vasko copy skripsi


PENENTUAN UMUR PALING EKONOMIS SEAL
Tra lai em niem vui khi duoc gan ben em, tra lai em loi yeu thuong em dem, tra lai em niem tin thang nam qua ta dap xay. Gio day chi la nhung ky niem buon… http://nhatquanglan.xlphp.net/

DRAFT TUGAS SARJANA
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
Seminar Sidang Sarjana Teknik Industri

Oleh :
SAMUEL WILBERT GULTOM
Nim : 030423043

Disetujui Oleh :
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

(Ir. Danci Sukatendel ) (Ir. UkurtaTarigan, MT)

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2007

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Esa atas kasih dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Dalam Tugas Akhir ini penulis mencoba menyelesaikan salah satu masalah yang ditemui di pabrik. Judul permasalahan yang dipilih adalah “Penentuan Umur Paling Ekonomis Seal Machine di PT. Centra Windu Sejati”
Tugas Akhir ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai derajat Strata (S1) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Selama penulisan Tugas Akhir ini penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini dengan segala kerendahan dan ketulusan hati, penulis ingin menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Ir. Rosnani Ginting. MT, selaku Ketua Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Aulia Ishak ST. MT, selaku koordiantor Tugas Akhir di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera. Poerwanto. Msc, Ibu Ir. Nazlina. MT, selaku dosen pembimbing akademis selama dibangku perkuliahan yang telah memberikan perhatian dan meluangkan waktunya bagi penulis.
3. Bapak Ir. Danci Sukatendel Dan Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT selaku dosen pembimbing I dan II, Atas bimbingan dan motivasinya selama penulis menyelesaikan tugas akhir ini.
4. Seluruh staf pengajar dan pegawai di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Polmen Purba selaku pimpinan bagian produksi sekaligus pembimbing lapangan yang telah banyak membantu dan meluangkan waktu dan perhatiannya bagi penulis.
6. Seluruh rekan mahasiswa yang tak dapat tersebutkan namanya, yang membantu penulis dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
7. Teristimewa buat ayahanda st. Gr H. Gultom dan Ibunda T. Harianja yang telah memberikan bantuan moril maupun spiritual dalam menyelesaikan studi, dan juga kepada saudara-saudariku dan tidak lupa penulis panjatkan doa kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa melimpahkan karunia-Nya dan memberkati mereka dan diberikan umur yang panjang.
Mengingat keterbatasan kemampuan dan waktu yang ada, penulis menyadari bahwa penulisan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dalam metoda yang dipakai maupun dalam penyajian tata bahasanya. Dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan tugas akhir ini.
Akhir kata penulid mengucapkan banyak terima kasih.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, Medan, April 2006
Penulis

Samuel W. Gultom

DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN i
SERTIFIKAT SEMINAR ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL ix
DAFTAR GAMBAR x
DAFTAR LAMPIRAN xi
RINGKASAN xii
BAB I. PENDAHULUAN I-1
1.1. Latar Belakang Masalah I-1
1.2. Perumusan Masalah I-3
1.3. Tujuan Penelitian I-4
1.4. Manfaat Penelitian I-5
1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi-Asumsi yang Digunakan I-5
1.6. Batasan Masalah I-7
1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir I-7

BAB II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN II-1
2.1. Sejarah Perusahaan II-1
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
2.2.1.Strategi Pemasaran II-3
2.2.2.Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Lingkungan II-4
A. Aspek Sosial Ekonomi II-4
B. Aspek Lingkungan Perusahaan II-4
2.3. Organisasi dan Manajemen II-5
2.3.1. Struktur Organisasi II-5
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab II-8
2.3.3. Tenaga Kerja dan Waktu Kerja Perusahaan II-11
2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan II-12
2.3.5. Insentif dan Fasilitas dan Fasilitas Perusahaan II-13
2.4. Proses Produksi II-14
2.4.1. Bahan yang Digunakan II-15
1. Bahan Baku II-15
2. Bahan Penolong II-16
3. Bahan Tambahan II-17
2.4.2. Standart Mutu Bahan / Produk II-18
2.4.3. Uraian Produksi II-19
2.4.4. Mesin dan Peralatan II-25

BAB III. LANDASAN TEORI III-1
3.1. Pendahuluan III-1
3.2. Pegertian Ekonomi Teknik III-1
3.3. Konsep Umur Ekonomis III-2
3.4. Dasar Repalacement Study
3.4.1. Alasan Pentingnya Replacement Study III-3
3.4.2. Siklus Pergantian Mesin III-5
3.5. Metoda-metoda yang digunakan III-6
3.5.1. Metoda Present Worth III-7
3.5.2. Metoda Annual Worth III-7
3.5.3. Metoda Minimum Altrernatif Rate Of Return III-8
3.6. Langkah-langkah Pemecahan Masalah III-8
3.6.1. Pegelompokan Biaya III-8
3.6.2. Peramalan III-14
3.7. Definisi Bunga Dan Tingkat suku Bunga III-19
3.7.1. Rumus Dan Tabel Bunga
Dalam Hubungannya dengan Ekonomi Teknik III-19
3.7.2. Pemilihan Rate Of Return yang Menguntungkan
( Minimum Atrractive Rate Of Return ) III-21
3.8. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-Rata III-22
3.9. Uraian Mengenai Seal Machine III-25
3.9.1. Uraian Proses Seal Machine III-26
3.9.2. Pengujian Keseragaman Data III-35

BAB IV. METODOLOGI PENELITIAN IV-1
4.1. Pendekatan Masalah IV-1
4.2. Pembatasan Masalah IV-2
4.3. Langkah-langkah Penelitian IV-2

BAB V. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA V-1
5.1. Metode Pengumpulan Data V-1
5.2. Pengumpulan Data V-2
5.2.1. Data Primer V-2
5.2.2. Data Sekunder V-2
5.3. Pengolahan Data V-7
5.3.1. Perhitungan Depresiasi Tahunan Mesin V-7
5.3.2. Perhitungan Dana Pengembalian Modal V-8
5.3.3. Perhitungan Biaya Operasional V-10
5.3.4. Perhitungan Biaya Down Time Tiap Tahun V-13

BAB VI. ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH VI-1
6.1. Perhitungan Nilai Kesetaraan VI-1
6.1.1. Nilai Kesetaraaan suku Cadang
Seal Machine VI-2
6.1.2. Nilai Kesetaraaan Pemakaian Energi Listrik
Seal Machine VI-3
Nilai Kesetaraaan Biaya Perawatan dan Pemakaian

6.1.3. Nilai Kesetaraaan Biaya Perawatan dan Pemakaian
Seal Machine
6.1.4 Nilai kesetaraan biaya operator Seal Machine
6.1.5 Nilai kesetaraan DownTime rata – rata
6.2. Perhitungan Biaya Operasional Seal Machine VI-5
6.3. Peramalan VI-6
6.4. Trend Peramalan yang Digunakan VI-6
6.5. Perhitungan Biaya Operasional Tahunan rata-rata
Seal Machine VI-7
6.6. Perhitungan Biaya Down Time Tahunan rata-rata
Seal Machine VI-8
6.7. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-rata Umur Ekonomis
Seal Machine VI- 9

BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN VII-1
7.1. Kesimpulan VII-1
7.2. Saran-saran VII-2

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
2.1. Standart Ukuran Udang Tempura II-22
5.1. Data waktu Spesifikasi Mesin Secara Teknis V-3
5.2. Data Pemakaian Suku Cadang V-3
5.3. Data Pemakaian energi listrik untuk seal Machine V-4
5.4. Tabel harga energi listrik V-4
5.5 Data Upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan V-4
5.6. Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine V-5
5.7. Waktu perbaikan Seal Machine V-6
5.8. Data inflasi tiap tahun V-7
5.9. Harga akhir tiap tahun seal machine V-8
5.10. Capital recovery seal mahine V-9
5.11. Biaya pemakaian suku cadang seal machine V-10
5.12. Datawaktu operasi Seal Mchine V-11
5.13. Biaya pemakaian energi listrik Seal Machine tiap tahuin V-12
5.14. Biaya perawatan dan perbaikan Seal Machine tiap tahun V-13
5.15. Down time seal machine tiap tahun V-14
5.16 Biaya down time seal machine V-15

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
3.1. Hubungan antara biaya tahunan rata-rata dengan umur mesin III-6 3.2. Pola horizontal III-15 3.3. Pola Musiman III-16
3.4. Pola siklis III-16
3.5. Pola trend III-16
3.6. Jenis segel yang dapat dibuat Seal Machine III-26
3.7. Pola Ssegel yang dapat dibuat Seal Machine III-27
3.8. Jenis Potongan yang dapat dibuat Seal Machine III-27
3.9. Gambar dimensi mesin Seal III-27

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
1. Stuktur Organisasi PT. Centra Windu Sejati L-1
2. Analisa dan pemilihan peramalan L-2
3. Tabel Capital Recovery Factor L-13
4 Tabel Present Worth Factor L-14
5. Laporan Inflasi L-115
6. Suku Bunga Bank Indonesia L-16
4. Lembar asistensi L-17
5. Surat permohonan pengajuan Tugas Akhir L-18
6. Surat penjajakan permohonan riset ke PT. Centra Windu Sejati L-19
7. Surat balasan pelaksanaan Riset di PT. Centra Windu Sejati L-20
8. Surat keputusan pelaksanaan Tugas Akhir dari Depatemen
Teknik Industri Universsitas Sumatera Utara L-21

RINGKASAN

PT. Toba Pulp Lestari adalah salah satu industri milik swasta Penanaman Modal Asing yang bergerak sebagai penghasil bubur kertas berbentuk kraft pulp yang terletak di desa Sosor Ladang, Porsea, Toba Samosir yang sudah memperoleh seritifikasi ISO 14001 dan sudah memasarkan hasil produksinya dipasaran nasional maupun internasional.
Diantara beberapa departemen yang ada, bagian finishing merupakan salah satu bagian yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan kualitas pulp yang berfungsi untuk mengepak pulp sebelum dikirim yang terdiri dari beberapa mesin. Fungsi mesin/ peralatan yang digunakan dalam proses produksi akan mengalami kerusakan sejalan dengan menurunnya performance daripada mesin/ peralatan tersebut, akan tetapi usia kegunaannya dapat diperpanjang dengan melakukan perbaikan secara berkala melalui suatu aktivitas pemeliharaan maintenance yang secara tepat dan cepat. Total productive maintenance (TPM) merupakan suatu prinsip manajemen yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi perusahaan dengan menggunakan mesin/ peralatan secara efektif. Tidak tepatnya penanganan dan pemeliharaan mesin/ peralatan tidak hanya menyebabkan masalah kerusakan (breakdowns) saja, akan tetapi juga kerugian-kerugian lain yang disebut six big losses. Salah satu tujuan TPM adalah untuk meningkatkan fungsi dan kinerja dari mesin/ peralatan yang digunakan dengan mengeliminasi six big losses yang terdapat pada mesin/ peralatan tersebut sehingga peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi dapat dicapai.
Tahapan pertama dalam usaha peningkatan efisiensi produksi pada PT. Toba Pulp Lestari adalah dengan melakukan pengukuran efektivitas penggunaan mesin-mesin bagian packaging dengan menggunakan metode OEE (Overall Equipment Effectiveness). Bertolak dari hasil pengukuran tersebut, selanjutnya dilakukan perhitungan OEE Six Big Losses untuk mengetahui besarnya efisiensi yang hilang pada masing-masing keenam faktor six big losses. Dari keenam faktor tersebut selanjutnya dicari faktor apa yang memberikan kontribusi terbesar yang mengakibatkan besarnya efisiensi mesin-mesin packaging. Dengan menggunakan Diagram Sebab Akibat, dapat dianalisa masalah sebenarnya yang menjadi penyebab utama tingginya kerugian yang terjadi yang mengakibatkan rendahnya efisiensi mesin-mesin packaging. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa nilai OEE untuk bagian packaging untuk periode Januari sampai Maret masih jauh dibawah nilai ideal (nilai ideal OEE 85+ %) yaitu berkisar antara 64,41 % sampai 71,15 %. Adapun faktor yang mempengaruhi nilai OEE tersebut dan menjadi prioritas utama untuk dieliminasi pihak perusahaan adalah faktor breakdowns loss sebesar 52, 89 % dari total down time yang timbul.

