SISTEM INFORMASI PARIWISATA DENGAN MENGGUNAKAN MOBILE TECHNOLOGY


SISTEM INFORMASI PARIWISATA DENGAN MENGGUNAKAN MOBILE TECHNOLOGY

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :

Nama Nim
1.VASKO EDO GULTOM 071402009

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan kekuatanNya sehingga penulis dapat menyelesaiakan tugas besar ini

Ucapan terimakasih yang setulus-tulusnya penulis sampaikan kepada yang terhormat Bapak M.Fadli Syahputra,Bsc,M.IT selaku dosen pada mata kuliah Arsitektur Perangkat Lunak yang merupakan salah satu mata kuliah yang sedang kami tempuh pada Program Sarjana Bidang Khusus Teknologi Informasi di USU, yang telah berkenan membimbing, mengoreksi, serta mengarahkan dari sejak awal hingga terselesaikannya tugas ini. Semoga budi baik dan ketulusannya mendapat pahala yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa.

Pada kesempatan ini pula penulis hendak menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak seandainya ada kesalahan yang penulis lakukan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa kajian dalam tugas ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan besar hati penulis akan menerima segala kritik dan saran.

Semoga paper ini dapat bermanfaat untuk pembaca dan memberikan arti bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang Arsitektur Perangkat Lunak.

Medan, Mei 2010
Penulis,

Vasko Edo Gultom

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
1. BAB I…… ……………….4
1.1 Pendahuluan 4
1.2 Latar Belakang 6

2. BAB II Studi Literatur 8
2.1 Studi Literatur Pariwisata………………………………………………………………………………8
2.2 Sasaran…. 8
2.3 Studi Literatur Mobile Technology 11
2.4 Sistem Mobile-Payment 16
3. BAB II. Reqirement Analysis………………………………………………………………………19
3.1 Scenario 19
3.2 Proses Bisnis……………………………………………………………………………………………… 21
3.3 Use Case &Specification………………………………………………………………………………25
3.4 Sequence Diagram………………………………………………………………………………………27

