askep tuberkolosis


Tuberkulosa

KONSEP DASAR TUBERCULOSA

1. Definisi

a. Tuberkolusis

Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff, th 1995. hal 73)

b. Batuk Darah(Hemoptisis)

Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal, batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas , sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . (Hood Alsagaff, 1995, hal 301)

2. Faktor- factor yang mempengaruhi timbulnya masalah .

a. anatomi dan fisiologi

System pernafasan terdiri dari hidung , faring , laring ,trakea , bronkus , sampai dengan alveoli dan paru-paru

Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama , mempunyai dua lubang/cavum nasi. Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara , debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs. H. Syaifuddin. B . Ac , th 1997 , hal 87 )

Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan , faring terdapat dibawah dasar tengkorak , dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring , bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring , dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring .(Drs .H.syafuddin. B.Ac 1997 hal 88)

Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin), panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs .H . Syaifuddin .B. Ac th 1997, hal 88-89)

Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri , bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung – ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H.Syaifuddin B Ac th1997, hal 89-90).

Paru- paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung – gelembung .paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . Paru-paru terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri.besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. Hanya sebagian kecil udara ini, kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut . sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. (Drs. H. Syaifuddin . B.Ac .th 1997 hal 90 , EVELYN,C, PIERCE , 1995 hal 221)

Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru .proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu:

1. Ventilasi pulmoner.

Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar, akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali, maka udara terdorong keluar. (NI LUH GEDE.Y.A.SKp.1995.hal 124. Drs.H.Syaifuddin.B.Ac.1997.hal 91)

2. Difusi Gas.

Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran, luas permukaan membran, komposisi membran, koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah. (Ni Luh Gede.Y.A. SKP. Th 1995 hal 124, Drs. H. Syaifuddin. B.Ac.1997 hal 93 .Hood .Alsegaff th 1995 . hal 36-37)

3. Transportasi Gas

Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel .(Ni Luh Gede Y. A. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).

b. Patofisiologi

Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan , saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Infeksi kuman ini sering terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya .(Sylvia.A.Price.1995.hal 754)

Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya , sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru. ( dr.Hendrawan.N.1996,hal 1-2 )

Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus, ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah, maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan. Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut. Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional, sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit,proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan, dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paru-paru ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring ,telinga tengah atau usus.(Sylvia.A Price:1995;754)

Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga. Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung, sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif.(Syilvia.A Price:1995;754)

Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600-1000cc/24 jam.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas.(Hood Al sagaff dkk:1995;85-86).

askep tuberkolosis


Tuberkulosa

KONSEP DASAR TUBERCULOSA

1. Definisi

a. Tuberkolusis

Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff, th 1995. hal 73)

b. Batuk Darah(Hemoptisis)

Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal, batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas , sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . (Hood Alsagaff, 1995, hal 301)

2. Faktor- factor yang mempengaruhi timbulnya masalah .

a. anatomi dan fisiologi

System pernafasan terdiri dari hidung , faring , laring ,trakea , bronkus , sampai dengan alveoli dan paru-paru

Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama , mempunyai dua lubang/cavum nasi. Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara , debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs. H. Syaifuddin. B . Ac , th 1997 , hal 87 )

Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan , faring terdapat dibawah dasar tengkorak , dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring , bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring , dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring .(Drs .H.syafuddin. B.Ac 1997 hal 88)

Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin), panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs .H . Syaifuddin .B. Ac th 1997, hal 88-89)

Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri , bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung – ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H.Syaifuddin B Ac th1997, hal 89-90).

Paru- paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung – gelembung .paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . Paru-paru terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri.besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. Hanya sebagian kecil udara ini, kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut . sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. (Drs. H. Syaifuddin . B.Ac .th 1997 hal 90 , EVELYN,C, PIERCE , 1995 hal 221)

Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru .proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu:

1. Ventilasi pulmoner.

Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar, akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali, maka udara terdorong keluar. (NI LUH GEDE.Y.A.SKp.1995.hal 124. Drs.H.Syaifuddin.B.Ac.1997.hal 91)

2. Difusi Gas.

Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran, luas permukaan membran, komposisi membran, koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah. (Ni Luh Gede.Y.A. SKP. Th 1995 hal 124, Drs. H. Syaifuddin. B.Ac.1997 hal 93 .Hood .Alsegaff th 1995 . hal 36-37)

3. Transportasi Gas

Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel .(Ni Luh Gede Y. A. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).

b. Patofisiologi

Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan , saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Infeksi kuman ini sering terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya .(Sylvia.A.Price.1995.hal 754)

Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya , sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru. ( dr.Hendrawan.N.1996,hal 1-2 )

Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus, ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah, maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan. Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut. Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional, sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit,proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan, dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paru-paru ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring ,telinga tengah atau usus.(Sylvia.A Price:1995;754)

Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga. Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung, sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif.(Syilvia.A Price:1995;754)

Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600-1000cc/24 jam.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas.(Hood Al sagaff dkk:1995;85-86).

askep tuberkolosis


Tuberkulosa

KONSEP DASAR TUBERCULOSA

1. Definisi

a. Tuberkolusis

Tuberkolusis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mikrobacterium tuberkolusis yang merupakan salah satu penyakit saluran pernafasan bagian bawah yang sebagian besar basil tuberkolusis masuk ke dalam jaringan paru melalui airbone infection dan selanjutnya mengalami proses yang dikenal sebagai focus primer dari ghon ( Hood Alsagaff, th 1995. hal 73)

b. Batuk Darah(Hemoptisis)

Batuk darah (hemoptisis)adalah darah atau dahak berdarah yang dibatukkan berasal dari saluran pernafasan bagian bawah yaitu mulai dari glottis kearah distal, batuk darah akan berhenti sendiri jika asal robekan pembuluh darah tidak luas , sehingga penutupan luka dengan cepat terjadi . (Hood Alsagaff, 1995, hal 301)

2. Faktor- factor yang mempengaruhi timbulnya masalah .

a. anatomi dan fisiologi

System pernafasan terdiri dari hidung , faring , laring ,trakea , bronkus , sampai dengan alveoli dan paru-paru

Hidung merupakan saluran pernafasan yang pertama , mempunyai dua lubang/cavum nasi. Didalam terdapat bulu yang berguna untuk menyaring udara , debu dan kotoran yang masuk dalam lubang hidung . hidung dapat menghangatkan udara pernafasan oleh mukosa (Drs. H. Syaifuddin. B . Ac , th 1997 , hal 87 )

Faring merupakan tempat persimpangan antara jalan pernafasan dan jalan makanan , faring terdapat dibawah dasar tengkorak , dibelakang rongga hidung dan mulut sebelah depan ruas tulang leher . faring dibagi atas tiga bagian yaitu sebelah atas yang sejajar dengan koana yaitu nasofaring , bagian tengah dengan istimus fausium disebut orofaring , dan dibagian bawah sekali dinamakan laringofaring .(Drs .H.syafuddin. B.Ac 1997 hal 88)

Trakea merupakan cincin tulang rawan yang tidak lengkap (16-20cincin), panjang 9-11 cm dan dibelakang terdiri dari jaringan ikat yang dilapisi oleh otot polos dan lapisan mukosa . trakea dipisahkan oleh karina menjadi dua bronkus yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri (Drs .H . Syaifuddin .B. Ac th 1997, hal 88-89)

Bronkus merupakan lanjutan dari trakea yang membentuk bronkus utama kanan dan kiri , bronkus kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus kiri cabang bronkus yang lebih kecil disebut bronkiolus yang pada ujung – ujung nya terdapat gelembung paru atau gelembung alveoli (H.Syaifuddin B Ac th1997, hal 89-90).