Penggunaan Persamaan Diferensial


Penggunaan Persamaan Diferensial

Model Matemetika

Tahapan pembentukan modelnya:
1. Membuat pengamatan
2. Membaca rumusan
3. Mengumpulkan informasi
4. Menyaatakan model real ke dalam bahasa matematika
5. Menjelaskan model matematika
6. Membuat kesimpulan
7. Membandingkan informasi

Rumusan Permasalaham

1. Masalah laju perubahan sederhana
a. Laju pertumbuhan
b. Laju penurunan

2. Masalah benda jatuh bebas

3. Masalah rangkaian listrik

4. Masalah pegas

Beberapa Pengguanan Persamaan Diferensial Biasa Tingkat I

1. Masalah Laju Penambahan Sederhana
Misalnya kita mempunyai suatu populasi yang setiap saat besarnya berubah dengan laju perubahan yang sebanding dengan besarnya populasi pada saat itu. Masalah seperti ini dikenal dengan “Masalah Laju Perusahaan Sederhana”.
Untuk menyelesaikan masalah ini, dimisalkan besarnya populasi pada saat t adalah =

P = P(t); t > 0

Maka besarnya laju perubahan populasi pada saat t adalah

Karena laju perubahan populasi setiap saat sebanding dengan besarnya populasi yang ada pada saat itu, maka terdapat konstanta sehingga

……………….(*)

Dalam hal ini populasinya berubah secara eksponensial

Catatan: Bila diketahui dua data tentang besarnya P pada saat yang berbeda, maka besarnya konstanta C dan k dapat ditentukan

Contoh : Misalkan jumlah penduduk suatu kota pada saat t.
Diketahui laju pertambahan berbanding lurus dengan P, ini berarti terdapat konstanta k > 0 sehingga :

Berdasarkan (*) solusi PD ini adalah:

Jika penduduk bertambah dari 1,2 juta menjadi 1,8 juta dalam waktu 20 tahun.
a) Tentukan jumlah penduduk sebagai fungsi dari waktu t.
b) Lamanya waktu yang diperlukan agar penduduk kota itu bertambah dari 1,2 juta menjadi 2,7 juta.

Jawab :
a) Dari data sehingga

Dari diperoleh , sehingga diperoleh

Jadi jumlah penduduk kota dinyatakan sebagai fungsi dari t adalah

b) Dari data sehingga

Jadi waktu yang dibutuhkan agar penduduk kota tersebut bertambah dari 1,2 juta jiwa menjadi 2,7 juta jiwa adalh 40 tahun.

Masalah Benda Jatuh Bebas

Jika sebuah benda yang massanya m, jatuh bebas, maka sekalian gaya berat benda , benda juga mengalami hambatan udara, yang menurut penelitian besarnya berbanding lurus, dengan kuadrat kecepatannya.
Jika kecepatan benda pada saat adalah dan konstanta perbandingan maka besar hambatan udara itu adalah

Menurut hukum newton kedua
(Massa) (Percepatan) = Gaya

Contoh : Sebuah benda dilemparkan tegak lurus ke atas, dari permukaan tanah yang dianggap datar dengan kecepatan awal . Jika hambatan udara pada gerakan benda diabaikan, tentukan tinggi max benda dan waktu yang diperlukan benda sampai ketanah.

Jawab:
Misal massa benda , terletak meter diatas permukaan tanah pada saat detik. Dengan menggunakan hukum kedua Newton diperoleh pada :

Sehingga

Dengan syarat

Jadi pada :

Untuk mencari tinggi max

Sehingga tinggi maksimumnya adalah:

Benda sampai di tanah kembali pada saat

Karena diperoleh sehingga

Jadi waktu yang diperlukan benda sampai ketanah kembali = 4 det.

Soal :
1. Harga pada sebuah mobil pada suatu saat 10 juta rupiah. Jika mobil itu dijual kembali, maka harga jualnya turun sebanding dengan harganya pada saat itu. Jika setelah 3 tahun dibeli harga mobil itu 8 juta rupiah. Tentukan harga mobil setelah 10 tahun sejak saat dibeli.

2. Gradien garis singgung disetiap titik pada suatu kurva sama dengan perbandingan absis dan ordinatnya. Jika kurva tersebut melalui tittik (2, -1). Tentukan persamaannya.

3. Tentukan sebagai fungsi dari dengan

4. Tentukan solusi pada

5. Seorang penerjun bebas dijatuhkan dari ketinggian tertentu dan parasutnya pada saat terbuka, dan pada saat itu kecepatan . Buat penerjun dan peralatannya 712 Newton. Jika hambatan udara sebanding dengan kuadrat kecepatannya dengan . Tentukan kecepatan penerjun pada setiap saat.

PENDAHULUAN skripsi dan isinya teknik industri usu


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan menginginkan biaya produksi sekecil mungkin, untuk mencapai maksud tersebut maka setiap mesin dan peralatan produksi harus dapat bekerja dengan baik dan mencapai standar yang dinginkan. Namun sehubungan dengan bergulirnya waktu suatu saat mesin dan peralatan akan mengalami penurunan efisiensi kerja peralatan dan akhirnya mesin dan peralatan tersebut tidak layak untuk dioperasikan lagi. Untuk mengendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkah-langkah yang ditempuh perusahaan adalah meminimumkan ongkos produksi serta pergantian peralatan yang lebih teliti.
Dalam suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya baik itu biaya langsung maupun biaya tidak langsung, yang salah satunya adalah biaya pergantian mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin untuk mendukung terlaksananya proses produksi. Pada proses produksi, suatu mesin tidak dapat dingunakan selamanya karena mesin mempunyai batas umur dalam pengoperasiannya.
Walaupun secara teknis sutu mesin mempunyai kesanggupan berproduksi, tetapi secara ekonomis suatu mesin tidak selamanya menguntungkan untuk dioperasikan. Dengan bertambahnya umur mesin, maka biaya yang harus dikeluarkan juga bertambah besar. Hal ini disebabkan semakin menurunnya kondisi mesin sehingga untuk beroperasi memerlukan biaya tambahan.
Telah diketahui bahwa suatu peralatan yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi dan pengembalian modal, biaya operasional tahunan rata -rata dan lain-lain. Selama biaya tahunan rata-rata masih lebih kecil dari nilai produksi, maka peralatan itu masih berada dalam batas umur ekonomis. Tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka peralatan itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan.
Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keterbatasan ruang gerak atau juga karena keadaan perusahaan itu sendiri sehingga perusahaan tidak melakukan perhitungan umur ekonomis peralatan yang dimilikinya. Namun bukan berarti perusahaan tidak menemukan sama sekali berbagai cara yang ditempuh sehingga diperoleh umur yang paling ekonomis
Dalam studi ini akan dicoba melakukan perhitungan umur ekonomis Seal Machine pada PT. Centra Windu Sejati ditinjau dari segi biaya yang minimum. Mengingat juga pada umumnya mesin memerlukan biaya yang besar dalam pengoperasiannya mengakibatkan menaiknya ongkos produksi.

1.2. Perumusan Masalah
Terlaksananya operasi produksi pada PT.Centra Windu Sejati menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang cukup mahal dan sebagian di import. Di dalam pengoperasiannya mesin yang beroperasi memerlukan biaya-biaya meliputidana pengembalian modal, perawatan, bahan bakar dan bermacam-macam pembiayaan setiap tahun. Selama biaya tahunan masih kecil dari nilai produksi maka mesin-mesin berada dalam batas umur ekonomisnya, tetapi umur ekonomis dapat menentukan jarak penggantian mesin yang optimal dan merupakan kondisi yang tepat untuk studi ekonomi teknik. Tugas ini bertujuan untuk memberi gambaran sebagai salah satu pedoman danm sasaran pengambilan keputusan.
Dengan memperhatikan latar belakang permasalahan yang ada maka pokok permasalahan adalah menentukan berapa biaya tahunan rata-rata untuk mesin yang diteliti agar dapat diketahui umur yang paling ekonomis dari Seal Machine. Studi yang dilakukan adalah penilaian kembali terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu dan membuat suatu peramalan untuk masa yang akan datang guna melengkapi data yang dibutuhkan. Data hasil peramalan didapat dengan suatu metode tertentu sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan mengenai umur mesin yang paling ekonomis.
Dasar penulisan penelitian ini adalah suatu kenyataan pemborosan dana investasi dapat terjadi akibat terlalu cepatnya mesin diganti dan pemborosan biaya operasional akibat terlalu lama mesin diganti. Dasar pemilihan Seal Machine adalah merupakan mesin utama dalam proses produksi.

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur paling ekonomis dari Seal Machine. Secara garis besar tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
– Untuk menentukan besar biaya operasional yang dibutuhkan mesin seperti biaya suku cadang dan pelumas, pemakaian energi dan biaya upah tenaga kerja.
– Untuk menentukan biaya Seal Machine dan Capital Recovery (dana pengembalian modal)
– Untuk menentukan besar biaya operasional dan biaya dengan peramalan.
– Untuk menentukan biaya tahunan rata-rata Seal Machine
– Untuk menentukan umur paling ekonomis Seal Machine.

1.4. Manfaat Penelitian
1. Bagi Mahasiswa
a. Dapat memahami/mengetahui berbagai macam aspek kegiatan di Perusahaan
b. Dapat membandingkan teori-teori yang diperoleh dengan yang ada di lapangan
c. Memperoleh data-data untuk penyusunan Tugas Akhir
2. Bagi Fakultas
a. Menciptakan kerja sama antara perusahaan dengan Fakultas Teknik USU khususnya dengan Teknik Industri.
b. Memperluas pengenalan akan Fakultas Teknik Departemen Teknik Industri Program Sarjana Ekstensi USU Medan.
3. Bagi Perusahaan
a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam rangka memajukan pembangunan dibidang pendidikan dan dalam peningkatan efisiensi.

1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi yang digunakan
Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa faktor yang selalu menjadi penghalang dan tidak dapat dihindari yatu faktor waktu dana dan data-data yang diperoleh
Adapun ruang lingkup studi sesuai permasalahan diatas meliputi :
1. Penentuan mesin yang akan dianalisa yaitu Seal Machine. Jelasnya tulisan ini hanya mencakup satu Seal Machine dari tiga Seal Machine yang ada pada pabrik.
2. Tingkat bunga yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan akan dihitung pada tahap yang lebih lanjut
3. Pengumpulan data yang berhubungan dengan mesin tersebut yaitu :
– Spesifikasi mesin yang diteliti
– Investasi Seal Machine
– Data pemakaian suku cadang
– Data pemakaian energi
– Data Biaya energi listrik tiap tahun (rekening listrik PLN)
– Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Seal Machine
– Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Seal Machine
– Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine
– Data Inflasi tiap tahun
4. Perhitungan biaya operasional, biaya down time dan biaya pengembalian modal
5. Peramalan dilakukan untuk memperoleh prakiraan data untuk masa yang akan datang
6. Perhitungan total biaya tahunan rata-rata
7. Penentuan umur paling ekonomis

1.6. Batasan Masalah

Adapun pembatasan masalah yang dilakukan agar hasil yang diperoleh tidak menyimpang dari tujuan yang diinginkan adalah:
1. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standart dan diluar pembahasan studi ini .
2. Tingkat bunga uang yang dingunakan dalam penyelesaian permasalahan diambil pada tingkat bunga deposito yang berlaku pada tahun 2006.

