;i<lexeme.length();i++)

{
if(!isDigit(lexeme[i]))
return false;
}
return true;
}

bool isKeyword(string lexeme)
{
for (int i=0;i= 1)
{
ok &= (tmp[0] >= ‘0’ && tmp[0] <= '9');
for (int i = 1, n = tmp.size(); i = ‘0’ && tmp[i] <= '9');
}
else
ok = false;

return ok;
}

int main()
{
string input = "",lexeme="";
ifstream file("input.txt");
string token[100];
int counter = 0;
bool leksikal = true;
//(ANALISIS LEKSIKAL)
if (file.is_open())
{
while(!file.eof())
{
getline(file, input);
int pos=0;
int j = 0;
while((lexeme=getNextLexeme(input,&pos))!="")
{
token[counter++] = lexeme;
cout << lexeme;/* if (is KeyWord(lexeme) */
if(isNumber(lexeme))
cout<<"number"<<endl;
else if(isKeyword(lexeme))
cout<<"keyword"<<endl;
else if(isIdentifier(lexeme))
cout<<"nama"<<endl;
else if (isDelimiter(lexeme))
cout<<" delimiter"<<endl;
else
{
cout<<"invalid"<<endl;
leksikal = false;
break;
}
}

}
}//analisis leksikal

int ind = 0;
bool sintaksis = false;

if(leksikal)
{
cout<<"————————" <<endl;
cout <<" Analisis Leksikal : OK" <<endl;
cout<<"————————" <<endl;
//aturan pendeklarasian program
if(isKeyword(token[0]) && token[0] == "PROGRAM")
{
if(isIdentifier(token[1]))
{
if(isDelimiter(token[2]))
{
if (token [3] == "MULAI")
{
ind =4;
bool ok =false;
while (token[ind] != "AKHIR")
{
ok = false;
if (isIdentifier(token[ind]))
{
if (token[++ind] == "=")
{
if (isNumber (token[++ind]))
{
if(isDelimiter(token[++ind]))
ok = true;
}
}

}
if (!ok)
break;
ind++;
}
if(ok)
{
if(token [ind] =="AKHIR")
if (token[++ind] == ".")
sintaksis =true;
}
}
}
// sintaksis = true;
}
}
}
if (sintaksis)
{
cout<<"————————" <<endl;
cout<<" Analisis Sintaksis :OK" <<endl;
cout<<"————————" <<endl;
}
else
{
cout<<"————————" <<endl;
cout<<" Analisis Sintaksis :ERROR" <<endl;
cout<<"————————" <<endl;
}
cin.get();
return 0;
}