4. BAB IV. PENUTUP 30

1BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dibahas mengenai system informasi pariwisata dengan menggunakan mobile technology meliputi Latar Belakang Masalah, Tujuan dan Manfaat Pembuatan, Permasalahan, Batasan Masalah, dan isi dari manfaat teknologi handphone kepada pariwisata dengan salah satu Pengembangan Aplikasi pada Mobile Phone menggunakan Java MIDP, dan Sistematika Penulisan. Sektor pariwisata kita ketahui sangat berpengaruh dalam hal pendapatan suatu kelompk usaha atau pemerintah setempat.dengan hal ini keterhubungan dan donasi dari dunia IT sangat diperlukan dalam pengembangan keberlanjutan pariwisata yang banyak dikunjung oleh para turis dan sebagainya.maka dalam pokok bahasan pada tugas besar ini menyangkut peranan dari dunia IT sebagai implementasi wujudnya adalah dengan membangun sebuah aplikasi dengan dukungan java platform,baik itu dengan mobile payment secara online dan GPS yang dapat mrmpermudah kinerja dari para personil dari pariwisata itu sendiri.
Sasaran dari GPS ini adalah dalam pencarian dan penuntun atau bahasa formalnya adalah sebagai guide para turis manca ngara atau local ,untuk mengetahui keberadaan dari sebuah tempat atau dengan kata lain sebagai alat penunjuk jalan yang membuat mereka jadi tidak tersesat dan penunjuk sarana lainya menjadi lebih mudah. Hal ini sangat sering kita jumpai pada musim mudik lebaran , begitu juga dengan pihak sector pariwisata selalu online 24 jam menyediakan layanan ini baik aplikasi ini dibuat berbasis web dan aplikasi saja khusus dengan mencantumkan kode dan model tempat dan berhubungan dengan dunia wisata saja. Sebagai contoh mobile payment implementasinya pada pembayaran secara online segala biaya dan reserpasi yang akan dinikmati oleh wisatawan tersebut, pembayaranya dan istilah moderenya adalah booking dengan pembayaran tiket atau dalam bentuk apa saja yang ditawarkan pihak hotel dan pengelola tujuan wisata,misalnya puncak di jawa barat sebagai tujuan wisata yang sangat terkenal dengan panorama pemandangan yang indah membuat pelayanan wisata perlu dengan aplikasi ini, mempermudah pembayaran menjadi simple dan mudah. Misalkan untuk hal semacam membawa uang tunai dan banyak menjadi tidak lagi karena langsung berhubungan dengan dunia perbankkan dan yangmengurusi segala payment untuk wisata tersebut. Lebih kelompok kami condongkan untuk kedua hal ini sebagai sisem informasi untuk pariwisata. Bertambahnya pengguna ponsel menuntut adanya inovasi teknologi baru yang mampu memudahkan pengguna dalam menjalankan aktivitasnya. Terlebih lagi semakin ke depan aktivitas transaksi perdagangan akan semakin marak. Seperti disebutkan di atas bahwa handphone mampu berperan di dunia transaksi jual beli, baik itu micropayment ataupun macropayment. Keterlibatan handphone di bidang ini banyak yang menyebutnya dengan istilah mobile-payment. Suatu solusi baru kini coba dikembangkan dalam melakukan fungsi pengantian cara bertransaksi untuk menunjang aktivitas bisnis di sector pariwisata. Solusi baru ini akan melibatkan teknologi selular (ponsel) sebagai sarana untuk bertransaksi.Ponsel nantinya akan diposisikan sebagai tools yang akan bekerja menggantikan uang fisik atau kartu kredit. Melalui pulsa yang terdapat dalam ponsel, masyarakat dapat melakukan pembayaran transaksi pada bidang pariwisata. Secara garis besar, wisatawan yang melancong ke sebuah hotel misal hotel X, nantinya pembayaran dilakukan melalui handphone melalui aplikasi yang ditawarkan dalam aplikasi HP yang dibuat sebuah perusahaan handphone tertentu misal pada nokia.Kita ketahui bersama perusahaan ini menyokong teknologi yang update dengan segala kebutuhan masyarakat.sebelum masuk membahas studi literature teknologi tersebut, pada kesempatan ini kami memperjelas mengenai Sistem informasi pariwisata menggunakan mobile teknologi.
Alasan penggunaan sistem mobile-payment sebagai solusi alternatif dalam menangani transaksi di area sektor pariwisata adalah dalam hal kemudahan dan dukungan terhadap program Smart tourism payment yang telah dicanangkan oleh Pemko setempat di kota ini. Rancangan ini hanya berupa rancangan desain sistem dan desain bisnis tanpa menghasilkan aplikasi yang menjalankan sistem mobile-payment ini. Dalam pengerjaan tugas ini kami bersuaha melakukan studi terhadap area-area bisnis apa saja yang bisa didukung oleh sistem ini. Begitu juga penulis akan berusaha melakukan riset analisa kelayakan terhadap implementasi dari mobile payment untuk parawisata ini di kota medan.
Disamping itu juga system informasi pariwisata bisa juga dikembangkan dai web yang berbasis aplikasi pendukung dengan jangkauan bisa dilihat di internet dan menjadi promo atau penyalur informasi kepada pihak yang ingin mengadakan tour wisata pada suatu kota.Banyak kita ketemukan sekarang sarana travelsebagai penyedia jasa dari pihak swasta untuk menjadi guide terhadap para wisatawan dengan keuntungan yang cukup menjanjikan ,yang merupakan ladang bisnis memperoleh keuntungan besar dari sector jasa ini.Tentu pihak yang mendirikan jasa ini akan membuat sebuah promosi dari produk atau kerjasama yang mereka buat dengan pihak transport , hotel,objek wisata, dengan ,aksud untuk mempermudah para wisatawan yang ingin melakukan perjalanan tidak usah repot lagi dengan segala biaya administrasi dan mempermudah wisatawan untuk menikmati enjoy dari travel tersebut dengan pelayanan yang maksimal dan optimal. Bentuk system informasi pariwisatanya yaitu dengan koneksi online mealui internet ,pihak dari penerbangan yang bekerjasama dengan pihak jasa travel BUDI akan dibertahukan atau punya hak atas kerjasama yang disepakati untuk mengetahui tiket yang masih ada (kosong) dan yang sudah terjual.Mempermudah penentuan kursi mana yang akan di boking oleh si penumpang dan akan ditentukan ke hari berikutnya jadi si penumpang akan menjadi lebih mudah dalam mendapatkan tiket penerbangan ke kta tujuan yang dituju , yang pasti dengan pelayanan yang maksimal.kerjasam adalah salah satu bentuk dari terwujudnya pengembangan system informasi pariwisata yang bisa diterapkan pada mobile teknologi atau secara umumnya bisa diakses di Handphone. Yang rata-rata ini sudah bisa menjelajahi dunia maya dengan lancar dan dukungna GSM danCDMA dari berbagai operator yang tersedia.
Penerapan aplikasi berbasis web dengan mengutamakan database dari pemesanan dan siistem booking dan layanan lainya yang ditawarkan pihak travel BUDI yakni penetuan kamar hotel yang masih kosong, dan hari dan jam berapa akan take out dan kapan si pemesan kamar akan masuk kamar hotel tersebut.dan berbagai kerjasama dengan pihak transportasi darat lainya dan tujuan objek wisata yang ada di daerah Sumatera.