Paru- paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung – gelembung .paru-paru terbagi menjadi dua yaitu paru-paru kanan tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus . Paru-paru terletak pada rongga dada yang diantaranya menghadap ke tengah rongga dada / kavum mediastinum. Paru-paru mendapatkan darah dari arteri bronkialis yang kaya akan darah dibandingkan dengan darah arteri pulmonalis yang berasal dari atrium kiri.besar daya muat udara oleh paru-paru ialah 4500 ml sampai 5000 ml udara. Hanya sebagian kecil udara ini, kira-kira 1/10 nya atau 500 ml adalah udara pasang surut . sedangkan kapasitas paru-paru adalah volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru yang dalam keadaan normal kedua paru-paru dapat menampung sebanyak kuranglebih 5 liter. (Drs. H. Syaifuddin . B.Ac .th 1997 hal 90 , EVELYN,C, PIERCE , 1995 hal 221)

Pernafasan ( respirasi ) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh (inspirasi) serta mengeluarkan udara yang mengandung karbondioksida sisa oksidasi keluar tubuh (ekspirasi) yang terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara rongga pleura dan paru-paru .proses pernafasan tersebut terdiri dari 3 bagian yaitu:

1. Ventilasi pulmoner.

Ventilasi merupakan proses inspirasi dan ekspirasi yang merupakan proses aktif dan pasif yang mana otot-otot interkosta interna berkontraksi dan mendorong dinding dada sedikit ke arah luar, akibatnya diafragma turun dan otot diafragma berkontraksi. Pada ekspirasi diafragma dan otot-otot interkosta eksterna relaksasi dengan demikian rongga dada menjadi kecil kembali, maka udara terdorong keluar. (NI LUH GEDE.Y.A.SKp.1995.hal 124. Drs.H.Syaifuddin.B.Ac.1997.hal 91)

2. Difusi Gas.

Difusi Gas adalah bergeraknya gas CO2 dan CO3 atau partikel lain dari area yang bertekanan tinggi kearah yang bertekanann rendah. Difusi gas melalui membran pernafasan yang dipengaruhi oleh factor ketebalan membran, luas permukaan membran, komposisi membran, koefisien difusi O2 dan CO2 serta perbedaan tekanan gas O2 dan CO2. Dalam Difusi gas ini pernfasan yang berperan penting yaitu alveoli dan darah. (Ni Luh Gede.Y.A. SKP. Th 1995 hal 124, Drs. H. Syaifuddin. B.Ac.1997 hal 93 .Hood .Alsegaff th 1995 . hal 36-37)

3. Transportasi Gas

Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan darah (aliran darah). Masuknya O2 kedalam sel darah yang bergabung dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin sebanyak 97% dan sisa 3 % yang ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel .(Ni Luh Gede Y. A. Skp th1995 hal 125 Hood Alsegaff th 1995 hal 40).

b. Patofisiologi

Penyebaran kuman Mikrobacterium tuberkolusis bisa masuk melalui tiga tempat yaitu saluran pernafasan , saluran pencernaan dan adanya luka yang terbuka pada kulit. Infeksi kuman ini sering terjadi melalui udara ( airbone ) yang cara penularannya dengan droplet yang mengandung kuman dari orang yang terinfeksi sebelumnya .(Sylvia.A.Price.1995.hal 754)

Penularan tuberculosis paru terjadi karena penderita TBC membuang ludah dan dahaknya sembarangan dengan cara dibatukkan atau dibersinkan keluar. Dalam dahak dan ludah ada basil TBC-nya , sehingga basil ini mengering lalu diterbangkan angin kemana-mana. Kuman terbawa angin dan jatuh ketanah maupun lantai rumah yang kemudian terhirup oleh manusia melalui paru-paru dan bersarang serta berkembangbiak di paru-paru. ( dr.Hendrawan.N.1996,hal 1-2 )

Pada permulaan penyebaran akan terjadi beberapa kemungkinan yang bisa muncul yaitu penyebaran limfohematogen yang dapat menyebar melewati getah bening atau pembuluh darah. Kejadian ini dapat meloloskan kuman dari kelenjar getah bening dan menuju aliran darah dalam jumlah kecil yang dapat menyebabkan lesi pada organ tubuh yang lain. Basil tuberkolusis yang bisa mencapai permukaan alveolus biasanya di inhalasi sebagai suatu unit yang terdiri dari 1-3 basil. Dengan adanya basil yang mencapai ruang alveolus, ini terjadi dibawah lobus atas paru-paru atau dibagian atas lobus bawah, maka hal ini bisa membangkitkan reaksi peradangan. Berkembangnya leukosit pada hari hari pertama ini di gantikan oleh makrofag.Pada alveoli yang terserang mengalami konsolidasi dan menimbulkan tanda dan gejala pneumonia akut. Basil ini juga dapat menyebar melalui getah bening menuju kelenjar getah bening regional, sehingga makrofag yang mengadakan infiltrasi akan menjadi lebih panjang dan yang sebagian bersatu membentuk sel tuberkel epitelloid yang dikelilingi oleh limfosit,proses tersebut membutuhkan waktu 10-20 hari. Bila terjadi lesi primer paru yang biasanya disebut focus ghon dan bergabungnya serangan kelenjar getah bening regional dan lesi primer dinamakan kompleks ghon. Kompleks ghon yang mengalami pencampuran ini juga dapat diketahui pada orang sehat yang kebetulan menjalani pemeriksaan radiogram rutin.Beberapa respon lain yang terjadi pada daerah nekrosis adalah pencairan, dimana bahan cair lepas kedalam bronkus dan menimbulkan kavitas.Pada proses ini akan dapat terulang kembali dibagian selain paru-paru ataupun basil dapat terbawa sampai ke laring ,telinga tengah atau usus.(Sylvia.A Price:1995;754)

Kavitas yang kecil dapat menutup sekalipun tanpa adanya pengobatan dan dapat meninggalkan jaringan parut fibrosa. Bila peradangan mereda lumen bronkus dapat menyempit dan tertutup oleh jaringan parut yang terdapat dengan perbatasan bronkus rongga. Bahan perkijauan dapat mengental sehingga tidak dapat mengalir melalui saluran penghubung, sehingga kavitas penuh dengan bahan perkijauan dan lesi mirip dengan lesi berkapsul yang tidak lepas.Keadaan ini dapat tidak menimbulkan gejala dalam waktu lama atau membentuk lagi hubungan dengan bronkus dan menjadi tempat peradangan aktif.(Syilvia.A Price:1995;754)

Batuk darah (hemaptoe) adalah batuk darah yang terjadi karena penyumbatan trakea dan saluran nafas sehingga timbul sufokal yang sering fatal. Ini terjadi pada batuk darah masif yaitu 600-1000cc/24 jam.Batuk darah pada penderita TB paru disebabkan oleh terjadinya ekskavasi dan ulserasi dari pembuluh darah pada dinding kapitas.(Hood Al sagaff dkk:1995;85-86).

asuhan keperawatan pada perawat


Wisata Medis (Medical Tourism) mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan semakin banyaknya pasien yang mempunyai akses internet sehingga dengan mudah mendapatkan informasi yang berhubungan dengan pilihan perawatan medis dari berbagai negara, dengan harga terjangkau. Medical Tourism diharapkan dapat menyediakan peran baru bagi para perawat dan praktisi kesehatan untuk mengembangkan layanan trend kesehatan ini di seluruh dunia.

Dua Peran Perawat Dalam Medical Tourism !

1. Membantu klien menemukan tempat yang tepat untuk memperoleh perawatan kesehatan yang diinginkan dan sesuai kebutuhan, baik di dalam ataupun di luar negeri

2. Memberikan peringatan kepada klien terkait kemungkinan adanya resiko dan dilema kode etik/legal.

MedicalButler.com bekerja sama dengan FlyFreeForHealth dengan bangga mempersembahkan :

Borderless Healthcare Introductory Workshop 2009
Meliputi pelatihan dalam bidang telemedis, informatika medis dan keperawatan online

Raihlah keuntungan dan manfaat berikut ini:
1. Menjadi pelopor dalam layanan kesehatan tanpa batas di Indonesia

2. Menjadi bagian dari jaringan perwakilan institusi layanan kesehatan terbesar di Thailand dan Singapore (*berdasarkan tes pasca pelatihan)

3. Berperan-serta dalam diskusi pada sesi tanya jawab yang dinamis dengan para pakar medical tourism bertaraf internasional

4. Menjadi bagian dari video CV yang akan dikirimkan ke berbagai rumah sakit internasional

5. Mendapatkan sertifikat eksklusif:

* Layanan kesehatan tanpa batas/Medical Tourism
* Manajemen Hubungan terhadap Konsumen/
* Consumer Relations Management
* Penggabungan Industri Kesehatan & Wellness

6. Bertemu muka dengan pembicara terbaik dan terdepan dalam Industri Layanan Kesehatan Tanpa Batas

7. Dapatkan informasi eksklusif tentang:

* Wisata Medis / Medical Tourism
* Manajemen dan Pelayanan Medical Concierge
* Reformasi Layanan Kesehatan AS
* Layanan keperawatan online
* Komunikasi pasien tanpa batas
* Manajemen hubungan dengan konsumen
* Pemasaran melalui multi-media
* Tantangan medical-legal dalam layanan kesehatan 2.0

Pengenalan kepada kriptografi


Pengenalan kepada kriptografi
Kriptografi adalah berasal dari perkataan crypto bermaksud rahsia dan graf bermaksud tulisan. Oleh itu di dalam sistem rangkaian kriptografi dikenali sebagai tulisan rahsia yang digunakan untuk memastikan tidak ada pengguna yang tidak sah memahami mesej yang dihantar.

