PENENTUAN UMUR PALING EKONOMIS SEAL MACHINE PADA PT. CENTRA WINDU SEJATI


PENENTUAN UMUR PALING EKONOMIS SEAL MACHINE PADA PT. CENTRA WINDU SEJATI

DRAFT TUGAS SARJANA
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
Seminar Sidang Sarjana Teknik Industri

Oleh :
SAMUEL WILBERT GULTOM
Nim : 030423043

Disetujui Oleh :
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

(Ir. Danci Sukatendel ) (Ir. UkurtaTarigan, MT)

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2007

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Esa atas kasih dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Dalam Tugas Akhir ini penulis mencoba menyelesaikan salah satu masalah yang ditemui di pabrik. Judul permasalahan yang dipilih adalah “Penentuan Umur Paling Ekonomis Seal Machine di PT. Centra Windu Sejati”
Tugas Akhir ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai derajat Strata (S1) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Selama penulisan Tugas Akhir ini penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini dengan segala kerendahan dan ketulusan hati, penulis ingin menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Ir. Rosnani Ginting. MT, selaku Ketua Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Aulia Ishak ST. MT, selaku koordiantor Tugas Akhir di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera. Poerwanto. Msc, Ibu Ir. Nazlina. MT, selaku dosen pembimbing akademis selama dibangku perkuliahan yang telah memberikan perhatian dan meluangkan waktunya bagi penulis.
3. Bapak Ir. Danci Sukatendel Dan Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT selaku dosen pembimbing I dan II, Atas bimbingan dan motivasinya selama penulis menyelesaikan tugas akhir ini.
4. Seluruh staf pengajar dan pegawai di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Polmen Purba selaku pimpinan bagian produksi sekaligus pembimbing lapangan yang telah banyak membantu dan meluangkan waktu dan perhatiannya bagi penulis.
6. Seluruh rekan mahasiswa yang tak dapat tersebutkan namanya, yang membantu penulis dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
7. Teristimewa buat ayahanda st. Gr H. Gultom dan Ibunda T. Harianja yang telah memberikan bantuan moril maupun spiritual dalam menyelesaikan studi, dan juga kepada saudara-saudariku dan tidak lupa penulis panjatkan doa kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa melimpahkan karunia-Nya dan memberkati mereka dan diberikan umur yang panjang.
Mengingat keterbatasan kemampuan dan waktu yang ada, penulis menyadari bahwa penulisan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dalam metoda yang dipakai maupun dalam penyajian tata bahasanya. Dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan tugas akhir ini.
Akhir kata penulid mengucapkan banyak terima kasih.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, Medan, April 2006
Penulis

Samuel W. Gultom

DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN i
SERTIFIKAT SEMINAR ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL ix
DAFTAR GAMBAR x
DAFTAR LAMPIRAN xi
RINGKASAN xii
BAB I. PENDAHULUAN I-1
1.1. Latar Belakang Masalah I-1
1.2. Perumusan Masalah I-3
1.3. Tujuan Penelitian I-4
1.4. Manfaat Penelitian I-5
1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi-Asumsi yang Digunakan I-5
1.6. Batasan Masalah I-7
1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir I-7

BAB II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN II-1
2.1. Sejarah Perusahaan II-1
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
2.2.1.Strategi Pemasaran II-3
2.2.2.Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Lingkungan II-4
A. Aspek Sosial Ekonomi II-4
B. Aspek Lingkungan Perusahaan II-4
2.3. Organisasi dan Manajemen II-5
2.3.1. Struktur Organisasi II-5
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab II-8
2.3.3. Tenaga Kerja dan Waktu Kerja Perusahaan II-11
2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan II-12
2.3.5. Insentif dan Fasilitas dan Fasilitas Perusahaan II-13
2.4. Proses Produksi II-14
2.4.1. Bahan yang Digunakan II-15
1. Bahan Baku II-15
2. Bahan Penolong II-16
3. Bahan Tambahan II-17
2.4.2. Standart Mutu Bahan / Produk II-18
2.4.3. Uraian Produksi II-19
2.4.4. Mesin dan Peralatan II-25