1.1 Latar Belakang

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang adaptif, sisi kreatif manusia akan selalu berusaha untuk menghasilkan sesuatu yang bisa digunakan untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan maupun dengan kebutuhanya. Sehingga terciptalah teknologi, yaitu segala seuatu yang diciptakan oleh manusia, yang digunakan untuk mengelola lingkunganya. Seiring dengan perkembangan zaman, ternyata kebutuhan manusia menjadi semakin banyak dan beragam. Imbasnya adalah pada perkembangan teknologi yang dipakai manusia. Teknologipun akan ikut berkembang guna memenuhi kebutuhan manusia tersebut, karena teknologi adalah solusi bagi manusia untuk memenuhi kebutuhanya. Perkembangan teknologi bisa diibaratkan sebagai gelombang air laut yang senantiasa datang silih berganti. Ketika gelombang yang lain surut, gelombang yang baru datang untuk menggantikan gelombang sebelumnya, dan begitu seterusnya. Teknologi yang ada saat ini, pastilah akan menjadi barang usang pada 50 tahun; 10 tahun; 5 tahun; bahkan mungkin 1 tahun kedepan. Hal itupun terjadi pada teknologi informasi. Tingginya tingkat mobilitas seseorang, mendorong peningkatan penggunaan perangkat keras yang bersifat mobile atau umumnya disebut mobile device (Handphone, PDA, dan Smartphone). Oleh karena itu, aplikasi yang terintegrasi dengan perangkat keras yang mobile, dirasa cukup memberi manfaat. Peta memegang peranan penting dalam bidang militer dan sipil. Peta berfungsi sebagai acuan untuk menentukan strategi perang, alat bantu navigasi, merencanakan penataan wilayah,bahkan untuk sector pariwisata sekarang ini telah dibuat juga acuan yang mempermudah para turis dari manca Negara di berbagai tempat wisata dengan memanfaatkan teknologi mobile atau sejenis handphone,tujuanya adalah para turis dapat mengetahui secara jelas dan terperinci mengenai daftar wisata dan tujuan wisata diuatu tempat wisata yang dituju oleh para pelancong dengan melihat aplikasi pada HP mereka yang dilengkapi dengan aplikasi terknologi informasi yang bekerjasama dengan pihak web atau operator selular yang membuat atu mengembangkan aplikasi tersebut .

Mengevaluasi kebutuhan penduduk, serta berbagai kebutuhan pemerintahan lain disamping kebutuhan perseorangan dan industri. Sistem Informasi Kepariwisataan adalah sistem yang memberikan informasi mengenai objek-objek yang berhubungan dengan bidang pariwisata, seperti hotel, rumah makan, travel dan sebagainya. Informasi ini berguna terutama bagi para pendatang baru atau wisatawan. Bagi seorang pendatang baru ataupun wisatawan yang baru datang ke suatu daerah, sangatlah penting kehadiran peta yang tidak hanya member informasi jalan, tetapi juga berisi informasi tambahan mengenai objek-objek yang berhubungan dengan bidang pariwisata. Informasi tambahan tersebut dapat berupa informasi lokasi hotel, travel, rumah makan dan lainnya. Dengan kemajuan teknologi saat ini, hal tersebut dapat diatasi dengan adanya sebuah aplikasi yang dapat mengenalkan wisatawan pada lingkungan sekitar, dengan menampilkan peta jalan dan informasi objek wisata sebagai alat bantu navigasi. Aplikasi tersebut dapat dibangun dengan menggunakan Personal Digital Assistant (PDA) yang dilengkapi fasilitas Global Positioning System (GPS). PDA digunakan untuk menampilkan gambar peta beserta informasi objek wisata, sedangkan GPS digunakan untuk memperoleh posisi pengguna. Aplikasi ini akan terhubung dengan server yang digunakan untuk menyimpan dan data memroses permintaan dari pengguna. Ketika aplikasi digunakan, GPS akan memberi informasi dimana lokasi pengguna berada. Dari informasi ini akan dilakukan seleksi terhadap data peta peta yang tersimpan pada server, kemudian data yang telah diseleksi tersebut akan dikirim dan ditampilkan pada layar PDA. Aplikasi visualisasi peta merupakan salah satu aplikasi yang berguna bagi para wisatawan atau pendatang baru pada suatu wilayah. Aplikasi visualisasi peta ini akan memeberi wawasan wilayah sekitar pada penggunanya, sehingga membuat penggunanya tidak buta wilayah.