Mekanisme Kriptografi

1. Plaintext – Plaintext (message) merupakan pesanan asal yang ingin dikirimkan dan keselamatan data tidak dapat dijamin.

2. Ciphertext – Ciphertext merupakan mesej yang telah enkripsi (encryption) sehingga siap untuk dikirimkan.

3. Cipher – Cipher merupakan algoritma matematik yang digunakan untuk proses enkripsi plaintext menjadi ciphertext.

4. Enkripsi – Enkripsi (encryption) merupakan proses yang dilakukan untuk penyulitan plaintext sehingga menjadi ciphertext.

5. Dekripsi – Dekripsi (decryption) merupakan proses yang dilakukan untuk memperoleh kembali plaintext dari ciphertext.

6. Kriptosistem – Kriptosistem merupakan sistem yang dirancang untuk memastikan keselamatan suatu sistem informasi dengan menggunakan kaedah kriptografi.

Rajah 1 menunjukkan urutan proses kriptografi.

Rajah 1: Mekanisme kriptografi.

Rajah 2 menunjukkan urutan proses kriptografi menggunakan kunci.

Rajah 2: Kriptografi berbasis kunci.

Jenis Kriptografi

Terdapat dua jenis kriptografi:

Kriptografi kekunci rahsia (private key)
Menggunakan satu kekunci rahsia yang diketahui oleh pengirim dan penerima. Proses pengengkripan dilakukan oleh pengirim dan proses pendekripan dilakukan oleh penerima dengan mengunakan kekunci yang sama (symmetric / bersimetri). Cara ini mempunyai masalah kerana kekunci rahsia perlu dihantar dahulu kepada penerima sebelum mesej dihantar.

Kriptografi kekunci awam (public key)
Pada tahun 1976, Diffie dan Hellman telah mencadangkan cara pengengkripan yang baru, setiap pengguna akan mempunyai satu kunci awam dan satu kunci peribadi, dipanggil sistem kunci awam (public key system) atau sistem pengengkripan asymmetric.
Dikenali sebagai kunci awam kerana kunci ini diketahui umum dan kunci rahsia akan dirahsiakan oleh pengguna. Pengengkripan boleh dilakukan menggunakan sama ada kunci awam atau kunci peribadi dan pendekripan akan menggunakan kunci yang berlawanan (engkrip dengan kunci peribadi, dekrip dengan kunci awam dan sebaliknya).
Proses algoritma bersimetri adalah lebih pantas daripada proses tak bersimetri. Dalam suasana sebenar, proses bersimetri dan tak bersimetri sering digunakan bersama. Sistem kunci tak bersimetri (asymmetric) selalunya menggunakan kaedah matematik untuk menjana kunci dan membuat pengengkripan. Dua kunci berlainan akan dibina yang berlainan tetapi ada hubungan antara mereka.

P = D(kpriv, E(Kpub,P)) atau
P = D(Kpub, E(kpriv,P))

Contoh:
Rozaimy ingin menghantar mesej kepada Amin. Rozaimy boleh mengenkrip mesej menggunakan kunci awam Amin (dalam kes ini, Amin terlebih dahulu telah mengirim kunci awam miliknya kepada Rozaimy) dan Amin pula akan dekrip menggunakan kunci rahsianya (peribadi). Penggunaan kunci awam Amin tidak boleh dekrip maklumat tersebut. Ini untuk memastikan hanya kekunci rahsia Amin dapat membuka mesej yang menggunakan kekunci awam miliknya.

Kaedah kriptografi dengan menggunakan kaedah kunci awam

1. Kaedah penyulitan dan penyahsulitan membabitkan mengira nilai suatu nombor dikuasakan suatu nombor,
contoh: algoritma RSA:
teks sulit (utk mesej m) c=me mod n,
dinyahsulitkan m=cd mod n,
di mana d kekunci rahsia dan e kekunci awam – kekompleksan tinggi bagi penyulitan dan penyahsulitan

2. Kekunci berkait: ed = 1 mod (p-1)(q-1) dan n = pq di mana p dan q ialah nombor-nombor perdana besar; penggodaman membabitkan penekaan faktor perdana bagi n – kekompleksan tekaan rambang ~ 2N/2 jika n N-bit . Nombor perdana adalah nombor yang boleh dibahagikan dengan nombornya sendiri seperti 1, 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17 dan sebagainya.

3. Tak perlu sampaikan kekunci awam secara rahsia. Ini kerana kekunci awam hanya berfungsi untuk penyulitan maklumat dan tidak boleh digunakan penyahsulitan maklumat. Maklumat kekunci awam kadang-kadang disimpan oleh pihak ketiga yang bertugas menyimpan kekunci awam setiap pihak yang berdaftar.

Algorithma RSA

RSA adalah singkatan singkatan nama tiga pereka RSA iaitu R.L. Riverst, A. Shamir dan L. Adleman. RSA menggunakan sistem kunci awam untuk pengengkripan; katakan kunci e untuk engkrip dan kunci d untuk dekrip. Kunci-kunci tersebut boleh digunakan silih berganti. Pengengkripan dilakukan dengan formula berikut:

C = Pe mod n

Dan pendekripan menggunakan formula berikut:

P = Cd mod n

Di mana P adalah mesej plaintext, C adalah mesej ciphertext, e & d adalah kunci awam dan rahsia (secret). N adalah satu nilai pilihan pengguna asal.

Terdapat tiga bahagian utama penggunaan sistem pengengkripan RSA; penjanaan kunci, pengengkripan dan pendekripan.

Penjanaan kunci

1. Nilai n didapati dengan mendarabkan dua nombor p dan q (n=p*q). P dan Q mestilah nombor perdana yang dipilih secara rawak. P dan Q sebaiknya nombor perdana yang besar.

2. Kunci e dipilih pada satu nombor yang secara relatifnya nombor perdana (relatively prime) kepada (p-1)*(q-1) dan lebih kecil daripadanya.

3. Kunci d pula didapati dengan menyelesaikan persamaan berikut:
e * d = 1 mod (p – 1) * (q – 1)
atau
d = (X (p – 1)(q – 1) + 1)/e

4. Selepas penjanaan kunci lengkap, kunci e dan n akan diberi kepada umum, kunci d akan dirahsiakan, nilai p dan q harus dimusnahkan.

Contoh 1:
Penjanaan Kunci:
Katakan R= 5, dan nilai (p,q) yang dipilih adalah (11,13).
n = 11*13 = 143
Nilai e adalah satu nombor yang relatif perdana kepada (11-1)*(13-1)=120, katakanlah 11
Nilai d adalah yang memenuhi persamaan 11*d = 1 mod 120 iaitu 11.
Kiraan:
d = (1 (p – 1)(q – 1) + 1)/e masukkan nilai X = 1. e = 11
d = (1(120) + 1)/11
d = 121/11
d = 11
Pengengkripan:

C = 511 mod 143 = 60
Kiraan:
48828125 mod 143
48828125 = 341455 (143) + 60 = 48828065 + 60
Pendekripan:
P = 6011 mod 143 = 5
Kiraan:
36279705600000000000 = 253704234965034965 (143) + 5
= 36279705599999999995 + 5

Contoh 2:
Penjanaan Kunci:
Katakan R= 7, dan nilai (p,q) yang dipilih adalah (11,13).
n = 11*13 = 143
Nilai e adalah satu nombor yang relatif perdana kepada (11-1)*(13-1)=120, katakanlah 11
Nilai d adalah yang memenuhi persamaan 11*d = 1 mod 120 iaitu 11.
Pengengkripan:
C = 711 mod 143 = 106
Kiraan:
1977326743 mod 143