BAB III. LANDASAN TEORI III-1
3.1. Pendahuluan III-1
3.2. Pegertian Ekonomi Teknik III-1
3.3. Konsep Umur Ekonomis III-2
3.4. Dasar Repalacement Study
3.4.1. Alasan Pentingnya Replacement Study III-3
3.4.2. Siklus Pergantian Mesin III-5
3.5. Metoda-metoda yang digunakan III-6
3.5.1. Metoda Present Worth III-7
3.5.2. Metoda Annual Worth III-7
3.5.3. Metoda Minimum Altrernatif Rate Of Return III-8
3.6. Langkah-langkah Pemecahan Masalah III-8
3.6.1. Pegelompokan Biaya III-8
3.6.2. Peramalan III-14
3.7. Definisi Bunga Dan Tingkat suku Bunga III-19
3.7.1. Rumus Dan Tabel Bunga
Dalam Hubungannya dengan Ekonomi Teknik III-19
3.7.2. Pemilihan Rate Of Return yang Menguntungkan
( Minimum Atrractive Rate Of Return ) III-21
3.8. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-Rata III-22
3.9. Uraian Mengenai Seal Machine III-25
3.9.1. Uraian Proses Seal Machine III-26
3.9.2. Pengujian Keseragaman Data III-35

BAB IV. METODOLOGI PENELITIAN IV-1
4.1. Pendekatan Masalah IV-1
4.2. Pembatasan Masalah IV-2
4.3. Langkah-langkah Penelitian IV-2

BAB V. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA V-1
5.1. Metode Pengumpulan Data V-1
5.2. Pengumpulan Data V-2
5.2.1. Data Primer V-2
5.2.2. Data Sekunder V-2
5.3. Pengolahan Data V-7
5.3.1. Perhitungan Depresiasi Tahunan Mesin V-7
5.3.2. Perhitungan Dana Pengembalian Modal V-8
5.3.3. Perhitungan Biaya Operasional V-10
5.3.4. Perhitungan Biaya Down Time Tiap Tahun V-13

BAB VI. ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH VI-1
6.1. Perhitungan Nilai Kesetaraan VI-1
6.1.1. Nilai Kesetaraaan suku Cadang
Seal Machine VI-2
6.1.2. Nilai Kesetaraaan Pemakaian Energi Listrik
Seal Machine VI-3
Nilai Kesetaraaan Biaya Perawatan dan Pemakaian

6.1.3. Nilai Kesetaraaan Biaya Perawatan dan Pemakaian
Seal Machine
6.1.4 Nilai kesetaraan biaya operator Seal Machine
6.1.5 Nilai kesetaraan DownTime rata – rata
6.2. Perhitungan Biaya Operasional Seal Machine VI-5
6.3. Peramalan VI-6
6.4. Trend Peramalan yang Digunakan VI-6
6.5. Perhitungan Biaya Operasional Tahunan rata-rata
Seal Machine VI-7
6.6. Perhitungan Biaya Down Time Tahunan rata-rata
Seal Machine VI-8
6.7. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-rata Umur Ekonomis
Seal Machine VI- 9

BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN VII-1
7.1. Kesimpulan VII-1
7.2. Saran-saran VII-2

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
2.1. Standart Ukuran Udang Tempura II-22
5.1. Data waktu Spesifikasi Mesin Secara Teknis V-3
5.2. Data Pemakaian Suku Cadang V-3
5.3. Data Pemakaian energi listrik untuk seal Machine V-4
5.4. Tabel harga energi listrik V-4
5.5 Data Upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan V-4
5.6. Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine V-5
5.7. Waktu perbaikan Seal Machine V-6
5.8. Data inflasi tiap tahun V-7
5.9. Harga akhir tiap tahun seal machine V-8
5.10. Capital recovery seal mahine V-9
5.11. Biaya pemakaian suku cadang seal machine V-10
5.12. Datawaktu operasi Seal Mchine V-11
5.13. Biaya pemakaian energi listrik Seal Machine tiap tahuin V-12
5.14. Biaya perawatan dan perbaikan Seal Machine tiap tahun V-13
5.15. Down time seal machine tiap tahun V-14
5.16 Biaya down time seal machine V-15