1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Agar lebih mudah untuk dipahami dan ditelusuri maka sistematika penulisan tugas sarjana akan disajikan dalam beberapa bab sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang permasalahan, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup dan asumsi yang digunakan.
BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini mengemukakan sejarah perusahaan, struktur organisasidan manajemen, proses produksi serta unit pendukung.
BAB III : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini diuraikan mengenai tinjauan-tinjauan kepustakaan yang berisi teori-teori dan pemikiran-pemikiran yang digunakan sebagai landasan dalam pembahasan dan pemecahan masalah.
BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisi metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian meliputi tahapan-tahapan penelitian dan penjelasan tiap tahapan secara ringkas disertai dengan diagram alirnya.
BAB V : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Bab ini memuat data hasil penelitian yang diperoleh dari perusahaan sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pembahasan masalah.
BAB VI : ANALISA PEMECAHAN MASALAH
Pada bab ini akan diuraikan tentang analisa hasil yang diperoleh dari pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya.
BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dari hasil penelitian ini serta rekomendasi saran-saran yang perlu bagi perusahaan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan menginginkan biaya produksi sekecil mungkin, untuk mencapai maksud tersebut maka setiap mesin dan peralatan produksi harus dapat bekerja dengan baik dan mencapai standar yang dinginkan. Namun sehubungan dengan bergulirnya waktu suatu saat mesin dan peralatan akan mengalami penurunan efisiensi kerja peralatan dan akhirnya mesin dan peralatan tersebut tidak layak untuk dioperasikan lagi. Untuk mengendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkah-langkah yang ditempuh perusahaan adalah meminimumkan ongkos produksi serta pergantian peralatan yang lebih teliti.
Dalam suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya baik itu biaya langsung maupun biaya tidak langsung, yang salah satunya adalah biaya pergantian mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin untuk mendukung terlaksananya proses produksi. Pada proses produksi, suatu mesin tidak dapat dingunakan selamanya karena mesin mempunyai batas umur dalam pengoperasiannya.
Walaupun secara teknis sutu mesin mempunyai kesanggupan berproduksi, tetapi secara ekonomis suatu mesin tidak selamanya menguntungkan untuk dioperasikan. Dengan bertambahnya umur mesin, maka biaya yang harus dikeluarkan juga bertambah besar. Hal ini disebabkan semakin menurunnya kondisi mesin sehingga untuk beroperasi memerlukan biaya tambahan.
Telah diketahui bahwa suatu peralatan yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi dan pengembalian modal, biaya operasional tahunan rata -rata dan lain-lain. Selama biaya tahunan rata-rata masih lebih kecil dari nilai produksi, maka peralatan itu masih berada dalam batas umur ekonomis. Tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka peralatan itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan.
Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keterbatasan ruang gerak atau juga karena keadaan perusahaan itu sendiri sehingga perusahaan tidak melakukan perhitungan umur ekonomis peralatan yang dimilikinya. Namun bukan berarti perusahaan tidak menemukan sama sekali berbagai cara yang ditempuh sehingga diperoleh umur yang paling ekonomis
Dalam studi ini akan dicoba melakukan perhitungan umur ekonomis Seal Machine pada PT. Centra Windu Sejati ditinjau dari segi biaya yang minimum. Mengingat juga pada umumnya mesin memerlukan biaya yang besar dalam pengoperasiannya mengakibatkan menaiknya ongkos produksi.

1.2. Perumusan Masalah
Terlaksananya operasi produksi pada PT.Centra Windu Sejati menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang cukup mahal dan sebagian di import. Di dalam pengoperasiannya mesin yang beroperasi memerlukan biaya-biaya meliputidana pengembalian modal, perawatan, bahan bakar dan bermacam-macam pembiayaan setiap tahun. Selama biaya tahunan masih kecil dari nilai produksi maka mesin-mesin berada dalam batas umur ekonomisnya, tetapi umur ekonomis dapat menentukan jarak penggantian mesin yang optimal dan merupakan kondisi yang tepat untuk studi ekonomi teknik. Tugas ini bertujuan untuk memberi gambaran sebagai salah satu pedoman danm sasaran pengambilan keputusan.
Dengan memperhatikan latar belakang permasalahan yang ada maka pokok permasalahan adalah menentukan berapa biaya tahunan rata-rata untuk mesin yang diteliti agar dapat diketahui umur yang paling ekonomis dari Seal Machine. Studi yang dilakukan adalah penilaian kembali terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu dan membuat suatu peramalan untuk masa yang akan datang guna melengkapi data yang dibutuhkan. Data hasil peramalan didapat dengan suatu metode tertentu sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan mengenai umur mesin yang paling ekonomis.
Dasar penulisan penelitian ini adalah suatu kenyataan pemborosan dana investasi dapat terjadi akibat terlalu cepatnya mesin diganti dan pemborosan biaya operasional akibat terlalu lama mesin diganti. Dasar pemilihan Seal Machine adalah merupakan mesin utama dalam proses produksi.

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur paling ekonomis dari Seal Machine. Secara garis besar tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
– Untuk menentukan besar biaya operasional yang dibutuhkan mesin seperti biaya suku cadang dan pelumas, pemakaian energi dan biaya upah tenaga kerja.
– Untuk menentukan biaya Seal Machine dan Capital Recovery (dana pengembalian modal)
– Untuk menentukan besar biaya operasional dan biaya dengan peramalan.
– Untuk menentukan biaya tahunan rata-rata Seal Machine
– Untuk menentukan umur paling ekonomis Seal Machine.

1.4. Manfaat Penelitian
1. Bagi Mahasiswa
a. Dapat memahami/mengetahui berbagai macam aspek kegiatan di Perusahaan
b. Dapat membandingkan teori-teori yang diperoleh dengan yang ada di lapangan
c. Memperoleh data-data untuk penyusunan Tugas Akhir
2. Bagi Fakultas
a. Menciptakan kerja sama antara perusahaan dengan Fakultas Teknik USU khususnya dengan Teknik Industri.
b. Memperluas pengenalan akan Fakultas Teknik Departemen Teknik Industri Program Sarjana Ekstensi USU Medan.
3. Bagi Perusahaan
a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam rangka memajukan pembangunan dibidang pendidikan dan dalam peningkatan efisiensi.

1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi yang digunakan
Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa faktor yang selalu menjadi penghalang dan tidak dapat dihindari yatu faktor waktu dana dan data-data yang diperoleh
Adapun ruang lingkup studi sesuai permasalahan diatas meliputi :
1. Penentuan mesin yang akan dianalisa yaitu Seal Machine. Jelasnya tulisan ini hanya mencakup satu Seal Machine dari tiga Seal Machine yang ada pada pabrik.
2. Tingkat bunga yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan akan dihitung pada tahap yang lebih lanjut
3. Pengumpulan data yang berhubungan dengan mesin tersebut yaitu :
– Spesifikasi mesin yang diteliti
– Investasi Seal Machine
– Data pemakaian suku cadang
– Data pemakaian energi
– Data Biaya energi listrik tiap tahun (rekening listrik PLN)
– Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Seal Machine
– Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Seal Machine
– Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine
– Data Inflasi tiap tahun
4. Perhitungan biaya operasional, biaya down time dan biaya pengembalian modal
5. Peramalan dilakukan untuk memperoleh prakiraan data untuk masa yang akan datang
6. Perhitungan total biaya tahunan rata-rata
7. Penentuan umur paling ekonomis

1.6. Batasan Masalah

Adapun pembatasan masalah yang dilakukan agar hasil yang diperoleh tidak menyimpang dari tujuan yang diinginkan adalah:
1. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standart dan diluar pembahasan studi ini .
2. Tingkat bunga uang yang dingunakan dalam penyelesaian permasalahan diambil pada tingkat bunga deposito yang berlaku pada tahun 2006.

1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Agar lebih mudah untuk dipahami dan ditelusuri maka sistematika penulisan tugas sarjana akan disajikan dalam beberapa bab sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang permasalahan, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup dan asumsi yang digunakan.
BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini mengemukakan sejarah perusahaan, struktur organisasidan manajemen, proses produksi serta unit pendukung.
BAB III : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini diuraikan mengenai tinjauan-tinjauan kepustakaan yang berisi teori-teori dan pemikiran-pemikiran yang digunakan sebagai landasan dalam pembahasan dan pemecahan masalah.
BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisi metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian meliputi tahapan-tahapan penelitian dan penjelasan tiap tahapan secara ringkas disertai dengan diagram alirnya.
BAB V : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Bab ini memuat data hasil penelitian yang diperoleh dari perusahaan sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pembahasan masalah.
BAB VI : ANALISA PEMECAHAN MASALAH
Pada bab ini akan diuraikan tentang analisa hasil yang diperoleh dari pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya.
BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dari hasil penelitian ini serta rekomendasi saran-saran yang perlu bagi perusahaan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan menginginkan biaya produksi sekecil mungkin, untuk mencapai maksud tersebut maka setiap mesin dan peralatan produksi harus dapat bekerja dengan baik dan mencapai standar yang dinginkan. Namun sehubungan dengan bergulirnya waktu suatu saat mesin dan peralatan akan mengalami penurunan efisiensi kerja peralatan dan akhirnya mesin dan peralatan tersebut tidak layak untuk dioperasikan lagi. Untuk mengendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkah-langkah yang ditempuh perusahaan adalah meminimumkan ongkos produksi serta pergantian peralatan yang lebih teliti.
Dalam suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya baik itu biaya langsung maupun biaya tidak langsung, yang salah satunya adalah biaya pergantian mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin untuk mendukung terlaksananya proses produksi. Pada proses produksi, suatu mesin tidak dapat dingunakan selamanya karena mesin mempunyai batas umur dalam pengoperasiannya.
Walaupun secara teknis sutu mesin mempunyai kesanggupan berproduksi, tetapi secara ekonomis suatu mesin tidak selamanya menguntungkan untuk dioperasikan. Dengan bertambahnya umur mesin, maka biaya yang harus dikeluarkan juga bertambah besar. Hal ini disebabkan semakin menurunnya kondisi mesin sehingga untuk beroperasi memerlukan biaya tambahan.
Telah diketahui bahwa suatu peralatan yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi dan pengembalian modal, biaya operasional tahunan rata -rata dan lain-lain. Selama biaya tahunan rata-rata masih lebih kecil dari nilai produksi, maka peralatan itu masih berada dalam batas umur ekonomis. Tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka peralatan itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan.
Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keterbatasan ruang gerak atau juga karena keadaan perusahaan itu sendiri sehingga perusahaan tidak melakukan perhitungan umur ekonomis peralatan yang dimilikinya. Namun bukan berarti perusahaan tidak menemukan sama sekali berbagai cara yang ditempuh sehingga diperoleh umur yang paling ekonomis
Dalam studi ini akan dicoba melakukan perhitungan umur ekonomis Seal Machine pada PT. Centra Windu Sejati ditinjau dari segi biaya yang minimum. Mengingat juga pada umumnya mesin memerlukan biaya yang besar dalam pengoperasiannya mengakibatkan menaiknya ongkos produksi.