1977326743 = 13827459 (143) + 106 = 1977326637 + 106

Pendekripan:
P = 10611 mod 143 = 7
Kiraan:
18982985583354248390656 mod 143 = 132748150932547191543(143) + 7

Terminology

Encryption Proses mengekod maklumat supaya maknanya tidak jelas
Decription Menukar maklumat yang telah dikod ke asal
Plaintext Maklumat asal yang belum dikod
Ciphertext Maklumat yang telah dikodkan
cryptography Penggunaan enkripsi untuk menyembunyikan teks asal
cryptanalysis Ilmu berkaitan memecahkan kod orang lain
cryptology Pengkajian tentang kod, termasuklah kedua-dua yang sebelumnya

criptographi


Sekilas Tentang Enkripsi Blowfish

Anjar Syafari
Clasicboy_no8@yahoo.com

http://ansitea.blogspot.com

Dalam kemajuan teknologi komputer pada saat ini berkembang dengan pesatnya seiring dengan makin kompleknya sistem komputer dan kemampuan komputer untuk berkomunikasi dengan komputer lain dengan adanya jaringan.Hal ini disatu sisi menguntungkan dalam idistribusi sumber daya yang ada tetapi disatu sisi menjadi masalah apabila ada file yang bersifat rahasia dapat dilihat oleh pihak yang tidak berkompenten. Salah satu cara untuk melindungi file adalah dengan enkripsi mengunakan algoritma blowfish.

Pengertian Dasar

Kriptografi dalam sejarahnya tercatat dipergunakan secara terbatas oleh bangsa Mesir 4000 tahun lalu. Kriptografi (Cryptography) berasal dari dua kata yaitu “Crypto & graphy” yang dalam sudut bahasa “Crypto” dapat diartikan rahasia (secret) dan “graphy” dapat diartikan tulisan (writing) jadi Kriptografi (Cryptography) dapat diartikan sebagai suatu ilmu atau seni untuk mengamankan pesan agar aman dan dilakukan oleh “Cryptographer”. Orang yang melakukan enkripsi terhadap suatu pesan atau praktisi kriptogragi disebut “Cryptographer”.Sebuah pesan yang tidak disandikan atau dienkripsi disebut sebagai plaintext atau disebut juga sebagai cleartext. Sedangkan pesan yang telah disandikan dengan sebuah algoritma kriptografi disebut sebagai ciphertext.Proses untuk mengubah plaintext ke chipertext disebut encryption atau encipherment. Sedang proses mengubah chipertext ke plaintext disebut decryption atau decipherment. Secara sederhana proses tersebut digambarkan sebagai berikut :

Fasilitas untuk mengkonversikan sebuah plaintext ke ciphertext atau sebaliknya disebut Cryptographic system atau Cryptosystem dimana sistem tesebut terdiri dari algoritma–algorima tertentu yang tergantung pada sistem yang digunakan. Algoritma kriptografi (cryptographic algorithm) disebut cipher yang merupakan persamaan matematik yang digunakan dalam proses enkripsi dan deskripsi dimana proses tersebut diatur oleh satu atau lebih kunci kriptografi. Kunci-kunci tersebut secara umum digunakan untuk proses pengenkripsian dan pendekripsian tidak perlu identik, tergantung sistem yang digunakan.

Proses enkrisi dan deskrisi secara matematis diterangkan sebagai berikut :

EK (M) = C (Proses Enkripsi)
DK (C) = M (Proses Deskripsi)

Keterangan :

EK : Enkripsi.
DK : Deskripsi.
M : Message (Pesan sebelum dienkripsi).
C : Cipher (Pesan setelah dienkrisi).

Secara umum algoritma kriptografi diciptakan oleh orang yang berpengalaman dalam bidang keamanan data dan mungkin pernah membuka sebuah algoritma kriptografi tanpa bantuan kunci. Pelaku yang melakukan tindakan memecahkan ciphertext tanpa bantuan kunci disebut Crytpanalyst. Sedangkan Ilmu dan seni membuka (breaking) ciphertext tanpa bantuan kunci disebut Cryptanalysis.

Tipe-tipe Cipher :

Tujuan dari adanya enkripsi adalah untuk meningkatkan keamanan data tetapi juga berfungsi untuk :

1. Melindungi data agar tidak dapat dibaca oleh orang-orang yang tidak berhak.
2. Mencegah agar orang-orang yang tidak berhak, menyisipkan atau mengahapus data.

Sedangkan tujuan dari sistem kriptografi adalah sebagai berikut :

1. Confidentiality
Memberikan kerahasiahan pesan dan menyimpan data dengan menyembunyikan informasi lewat teknik-teknik enkripsi.

2. Message Integrity
Memberikan jaminan untuk tiap bagian bahwa pesan tidak akan mengalami perubahan dari saat ia dibuat sampai saat ia dibuka.

3. Non-repudiation
Memberikan cara untuk membuktikan bahwa suatu dokumen datang dari seseorang apabila ia mencoba menyangkal memiliki dokumen tersebut.

4. Authentication
Memberikan dua layanan. Pertama mengidentitifikasi keaslian suatu pesan dan memberikan jaminan keontentikannya. Kedua untuk menguji identitas seseorang apabila ia akan memasuki sebuah sistem.

Terdapat tiga kategori enkripsi yaitu :

1. Kunci enkripsi rahasia, dalam hal ini terdapat sebuah kunci yang digunakan untuk mengikrisi dan juga sekaligus mendeskripsikan informasi.
2. Kunci enkripsi public, dalam hal ini terdapat dua kunci yang digunakan, satu untuk proses enkripsi, satu lagi untuk proses deskripsi.
3. Fungsi one-way, dimana informasi dienkripsi untuk menciptakan “signature” dari informasi asli yang bisa digunakan untuk keperluan autentifikasi.

Dalam Cryptosystem menurut teknik enkripsinya dapat digolongkan menjadi dua buah, yaitu :

1. Symmetric Cryptosystem ( Enkripsi Konvensional)
Dalam symmetric cryptosystem,kunci yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi adalah sama atau pada prinsipnya identik. Kunci ini pun bisa diturunkan dari kunci lainnya. Oleh karena itu sistem ini sering disebut secret-key ciphersystem.

Jumlah kunci yang dibutuhkan umumnya adalah :

nC2= n.(n-1)
——–
2
Dimana n adalah bnyaknya pengguna.
Kunci yang menggunakan teknik enkripsi ini harus betul-betul dirahasiakan.

Gambaran proses enkripsi konvensional :

2. Assymmetric Cryptosystem (Enkripsi public-key)
Dalam Assymmetric cryptosystem,kunci yang digunakan terdapat dua buah. Satu kunci yang dapat dipublikasikan deisebut kunci publik (public key), satu lagi kunci yang harus dirahasiakan disebut kunci privat (private key). Secara sedehana proses tersebut diterangkan sebagai berikut :
– A mengirimkan pesan kepada B.
– A menyandikan pesannya dengan menggunakan kunci publik B.
– Bila B ingin membaca pesan dari A, ia harus menggunakan kunci privatnya
untuk mendekripsikan pesan yang tersandikan itu.

Gambaran proses enkripsi public-key :

Dalam Cryptosystem yang baik harus memiliki karekteristik sebagai berikut :

• Keamanan sistem terletak pada kerahasiaan kunci dan bukan pada kerahasiaan algoritma yang dipergunakan.
• Cryptosystem yang baik memiliki ruang kunci (keyspace) yang besar.
• Cryptosystem yang baik akan menghasilakn ciphertext yang terlihat acak dalam seluruh tes statistik yang dilakukan terhadapnya.
• Cryptosystem yang baik mampu menahan seluruh serangan yang dikenal sebelumnya.

Bila salah satu hal diatas tidak dimiliki oleh sebuah Cryptosystem maka kemungkinan besar pesan yang di enkripsi oleh Cryptosystem dapat dibongkar sehingga isi dari pesan tersebut dapat dibaca oleh orang yang tidak berkepentingan. Salah satu Cryptosystem yang dapat dibongkar (broken) adalah LOKI 97, salah satu kandidat Advanced Encryption Standard (AES). LOKI 97 mempunyai kelemahan dalam persamaan matematika dan dalam f-functinnya.