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
3.1. Hubungan antara biaya tahunan rata-rata dengan umur mesin III-6 3.2. Pola horizontal III-15 3.3. Pola Musiman III-16
3.4. Pola siklis III-16
3.5. Pola trend III-16
3.6. Jenis segel yang dapat dibuat Seal Machine III-26
3.7. Pola Ssegel yang dapat dibuat Seal Machine III-27
3.8. Jenis Potongan yang dapat dibuat Seal Machine III-27
3.9. Gambar dimensi mesin Seal III-27

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
1. Stuktur Organisasi PT. Centra Windu Sejati L-1
2. Analisa dan pemilihan peramalan L-2
3. Tabel Capital Recovery Factor L-13
4 Tabel Present Worth Factor L-14
5. Laporan Inflasi L-115
6. Suku Bunga Bank Indonesia L-16
4. Lembar asistensi L-17
5. Surat permohonan pengajuan Tugas Akhir L-18
6. Surat penjajakan permohonan riset ke PT. Centra Windu Sejati L-19
7. Surat balasan pelaksanaan Riset di PT. Centra Windu Sejati L-20
8. Surat keputusan pelaksanaan Tugas Akhir dari Depatemen
Teknik Industri Universsitas Sumatera Utara L-21

RINGKASAN

PT. Toba Pulp Lestari adalah salah satu industri milik swasta Penanaman Modal Asing yang bergerak sebagai penghasil bubur kertas berbentuk kraft pulp yang terletak di desa Sosor Ladang, Porsea, Toba Samosir yang sudah memperoleh seritifikasi ISO 14001 dan sudah memasarkan hasil produksinya dipasaran nasional maupun internasional.
Diantara beberapa departemen yang ada, bagian finishing merupakan salah satu bagian yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan kualitas pulp yang berfungsi untuk mengepak pulp sebelum dikirim yang terdiri dari beberapa mesin. Fungsi mesin/ peralatan yang digunakan dalam proses produksi akan mengalami kerusakan sejalan dengan menurunnya performance daripada mesin/ peralatan tersebut, akan tetapi usia kegunaannya dapat diperpanjang dengan melakukan perbaikan secara berkala melalui suatu aktivitas pemeliharaan maintenance yang secara tepat dan cepat. Total productive maintenance (TPM) merupakan suatu prinsip manajemen yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi perusahaan dengan menggunakan mesin/ peralatan secara efektif. Tidak tepatnya penanganan dan pemeliharaan mesin/ peralatan tidak hanya menyebabkan masalah kerusakan (breakdowns) saja, akan tetapi juga kerugian-kerugian lain yang disebut six big losses. Salah satu tujuan TPM adalah untuk meningkatkan fungsi dan kinerja dari mesin/ peralatan yang digunakan dengan mengeliminasi six big losses yang terdapat pada mesin/ peralatan tersebut sehingga peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi dapat dicapai.
Tahapan pertama dalam usaha peningkatan efisiensi produksi pada PT. Toba Pulp Lestari adalah dengan melakukan pengukuran efektivitas penggunaan mesin-mesin bagian packaging dengan menggunakan metode OEE (Overall Equipment Effectiveness). Bertolak dari hasil pengukuran tersebut, selanjutnya dilakukan perhitungan OEE Six Big Losses untuk mengetahui besarnya efisiensi yang hilang pada masing-masing keenam faktor six big losses. Dari keenam faktor tersebut selanjutnya dicari faktor apa yang memberikan kontribusi terbesar yang mengakibatkan besarnya efisiensi mesin-mesin packaging. Dengan menggunakan Diagram Sebab Akibat, dapat dianalisa masalah sebenarnya yang menjadi penyebab utama tingginya kerugian yang terjadi yang mengakibatkan rendahnya efisiensi mesin-mesin packaging. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa nilai OEE untuk bagian packaging untuk periode Januari sampai Maret masih jauh dibawah nilai ideal (nilai ideal OEE 85+ %) yaitu berkisar antara 64,41 % sampai 71,15 %. Adapun faktor yang mempengaruhi nilai OEE tersebut dan menjadi prioritas utama untuk dieliminasi pihak perusahaan adalah faktor breakdowns loss sebesar 52, 89 % dari total down time yang timbul.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan proposal tugas akhir ini dengan sebaik-baiknya.
Penyusunan proposal tugas akhir ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada pabrik kelapa sawit PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian proposal tugas akhir. Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam hal penyelesaian proposal tugas akhir ini sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang ada. Penulis menyadari bahwa proposal tugas akhir ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan penulis. Untuk itu penulis memohon maaf atas segala kekurangan tersebut. Semoga proposal tugas akhir ini dapat memberi manfaat bagi pembaca.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, MEDAN. PENULIS.
November, 2007.