1.2. Perumusan Masalah
Terlaksananya operasi produksi pada PT.Centra Windu Sejati menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang cukup mahal dan sebagian di import. Di dalam pengoperasiannya mesin yang beroperasi memerlukan biaya-biaya meliputidana pengembalian modal, perawatan, bahan bakar dan bermacam-macam pembiayaan setiap tahun. Selama biaya tahunan masih kecil dari nilai produksi maka mesin-mesin berada dalam batas umur ekonomisnya, tetapi umur ekonomis dapat menentukan jarak penggantian mesin yang optimal dan merupakan kondisi yang tepat untuk studi ekonomi teknik. Tugas ini bertujuan untuk memberi gambaran sebagai salah satu pedoman danm sasaran pengambilan keputusan.
Dengan memperhatikan latar belakang permasalahan yang ada maka pokok permasalahan adalah menentukan berapa biaya tahunan rata-rata untuk mesin yang diteliti agar dapat diketahui umur yang paling ekonomis dari Seal Machine. Studi yang dilakukan adalah penilaian kembali terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu dan membuat suatu peramalan untuk masa yang akan datang guna melengkapi data yang dibutuhkan. Data hasil peramalan didapat dengan suatu metode tertentu sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan mengenai umur mesin yang paling ekonomis.
Dasar penulisan penelitian ini adalah suatu kenyataan pemborosan dana investasi dapat terjadi akibat terlalu cepatnya mesin diganti dan pemborosan biaya operasional akibat terlalu lama mesin diganti. Dasar pemilihan Seal Machine adalah merupakan mesin utama dalam proses produksi.

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur paling ekonomis dari Seal Machine. Secara garis besar tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
– Untuk menentukan besar biaya operasional yang dibutuhkan mesin seperti biaya suku cadang dan pelumas, pemakaian energi dan biaya upah tenaga kerja.
– Untuk menentukan biaya Seal Machine dan Capital Recovery (dana pengembalian modal)
– Untuk menentukan besar biaya operasional dan biaya dengan peramalan.
– Untuk menentukan biaya tahunan rata-rata Seal Machine
– Untuk menentukan umur paling ekonomis Seal Machine.

1.4. Manfaat Penelitian
1. Bagi Mahasiswa
a. Dapat memahami/mengetahui berbagai macam aspek kegiatan di Perusahaan
b. Dapat membandingkan teori-teori yang diperoleh dengan yang ada di lapangan
c. Memperoleh data-data untuk penyusunan Tugas Akhir
2. Bagi Fakultas
a. Menciptakan kerja sama antara perusahaan dengan Fakultas Teknik USU khususnya dengan Teknik Industri.
b. Memperluas pengenalan akan Fakultas Teknik Departemen Teknik Industri Program Sarjana Ekstensi USU Medan.
3. Bagi Perusahaan
a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam rangka memajukan pembangunan dibidang pendidikan dan dalam peningkatan efisiensi.

1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi yang digunakan
Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa faktor yang selalu menjadi penghalang dan tidak dapat dihindari yatu faktor waktu dana dan data-data yang diperoleh
Adapun ruang lingkup studi sesuai permasalahan diatas meliputi :
1. Penentuan mesin yang akan dianalisa yaitu Seal Machine. Jelasnya tulisan ini hanya mencakup satu Seal Machine dari tiga Seal Machine yang ada pada pabrik.
2. Tingkat bunga yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan akan dihitung pada tahap yang lebih lanjut
3. Pengumpulan data yang berhubungan dengan mesin tersebut yaitu :
– Spesifikasi mesin yang diteliti
– Investasi Seal Machine
– Data pemakaian suku cadang
– Data pemakaian energi
– Data Biaya energi listrik tiap tahun (rekening listrik PLN)
– Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Seal Machine
– Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Seal Machine
– Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine
– Data Inflasi tiap tahun
4. Perhitungan biaya operasional, biaya down time dan biaya pengembalian modal
5. Peramalan dilakukan untuk memperoleh prakiraan data untuk masa yang akan datang
6. Perhitungan total biaya tahunan rata-rata
7. Penentuan umur paling ekonomis

1.6. Batasan Masalah

Adapun pembatasan masalah yang dilakukan agar hasil yang diperoleh tidak menyimpang dari tujuan yang diinginkan adalah:
1. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standart dan diluar pembahasan studi ini .
2. Tingkat bunga uang yang dingunakan dalam penyelesaian permasalahan diambil pada tingkat bunga deposito yang berlaku pada tahun 2006.

1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Agar lebih mudah untuk dipahami dan ditelusuri maka sistematika penulisan tugas sarjana akan disajikan dalam beberapa bab sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang permasalahan, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup dan asumsi yang digunakan.
BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini mengemukakan sejarah perusahaan, struktur organisasidan manajemen, proses produksi serta unit pendukung.
BAB III : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini diuraikan mengenai tinjauan-tinjauan kepustakaan yang berisi teori-teori dan pemikiran-pemikiran yang digunakan sebagai landasan dalam pembahasan dan pemecahan masalah.
BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisi metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian meliputi tahapan-tahapan penelitian dan penjelasan tiap tahapan secara ringkas disertai dengan diagram alirnya.
BAB V : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Bab ini memuat data hasil penelitian yang diperoleh dari perusahaan sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pembahasan masalah.
BAB VI : ANALISA PEMECAHAN MASALAH
Pada bab ini akan diuraikan tentang analisa hasil yang diperoleh dari pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya.
BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dari hasil penelitian ini serta rekomendasi saran-saran yang perlu bagi perusahaan.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah
Setiap perusahaan menginginkan biaya produksi sekecil mungkin, untuk mencapai maksud tersebut maka setiap mesin dan peralatan produksi harus dapat bekerja dengan baik dan mencapai standar yang dinginkan. Namun sehubungan dengan bergulirnya waktu suatu saat mesin dan peralatan akan mengalami penurunan efisiensi kerja peralatan dan akhirnya mesin dan peralatan tersebut tidak layak untuk dioperasikan lagi. Untuk mengendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkah-langkah yang ditempuh perusahaan adalah meminimumkan ongkos produksi serta pergantian peralatan yang lebih teliti.
Dalam suatu proses produksi, perusahaan akan selalu dihadapkan dengan masalah biaya baik itu biaya langsung maupun biaya tidak langsung, yang salah satunya adalah biaya pergantian mesin. Untuk menghasilkan suatu produk diperlukan mesin untuk mendukung terlaksananya proses produksi. Pada proses produksi, suatu mesin tidak dapat dingunakan selamanya karena mesin mempunyai batas umur dalam pengoperasiannya.
Walaupun secara teknis sutu mesin mempunyai kesanggupan berproduksi, tetapi secara ekonomis suatu mesin tidak selamanya menguntungkan untuk dioperasikan. Dengan bertambahnya umur mesin, maka biaya yang harus dikeluarkan juga bertambah besar. Hal ini disebabkan semakin menurunnya kondisi mesin sehingga untuk beroperasi memerlukan biaya tambahan.
Telah diketahui bahwa suatu peralatan yang beroperasi memerlukan biaya tahunan yang meliputi dan pengembalian modal, biaya operasional tahunan rata -rata dan lain-lain. Selama biaya tahunan rata-rata masih lebih kecil dari nilai produksi, maka peralatan itu masih berada dalam batas umur ekonomis. Tetapi bila biaya tahunan sudah melebihi nilai produksi maka peralatan itu tidak lagi ekonomis dipergunakan, walaupun secara teknis masih dapat dipergunakan.
Ada kemungkinan perusahaan mempunyai keterbatasan ruang gerak atau juga karena keadaan perusahaan itu sendiri sehingga perusahaan tidak melakukan perhitungan umur ekonomis peralatan yang dimilikinya. Namun bukan berarti perusahaan tidak menemukan sama sekali berbagai cara yang ditempuh sehingga diperoleh umur yang paling ekonomis
Dalam studi ini akan dicoba melakukan perhitungan umur ekonomis Seal Machine pada PT. Centra Windu Sejati ditinjau dari segi biaya yang minimum. Mengingat juga pada umumnya mesin memerlukan biaya yang besar dalam pengoperasiannya mengakibatkan menaiknya ongkos produksi.

1.2. Perumusan Masalah
Terlaksananya operasi produksi pada PT.Centra Windu Sejati menggunakan mesin-mesin dan peralatan yang cukup mahal dan sebagian di import. Di dalam pengoperasiannya mesin yang beroperasi memerlukan biaya-biaya meliputidana pengembalian modal, perawatan, bahan bakar dan bermacam-macam pembiayaan setiap tahun. Selama biaya tahunan masih kecil dari nilai produksi maka mesin-mesin berada dalam batas umur ekonomisnya, tetapi umur ekonomis dapat menentukan jarak penggantian mesin yang optimal dan merupakan kondisi yang tepat untuk studi ekonomi teknik. Tugas ini bertujuan untuk memberi gambaran sebagai salah satu pedoman danm sasaran pengambilan keputusan.
Dengan memperhatikan latar belakang permasalahan yang ada maka pokok permasalahan adalah menentukan berapa biaya tahunan rata-rata untuk mesin yang diteliti agar dapat diketahui umur yang paling ekonomis dari Seal Machine. Studi yang dilakukan adalah penilaian kembali terhadap biaya-biaya yang telah dikeluarkan di masa lalu dan membuat suatu peramalan untuk masa yang akan datang guna melengkapi data yang dibutuhkan. Data hasil peramalan didapat dengan suatu metode tertentu sehingga dapat diperoleh suatu kesimpulan mengenai umur mesin yang paling ekonomis.
Dasar penulisan penelitian ini adalah suatu kenyataan pemborosan dana investasi dapat terjadi akibat terlalu cepatnya mesin diganti dan pemborosan biaya operasional akibat terlalu lama mesin diganti. Dasar pemilihan Seal Machine adalah merupakan mesin utama dalam proses produksi.

1.3. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur paling ekonomis dari Seal Machine. Secara garis besar tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
– Untuk menentukan besar biaya operasional yang dibutuhkan mesin seperti biaya suku cadang dan pelumas, pemakaian energi dan biaya upah tenaga kerja.
– Untuk menentukan biaya Seal Machine dan Capital Recovery (dana pengembalian modal)
– Untuk menentukan besar biaya operasional dan biaya dengan peramalan.
– Untuk menentukan biaya tahunan rata-rata Seal Machine
– Untuk menentukan umur paling ekonomis Seal Machine.

1.4. Manfaat Penelitian
1. Bagi Mahasiswa
a. Dapat memahami/mengetahui berbagai macam aspek kegiatan di Perusahaan
b. Dapat membandingkan teori-teori yang diperoleh dengan yang ada di lapangan
c. Memperoleh data-data untuk penyusunan Tugas Akhir
2. Bagi Fakultas
a. Menciptakan kerja sama antara perusahaan dengan Fakultas Teknik USU khususnya dengan Teknik Industri.
b. Memperluas pengenalan akan Fakultas Teknik Departemen Teknik Industri Program Sarjana Ekstensi USU Medan.
3. Bagi Perusahaan
a) Sebagai bahan masukan bagi pimpinan perusahaan dalam rangka memajukan pembangunan dibidang pendidikan dan dalam peningkatan efisiensi.