Pengenalan Blowfish

Blowfish alias “OpenPGP.Cipher.4″ merupakan enkripsi yang termasuk dalam golongan Symmetric Cryptosystem , metoda enkripsinya mirip dengan DES (DES-like Cipher) diciptakan oleh seorang Cryptanalyst bernama Bruce Schneier Presiden perusahaan Counterpane Internet Security, Inc (Perusahaan konsultan tentang kriptografi dan keamanan Komputer) dan dipublikasikan tahun 1994. Dibuat untuk digunakan pada komputer yang mempunyai microposesor besar (32-bit keatas dengan cache data yang besar).

Blowfish dikembangkan untuk memenuhi kriteria desain yang cepat dalam implementasinya dimana pada keadaan optimal dapat mencapai 26 clock cycle per byte, kompak dimana dapat berjalan pada memori kurang dari 5 KB, sederhana dalam algoritmanya sehingga mudah diketahui kesalahannya, dan keamanan yang variabel dimana panjang kunci bervariasi (minimum 32 bit, maksimum 448 bit, Multiple 8 bit, default 128 bit).Blowfish dioptimasikan untuk berbagai aplikasi dimana kunci tidak sering berubah, seperti pada jaringan komunikasi atau enkripsi file secara otomatis. Dalam pengimplementasiannya dalam komputer bermicroprosesor 32-bit dengan cache data yang besar (Pentium dan Power PC) Blowfish terbukti jauh lebih cepat dari DES. Tetapi Blowfish tidak cocok dengan aplikasi dengan perubahan kunci yang sering atau sebagai fungsi hast satu arah seperti pada aplikasi packet switching. Blowfish pun tidak dapat digunakan pada aplikasi kartu pintar (smart card) karena memerlukan memori yang besar.

Blowfish termasuk dalam enkripsi block Cipher 64-bit dangan panjang kunci yang bervariasi antara 32-bit sampai 448-bit.Algoritma Blowfish terdiri atas dua bagian :

1. Key-Expansion
Berfungsi merubah kunci (Minimum 32-bit, Maksimum 448-bit) menjadi beberapa array subkunci (subkey) dengan total 4168 byte.

2. Enkripsi Data
Terdiri dari iterasi fungsi sederhana (Feistel Network) sebanyak 16 kali putaran. Setiap putaran terdiri dari permutasi kunci-dependent dan substitusi kunci- dan data-dependent. Semua operasi adalah penambahan (addition) dan XOR pada variabel 32-bit. Operasi tambahan lainnya hanyalah empat penelusuran tabel (table lookup) array berindeks untuk setiap putaran.

Algoritma Blowfish

Blowfish menggunakan subkunci yang besar. Kunci tersebut harus dihitung sebelum enkripsi atau dekripsi data.

Blowfish adalah algoritma yang menerapkan jaringan Feistel (Feistel Network) yang terdiri dari 16 putaran. Input adalah elemen 64-bit,X.Untuk alur algoritma enkripsi dengan metoda Blowfish dijelaskan sebagai berikut :

1. Bentuk inisial P-array sebanyak 18 buah (P1,P2,…………..P18) masing-msing bernilai 32-bit.
Array P terdiri dari delapan belas kunci 32-bit subkunci :

P1,P2,…….,P18

2. Bentuk S-box sebanyak 4 buah masing-masing bernilai 32-bit yang memiliki masukan 256.

Empat 32-bit S-box masing-masing mempunyai 256 entri :

S1,0,S1,1,………………..,S1,255

S2,0,S2,1,………………..,S2,255

S3,0,S3,1,………………..,S3,255

S4,0,S4,1,………………..,S4,255

3. Plaintext yang akan dienkripsi diasumsikan sebagai masukan, Plaintext tersebut diambil sebanyak 64-bit, dan apabila kurang dari 64-bit maka kita tambahkan bitnya, supaya dalam operasi nanti sesuai dengan datanya.

4. Hasil pengambilan tadi dibagi 2, 32-bit pertama disebut XL, 32-bit yang kedua disebut XR.

5. Selanjutnya lakukan operasi XL = XL xor Pi dan XR = F(XL) xor XR

6. Hasil dari operrasi diatas ditukar XL menjadi XR dan XR menjadi XL.

7. Lakukan sebanyak 16 kali, perulangan yang ke-16 lakukan lagi proses penukaran XL dan XR.

8. Pada proses ke-17 lakukan operasi untuk XR = XR xor P17 dan XL = XL xor P18.

9. Proses terakhir satukan kembali XL dan XR sehingga menjadi 64-bit kembali.

Untuk lebih jelas lagi dapat dilihat digambar dibawah ini :

Gambar Algoritma Blowfish

FlowChart Blowfish

Fungsi F adalah sebagai berikut :
Bagi XL, menjadi empat bagian 8-bit : a,b,c dan d.

F(XL)=((S1,a + S2,b mod 232)xor S3,c) + S4,c mod 232

Subkunci dihitung menggunakan algoritma Blowfish, metodanya adalah sebagai berikut :

1. Pertama-tama inilialisasi P-array dan kemudian empat S-box secara berurutan dengan string yang tetap. String ini terdiri atas digit hexadesimal dari Pi.

2. XOR P1 dengan 32-bit pertama kunci, XOR P2 dengan 32-bit kedua dari kunci dan seterusnya untuk setiap bit dari kunci (sampai P18).Ulangi terhadap bit kunci sampai seluruh P-array di XOR dengan bit kunci.

3. Enkrip semua string nol dengan algoritma Blowfish dengan menggunakan subkunci seperti dijelaskan pada langkah (1) dan (2).

4. Ganti P1 dan P2 dengan keluaran dari langkah (3).

5. Enkrip keluaran dari langkah (3) dengan algoritma Blowfish dengan subkunci yang sudah dimodifikasi.

6. Ganti P3 dan P4 dengan keluaran dari langkah (5).

7. Lanjutkan proses tersebut, ganti seluruh elemen dari P-array, kemudian seluruh keempat S-box berurutan, dengan keluaran yang berubah secara kontiyu dari algoritma Blowfish.

Gambar fungsi F dalam Blowfish

FlowChart F Fungsi

Total yang diperlukan adalah 521 iterasi untuk menghasilkan semua subkunci yang dibutuhkan. Aplikasi kemudian dapat menyimpan subkunci ini dan tidak membutuhkan langkah-langkah proses penurunan berulang kali, kecuali kunci yang digunakan berubah.

Untuk deskripsi sama persis dengan enkripsi, kecuali pada P-array (P1,P2,……..,P18) digunakan dengan urutan terbalik atau di inverskan.

Keamanan Blowfish

Sampai saat ini algoritma Blowfish belum ditemukan kelemahan yang berarti hanya adanya weak key dimana dua entri dari S-box mempunyai nilai yang sama. Belum ada cara untuk mengecek weak key sebelum melakukan key expansion, tetapi hal ini tidak berpengaruh terhadap hasil enkripsi.

Hasil enkripsi dengan algoritma Blowfish sangat tidak mungkin dan tidak praktis untuk di terjemahkan tanpa bantuan kunci. Sampai kini belum ada Cryptanalysis yang dapat membongkar pesan tanpa kunci yang enkripsi oleh Blowfish. Agar aman dari pembongkaran pesan maka dalam algoritmanya harus menggunakan 16 putaran agar pesan tersebut tidak dapat dibongkar.

Algoritma Blowfish pun dapat digabungkan dengan algoritma-algoritma enkripsi yang lain dalam pengkripsian sebuah pesan untuk lebih menjamin isi dari pesan tersebut.

Aplikasi

Dalam pengimplementasianya blowfish dapat menggunakan bermacam bahasa pemograman seperti Delphi, Visual Basic, Bahasa C,C++ ,dsb. Hal ini dikarenakan algoritma Blowfish dapat dilihat secara bebas sehingga mudah diimplentasikan dalam segala bahasa pemograman berbeda dengan algoritma enkripsi lain yang tidak bebas untuk dilihat sehingga sulit untuk diimplementasikan (contohnya adalah RC2 dan RC4 yang menjadi hak cipta perusahaan RSA).

Bahkan Blowfish dapat diimplentasikan dalam bahasa JavaScript dan Java, bahasa yang umum digunakan dalam sebuah web. Banyak aplikasi yang memerlukan keamanan data menggunakan algoritma blowfish sebagai peng-enkripsi datanya seperti aplikasi untuk e-mail, Text, Password, dsb. Untuk lebih jelas apliksi yang menggunakan algoritma blowfish dapat dilihat di website resminya di http://www.Counterpane.com .