BAB II
STUDI LITERATUR
1. Studi Literatur Pariwisata
Pariwisata adalah salah satu sector yang sangat penting dalam anggaran penambah devisa Negara dan sebagai tempat rekreasi anggota keluarga dan para kolega bisnis dan juga rekan-rekan yang berkunjung menikmati pemandangan dan panorama alam di tempat yang dikunjungi tersebut.Beberapa hal yang penting kita layak ketahui dari bidang pariwisata sehingga memungkinkan sarana aplikasi teknologi yang memudahkan para turis atau pelancong yang datang berkunjung ke tempat wisata adalah penggunaan aplikasi HP yang dapat menyokong jalanya promosi wisata dan mempermudah dan membantu kelancaran dalam menangani hal semacam informasi mengenai letak tujuan wisata yang akan dikunjungi oleh wisatawan asing atau local tentunya.hal inilah yang bakal pokok permasalahan dalam sisten informasi pariwisata sehingga membutuhkan sebuah dukungan dari teknologi mobile seperti Pengembangan Aplikasi pada Mobile Phone menggunakan Java MIDP.

A. SASARAN

1. Sasaran bidang pariwisata adalah:

(1) meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pariwisata;
(2) meningkatnya citra daerah sebagai daerah tujuan pariwisata berkelas dunia, khususnya kegiatan ekowisata di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS);
(3) meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik;
(4) meningkatnya diversifikasi produk wisata yang kompetitif;
(5) meningkatnya daya saing global SDM pariwisata
daerah; dan
(6) meningkatnya jaringan kerja dan koordinasi antar
sektor, antar wilayah dan antar daerah, antar pelaku.

2. Sasaran pembangunan dan pengembangan kebudayaan:

(1) meningkatnya kerukunan hidup bermasyarakat dan berbudaya;
(2) meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap budaya;
(3) meningkatnya kreasi di bidang seni dan budaya lainnya;
(4) meningkatnya kesadaran sejarah dalam kehidupan bermasyarakat;
(5) meningkatnya pengelolaan industri budaya;
(6) meningkatnya inventarisasi dan dokumentasi warisan budaya;
(7) meningkatnya perlindungan, penghargaan terhadap pelaku budaya daerah dan hasil karya budaya daerah dari pelanggaran hak cipta;
(8) meningkatnya sumberdaya manusia yang profesional dan pelayanan di bidang kebudayaan;
(9) meningkatnya perlindungan terhadap peninggalan sejarah dan kepurbakalaan; dan (10) meningkatnya kerjasama antar daerah di bidang kebudayaan.

Penggunaan mobile technology pada pariwisata lebih difokuskan pendekatanya pada Java 2 Platform•Java 2 Platform, Enterprise Edition (J2EE), untuk aplikasi enterprise (server backend applications)•Java 2 Platform, Standard Edition (J2SE), untu kaplikasi desktop•Java 2 Platform, Micro Edition (J2ME), untuk embedded dan consumer device Teknologi Java yang lain•Java Card .Connected Limited Device Configuration (CLDC) adalah yang didukung aplikasi J2ME.
J2ME mempunyai2 Configuration, yaitu:
•Connected Device Configuration (CDC)
•Connected Limited Device Configuration(CLDC)
Mobile Phone temasuk dalam CLDC
Hubungan kerjasama ini lebih didekatkan dengan GPS (global positioning system) ,yang akan mempermudah para wisatawan dalam menemukan informasi dan fitur layanan dari sebuah hotel atau tempat wisata lainya.