1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi yang digunakan
Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa faktor yang selalu menjadi penghalang dan tidak dapat dihindari yatu faktor waktu dana dan data-data yang diperoleh
Adapun ruang lingkup studi sesuai permasalahan diatas meliputi :
1. Penentuan mesin yang akan dianalisa yaitu Seal Machine. Jelasnya tulisan ini hanya mencakup satu Seal Machine dari tiga Seal Machine yang ada pada pabrik.
2. Tingkat bunga yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan akan dihitung pada tahap yang lebih lanjut
3. Pengumpulan data yang berhubungan dengan mesin tersebut yaitu :
– Spesifikasi mesin yang diteliti
– Investasi Seal Machine
– Data pemakaian suku cadang
– Data pemakaian energi
– Data Biaya energi listrik tiap tahun (rekening listrik PLN)
– Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Seal Machine
– Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Seal Machine
– Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine
– Data Inflasi tiap tahun
4. Perhitungan biaya operasional, biaya down time dan biaya pengembalian modal
5. Peramalan dilakukan untuk memperoleh prakiraan data untuk masa yang akan datang
6. Perhitungan total biaya tahunan rata-rata
7. Penentuan umur paling ekonomis

1.6. Batasan Masalah

Adapun pembatasan masalah yang dilakukan agar hasil yang diperoleh tidak menyimpang dari tujuan yang diinginkan adalah:
1. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standart dan diluar pembahasan studi ini .
2. Tingkat bunga uang yang dingunakan dalam penyelesaian permasalahan diambil pada tingkat bunga deposito yang berlaku pada tahun 2006.

1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Agar lebih mudah untuk dipahami dan ditelusuri maka sistematika penulisan tugas sarjana akan disajikan dalam beberapa bab sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang permasalahan, rumusan permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup dan asumsi yang digunakan.
BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Bab ini mengemukakan sejarah perusahaan, struktur organisasidan manajemen, proses produksi serta unit pendukung.
BAB III : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini diuraikan mengenai tinjauan-tinjauan kepustakaan yang berisi teori-teori dan pemikiran-pemikiran yang digunakan sebagai landasan dalam pembahasan dan pemecahan masalah.
BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini berisi metodologi yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian meliputi tahapan-tahapan penelitian dan penjelasan tiap tahapan secara ringkas disertai dengan diagram alirnya.
BAB V : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Bab ini memuat data hasil penelitian yang diperoleh dari perusahaan sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pembahasan masalah.
BAB VI : ANALISA PEMECAHAN MASALAH
Pada bab ini akan diuraikan tentang analisa hasil yang diperoleh dari pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya.
BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisikan kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis dari hasil penelitian ini serta rekomendasi saran-saran yang perlu bagi perusahaan.

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan
PT. Central Windu Sejati adalah salah salah satu dari industri pengolahan hasil laut dengan sistem pembekuan atau cold storage di Sumatera Utara yang merupakan realisasi nyata dalam berpartisipasi menunjang pembangunan.
PT. Central Windu Sejati merupakan nama baru dari pergantian PT. Central Windu Pertiwi pada tanggal 18 Juni 1994. Sebelumnya PT. Central Windu Pertiwi juga mengalami pergantian nama dari PT. Udang Mas Intipertiwi, yang merupakan sebuah Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang bergerak dibidang perikanan, khususnya udang.
Kegiatan usaha PT. Udang Mas Intipertiwi berasal dari upaya untuk ikut menunjang program pemerintah khususnya untuk turut meningkatkan produksi dan ekspor udang. Untuk mewujudkan maksud tersebut, PT Udang Mas Intipertiwi mengajukan usulan proyek untuk tambak udang dan industri udang (cold storage) pada bulan Oktober 1998.
Usulan proyek tersebut disetujui oleh pemerintah dengan mengeluarkan surat persetujuan ketua BPKM Nomor 785/I/PMDN/1998 tanggal 12 Desember 1998 dengan status Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Bidang usaha yang dilakukan adalah pembibitan udang, budidaya tambak udang dengan industri pembekuan udang.
Pada bulan Desember 1990 PT. Udang Mas Intipertiwi disahkan dengan Akte Notaris nomor 36 oleh Notaris Asmaroil, SH sedang pendiriannya dilakukan pada tanggal 27 April 1998 oleh Direktur Perdata, Nurjali Nartosoewojo, SH.
Produksi percobaan dimulai pada tanggal 19 Desember 1990. Pada awal produksi ini jumlah karyawan yang direkrut 100 orang dengan hasil produksi sebesar 4-5 ton/hari. Ekspor perdana ke Jepang adalah pada akhir Februari 1991. Sejalan dengan itu, pada tanggal 21 Juni 1993 dilakukan penjualan PT. Udang Mas Intipertiwi kepada PT. Central Windu Intipertiwi melalui perjanjian jual beli aktiva yang disahkan dengan akte Notaris H. Rokayah Sullaeman, SH Nomor 57. Sejak itulah PT. Udang Mas Intipertiwi bergantian nama menjadi PT. Central Windu Intipertiwi.
Menurut data ekspor dari Dinas Perikanan Daerah Tingkat I Sumatera Utara, PT. Central Windu Sejati menempati urutan ketiga yang terbanyak mngekspor udangnya dari perusahaan cold storage di Indonesia serta menduduki posisi kedua dari segi kualitas udang. Untuk memperbesar produksi maka PT. Central Windu Sejati pada tahun 1998 mendirikan pabrik baru khususnya untuk pengolahan udang serta pembekuannya yang diberi nama PT. Central Windu Sejati II yang berjarak lebih kurang dua kilometer dari lokasi pabrik pertama.
Sampai saat ini PT. Central Windu Sejati telah merekrut karyawan bulanan sejumlah 144 orang dan harian sebanyak 233 orang/hari dan kapasitas produksinya rata-rata 20 ton/hari.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
PT. Central Windu Sejati bergerak dalam bidang industry pengolahan udang melalui proses pembekuan. Udang yang diproduksi terdiri dari dua jenis yaitu produk udang konvensional dan produk udang added value. Produk udang konvensional terdiri dari produk udang Head On dan produk udang Head Less sedangkan produk udang added value terdiri dari produk udang Tempura dan produk udang Peeled. Dimana produk udang Tempura ini sudah jarang diproduksi karena sedikitnya pembeli tetapi udang yang sering diproduksi adalah udang Breeded. Bahan baku diperoleh dengan membeli udang-udang segar dari tambak melalui suplier yang berasal dari Aceh, Deli serdang dan Langkat. Selain itu perusahaan juga mendapat pasokan dari tambak yang dimiliki oleh PT. Central Windu Sejati dengan luas sekitar 100 hektar. Tambak ini berguna untuk menjamin tersedianya bahan baku untuk diolah dan sampai saat ini tambak-tambak yang dimiliki PT. Central Windu Sejati hanya dapat memenuhi sekitar 20 % dari total bahan baku.
Hasil produksi perusahaan seluruhnya diekspor dengan negara tujuan Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, Hongkong, Singapura serta negara-negara Eropa. Negara Jepang merupakan konsumen terbesar dengan persentase sekitar 90 % dari keseluruhan produksi dan sisanya dibagi merata untuk negara yang lain.

2.2.1. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah pendekatan pokok yang akan digunakan oleh unit bisnis dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan lebih dahulu, di dalamnya tercantum keputusan-keputusan pokok mengenai target pasar, penempatan produk di pasar, bauran pemasaran dan tingkat biaya pemasaran yang diperlukan. Untuk mempertahankan pasar yang ada, perusahaan menekankan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan antara lain dengan cara :
 Mempertahankan mutu
 Memberikan harga bersaing.

2.2.2. Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Lingkungan
Analisa terhadap PT. Central Windu Sejati berkaitan dengan keberadaannya ditengah-tengah masyarakat pada khususnya ditinjau dari aspek sosial ekonomi serta perhatiannya terhadap permasalahan lingkungan merupakan dua aspek yang penting untuk dianalisa. Hal ini dapat dijelaskan pada uraian berikut :
A. Aspek Sosial Ekonomi Perusahaan
Dengan berdirinya PT. Central Windu Sejati yang berlokasi di Jl. Medan – Belawan Km 10,5 Kawasan Industri Medan telah banyak membantu masayarakat di sekitarnya dan juga memberikan bantuan seperti perekrutan sejumlah karyawan yang berasal dari masyarakat di sekitarnya sehingga pabrik ini menciptakan lapangan kerja dan dapat mengurangi pangangguran di masyarakat setempat. Ini j berarti juga meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat sekitarnya.
B. Aspek Lingkungan Perusahaan
Perusahaan menghasilkan limbah yang terdiri dari limbah padat dan cair. Limbah padat yang dihasilkan adalah berupa sisa dari udang, seperti bagian kepala, ekor, serta kulit udang. Limbah cair adalah air buangan yang mengandung bahan kimia yang digunakan untuk mencuci dan merendam udang.
Limbah padat yang berupa sisa udang tidak dibuang oleh perusahaan karena masih memiliki nilai ekonomis untuk dijual. Pengusaha peternakan menggunakan sisa udang ini sebagai bahan pakan ternak. Pembeli biasanya datang langsung ke pabrik dan membeli sisa udang yang telah dimasukkan ke dalam karung plastik.
Limbah cair yang dihasilkan oleh perusahaan penanganannya diserahkan kepada pihak pengelola Kawasan Industri Medan. Pengelola kawasan industri medan memiliki persyaratan dimana kandungan BOD limbah maksimal 1500 ppm dan kandungan COD limbah maksimal 2000 ppm. Dalam hal ini perusahaan tidak dikenai biaya tambahan karena limbah yang dihasilkannya masih memenuhi persyaratan. Limbah cair ini akan dialirkan melalui saluran parit kecil menuju parit besar yang terdapat di luar pabrik.

2.3. Organisasi dan Manajeman
2.3.1. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi adalah bagan yang menggambarkan hubungan kerja antara dua orang atau lebih pada tugas yang saling berkaitan untuk pencapaian suatu tujuan tertentu. Struktur organisasi yang baik adalah pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yang jelas, akan memperlancar suatu proses untuk menuju suatu keberhasilan yang maksimum dengan modal yang sekecil-kecilnya dan menggunakan sarana yang tersedia semaksimal mungkin baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Pendsitribusian tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab serta hubungunannya satu sama lain pada pokoknya dapat digambarkan pada suatu struktur organisasi, sehingga para pegawai dan karyawan dapat dengan jelas mengetahui apa yang menjadi tugasnya, darimana ia mendapatkan perintah dan kepada siapa dia harus bertanggung jawab. Sehingga akan tercipta suasana kerja yang baik dan terhindar dari tumpang tindih pada perintah dan tanggung jawab.
Organisasi adalah suatu kerangka hubungan kerja antara individu-individu yang bekerja secara sadar untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan wewenang, tanggung jawab dan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan bersama dan untuk dilaksanakan dalam suatu kesatuan yang utuh. Organisasi merupakan suatu hal yang dinamis yang menyesuaikan kedinamisannya dengan kedinamisan masyarakat sehingga bentuk organisasi ditentukan atau dipengaruhi oleh badan usaha, jenis usaha dan besarnya usaha serta sistem produksi perusahaan.
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan, maka struktur organisasi yang dingunakan PT. Central Windu Sejati adalah hubungan campuran yaitu berbentuk hubungan garis, staff, dan fungsional. Dalam menjalankan struktur organisasinya ada pembangian tugas yang jelas antara pimpinan, staff dan pelaksana, dan dalam melakukan pengambilan keputusan lebih mudah dicapai karena anggota-anggota staff yang ahli dalam bidangnya yang dapat memberi nasehat dan mengerjakan perencanaan yang diteliti, koordinasi dapat dengan mudah dikerjakan karena sudah ada pembindangan masing-masing
Stuktur organisasi yang berbentuk hubungan campuran antara garis, staff dan fungsional dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Dalam hubungan garis, bawahan hanya mengenal seorang atasan. Bawahan tesebut hanya menerima tugas, tanggung jawab, wewenang serta haknya dari atasannya tersebut. Bentuk hubungan ini dapat di lihat pada chief Operation Officer yang melimpahkan tugas dan tanggung jawabnya kepada bawahannya yaitu engineering manager. marketing, produktion manager, manager purchasing, personal and general anager. Dan bawahannya tersebut hanya mempertanggungjawabkan tugasnya tersebut kepada chief operation manager.
2. Bentuk hubungan staff memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan karena terdapat anggota-anggota staff yang ahli dalam bidangnya yang memberi saran atau nasehat kepada seorang atasan. Bentuk hubungan ini dapat di lihat pada executif sekretary yang tugasnya hanya memberi saran dan membantu chief operation manager sesuai dengan keahliannya dan hanya menerima perintah dari chief operation manager. Demikian juga dengan plan produktion control
3. bentuk hubungan fungsional memungkinkan terjadinya pembagian tugas menurut fungsi-fungsinya. Bentuk hubungan ini dapat di lihat dari adanya pembagian departemen berdasarkan spesialisasi tugas dan fungsinya. Dalam pelaksanaannya, stuktur organisasi berdasarkan hubungan fungsional ini memerlukan berbagai syarat (kondisi), diantaranya tingkat spesialisasi dan profesionalisasi yang tinggi serta uraian tugas yang jelas. Bentuk hubungan ini dapat di lihat pada production section head, quality control head, laboratory section head engineering section head
Untuk lebih jelasnya maka bentuk struktur organisasi PT. Centra Windu Sejati dapat di lihat pada Lampiran 1