UCAPAN TERIMA KASIH

Laporan ini tidak akan dapat terwujud tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:
1. Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya.
2. Orang tua dan seluruh keluarga yang telah mendo`akan dan memberikan dukungan moril dan materil.
3. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT. selaku koordinator Kerja Magang pada Program Studi Teknik Manajemen Pabrik sekaligus dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan arahan serta koreksi dalam laporan ini.
4. Bapak H. Hamdan Lubis selaku Manajer Pabrik pabrik kelapa sawit kebun Sei Rokan PT. Perkebunan Nusantara V Riau yang telah memberi izin kerja magang pada pabrik kelapa sawit kebun Sei Rokan PT. Perkebunan Nusantara V Riau meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan pengetahuan mengenai keadaan pabrik secara keseluruhan.
5. Bapak Bambang Permadi selaku pembimbing lapangan yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama melaksanakan kerja magang.
6. Seluruh staf pegawai dan karyawan pada pabrik kelapa sawit kebun Sei Rokan PT. Perkebunan Nusantara V Riau yang telah membantu selama proses pengambilan data di lapangan dan memberikan pengetahuan dalam kegiatan kerja magang.
7. Noviyanti, Melva Melany, Rizki Zeinia dan Linda Tandayu atas kerja sama dan segala bantuan yang telah diberikan secara langsung maupun tidak langsung.
8. T. Abdulah Sani atas kebersamaan, bantuan, dorongan, motivasi yang telah diberikan selama ini baik secara riil maupun moril.

BAB V
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data berguna dalam mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan sebagai bahan pemecahan masalah.
5.1.1. Spesifikasi dan Harga Awal Pembelian
Harga Seal Machine yang dipakai adalah harga pembelian tahun 1997 senilai Rp. 285,000,000,- dan umur pakai mesin diperkirakan selama 30 tahun.
Spesifikasinya dapat dilihat pada Tabel 5.1

Tabel. 5.1. Data Spesifikasi Mesin Secara Teknis.
Model DZ 400 / 2SV
Energi 380 Volt / 2 Kw / 50 Hz
Cos Φ 0,8 Φ
Sealer Size 420 x 300mm
Kapasitas 423 unit/jam

Untuk udang yang telah disusun pada polybag kemudian dibawa ke Seal Machine. Mesin ini telah diatur degan timer waktu dimana waktu untuk vakum adalah 4 detik dan waktu untuk seal adalah 3,5 detik. Kapasitas sekali vakum dan seal adalah delapan pak. Udang yang telah selesai divakum dan diseal selanjutnya disusun pada tray dan dibawa kemesin CPF untuk dibekukan
Tabel 5.2 Tingkat Inflasi
Tahun Tingkat Inflasi (%)
1998 11.05
1999 19.54
2000 18.12
2001 15.48
2002 12.55
2003 9.49
2004 6.79
2005 6.50
2006 6.30
Sumber dari http://www.BI. Go. Or id.