B. Perencanaan pariwisata yang ter-integratif mengandung pertimbangan pertimbangan sebagai berikut:

• dampak pada lingkungan alam, komunitas lokal, ekonomi di tingkat lokal (regional, nasional), budaya asli setempat;
• permintaan dan tuntutan terhadap sumber daya manusia, termasuk pengetahuan, ketrampilan, dan jumlah yang diperlukan;
• dampak pada/karena sistem transportasi dan infrastruktur, pembangunan regional, penggunaan sumber daya dan distribusinya;
• tanggung jawab yang mengacu pada kesepakatan dan aturan-aturan internasional; dampak pada sektor ekonomi lain, terutama sektor primer, misal: pertanian, kehutanan, pertambangan, perikanan, termasuk, sektor industri, transportasi, dan aspek-aspek komersial lainnya;
• implikasi pengembangan wisata pada kepemilikan & peruntukan lahan, nilai bangunan dan lahan penggunaan alternatif;
• keterkaitan dengan perencanaan di tingkat lain, misal: nasional, regional, lokal, tapak, dan fasilitas;
• keterkaitan dengan badan-badan pemerintah, industri pariwisata, kelompok-kelompok minat, komunitas asli dan setempat, pengembangan undustri lain (selain wisata).

2.Studi Literatur Mobile Technology

Salah satu informasi yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat adalah informasi mengenai lokasi atau posisi dari suatu obyek/layanan berbasis lokasi Salah satu aplikasi dari layanan berbasis lokasi tersebut adalah Mobile Map Explorer. Mobile Map Explorer berupa sebuah browser peta pada perangkat komunikasi bergerak seperti pada handphone maupun Personal Digital Assistant (PDA) berbasis Java yang mempunyai layanan koneksi internet. Menampilkan informasi peta dengan menggunakan teknologi Global Positioning System(GPS),Java 2 Micro Edition (J2ME)dan eXtensible Markup Language(XML),yang dapat diakses menggunakan perangkat komunikasi bergerak Global System for Mobile Communication (GSM).Untuk mempermudah akses informasi peta pada perangkat komunikasi bergerak, dalam aplikasi Mobile Map Explorerperlu dilengkapi dengan fasilitas navigasi peta. Global Positioning System(GPS) menyediakan informasi posisi dan waktu secara terus menerus di berbagai tempat di bumi. Karena GPS dapat diakses oleh sejumlah user yang tidak terbatas, maka GPS adalah sebuah sistem yang pasif. Oleh karena itu, user hanya dapat menerima sinyal satelit dengan bantuan GPS receiver. Dulu, GPS receiver adalah sebuah alat tersendiri. Sekarang, GPS sudah terintegrasi dengan handphone. Masalah yang dihadapi jika GPS digunakan untuk aplikasi dalam handphone adalah banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk penentuan posisi. Sedangkan Assisted GPS (A-GPS) mendapatkan bantuan dari base station dalam penentuan posisi. Sehingga receiver GPS dapat memproses lebih cepat, akurat, dan efisien. Namun, fungsionalitas A-GPS pada handphone belum dioptimalkan baik oleh vendor maupun pengguna handphone. Dalam tugas akhir ini akan dibuat suatu aplikasi yang memungkinkan user bisa mengetahui posisi handphone-nya. User juga bisa mengetahui posisi handphone user lain dengan mengirimkan pesan singkat atau sms. User yang ingin diketahui posisi handphone-nya harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Sistem A-GPS ini tidak layak diimplementasikan di Indonesia (khususnya Bandung dan Jakarta, tempat pengujian sistem). Sistem ini tidak menghasilkan TTFF yang pendek. TTFF yang dihasilkan adalah antara 10 menit-1 jam. Motorola E1000 juga harus LOS dengan satelit. Buruknya performansi A-GPS disebabkan oleh tidak adanya assistance dari network operator. Pendapat penulis juga diperkuat dengan pernyataan pihak motorola yang mengatakan bahwa servis A-GPS yang ada dalam Motorola E1000 belum bisa diterapkan di Indonesia, karena network operator Indonesia belum mendukung. FindMe dan sistem penentuan posisi handphone dalam tugas akhir ini tidak bermasalah jika nantinya network operator sudah mendukung. Untuk pengembangan lebih lanjut, banyak aplikasi yang bisa diciptakan dengan Assisted GPS.

Gbr 1.1. GPS (global positioning system)
Perancangan system GPS pada mobile yang diaplikasikan pada hubungan antara pariwisata dengan teknologi adalah salah satunya melalui GPS .karena sangat membantu pihak pengelola pariwisata dan pihak yang terkait dengan penyedia layanan berbasis web online seperti operator telkomsel dan indosat yang mampu mengoperasikan aplikasi ini dengan online dan lancar, sehingga mempermudah system kerja aplkasi GPS pada HP dengan java platform J2ME.adapun bentuk gambar dari system kinerja GPS tersebut adalah seperti di bawah ini dan bagaimana system perencanaa linerja daripada GPS tersebut.