2.3.2 Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab
Untuk menggerakkan suatu organisasi dibutuhkan orang-orang yang memegang jabatan tertentu dalam organisasi, dimana masing-masing melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang sesuai dengan jabatannya. Pada PT. Central Windu Sejati uraian tugas dan tanggung jawab untuk masing-masing bagian sesuai struktur organisasinya adalah sebagai berikut
1. Chief Operation Officer
Chief Operation Officer merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan yang diberikan wewenang atau kekuasaan melakukan tindakan untuk dan atas nama perusahaan.
Tugas:
– Pemimpin dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam perusahaan.
– Melakukan pengawasan dengan mengadakan pemeriksaan serta penilaian seluruh kegiatan perusahaan.
– Menyelenggarakan penelitian pengembangan untuk kepentingan nilai tumbuh fasilitas perusahaan.
– Memimpin dan mengendalikan semua usaha, kegiatan pekerjaan untuk mencapai tujuan.
– Memperhatikan, memelihara dan mengawasi kelancaran administrasi, pengamanan dan pelaksanaan tugas secara seimbang dan berhasil.
– Memelihara dan meningkatkan kemampuan kerja serta memperhatikan kesejahteraan personil.

2. Sekretaris (Excecutive Secretary)
Mempuanyai tugas dan tanggung jawab melaksanakan perintah atau tugas yang diberikan oleh pimpinan perusahaan, membantu pimpinan dalam memecahkan persoalan perusahaan bila diperlukan. Disamping itu sekretaris juga akan bertugas untuk mencatat hasil rapat (notulen rapat) serta menangani tamu-tamu yang datang dari dalam maupun luar negeri.
3. Production Manager
Tugas:
– Membuat planning jalannya proses produksi dan materi kegiatan produksi.
– Melakukan koordinasi dengan departemen terkait yang berhubungan dengan kegiatan produksi.
– Menangani seluruh masalah yang timbul didalam maupun diluar produksi yang berhubungan produksi.
4. Engineering
Tugas:
– Mengarahkan dan mengontrol aktifitas maintenance, utilitas, mesin dan peralatan.
– Menangani masalah yang timbul baik dalam pelaksanaan aktifitas maintenance di lapangan maupun di workshop yang tidak dapat ditangani oleh bawahan.
– Kontrol persediaan atau pembelian suku cadang dan penggunaannya.
– Kontrol kondisi dan perlengkapan peralatan dan mesin-mesin maintenance.
– Merencanakan program training untuk meningkatkan sumber daya manusia.
– Koordinasi dengan departemen lain untuk antisipasi kerusakan, service dan modifikasi peralatan.
5. Marketing
Tugas:
– Mengurus administrasi dan perijinan untuk eksport.
– Melakukan penjajakan terhadap konsumen dalam rangka pemasaran serta pembuatan kontrak baru.
– Melakukan perencanaan pemasaran termasuk strategi pemasaran.
– Melakukan negosiasi atas nama perusahaan dengan konsumen.
6. Purchasing
Tugas:
– Melakukan pengendalian terhadap kegiatan pembelian bahan baku berupa udang segar dari segi kuantitas, kualitas dan administrasi.
– Menentukan sumber penerimaan bahan baku.
– Dapat menolak bahan baku yang tidak sesuai dengan yang diisyaratkan.
7. Production Planning And Control
Tugas:
– Melakukan perencanaan produksi.
– Melakukan pengawasan terhadap jalannya produksi sesuai dengan rencana yang telah disusun. Memberikan saran mengenai rencana produksi perusahaan, serta hasil evaluasi terhadap kinerja perusahaan.

2.3.3. Tenaga Kerja dan Waktu Kerja Perusahaan
PT. Central Windu Sejati memiliki tenaga kerja yang terdiri dari karyawan tetap dan harian yang jumlahnya sekitar 1500 orang tenaga kerja. Karyawan-karyawan tersebut ditempatkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tenaga kerja di PT. Central Windu Sejati jam kerjanya dikelompokkan atas dua bagian:
1. Kelompok kerja langsung, yaitu kelompok kerja yang harus bekerja terus menerus didalam unit kerja. Kelompok ini langsung berhubungan dengan produski yaitu bagian produksi.
2. Kelompk kerja tidak langsung, yaitu kelompok kerja yang hanya bekerja secara periodik didalam unit kerja, antara lain pegawai kantor dan petugas kebersihan.
Untuk kelompok kerja langsung dipakai shift kerja untuk menjalankan pekerjaannya. Setiap satu kali shift terdiri dari 8 jam kerja. Perusahaan beroperasi dari hari senin sampai sabtu, dimana pada hari senin sampai jumat terdiri dari 7 jam kerja dan 1 jam istirahat. Sedangkan pada hari sabtu terdiri dari 5 jam kerja dan 1 jam istirahat.
Penjadwalan jam kerja adalah sebagai berikut:
– Karyawan kantor
Karyawan bagian kantor bekerja mulai pukul 08.00 wib sampai pukul 16.00 wib dengan waktu istirahat pukul 12.00 – 13.00 wib kecuali hari jumat pukul 12.00 – 13.30 wib. Hari libur dan hari libur nasional tidak masuk kerja.
– Karyawan pengolahan, pengemasan dan penyimpanan
Karyawan bagian ini bekerja selama 6 hari dengan jam kerja yang sama dengan karyawan kantor. Diluar waktu dan hari tersebut merupakan kerja lembur.
– Karyawan peralatan mesin dan satuan pengaman
Karyawan bagian ini dibagi menjadi 3 shift dengan masing-masing shift kerja selama 8 jam yakni pukul 07.00 – 15.00 wib, 15.00 – 23.00 wib dan 23.00 – 07.00 wib.

2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas Lainnya
Sistem pengupahan pada PT. Central Windu Sejati diberikan menurut status karyawan yaknin karyawan borongan, harian dan bulanan. Untuk karyawan borongan pembayaran upah dilakukan dua minggu sekali. Besar upah borongan ini tergantung dari jenis pekerjaan dan kuantitas borongan yang dikerjakan, Semakin sulit suatu pekerjaan maka semakin besar upah yang akan diberikan. Setiap pekerjaan yang diborongkan memiliki satuan harga tertentu yang akan dikalikan dengan banyaknya hasil yang diperoleh.Dalam hal meningkatkan produksi dan mencapai target perusahaan juga memberikan upah lembur sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan.
Menjelang Hari Raya dan Tahun Baru, sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan, perusahaan akan memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) kepada karyawan. Pembayaran THR ini dilakukan selambat-lambatnya dua minggu sebelum Hari Raya dan Tahun Baru tiba. Sedangkan bagi pekerja yang kurang dari 12 bulan akan diberikan sesuai dengan kondisi perusahaan.
Guna memelihara kesehatan karyawan, perusahaan menyediakan fasilitas pengobatan yang ditentukan oleh perusahaan. Dalam keadaan mendadak memerlukan perawatan dan pengobatan diluar ketentuan yang telah ditetapkan, perusahaan akan memberikan bantuan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan.
Setiap karyawan dimasukkan dalam program ASTEK yang dimaksudkan untuk melindungi dari setiap kecelakaan kerja yang dialami oleh pekerja.

2.3.5. Insentif dan Fasilitas Perusahaan
Perusahaan memberikan insentif dan fasilitas untuk mendorong staff dan karyawan bekerja lebih giat dalam meningkatkan prestasinya, yaitu berupa:
1. Pemberian Cuti
Perusahaan memberikan cuti kepada karyawan antara lain cuti tahunan, cuti sakit, cuti menikah, cuti keperluan keluarga dan lain sebagainya.
2. Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR)
Tunjangan Hari raya diberikan kepada karyawan sesuai dengan agamanya masing-masing. Untuk yang beragama Islam diberikan Tunjangan Hari lebaran, sedangkan untuk yang beragama Kristen diberikan Tunjangan Tahun Baru dimana besarnya tergantung gaji pokok dan besarnya ditentukan oleh perusahaan dengan Peraturan Pemerintah yaitu minimal satu bulan gaji pokok.
3. Perawatan Kesehatan
Di PT. Central Windu Sejati terdapat klinik milik perusahaan yang ditangani satu orang dokter dan beberapa orang perawat untuk memfasilitasi perobatan kepada staff dan karyawan, dan untuk memberikan pelayanan kesehatan maupun pertolongan apabila terjadi kecelakaan kerja. Perusahaan juga memberikan fasilitas kesehatan di PT. Askes bila karyawan dan keluarga karyawan memerlukan perobatan baik rawat jalan maupun rawat inap di rumah sakit yang ditunjuk PT. Askes.

4. Fasilitas Kerja
Perusahaan juga menyediakan peralatan-peralatan yang dibutuhkan karyawan untuk meningkatkan keselamatan kerja seperti helm, safety shoes, pakaian kerja, kacamata dan sebagainya yang diperlukan untuk keselamatan kerja karyawan.
5. Jaminan Sosial Tenaga Kerja
Karyawan yang sudah bekerja selama 3 bulan di perusahaan ini mendapat Jaminan Sosial Tenaga Kerja. Bagi karyawan yang mengalami cedera atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja kepada karyawan yang bersangkutan atau ahli waris akan diberikan fasilitas ini.
6. PT. Central Windu Sejati menyediakan sarana beribadah bagi karyawan yang beragama Islam yaitu ruangan sholat.

2.4. Proses Produksi

Produk udang beku yang dihasilkan PT. Central Windu Sejati dapat dibagi atas dua kelompok yaitu udang konvensional dan produk udang added value.
Produk udang konvensional terdiri dari produk udang Head On (udang beku yang berkepala) dan produk udang Head Less (udang beku tanpa kepala).
Produk udang added value adalah produk udang head less yang diolah lebih lanjut. Produk udang added value ini terdiri dari udang peeled dan produk udang tempura yang masing-masing memiliki beberapa variasi produk.