5.1.2. Pemakaian Energi
Energi yang tersedia dari pembangkit sendiri sebanyak 600 KVA dan digunakan untuk pabrik. Biaya pemakaian energi dapat dilihat pada Tabel 5.3 berikut.
Tabel 5.3. Harga Daya Listrik
Tahun Hrg Listrik/KWH (Rp)
1998 175
1999 180

Tabel 5.3. Harga Daya Listrik (Lanjutan)
Tahun Hrg Listrik/KWH (Rp)
2000 188
2001 205
2002 238
2003 260
2004 295
2005 320
2006 345
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

Daya listrik Seal Machine pertahun dapat di lihat pada Tabel 5.4
Tabel 5.4.Daya Listrik Seal Machine
Tahun Pemakaian Daya Listrik (Kw)
1998 6.99
1999 7.13
2000 7.24
2001 7.29
2002 7.36
2003 7.41
2004 7.48

Tabel 5.4.Daya Listrik Seal Machine (lanjutan)
Tahun Pemakaian Daya Listrik (Kw)
2005 7.52
2006 7.54
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.3 Jam Operasi
Jam operasi Seal Machine adalah jam kerja normal mesin dikurangi dengan jam reparasinya. Mesin bekerja normal 24 jam sehari. Jumlah hari kerja dalam setahun adalah 300 hari. Lamanya Seal Machine bekerja setiap tahunnya dapat di lihat pada Tabel 5.5
Tabel 5.5 Jam Operasi Seal Machine
Tahun Lama Beroperasi (jam)
1998 7.010
1999 7.004
2000 7.000
2001 6.992
2002 6.976
2003 6.966
2004 6.956
2005 6.942
2006 6.924
5.1.4. Upah Operator Mesin
Operator Seal Machine berjumlah 3 orang. Upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 5.6 halaman berikut :
Tabel 5.6 Upah 3 Orang Operator Seal Machine
Tahun Upah Perbulan (Rp)
1998 400.000,00
1999 520.000,00
2000 600.000,00
2001 700.000,00
2002 800000,00
2003 850.000,00
2004 900.000,00
2005 950.000,00
2006 1.000.000,00
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.5 Biaya Penggantian Suku Cadang.
Data biaya penggantian suku cadang Seal Machine pada Tabel 5.7
Tabel 5.7 Biaya Penggantian Suku Cadang Seal Machine
Tahun Biaya Pertahun (Rp)
1998 594.000,00
1999 750.000,00

Tabel 5.7 Biaya Penggantian Suku Cadang Seal Machine (Lanjutan)
Tahun Biaya Pertahun (Rp)
2000 879.000,00
2001 155.4000,00
2002 159.0000,00
2003 441.6000,00
2004 647.5000,00
2005 921.5000,00
2006 955.3000,00
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.6 Biaya Pemakaian Pelumas.
Pelumas yang dipakai meliputi pelumas untuk mesin dan transmisi Seal Machine yang data pemakaiannya dapat dilihat pada Tabel 5.8.
Tabel 5.8 Biaya Pemakaian Pelumas
Tahun Rored HD 90
(liter) Harga / liter (Rp)
1998 388 7.700,00
1999 568 7.700,00
2000 634 8.900,00
2001 692 9.300,00
2002 709 9.300,00
2003 743 9.500,00

Tabel 5.8 Biaya Pemakaian Pelumas (Lanjutan)
Tahun Rored HD 90
(liter) Harga / liter (Rp)
2004 810 9.500,00
2005 851 9.500,00
2006 886 9.500,00

Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.7. Jam Reparasi
Jam reparasi Seal Machine dapat dilihat pada Tabel 5.9.
Tabel 5.9 Lama Reparasi Seal Machine
Tahun Lama Reparasi (jam)
1998 190
1999 196
2000 200
2001 208
2002 224
2003 234
2004 244
2005 258
2006 262
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.8. Upah Tenaga Kerja untuk Perawatan Mesin
Tenaga kerja untuk perawatan Seal Machine berjumlah 2 orang dan upah tenaga kerja untuk perawatan Seal Machine dapat dilihat pada Tabel 5.10
Tabel 5.10 Upah 2 Orang Tenaga Kerja Perawatan Seal Machine
Tahun Upah Perbulan
1998 380.000,00
1999 435.000,00
2000 560.000,00
2001 700.000,00
2002 850.000,00
2003 900.000,00
2004 950.000,00
2005 975.000,00
2006 1.000.000,00
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.2. Pengolahan Data.
5.2.1 Perhitungan Depresiasi Tahunan Seal Machine
Sebelum depresiasi (Capital Recovery) dihitung perlu ditentukan Present Value (P) Seal Machine. Present Value ini adalah kesetaraan nilai dengan nilai konstan pada tahun 2006.
Awal pembelian seharga Rp 285.000.000,- maka bila disetarakan dengan nilai uang pada tahun 2006, maka harga tersebut menjadi :
(1,1105)(1,1964)(1,1812)(1,1548)(1,1255)(1,0949)(1,0679)(1,065)(285.000.000)
Kesetaraan nilai pada tahun 2006 = Rp. 723.886.201