Program Aplikasi Blowfish

Cryptosystem Blowfish yang ditampilkan menggunakan JavaScript sebagai bahasa Pemogramannya, Penulis hanya mengganti bahasa dalam tampilannya (bahasa aslinya ialah Jerman) untuk memudahkan dalam menjalankan programnya.

Tampilan Cryptosystem Blowfish :

Dalam tampilan, pesan yang akan dienkripsi cukup ditulis dalam kolom diatas yang bertuliskan Text…, sesudah pesan ditulis tinggal memesukan password sebagai kunci enkripsinya lalu tekan tombol bertuliskan Enkripsi.

Penulis menggunakan kata MATAHARI sebagai contoh pesan dengan password inovatif.

Setelah menekan tombol enkripsi maka akan muncul ciphertext di kolom bawah pesan yang terenkripsi terlihat sebagai “F51820120F889934” yang merupakan hasil dari pengenkripsian kata MATAHARI dengan password inovatif.

Untuk deskripsi cukup mengubah pesan yang terenkripsi di tuliskan dikolom atas, lalu masukan password yang sama dengan password sewaktu enkripsi, lalu tekan tombol bertuliskan Deskripsi.

Maka hasil pendeskripsian akan muncul dalam kolom dibawahnya, pesan yang muncul adalah MATAHARI bila password yang digunakan sama.

Program diatas diambil dari situs : http://aam.ugpl.de/node/1060

Penutup

Blowfish dapat dipergunakan dalam berbagai aplikasi yang sangat memerlukan keamanan sebagai prioritas utamanya, dengan algoritma yang sederhana blowfish dapat implementsikan dalam aplikasi dengan bebagai macam bahasa pemograman dan dapat bekerja dalam berbagai sistem operasi yang ada. Blowfish dapat diandalkan keamanannya karena belum dapat dibongkar (broken) oleh Cryptoanalyst manapun sampai saat ini karena tidak mempunyai kelemahan yang berarti untuk dapat dibongkar sehingga pesan yang ada dalam ciphertextnya sangat aman.

Referensi

1. Sukmawan, Budi, Metoda Enkripsi Blowfish, http://bdg.centrin.net.id/~budskman/artikel.htm, 2000.
2. Heriyanto, Tedi, Pengenalan Kriptografi, http://www.tedi-h.com, 1999.
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Blowfish
4. http://aam.ugpl.de/
5. http://www.users.zetnet.co.uk/hopwood/crypto/scan/cs.html
6. http://www.ee.ualberta.ca/~elliott/ee552/studentAppNotes/1998f/blowfish_encryption/
7. http://www.counterpane.com/blowfish.html

Biografi Penulis

Anjar Syafari. Lahir di Bandung 24 tahun yang lalu. Masa SMU di lewati di SMUN 1 Sumedang (1-6, 2-8 “Peterpan”, 3IPA3 “Clasic”), lulus tahun 2002, menyelesaikan program studi S1 jurusan Manajemen Informatika (MI-7) di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) tahun 2006. Walau mengenal dunia komputer baru pada bangku kuliah tetapi sangat menyenangi dunia yang baru dikenalnya. Sangat tertarik dengan perkembangn dunia IT terutama internet (karena itu, mengerti seluk-beluk internet dengan baik). Senang menulis dan membaca terutama mengenai IT sejak kuliah sampai saat ini. Selain internet bidang yang dipahami adalah mengenai software + Pemograman (VB, C++Builder dan terutama Delphi), Web (terutama CMS ‘Mambo’) dan hardware komputer. Ada keinginan juga untuk menjadi trainer IT atau IT Support. Informasi lebih lanjut tentang penulis dapat dihubungi lewat email di :

clasicboy_no8@yahoo.com
atau di blognya :

http://ansitea.blogspot.com

KRIPTOGRAFI


KRIPTOGRAFI
1. 1 Latar belakang
Berkat perkembangan teknologi yang begitu pesat memungkinkan manusia dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi/data secara jarak jauh. Antar kota antar wilayah antar negara bahkan antar benua bukan merupakan suatu kendala lagi dalam melakukan komunikasi dan pertukaran data. Seiring dengan itu tuntutan akan sekuritas (keamanan) terhadap kerahasiaan informasi yang saling dipertukarkan tersebut semakin meningkat. Begitu banyak pengguna seperti departemen pertahanan, suatu perusahaan atau bahkan individu-individu tidak ingin informasi yang disampaikannya diketahui oleh orang lain atau kompetitornya atau negara lain. Oleh karena itu dikembangkanlah cabang ilmu yang mempelajari tentang cara-cara pengamanan data atau dikenal dengan istilah Kriptografi.

Dalam kriptografi terdapat dua konsep utama yakni enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses dimana informasi/data yang hendak dikirim diubah menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali sebagai informasi awalnya dengan menggunakan algoritma tertentu. Dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut menjadi informasi awal.

Algoritma kriptografi berdasarkan jenis kunci yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
• Algoritma simetris
Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi adalah kunci yang sama
• Algoritma asimetris
Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda.

Sedangkan berdasarkan besar data yang diolah dalam satu kali proses, maka algoritma kriptografi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
• Algoritma block cipher
Informasi/data yang hendak dikirim dalam bentuk blok-blok besar (misal 64-bit) dimana blok-blok ini dioperasikan dengan fungsi enkripsi yang sama dan akan menghasilkan informasi rahasia dalam blok-blok yang berukuran sama.

• Algoritma stream cipher
Informasi/data yang hendak dikirim dioperasikan dalam bentuk blok-blok yang lebih kecil (byte atau bit), biasanya satu karakter persatuan persatuan waktu proses, menggunakan tranformasi enkripsi yang berubah setiap waktu.

Camellia merupakan algoritma kriptografi simetris blok cipher. Dalam Camellia proses enkripsi dan dekripsi dilakukan pada blok data berukuran 128-bit dengan kunci yang dapat berukuran 128-bit, 192-bit, 256-bit. Algoritma Camellia dikembangkan oleh :
• Kazumaro Aoki (NTT – Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
• Tetsuya Ichikawa (Mitsubishi electric Corp.)
• Masayuki Kanda (NTT – Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
• Mitsuru Matsui (Mitsubishi electric Corp.)
• Shiho Moriai (NTT – Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
• Junko Nakajima (Mitsubishi electric Corp.)
• Toshio Tokita (Mitsubishi electric Corp.)
Dimana versi 1.0 pada bulan Juli 2000, versi 2.0 pada September 2001 dan versi 2.1 pada Febuari 2002.

II Kriptografi

2. 1 Dasar Kriptografi
2. 1. 1 Teori Kriptografi
Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga. Menurut Bruce Scheiner dalam bukunya “Applied Cryptography”, kriptografi adalah ilmu pengetahuan dan seni menjaga message-message agar tetap aman (secure).
Konsep kriptografi sendiri telah lama digunakan oleh manusia misalnya pada peradaban Mesir dan Romawi walau masih sangat sederhana. Prinsip-prinsip yang mendasari kriptografi yakni:
• Confidelity (kerahasiaan) yaitu layanan agar isi pesan yang dikirimkan tetap rahasia dan tidak diketahui oleh pihak lain (kecuali pihak pengirim, pihak penerima / pihak-pihak memiliki ijin). Umumnya hal ini dilakukan dengan cara membuat suatu algoritma matematis yang mampu mengubah data hingga menjadi sulit untuk dibaca dan dipahami.
• Data integrity (keutuhan data) yaitu layanan yang mampu mengenali/mendeteksi adanya manipulasi (penghapusan, pengubahan atau penambahan) data yang tidak sah (oleh pihak lain).
• Authentication (keotentikan) yaitu layanan yang berhubungan dengan identifikasi. Baik otentikasi pihak-pihak yang terlibat dalam pengiriman data maupun otentikasi keaslian data/informasi.
• Non-repudiation (anti-penyangkalan) yaitu layanan yang dapat mencegah suatu pihak untuk menyangkal aksi yang dilakukan sebelumnya (menyangkal bahwa pesan tersebut berasal dirinya).