Data diambil dari statistic pemkot medan dengan kerjasama dan kesinambungan pemasukan data dan alamat tujuan wisata dan tempat yang sangat mungkin dibutuhkan oleh para wisatawan asing di kota medan misalnya. Seperti ;pom bensin( SPBU), restoran, dan tempat lainya. perancangan pengambilan data secara online dengan kerjasama antara pihak yang berhubungan yaitu seperti di bawah ini:

Tampilan pada layar HP nantinya digambarkan seperti ini :

Tampilan pada pencarian loksi pada layar HP adalah seperti ini:

Tetapi bukan hanya mengenai GPS saja keterkaitan antara fungsi atau manfaat mobile teknologi pada sector pariwisata ada juga yang disebut dengan” SISTEM MOBILE-PAYMENT HOTEL” Sebelum mengarah kesana terlebih dahulu disini akan saya bahas mengenai teknologi HP dan perkembanganya sampai sekarang :

2.SISTEM MOBILE-PAYMENT
Sistem dati mobible payment itu adalah sebagai berikut :

Mobile-payment memiliki value chain yang kompleks dan akan memerlukan waktu dalam memainkan suatu peran terbaik dalam dunia transaksi Hingga kini siapa saja
pemain yang terlibat dalam sistem mobile-payment dapat dikatakan beragam, dikarenakan ragam dari sistemnya juga beragam. Di Eropa sendiri pengaplikasian standar yang tetap dalam sistem ini masih belum kokoh. Ada sejumlah kelompok organisasi yang masing-masing mengeluarkan suatu standar yang tentu memiliki perbedaan standar dengan organisasi lainnya. Namun dari perkembangan yang menuju ke arah interoperability sistem dan standard, diharapkan ke depan visi dari sejumlah kelompok organisasi dan forum yang ada akan memberikan suatu jalan cerah terhadap perkembangan teknologi mobilepayment baik itu dari skema arsitektur maupun peran yang terlibat dan fungsi.Di Indonesia, konsep mobile-payment mulai banyak diimplementasikan meski konsepnya dapat dikatakan sederhana seperti SMS kuis, download content atau SMS info. Penerapan yang lebih maju terdapat dalam sistem transfer pulsa dan system mobile-banking. Pihak-pihak yang bermain dalam implementasi konsep mobile-payment ini cukup
beragam, ada yang dilakukan oleh pihak operator seluler sendiri, bank sendiri, pihak content provider, ataupun kombinasi antara ketiganya. Dari sekian skema sistem yang ada, dapat diambil contoh mengenai entitas-entitas yang terlibat dan peranannya dalam sistem mobilepayment
􀂃 Konsumen/pelanggan, merupakan pihak yang memiliki peralatan seluler dan membeli
produk atau content dari suatu merchant atau content provider.
􀂃 Content provider/merchant, merupakan pihak yang menjual baik itu produk dalam bentuk fisik ataupun elektronik kepada konsumen.
􀂃 Trusted Third Party (TTP), merupakan pihak yang digunakan untuk berperan dalam
otentifikasi dan otorisasi dari pihak yang bertransaksi dan juga dalam proses settlement.
Dapat dilakukan oleh pihak penyedia jasa seluler, bank atau kartu kredit.
􀂃 Payment Srevice Provider (PSP), merupakan entitas pusat yang menanganni proses pembayaran. PSP juga dapat berperan sebagai pihak kliring yang akan membagi keuntungan kepada partner atau pihak yang terlibat dalam
proses pembayaran. Dalam rancangan tugas akhir ini, peran TTP dan PSP akan dilakukan oleh pihak operator seluler. Operator seluler akan memainkan peran ganda, baik sebagai pihak yang menangani proses financial settlement, juga sebagai pihak yang menangani proses pembayaran. Pihak merchant, diwakili oleh IT dari Lembaga pengelola wisata yan berkaitan misalkan pada Hotel ANTARES yang memiliki jenis transaksi secara langsung dengan pelanggan. Pelanggan merupakan orang memiliki ponsel. Ponsel yang digunakan cukup memiliki spesifikasi yang sederhana, dimana dengan teknologi 2G atau 3G sudah dapat melakukan transaksi mobile-payment. Karakteristik dalam mobile-payment dapat dikategorikan sebagai berikut
1. Pre-paid (debit)
Konsumen membayar di awal untuk mendapatkan barang/jasa yang mereka inginkan. Voice pre-paid card dan electronic “wallet” merupakan contoh dari metode pembayaran ini.
2. Post-paid (credit)
Konsumen menerima barang/jasa dan menggunakannya sebelum mereka membayar.
Sebagai contoh, seorang konsumen mendapatkan ringtone dan membayarnya melalui sebuah tagihan yang dikeluarkan oleh TTPnya.
Tipe transaksi
1. Pay Per View (PPV)
2. pay Per Unit (PPU)
3. Recurrent subscription Tipe content