Sedangkan harga akhir mesin untuk setiap tahunnya dihitung dengan metode persentase tetap (Declining Balance Method). Karena metode ini menggunakan kesetaraan nila uang sesuai dengan kenaikan tingkat inflasi (suku bunga uang) setiap tahunnya sehingga tidak terjadi ketimpangan harga, serta memudahkan dalam mencari harga depresiasi.
Rumus yang berlaku : L = P (1 – k)n
dengan nilai k = 2/n = 2/30 = 0,06
Dimana : L = Harga akhir mesin pada tahun ke n
P = Harga awal Mesin
K = Konstanta
n = Tahun ke n (pada persamaan L)
n = Umur pakai mesin (pada persamaan K)
perhitungan harga akhir Seal Machine pada tahun pertama, tahun 1998 (n = 1) adalah :
L1 = 723.886.201 (1 – 0.06 )1 = Rp. 680.452.860

Harga akhir pada tahun kedua, tahun 1998 (n = 2) adalah
L2 = 723.886.201 ( 1-0.06 )2 = Rp. 639.625.688
Harga akhir tahun ke 3 (2000) hingga harga akhir tahun ke 9 (2006) dihitung dengan cara yang sama, hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5.11.

Tabel 5.11. Perhitungan Harga Akhir Seal Machine
Tahun Harga Akhir (Rp)
1998 680.452.860
1999 639.625.688
2000 601.248.147
2001 565.173.258
2002 531.262.863
2003 499.387.091
2004 469.423.865
2005 441.258.433
2006 414.782.927

Setelah harga Present value (P) dan Harga akhir (L) tiap tahun Seal Machine diperoleh selanjutnya depresiasi tahunan (CR) ditentukan dengan rumus :
CR = ( P – L ) ( A/P, i, n) + Li
Suka bunga yang dipilih disesuaikan dengan suku bunga deposito bank yaitu i = 8,5 %.Untuk perhitungan dana pengembalian modal pada tahun pertama (1997) adalah : P = Rp. 723.886.201,-
L = Rp 680.452.860,-
i = 8,5 %
(A/P;8,5%,1) = 1,0850
CR = (P – L) (A/P;i,n) + L.i
= (723.886.201–680.452.860) (1,0850) + (680.452.860) (0,085)
= 47.124.980 + 57.838.493
= 104.963.472
Dana pengembalian modal untuk tahun ke-2 (1999) sampai dengan tahun ke-9 (2006) dihitung dengan cara yang sama. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 5.12.
Tabel 5.12. Perhitungan Depresiasi Tahunan Seal Machine
Tahun Harga Akhir (Rp) (A/P;8,5%,n) Capital Recovery (Rp)
1998 680452860 1.085 104963472.8
1999 639625688 0.5646 101941567.5
2000 601248147 0.3915 99118820.17
2001 565173258 0.3053 96494733.47
2002 531262863 0.2538 94045100.86
2003 499387091 0,2196 91747867.76
2004 469423865 0,1954 89622933.81
2005 441258433 0,1773 87616838.16
2006 414782927 0,1634 85763994.35