2.4.1. Bahan yang Digunakan
Adapun bahan-bahan yang akan digunakan untuk proses produksi, adalah sebagai berikut :
1. Bahan Baku
Bahan baku merupakan bahan utama dalam proses produksi dimana sifat dan bentuknya akan mengalami perubahan. Bahan ini langsung ikut dalam proses produksi hingga menjadi produk jadi.
Bahan baku pada PT. Central Windu Sejati adalah udang segar. Perusahaan membeli bahan baku udang segar ini dengan membeli melalui supplier dari tambak-tambak udang yang berasal dari Aceh, Deli serdang dan Langkat. Selain itu, perusahaan juga mendapat pasokan bahan baku dari tambak yang dimiliki oleh PT. Central Windu Sejati dengan luas sekitar 100 hektar.
Berdasarkan sumber pasokannya, udang yang diproses di dalam pabrik dapat dibedakan atas udang laut (udang tradisi) dan udang tambak (udang intensif). Sedangkan berdasarkan jenisnya udang dapat dibedakan atas udang Tiger (Panaeus Monodon) dan udang Swallow (Udang Pink).
Saat ini udang yang paling banyak diproses adalah udang tiger karena memiliki ukuran yang besar (dapat mencapai ukuran 34 cm) serta rasanya enak.
Pemakaian es bertujuan untuk mempertahankan suhu bahan baku (di bawah 4o C) sehingga kesegaran udang tetap terjaga dan penurunan mutu udang dapat dicegah. Selama proses pengolahan, es curai (es yang dihancurkan) disebarkan secara merata pada udang dan harus ditambah bila es tersebut habis (mencair).
Kekurangan es dapat menyebabkan naiknya suhu udang sehingga terjadi dehidrasi pada udang sehingga terjadi kerusakan pada batas-batas segmen udang tersebut. Naiknya suhu udang juga mengakibatkan berkembangnya bakteri pada tubuh udang sehingga terjadi pembusukan. Sampai saat ini perusahaan tidak memilki mesin pembuat es sehingga kebutuhan akan es dipasok dari pabrik es yang terdapat disekitar perusahaan.

2. Bahan Penolong
Bahan penolong adalah bahan yang digunakan dalam rangka memperlancar proses produksi dan bahan ini bukan bagian dari produk akhir. Bahan penolong yang digunakan pada proses pengolahan udang ini adalah Khlorin dan Sodium Tripoly Phospat.
a. Air
Air yang digunakan bersal dari sumur bor yang terdapat di lokasi pabrik dan air PDAM Tirtanadi Medan. Belum tersedianya sarana water Treatment menyebabkan air yang berasal dari sumur bor hanya digunakan sebagai sarana sanitasi lantai dan bangunan serta untuk membersihkan mesin dan peralatan.
Beberapa penggunaan air yang berasal dari PDAM Tirtanadi adalah :
• Untuk proses sterilisasi udang yaitu perendaman udang dalam air yang telah diklorinasi.
• Untuk pembilasan udang.
• Untuk keperluan proses pembekuan udang dalam bentuk blok.
• Untuk keperluan pelepasan udang pada alat pelepasan blok dan lain-lain

b. Khlorin (Sodium Hipochlorite)
Zat yang memiliki rumus kimia NaOCL ini berfungsi sebagai disinfektan yang digunakan untuk merendam udang. Zat ini juga digunakan untuk membersihkan sarung tangan, membersihkan peralatan dan lantai kerja. Cara penggunaannya adalah dengan mencampurkannya pada air dengan perbandingan tertentu.
c. STTP (Sodium Tri Poly Phospat)
Adapun kegunaan dari sodium tri poly phospat ini adalah :
• Sebagai Water Holding Agent, yaitu menahan kandungan air pada udang, sehingga berat udang tidak susut.
• Mempertahankan rasa udang karena zat ini
• mencegah hilangnya zat-zat gizi pada udang.
• Menjaga kestabilan bentuk udang dimana daging udang tidak cepat menjadi lunak.
• Menjaga timbulnya bintik hitam pada ekor udang.

3. Bahan Tambahan
Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan dalam proses produksi dalam rangka meningkatkan mutu produk dimana bahan ini merupakan bagian dari proses produksi.
Bahan tambahan yang digunakan adalah :
• Polybag
Polybag berguna sebagai kemasan yang membungkus langsung udang beku, polybag ini berukuran 38 cm x 15 cm x 5 cm.
• Inner Carton (IC)
Inner carton berguna untuk satu unit produk udang beku, dimana inner carton ini adalah kotak karton kecil berukuran 19 cm x 28 cm x 6 cm.
• Master Carton (MC)
Master carton adalah kotak karton besar yang berukuran 20 cm x 29 cm x 39 cm.
• Poly Sheet
Poly sheet berguna untuk membatasi produk pada tiap lapisan.
• Label Size
Label size terbuat dari kertas berlapis plastik yang berisi keterangan produk seperti jenis produk, jenis udang, ukuran, warna dan lain-lain.
• Isolation Tape
Isolation tape berguna untuk menutup serta merapatkan master carton.
• Strapping Band
Strapping band terbuat dari bahan plastik yang berguna untuk mengikat produk yang telah dikemas dalam master carton.

2.4.2. Standard Mutu Bahan/Produk
Bahan utama pada produksi udang ini adalah udang segar yang berasal dari tambak dan dari supplier lainnya yang berasal dari Aceh, Deli Serdang dan Langkat. Ciri-ciri udang yang baik tersebut secara umum adalah:
– Tubuh antar ruas kokoh
– Warna cemerlang sesuai dengan aslinya
– Bau spesifik udang segar
– Tidak ada black spot pada ekor, daging, dan kulit
– Tidak ada rongga udara antara daging dan kulit
– Tekstur daging keras
– Anggota ada cacat bahan
– Tidak ada cacat badan
– Ekor tidak gripis.

2.4.3. Uraian Proses Produksi
Adapun urutan dari proses pengolahan udang Tempura dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Perendaman STTP(Sodium Tri Poly Phospat)
Perendaman STTP (Sodium Tri Poly Phospat) dilakukan pada air bersuhu kurang dari 4 o C dengan konsentrasi STTP 2000 ppm.
Sesuai dengan fungsi STTP perendaman ini bertujuan :
a. Sebagai Water Holding Agent, yaitu menahan kandungan air pada udang, sehingga berat udang tidak susut.
b. Mempertahankan rasa udang karena zat ini mencegah hilangnya zat-zat gizi pada udang.
c. Menjaga kestabilan bentuk udang dimana daging tidak cepat menjadi lunak.
d. Mencegah timbulnya bintik hitam pada ekor udang.
Udang yang telah direndam dibawa kemeja pembentukan ekor.
2. Pembentukan Ekor
Pembentukan ekor udang yang dilakukan dengan menggunakan gunting terdiri dari dua alternatif perlakuan tergantung dari jenis produk. Kedua alternatif pembentukan ekor tersebut adalah pembentukan ekor dengan memotong sampai setengah bagian atau pembentukan ekor sehingga berbentuk huruf variabel.
3. Perendaman Khlorin
Udang yang telah dibentuk ekornya kemudian direndam dalam bak air bersuhu kurang dari 4oC dan mengandung khlorin 20 ppm. Perendaman ini bertujuan untuk membunuh bakteri akibat dari kontaminasi yang terjadi pada proses sebelumnya yaitu pembentukan ekor. Kontaminasi ini dapat berasal dari pekerja, peralatan yang digunakan atau kondisi sanitasi lingkungan yang tidak steril.
4. Pengupasan Kulit (Peeling)
Pengupasan kulit dilakukan dengan menyisakan ruas terakhir bagian ekor yang telah dibentuk. Pengupasan kulit biasanya dilakukan dengan menggunakan alat bantu kuku macan seperti pemotongan kepala. Selama proses pengupasan kulit dan ekor, udang harus selalu diberi es curai (es yang dihancurkan) untuk menjaga kesegaran udang. Udang yang telah dikupas kulit dan ekornya selanjutnya dibawa ke bagian pembuangan usus.
5. Pembuangan usus (Deveining)
Pembuangan usus bertujuan untuk menghilangkan kontaminan yang berasal dari usus udang karena bagian usus dari udang memiliki banyak bakteri pembusuk. Pembuangan usus dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara disudet atau disayat.
Pembuangan dengan cara disudet dilakukan dengan menggunakan pin pencabut usus yang ditekan/dimasukkan pada ruas kedua bagian punggung udang sehingga usus akan ikut tertarik keluar saat pin dicabut.
Pembuangan usus dengan cara disayat dilakukan dengan memotong bagian perut udang pada ruas kedua sampai kelima. Kedalaman penyayatan mencapai sepertiga bagian udang hingga usus terlihat. Selanjutnya usus udang dibersihkan dengan cara dikorek menggunakan pin pencabut usus.
6. Perendaman khlorin
Udang kemudian dimasukkan ke dalam bak air bersuhu kurang dari 4o C dan mengandung khlorin 50 ppm. Perendaman ini bertujuan untuk membunuh bakteri akibat dari kontaminasi yang terjadi pada proses-proses sebelumnya yaitu pengupasan kulit dan pembuangan usus. Kontaminasi ini dapat berasal dari pekerja, peralatan yang digunakan atau kondisi sanitasi lingkungan yang tidak steril.
7. Pelurusan (Stretching)
Proses pelurusan didahului dengan belly cut, yaitu penyayatan ruas bagian bawah udang. Belly cut dapat dilakukan pada empat atau lima ruas. Dengan menggunakan ban berjalan yang telah di belly cut kemudian dibawa kebagian pelurusan. Stretching merupakan perlakuan alternatif dimana hanya dilakukan untuk udang yang di belly cut sebanyak empat buah.