Berikut ini merupakan tipe konten utama :
1. Barang-barang berjenis digital (informasi berharga, MP3, ringtones, dsb)
2. Barang-barang berwujud keras ( TV, CDRom, dsb)
3. Voting (voting untuk acara TV, kuis SMS, dsb)
4. Ticketing ( memesan tiket bioskop, tiket pertunjukan, dsb)
Nilai content
1. Micro-payment
2. Macro-payment
Transaksi micro biasanya memiliki nilai di bawah ± $10 (Rp. 100.000). Untuk macro-payment, keamanan merupakan faktor yang paling penting daripada micro-payment. Untuk micro-payment, harus dapat memberikan kemudahan dalam memberikan pengalaman bertransaksi bagi enduser. Biaya operasional juga diupayakan seringan mungkin agar mampu memberikan keuntungan bagi PSP ataupun TTP.
Begitulah penerapan sudi literature tentang mobile payment terhadap sector pariwisata Sumut.
BAB III
REQIREMENT ANALYSIS
A.Scenario
Kerjasama dari pihak travel dan pihak transportasi baik penerbangan dan darat , hotel atau penginapan, Kerjasama ini mewujudkan sebuah aplikasi yang didukung web dan bisa diaplikasikan kepada Handphone yang sekarang ini sudah menjadi trend masa kini dengan browse dari HP, juga didukung berbagau sarana teknologi mobile seperti smart phone buatan pabrikan amerika dan jepang.Kita bisa mengetahui gambaran atau deskripsi dari system travel Furai yang berada di jl.ngumban surbakti No.30-A Medan.gambaran dari aplikasi yang diterapkan pada aplikasi berbasiskan web dan menggunakan database dari setiap pihak yang menangani pemesanan kamar atau booking ticketing dari setiap apelancon\g yang berkunjung ke daerah Sumut dan sekitarnya, sebbagai contoh real yakni; derah Brastagi.Gambaranya seperti di bawah ini;

Ponsel yang mendukung aplikasi ini adalah berjenis seperti yang ada di bawah ini dan sejenisnya yang mendukung aplikasi web browser ;

Pada umunya nokia N-series mendukung aplikasi web pariwisata ini dengan platform java MDTM dengan koneksi yang tinggi, seperti yang telah diuraikan sebelumnya.
B.Proses Bisnis
Dalam dunia usaha setiap motif dari semua pihak adalah tidak lari dari kebutuhan bisnis semata.deskripsi dari bisnis pariwisata dalam penerapanya lebih dominan pada travel agen di setiap kota , kita ambil contoh pada travelBudi jl.Sewampu No.30-A sampai membuat sebuah situs dengan hosting gratisan pada 000webhost, ada kalanya pada travel yang sudah berpengalaman dalam bidang layanan jasa peyediaan tiket dan layanan menginap d I Hotel ternama dan terdekat dengan lokasi Bandara dan Terminal baik darat & Laut. Sebagai contoh tampilan dari web tersebut adalah sebagai berikut ;

Di dalam web travel ada ditawarkan berbagai reservasi nenarik kepada customer dan client yangakan memakai jasa mereka. Mulai transportasi dan layanan penginapan hotel, sampai tempat yang berkelad akan disuguhkan di dalam web sebagai penarik rasa simpati customer yang akan mengadakan kunjungan wisata.Adapaun proses bisnis diagram sederhana pada bagian reservasi hotel misalnya adalah sebagai berikut;