5.2.2. Perhitungan Biaya Operasi
Biaya operasi Seal Machine adalah penjumlahan dari biaya energi, biaya suku cadang, biaya pelumas, upah tenaga kerja operator dan upah tenaga kerja perawatan. Tetapi sebelumnya dihitung terlebih dahulu biaya pemakaian energi dengan menggunakan rumus :
Biaya pemakaian energi = Daya listrik x Jam operasi x Harga listrik per KwH
Biaya pemakaian energi = 6.99 x 7010 x 175 = Rp. 8.574.983
Perhitungan biaya pemakaian energi dapat dilihat pada Tabel 5.13. berikut
Tabel 5.13. Perhitungan Biaya Pemakaian Energi Seal Machine
Tahun Daya Listrik (Kw) Jam Operasi Harga Listrik perKwH Biaya Pemakaian Energi
1998 6.99 7010 175 8.574.983,00
1999 7.13 7004 180 8.988.934,00
2000 7.24 7000 188 9.527.840,00
2001 7.29 6992 205 10.449.194,00
2002 7.36 6976 238 12.219.720,00
2003 7.41 6966 260 13.420.696,00
2004 7.48 6956 295 15.349.1100,00
2005 7.52 6942 320 16.705.229,00
2006 7.54 6944 324 16.963.914,00

Kemudian dihitung lagi biaya pemakaian pelumas dengan rumus :
Biaya pemakaian pelumas = Jumlah pelumas (ltr) x Harga pelumas perliter
Biaya pemakaian pelumas = 388 x 7700 = 2.987.600

Perhitungan biaya pemakaian pelumas dapat dilihat pada Tabel 5.14. halaman berikut
Tabel 5.14. Perhitungan Biaya Pemakaian Pelumas Seal Machine
Tahun Rored HD 90 (Liter) Harga/Liter
(Rp) Biaya Pemakaian
Pelumas (Rp)
1998 388 7700 2.987.600,00
1999 568 7700 4.373.600,00
2000 634 8900 5.642.600,00
2001 692 9300 6.435.600,00
2002 709 9300 6.593.700,00
2003 743 9500 7.058.500,00
2004 755 9500 71.72.500,00
2005 786 9500 7.467.000,00
2006 798 9500 7.581.000,00

Perhitungan biaya tenaga kerja perawatan Seal Machine dapat dihitung dengan rumus :
Biaya tenaga kerja perawatan = Upah perbulan x Jumlah tenaga Kerja x 12
Biaya tenaga kerja perawatan = 380.000,00 x 2 x 12 = 9.120.000,00
Tabel 5.15. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Perawatan Seal Machine
Tahun Upah Perbulan (Rp) Upah Pertahun (Rp)
1998 380.000,00 9.120.000,00
1999 435.000,00 10.440.000,00
2000 560.000,00 13.440.000,00
Tabel 5.15. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Perawatan Seal Machine
(Lanjutan)
Tahun Upah Perbulan (Rp) Upah Pertahun (Rp)
2001 700.000,00 16.800.000,00
2002 850.000,00 20.400.00,00
2003 900.000,00 21.6000.00,00
2004 950.000,00 22.8000.00,00
2005 975.000,00 23.400.000,00
2006 1.000.000,00 24.000.000,00

Perhitungan biaya perawatan dihitung dengan rumus sebagai berikut ;
Biaya perawatan = Biaya penggantian suku cadang + Biaya pelumas + Biaya tenaga kerja perawatan
Biaya perawatan = 594.000 + 2.987.600 + 9.120.000

Tabel 5.16. Perhitungan Total Biaya Perawatan Seal Machine
Tahun Biaya suku cadang Biaya Pemakaian
Pelumas Biaya Tenaga Kerja Perawatan Total Biaya Perawatan
1998 594000 2987600 9120000 12701600
1999 750000 4373600 10440000 15203600
2000 879000 5642600 13440000 19961600
2001 1554000 6435600 16800000 22389600
2002 1590000 6593700 20400000 23783700
Tabel 5.16. Perhitungan Total Biaya Perawatan Seal Machine (Lanjutan)
Tahun Biaya suku cadang Biaya Pemakaian
Pelumas Biaya Tenaga Kerja Perawatan Total Biaya Perawatan
2003 4416000 7058500 21600000 28274500
2004 6475000 7172500 22800000 31047500
2005 9215000 7467000 23400000 34682000
2006 9553000 7581000 24000000 36334000