Berbeda dengan kriptografi klasik yang menitikberatkan kekuatan pada kerahasiaan algoritma yang digunakan (yang artinya apabila algoritma yang digunakan telah diketahui maka pesan sudah jelas “bocor” dan dapat diketahui isinya oleh siapa saja yang mengetahui algoritma tersebut), kriptografi modern lebih menitikberatkan pada kerahasiaan kunci yang digunakan pada algoritma tersebut (oleh pemakainya) sehingga algoritma tersebut dapat saja disebarkan ke kalangan masyarakat tanpa takut kehilangan kerahasiaan bagi para pemakainya.
Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :
• Plaintext (M) adalah pesan yang hendak dikirimkan (berisi data asli).
• Ciphertext (C) adalah pesan ter-enkrip (tersandi) yang merupakan hasil enkripsi.
• Enkripsi (fungsi E) adalah proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext.
• Dekripsi (fungsi D) adalah kebalikan dari enkripsi yakni mengubah ciphertext menjadi plaintext, sehingga berupa data awal/asli.
• Kunci adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.

Kriptografi itu sendiri terdiri dari dua proses utama yakni proses enkripsi dan proses dekripsi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, proses enkripsi mengubah plaintext menjadi ciphertext (dengan menggunakan kunci tertentu) sehingga isi informasi pada pesan tersebut sukar dimengerti.

plaintext ciphertext plaintext

kunci enkripsi kunci dekripsi

Gambar 2.1 Diagram proses enkripsi dan dekripsi
Peranan kunci sangatlah penting dalam proses enkripsi dan dekripsi (disamping pula algoritma yang digunakan) sehingga kerahasiaannya sangatlah penting, apabila kerahasiaannya terbongkar, maka isi dari pesan dapat diketahui.
Secara matematis, proses enkripsi merupakan pengoperasian fungsi E (enkripsi) menggunakan e (kunci enkripsi) pada M (plaintext) sehingga dihasilkan C (ciphertext), notasinya :

Ee(M) – C
Sedangkan untuk proses dekripsi, merupakan pengoperasian fungsi D (dekripsi) menggunakan d (kunci dekripsi) pada C (ciphertext) sehingga dihasilkan M (plaintext), notasinya :

Dd(C) = M
Sehingga dari dua hubungan diatas berlaku :
Dd(Ee(M)) = M
2. 1. 2 Algoritma Simetris dan Asimetris
2. 1. 2. 1 Algoritma Simetris
Algoritma simetris (symmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan sama dengan kunci dekripsi sehingga algoritma ini disebut juga sebagai single-key algorithm.
Plaintext ciphertext plaintext

kunci enkripsi (K) kunci dekripsi (K)
Gambar 2.2 Diagram proses enkripsi dan dekripsi algoritma simetris

Sebelum melakukan pengiriman pesan, pengirim dan penerima harus memilih suatu suatu kunci tertentu yang sama untuk dipakai bersama, dan kunci ini haruslah rahasia bagi pihak yang tidak berkepentingan sehingga algoritma ini disebut juga algoritma kunci rahasia (secret-key algorithm).
Kelebihan :
• Kecepatan operasi lebih tinggi bila dibandingkan dengan algoritma asimetrik.
• Karena kecepatannya yang cukup tinggi, maka dapat digunakan pada sistem real-time

Kelemahan :
• Untuk tiap pengiriman pesan dengan pengguna yang berbeda dibutuhkan kunci yang berbeda juga, sehingga akan terjadi kesulitan dalam manajemen kunci tersebut.
• Permasalahan dalam pengiriman kunci itu sendiri yang disebut “key distribution problem”
Contoh algoritma : TwoFish, Rijndael, Camellia
2. 1. 2. 2 Algoritma Asimetris
Algoritma asimetris (asymmetric algorithm) adalah suatu algoritma dimana kunci enkripsi yang digunakan tidak sama dengan kunci dekripsi. Pada algoritma ini menggunakan dua kunci yakni kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Kunci publik disebarkan secara umum sedangkan kunci privat disimpan secara rahasia oleh si pengguna. Walau kunci publik telah diketahui namun akan sangat sukar mengetahui kunci privat yang digunakan.

Plaintext ciphertext plaintext

kunci enkripsi (K1) kunci dekripsi (K2)
Gambar 2.3 Diagram proses enkripsi dan dekripsi algoritma asimetris
Pada umumnya kunci publik (public key) digunakan sebagai kunci enkripsi sementara kunci privat (private key) digunakan sebagai kunci dekripsi.
Kelebihan :
• Masalah keamanan pada distribusi kunci dapat lebih baik
• Masalah manajemen kunci yang lebih baik karena jumlah kunci yang lebih sedikit

Kelemahan :
• Kecepatan yang lebih rendah bila dibandingkan dengan algoritma simetris
• Untuk tingkat keamanan sama, kunci yang digunakan lebih panjang dibandingkan dengan algoritma simetris.
Contoh algoritma : RSA, DSA, ElGamal
2. 1. 3 Block Cipher dan Stream Cipher
Jika kita melihat berdasarkan ukuran serta format data yang akan diproses, maka algoritma kriptografi dapat dibagi menjadi dua bagian yang utama yaitu:
• Block Cipher, algoritma kriptografi ini bekerja pada suatu data yang berbentuk blok/kelompok data dengan panjang data tertentu (dalam beberapa byte), jadi dalam sekali proses enkripsi atau dekripsi data yang masuk mempunyai ukuran yang sama.
• Stream cipher, algoritma yang dalam operasinya bekerja dalam suatu pesan berupa bit tunggal atau terkadang dalam suatu byte, jadi format data berupa aliran dari bit untuk kemudian mengalami proses enkripsi dan dekripsi.

Pada algoritma penyandian blok (block cipher), plainteks yang masuk akan diproses dengan panjang blok yang tetap yaitu n, namun terkadang jika ukuran data ini terlalu panjang maka dilakukan pemecahan dalam bentuk blok yang lebih kecil. Jika dalam pemecahan dihasilkan blok data yang kurang dari jumlah data dalam blok maka akan dilakukan proses pading (penambahan beberapa bit).

2. 2 Mode Operasi dalam Block Cipher
\2. 2. 1 Electronic Codebook (ECB)
Pada mode operasi ECB sebuah blok input plaintext dipetakan secara statis ke sebuah blok output ciphertext. Sehingga tiap plaintext yang sama akan menghasilkan ciphertext yang selalu sama pula. Sifat- sifat dari mode operasi ECB :
• Sederhana dan efisien
• Memungkinkan implementasi parallel
• Tidak menyembunyikan pola plaintext
• Dimungkinkan terjadi adanya active attack.

Skema dari mode operasi ECB dapat digambarkan sebagai berikut :

Sender Receiver

Gambar 2.4 Skema Mode Operasi ECB

Cipher Block Chaining (CBC)
Pada mode oparasi ini hasil enkripsi dari blok sebelumnya mempengaruhi hasil enkripsi selanjutnya, atau enkripsi sebeluimnya menjadi feedback pada enkripsi blok saat itu., jadi tiap blok ciphertext bergantung bukan hanya pada blok plaintext-nya tapi bergantung pula pada blok-blok plaintext sebelumnya. Sehingga untuk plaintext yang sama, belum tentu menghasilkan ciphertext yang sama pula.

Skema dari mode operasi CBC dapat digambarkan sebagai berikut :

Sender Receiver

Gambar 2.5 Skema Mode Operasi CBC.

Mula-mula sebelum si pengirim hendak mengirimkan pesannya kepada si penerima, dia terlebih dahulu harus meng-XOR plaintext dengan IV (initialization vector) baru kemudian dienkripsi, setelah itu baru dikirimkan ciphertext pertamanya kepada si penerima. Plaintext ke-2 pun demikian, harus di-XOR terlebih dahulu dengan ciphertext sebelumnya sebelum mengalami proses enkripsi baru kemudian dikirimkan ke si penerima sebagai ciphertext 2 dan seterusnya.
Sifat-sifat dari mode operasi CBC :
• Lebih aman dari active attacks dibandingkan mode operasi ECB
• Error pada satu ciphertext dapat berakibat parah
• Menutupi pola plaintext
• Implementasi parallel belum diketahui

Public Key Crypography

I. Pendahuluan

Kriptografi merupakan kumpulan teknik untuk mengenkode data dan pesan sedemikian sehingga data dan pesan tersebut dapat disimpan dan ditransmisikan dengan aman. Berikut ini beberapa terminologi dasar dari kriptografi serta hal-hal yang berkaitan dengan terminologi tersebut,

• Kriptografi dapat digunakan untuk meningkatkan keamanan komunikasi meskipun komunikasi tersebut dilakukan dengan media komunikasi yang sangat tidak aman (misalnya Internet). Kita juga dapat menggunakan kriptografi untuk melakukan enkripsi file-file sensitif kita, sehingga orang lain tidak dapat mengartikan data-data yang ada
• Kriptografi dapat digunakan untuk memberikan jaminan integritas data serta menjaga kerahasiaan
• Dengan menggunakan kriptografi, maka sangat mungkin untuk meverifikasi asal data dan pesan yang ada menggunakan digital signature
• Pada saat menggunakan metoda kriptografi, hanya kunci sesi yang harus tetap dijaga kerahasiannya. Algoritma, ukuran kunci dan format file dapat dibaca oleh siapapun tanpa mempengaruhi keamanan.