Berbagai cara ditempuh dengan menarik pelanggan yang ingin memakai jasa dari travel untuk tujuan wisata pada daerah sumut,tujuan utama dari travel selalu akan mengacu pada daerah parapet atau Danau Toba dan tomok daerah samosir atau brastagi,dan memiliki kerjasama antar hotel dan transportasi pariwisata di daerah medan dan sekitarnya yang mendukung peranan pada pariwisata.pastilah setiap travel akan memiliki laman web page atau website ,agar mmpermudah penjangkauan informasi mengenai pariwisata di daerah sumut itu sendiri, jadi dengan mengakses situs dari travel itu sendiri turis akan segera mengetahui layanan dari travel dan tujuan wisata di daerah sumut.proses bisnis dari scenari pariwisata yang berhubungan dengan travel ini di gambarkan sebagai berikut;

System informasi pariwisata diterapkan dengan gambaran system berikut;

B. Use Case
Adapun gambaran dari system pariwisata dengan hubunganya dengan travel agent adalah gambaranya sebagai berikut;

C.Use case specification
Post condition: aktor:pelanggan
- Admin
- Staff reservation
- Admin transportasi
- Admin hotel
- Admin tmpat objek wisata
- Customer
- Travel agency
a).admin bertugas membangun sistem pada travel agency
b).staff reservasi melakukan pelayanan terhadap customer yang memakai jasa travel agency sebagai jasa guide kepada si turis dalam melakukan wisata di daerah medan tentunya.
c).admin transportasi
bertugas dalam menyediakan alat transportasi bagi wisatawan yang hendak melakukan travel di daerah sumut.
d).admin hotel
bertugas dalam menyediakan penginapan bagi wisatawan tersebut.
- e). Customer
adalh sebagai aktor yang melakukan travel atau plan trip atau perjalanan wisata di daerah tertentu

D.Sequence Diagram
bagian dari system informasi pariwisata dengan aplkasi mobile teknologi , pembuatan sequence diagramnya terutama pada jasa transportasi dan layanan hotel ,penernagan dan lain-lain memiliki kesamaan diagram seperti di bawah ini ;

BAB IV
KESIMPULAN & SARAN
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil
dari Tugas ini adalah :
1. Rancangan sistem proses bisnis mampu memenuhi hampir keseluruhan kebutuhan bernilai negatif dan break even yang tidak akan tercapai dalam waktu 5 tahun.
5. Hasil analisa terhadap unit usaha, secara keseluruhan unit-unit usaha yang dianalisa
dapat dikatakan layak untuk diimplementasikan rancangan sistem ini. Meski ada kendala dari sisi teknis, namun hal ini dapat diatasi. Hanya saja, nilai frekuensi transaksi yang masih kurang mendukung.
6. Rancangan proses bisnis ini tidak saja hanya dapat diterapkan pada area bisnis yang
dibahas dalam pengerjaan tugas ini, namun dapat diterapkan pada area lain yang memiliki
proses bisnis seperti rancangan ini. Berikut ini adalah saran-saran yang dapat diberikan untuk pengembangan aplikasi ini selanjutnya:
1. Implementasi rancangan sistem ini memerlukan kesiapan dari pihak operator seluler baik itu dari sisi teknis ataupun nonteknis dalam perannya secara utuh sebagai
Payment Service Provider. Mengingat dalam rancangan sistem ini peran operator seluler sangatlah vital. Operator seluler perlu menyiapkan sistem yang dapat melakukan proses otentifikasi dan otorisasi terhadap segala jenis nilai transaksi pembayaran.
2. Begitu pula dukungan dari tiap unit usaha dalam mengimplementasikan sistem ini dengan baik. Hal ini dapat diwujudkan dengan kesigapan petugas unit usaha dalam merespon permintaan transaksi yang sifatnya manual.
3. Untuk mengatasi sisi ekonomi yang menghasilkan nilai yang negatif, solusi kerja sama dengan pihak lain, seperti dengan badan usaha untuk mensponsori atau institusi pendidikan lainnya, dapat dimungkinkan. Dengan semakin luasnya area bisnis yang terlibat akan memperbesar frekuensi transaksi yang terjadi dan tentu akan meningkatkan pendapatan. Sehingga biaya operasional dapat tertutup atau bahkan akan dihasilkan profit yang lebih besar.Dan juga bidang pembutan daripada web tranel adalah saru hal yang dapat menunjang kalanya proses bisnis di travel dan pariwisata , system informasi pariwisata menggunakan mobile teknologi pengaplikasian lebih condong penelitian ini terhadap travel agen, berbagai macam bentuk dari travel dan jenis pendukung E-Tourism pada mobile teknologi yang menunjang jalanya p[ariwisata yang terintegrasi dan terarah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s