Selanjutnya akan dihitung biaya operasi dengan menggunakan rumes sebagai berikut :
Biaya operasi = Biaya pemakaian energi + Total biaya perawatan
Biaya operasi = 8.574.983 + 12.701.600 = 21.276.583
Tabel 5.17. Perhitungan Biaya Operasi Seal Machine
Tahun Biaya Pemakaian Energi (Rp) Total Biaya Perawatan
(Rp) Biaya Operasi
(Rp)
1998 8.574.983 12.701.600 21.276.583
1999 8.988.934 15.563.600 24.552.534
2000 9.527.840 19.961.600 29.489.440
2001 10.449.194 24.789.600 35.238.794
2002 12.219.720 28.583.700 40.803.420
2003 13.420.696 33.074.500 46.495.196
2004 15.349.110 36.447.500 51.796.610
Tabel 5.17. Perhitungan Biaya Operasi Seal Machine
(Lanjutan)
Tahun Biaya Pemakaian Energi (Rp) Total Biaya Perawatan
(Rp) Biaya Operasi
(Rp)
2005 16.705.229 40.082.000 56.787.229
2006 16.963.914 41.134.000 58.097.914

5.2.3. Perhitungan Biaya Down Time
Down time merupakan kehilangan kesempatan mesin untuk beroperasi karena mesin tersebut rusak atau sedang diperbaiki. Biaya down time dihitung berdasarkan jam reparasi mesin pertahun dibagi dengan jam kerja normal mesin pertahun di kali dengan biaya operator tiap tahun (BO)
Jam kerja normal pertahun besarnya 7200 jam, dihitung berdasarkan jam kerja normal 24 jam/hari dikalikan dengan 1 tahun kerja (kira-kira 300 hari kerja). Operator Seal Machine ini dibagi dalam 3 shift yang masing-masing shift jumlahnya 1 orang.
Tetapi sebelumnya dihitung terlebih dahulu biaya operator Seal Machine dengan rumus sebagai berikut :
Biaya operator pertahun = Upah perbulan x Jumlah tenaga kerja x 12
Biaya operator pertahun = 400.000 x 3 x.12 = 14.400.000
Data perhitungan biaya operator seal machine dapat dilihat pada tabel 5.18. halaman berikutnya
Tabel 5.18. Perhitungan Biaya Operator Seal Machine
Tahun Upah Perbulan (Rp) Upah Pertahun
(Rp)
1998 400.000 14.400.000
1999 520.000 18.720.000
2000 600.000 21.600.000
2001 700.000 25.200.000
2002 800.000 28.800.000
2003 850.000 30.600.000
2004 900.000 32.400.000
2005 950.000 34.200.000
2006 1.000.000 36.000.000

Biaya down time dihitung dengan persamaan :
Bd = jr / j k X BO
dimana :
Bd = Biaya down time.
jr = Jam reperasi mesin peralatan
j k = Jam kerja normal mesin pertahun.
BO = Biaya Operator

Untuk perhitungan biaya “down time“ Seal Machine tahun 1998
 Jam kerja normal mesin pertahun = 7200 jam
 Jam reperasi mesin peralatan = 190 jam
 Biaya Operator pertahun =Rp.14.400.000,-
Maka
Perhitungan dimulai dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2006. Demikian juga untuk tahun-tahun selanjutnya, perhitungan biaya down time untuk Seal Machine dilakukan dengan cara yang sama dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5.19 berikut :
Tabel 5.19. Perhitungan Biaya Down Time Seal Machine.
Tahun Jam reperasi Jam Kerja Normal Biaya Operator Biaya Down Time Pertahun
1998 190 7.200 14.400.000 380.000
1999 196 7.200 18.720.000 509.600
2000 200 7.200 21.600.000 600.000
2001 208 7.200 25.200.000 728.000
2002 224 7.200 28.800.000 896.000
2003 234 7.200 30.600.000 994.500
2004 244 7.200 32.400.000 1.098.000
2005 258 7.200 34.200.000 1.225.500
2006 262 7.200 36.000.000 1.310.000

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s