Kriptografi memungkinkan beberapa operasi atau proses terhadap data. Dua buah operasi dasar adalah enkripsi (dengan dekripsi sebagai proses balikannya) dan signing (dengan verifikasi dari signature sebagai proses balikannya). Enkripsi analog dengan memasukkan surat kedalam sebuah amplop sedangkan dekripsi analog dengan membuang amplop dan mengambil data. Signature analog dengan pemberian tanda-tangan terhadap sebuah dokumen dan penanda bahwa dokumen tersebut tidak berubah dari aslinya.

II. Public Key Cryptography dan Fungsi Satu Arah

Public key cryptography (lawan dari symmetric key cryptography) bekerja berdasarkan fungsi satu arah. Fungsi yang dapat dengan mudah dikalkulasi akan tetapi sangat sulit untuk dibalik/invers atau reverse tanpa informasi yang mendetail. Salah satu contoh adalah faktorisasi; biasanya akan sulit untuk memfaktorkan bilangan yang besar, akan tetapi mudah untuk melakukan faktorisasi. Contohnya, akan sangat sulit untuk memfaktorkan 4399 daripada memverifikasi bahwa 53 x 83 = 4399. Public key cryptography menggunakan sifat-sifat asimetrik ini untuk membuat fungsi satu arah, sebuah fungsi dimana semua orang dapat melakukan satu operasi (enkripsi atau verifikasi sign) akan tetapi sangat sulit untuk menginvers operasi (dekripsi atau membuat sign) tanpa informasi yang selengkap-lengkapnya.
Public key cryptography dilakukan dengan menggabungkan secara kriptografi dua buah kunci yang berhubungan yang kita sebut sebagai pasangan kunci publik dan kunci privat. Kedua kunci tersebut dibuat pada waktu yang bersamaan dan berhubungan secara matematis. Secara matematis, kunci privat dibutuhkan untuk melakukan operasi invers terhadap kunci public dan kunci publik dibutuhkan untuk melakukan operasi invers terhadap operasi yang dilakukan oleh kunci privat.
Jika kunci publik didistribusikan secara luas, dan kunci privat disimpan di tempat yang tersembunyi maka akan diperoleh fungsi dari banyak ke satu. Semua orang dapat menggunakan kunci publik untuk melakukan operasi kriptografi akan tetapi hanya orang yang memegang kunci privat yang dapat melakukan invers terhadap data yang telah terenkripsi tersebut. Selain itu dapat juga diperoleh fungsi dari satu ke banyak, yaitu pada saat orang yang memegang kunci privat melakukan operasi enkripsi maka semua orang yang memiliki kunci publik dapat melakukan invers terhadap data hasil enkripsi tersebut.

III. Symmetric Cryptography

Algoritma simetrik merupakan jenis algorima enkripsi yang paling umum dan paling tua. Algoritma ini disebut sebagai simetrik sebab kunci yang sama digunakan untuk enkripsi dan dekripsi. Berbeda halnya dengan kunci yang digunakan pada algoritma kunci publik, kunci yang digunakan pada simetrik key biasanya sering diubah-ubah. Oleh karena itu biasanya kunci pada simetrik key disebut sebagai session key, artinya kunci yang dipakai hanya pada satu sesi proses enkripsi.
Jika dibandingkan dengan algoritma kunci publik, algoritma simetrik key sangat cepat dan oleh karena itu lebih cocok jika digunakan untuk melakukan enkripsi data yang sangat besar. Salah satu algoritma simetrik yang dikenal adalah RC4 dan DES (Data Encryption Standar).
Protokol kriptografi modern pada saat ini banyak yang menggabungkan algoritma kunci publik dengan algoritma simetrik untuk memperoleh keunggulan-keunggulan pada masing-masing algoritma. Algoritma kunci publik digunakan untuk proses pertukaran session key yang berukuran kecil sekitar 16 bytes , sedangkang algoritma simetrik digunakan untuk melakukan enkripsi data yang sesungguhnya.

IV. Enkripsi dan Dekripsi

Dengan menggunakan teknik enkripsi data, sebuah pesan text dapat dienkode sedemikian sehingga sangat tidak beraturan dan sulit untuk dikembalikan ke pesan asal tanpa kunci rahasia. Pesan tersebut dapt berupa ASCII, file database atau data apapun yang akan kita kirimkan atau kita simpan melalui media yang tidak aman. Dalam kontek kriptografi, plaintext adalah data yang belum di enktripsi sedangkan ciphertext adalah data yang telah dienkripsi.
Jika sebuah pesan telah dienkripsi maka pesan tersebut dapat disimpan atau ditransmisikan dalam media yang tidak aman namun tetap terjaga kerahasiannya. Kemudian, pesan tersebut dapat didekripsi kedalam bentuk aslinya. Ilustrasi proses tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah.

Pada saat pesan dienkripsi maka kunci enkripsi digunakan untuk proses tersebut. Hal ini analog dengan kunci yang biasa kita gunakan untuk mengunci gembok pintu. Untuk mendekripsikan pesan, maka kunci dekripsi yang cocok harus digunakan. Dalam hal ini, sangatlah penting untuk membatasi akses kepada kunci dekripsi, sebab semua orang yang dapat melihat kunci dekripsi berarti dapat pula mendekripsikan semua pesan yang telah dienkripsi dengan menggunakan kunci enkripsi yang bersesuaian.

V. Hash dan Digital Signature

Digital signature digunakan ketika kita ingin memberikan plaintext dan kita ingin bahwa penerima pesan mengetahui bahwa pesan tersebut datangnnya dari kita dan tidak ada perubahan apapund didalam pesan selama proses penyimpanan atau transmisi. Melakukan signing terhadap pesan tidak akan mengubah isi serta bentuk pesan tersebut, dan hasil sign dapat kita sisipkan atau kita simpan dalam bentuk lain untuk menyertai pesan asli.
Digital signature dapat dihasilkan dengan menggunakan algoritma kunci publik. Sebuah kunci privat digunakan untuk menghasilkan signature dan kunci publik yang bersesuaian digunakan untuk mevalidasi sign.
Digital signature memberikan keuntungan tambahan selain enkripsi. Dengan cara ini, pengguna dapat memperoleh jaminan bahwa pesan yang diterima berasal dari pemberi sign dan isinya tidak berubah sama seperti pada saat dilakukan sign. Dokumen dapat saja hanya diberi sign tanpa dienkripsi, akan tetapi satu hal yang harus kita ingat bahwa proses enkripsi yang baik selalu diawali dengan proses signing.
Sign digital dibuat dengan mengenkripsi hash dari dokumen dengan kunci privat. Hash dari dokumen biasanya merupakan sidik jari miniatur dari dokumen yang bersangkutan. Fungsi hash yang digunakan disini sama dengan fungsi hash yang digunakan sehari-hari dimana input berapapun akan menghasilkan output 16 byte (128 bit). Karena hash merupakan fungsi satu arah, maka sangat sulit untuk membuat dokumen lain yang memiliki hash string yang sama. Ilustrasi berikut ini menggambarkan proses signing.

VI. Kesimpulan

Teknik kriptografi dengan menggunakan kunci publik akan tetap berkembang berdasarkan meningkatnya kebutuhan akan sistem keamanan data yang lebih tinggi. Dengan menggabungkan kekuatan enkripsi algoritma kunci publik dan kecepatan enkripsi algoritma simetrik maka akan diperoleh sistem enkripsi yang kuat dan memiliki proses yang cepat.