8. Penyusunan
Udang yang telah direndam kemudian ditiskan dan dibawa kebagian penyusunan. Disini dilakukan pengelompokan udang berdasarkan ukuran pengklasifikasian ukuran udang ini dilakukan berdasarkan Tabel 3.1. di bawah ini:
Tabel 3.1. Standar Ukuran Udang Tempura
Size (pcs) Gr/pcs
13-15 30-36
16-20 22-28
21-25 18-22
26-30 15-17
51-60 7-8
61-70 5-7
71-90 4-5
91-100 3,5-4
100-200 <3,5
Sumber PT. Centra Windu Sejati
Setelah dikelompokkan kemudian udang ditimbang menurut order yang diterima perusahaan. Sisa penimbangan yang tidak mencapai berat yang ditentukan sementara disimpan menunggu untuk digabungkan dengan udang berikutnya yang memiliki ukuran, mutu dan warna yang sama. Sisa penimbangan ini disebut dengan Material Carrying Over atau disingkat MCO.
Penyusunan udang kemudian dilakukan berdasarkan tipe pembekuan udang dalam vacum pack dimana penyusunan udang dilakukan pada plat aluminium. Udang yang telah disusun berdasarkan pada plat aluminium kemudian dimasukkan ke dalam polybag. Selanjutnya plat aluminium ditarik keluar dan polybag diberi label sesuai dengan ukuran, warna dan mutu udang.
Untuk udang yang telah disusun pada polybag kemudian dibawa ke mesin vacum dan mesin seal. Mesin ini telah diatur degan timer waktu dimana waktu untuk vakum adalah 4 detik dan waktu untuk seal adalah 3,5 detik. Kapasitas sekali vakum dan seal adalah delapan pak. Udang yang telah selesai divakum dan diseal selanjutnya disusun pada tray dan dibawa kemesin CPF untuk dibekukan.
9. Pembekuan (Freezing)
Pembekuan udang dilakukan di mesin Contact Plate Freezer (CPF). Di mesin CPF ini tray-tray tempat udang yang telah diletakkan disusun pada rak-rak yang tersedia sampai terisi penuh.
Proses pembekuan pada mesin CPF ini dilakukan selama 1 jam 45 menit dengan suhu 3,5o C – 4,0o C. Setelah proses pembekuan selesai, udang beku dikeluarkan dari mesin CPF dan selanjutnya dengan menggunakan lori udang di bawa kebagian pengemasan.
10. Pengemasan (Packaging)
Pengemasan yang dimulai dengan melepaskan udang dari wadah pembekunya. Setelah udang beku dilepaskan kemudian dilakukan pengemasan yang dilakukan melalui tiga tahap yaitu :

a. Kemasan Primer
Pengemasan ini dilakukan menggunakan polybag yang berukuran 38 cm x 15 cm x 5 cm, kemasan ini digunakan langsung untuk membungkus udang.
b. Kemasan Sekunder
Kemasan ini berupa inner carton yang berukuran 19 cm x 28 cm x 6 cm. Kemasan sekunder dilapisi dengan lilin pada bagian dalam dan luar karton yang berfungsi untuk melindungi produk dari kelembaban dan mencegah dehidrasi produk.
c. Kemasan Tertier
Kemasan ini berupa master carton yang berukuran 20 cm x 29 cm x 39 cm. Kemasan tertier memiliki tiga lapisan karton dengan lapisan tengah berupa karton yang bergelombang. Bagian dalam dan luar karton ini juga dilapisi dengan lilin seperti pada inner carton. Pada kemasan ini dicantumkan label yang berisi keterangan mengenai jenis produk, ukuran, grade, berat netto, suhu penyimpan dan tanggal produk tersebut di produksi. Setiap master carton terdiri dari enam inner carton yang disekat dengan menggunakan poly sheet. Produk udang beku yang telah dikemas selanjutnya ditutup rapat dengan menggunakan isolation band dan diikat dengan menggunakan strapping band. Selanjutnya master carton yang berisi produk udang beku ini disusun pada lori untuk dibawa ke ruang penyimpanan beku (cold storage).

11. Penyimpanan Beku (Cold Storage)
Selama menunggu untuk dipasarkan, udang beku yang telah dikemas dalam master carton disimpan dalam ruang penyimpanan beku yang disebut dengan cold room yang bersuhu antara –18o C sampai –22o C. Didalam ruang penyimpanan ini, master carton disusun rapi ke atas (ditumpuk). Masing-masing tumpukan diberi jarak agar suhu ruang merata keseluruh kotak. Udang beku yang telah dikemas dalam polybag atau inner carton tetapi belum mencukupi jumlahnya untuk dikemas pada pengemasan selanjutnya juga disimpan pada ruangan ini menunggu untuk digabungkan dengan produk yang sama pada hari selanjutnya.

2.4.4. Mesin dan Peralatan
Dalam kegiatan produksi, PT. Central Windu Sejati memiliki sarana mesin – mesin serta peralatan untuk menjalankan produksinya.
2.4.4.1. Mesin Produksi
Adapun jenis dari mesin-mesin produksi yang digunakan oleh PT. Central Windu Sejati adalah sebagai berikut :
a. seal machine
Tipe : DZ 400
Kapasitas : 432 Kg/jam
Spesifikasi : 380 V, 2,5 KVA, 50 Hz, 3 Phase, cos Φ = 0,8
Jumlah : 3 unit
Kegunaan : untuk melakukan pemakuman dan penyegelan kemasan

b. Contact Plate Freezer
Tipe : TFC 9/1/4
Kapasitas : 56.000 kcal/jam, 250 Kg/jam
Spesifikasi : 220 V, 2,5 KVA, 50 Hz, 1 Phase, cos Φ = 0,8
Jumlah : 2 unit
Kegunaan : untuk membekukan udang dalam bentuk terpisah satu sama lain.
c. Unit Cold Machine
Tipe : LFAG-135 PD
Kapasitas : 40.000 kcal/jam
Spesifikasi : 220 V, 1 KVA, 50 Hz, 1 Phase, cos Φ = 0,8
Jumlah : 2 unit
Kegunaan : untuk menyimpan udang yang telah selesai diproses dan yang belum selesai di proses sebagai tempat penyimpanan sementara.
d. Flake Ice Machine
Tipe : IKF-20
Kapasitas : 125 kcal/jam
Spesifikasi : 380 V, 1 KVA, 50 Hz, 1 Phase, cos Φ = 0,8
Jumlah : 2 unit
Kegunaan : untuk menghasilkan es curai

e. Kompresor
Tipe : GST-41
Merek : GRAM
Kapasitas : 275.200 kcal/jam
Spesifikasi : 380 V, 5,5 KVA, 50 Hz, 3 Phase cos Φ = 0,8
Jumlah : 4 unit
Kegunaan : untuk mengompresi refrigen dalam proses pendinginan.
f. Unit Generating Set
Merek : Caterpillar
Model : 3412
Kapasitas : 590 kcal/jam
Spesifikasi : 380 V, 2,5 KVA, 50 Hz, 3 Phase cos Φ = 0,8
Kegunaan : sebagai cadangan pensuplai energi listrik.

2.4.4.2. Peralatan (Equipment)
Peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan udang anatara lain :
a. Meja kerja
Meja kerja ini terbuat dari stainless steel dan digunakan untuk memotong kepala, sortasi warna dan ukuran, penimbangan udang, penyusunan dan pengemasan.
– Meja Pemotongan Kepala
Meja ini terbuat dari stainless steel atau plastik halus. Meja stainless steel biasanya berukuran 210 cm x 133 cm x 90 cm. Sedangkan meja plastik biasanya berukuran 120 cm x 190 cm x 90 cm. Pada meja ini terdapat tempat penampungan udang di tengah dan dibaian sisi meja terdapat lubang tempat hasil potong kepala. Udang yang telah dipotong kepalanya akan mengalir ke tempat pencucian.
– Meja Sortasi
Meja ini terbuat dari Aluminium dan stainless steel dengan ukuran 80 cm x 180 cm x 87 cm. Meja sortasi terdiri dari sortasi warna, sortasi ukuran dan sortasi final. Pada tiap meja sortasi dilengkapi dengan bak plastik sebagai tempat udang yang telah disortasi. Bak plastik tersebut berukuran 50 cm x 41 cm x 34 cm.
– Meja Glazing
Meja ini terbuat dari stainless steel berukuran 190 cm x 90 cm x 76 cm. Meja ini digunakan untuk glazing udang sebelum dikemas. Caranya yaitu: blok udang dari mesin pembeku dicelupkan dalam air dingin selama beberapa detik sehingga terbentuk lapisan es tipis (film es) yang menyelubungi produk.
– Meja Penampungan
Meja ini terbuat dari stainless steel dan aluminium dengan ukuran 190 cm x 107 cm x 90 cm. Meja ini berbentuk bak dengan kedalaman 20 cm. Fungsi meja ini yaitu untuk menampung udang sisa setelah ditimbang lalu disusun dalam inner pan. Penampungan ini dimaksudkan untuk menunggu udang yang sejenis dan kode yang sama agar memenuhi berat yang sesuai.

– Meja Penirisan
Meja ini terbuat dari bahan stainless steel dan aluminium dan digunakan untuk meniriskan udang dalam keranjang setelah dilakukan penimbangan dan pencucian.
b. Timbangan
Timbangan yang digunakan ada dua jenis yaitu timbangan dacin dan timbangan nagata. Timbangan dacin ini berkapasitas 100 kg dan digunakan untuk menimbang udang pada saat penerimaan dan penimbangan udang setelah pemotongan kepala. Timbangan nagata terdiri dari dua jenis yaitu yang berkapasitas 5 kg digunakan untuk mengecek berat udang (check size) dan kapasitas 15 kg digunakan untuk menimbang udang yang akan disusun.
c. Keranjang Plastik
Keranjang plastik digunakan untuk menimbang dan mengangkut udang dari tiap-tiap bagian proses. Keranjang ini berukuran 54 cm x 39 cm x 28 cm. Selain itu juga terdapat keranjang berukuran 24 cm x 29 cm x 58 cm yang digunakan sebagai wadah udang yang tersisa.
d. Pan Pembeku
Pan pembeku terdiri dari dua jenis pan pembeku kecil (inner pan) dan pan pembeku panjang (long pan).
– Inner pan
Inner pan terbuat dari bahan stainless steel dengan ukuran 30 cm x 20 cm x 7 cm yang dilengkapi dengan penutup. Inner pan digunakan sebagai wadah pembeku udang dalam bentuk blok.
– Long pan
Long pan terbuat dari bahan aluminium dengan ukuran 127 cm x 33 cm x 4 cm. Pan ini digunakan sebagai wadah inner pan.
e. Kuku Macan
Kuku macan terbuat dari bahan aluminium yang berguna untuk membantu pekerja dalam mengupas dan memotong kepala. Pemakaiannya dilakukan dengan mengenakannya pada ibu jari yang berfungsi sebagai pengganti kuku pekerja. Sisi depan dari alat ini dibuat tajam sehingga memudahkan pekerja dalam memotong kepala dan mengupas kulit udang.
f. Pisau Pemotong
Pisau pemotong terbuat dari bahan stainless steel yang akan digunakan untuk membelah perut udang. Pisau ini juga berguna untuk mengiris udnag yang akan diluruskan.
g. Pin pencabut usus
Pin pencabut usus ini terbuat dari bahan stainless steel. Ujung pin ini memiliki kaitan yang berguna untuk pengait usus yang akan ditarik.
h. Peralatan Material handling
Peralatan material handling yang digunakan dibagi atas dua yaitu:
– Fixed Path Equipment
Yaitu belt conveyor yang dipergunakan untuk mengangkut udang antara bagian proses. Saat ini perusahaan hanya memiliki 2 buah belt conveyor yang digunakan pada bagian pengolahan produk udang.

- Variabel Path Equipment
Yaitu kereta dorong (lori). Lori digunakan untuk mengangkut udang yang akan dibekukan dan yang selesai dibekukan. Lori juga digunakan untuk mengangkut udang ke ruang cold room.

2.4.4.3. Utilitas
Utilitas merupakan unit penunjang bagi unit-unit yang lain dalam suatu pabrik atau merupakan sarana penunjang untuk menjalankan suatu pabrik dari tahap awal sampai produk akhir.
a. Air
Air memegang peranan penting dalam kelangsungan proses produksi.
Kegunaan air pada perusahaan atau pabrik ini adalah sebagai berikut:
– Untuk proses produksi
Karena pentingnya mutu air yang ikut dalam proses pencampuran maka untuk kebutuhan produksi digunakan air yang berasal dari PAM, dimana sebelum air ini memerlukan proses penyulingan yang menghasilkan Aquabidest kemudian kualitas air ini diperiksa terlebih dahulu di laboratorium.
– Untuk keperluan lainnya
Untuk keperluan kamar mandi kemudian pencucian alat-alat dan botol dipergunakan sumur bor yang telah diolah terlebih dahulu.
b. Listrik
Sumber listrik yang digunakan pada PT. Central Windu Sejati terdiri dari 2 bagian yaitu:
– Tenaga listrik dari PLN
Tenaga ini digunakan untuk bagian produksi dan juga bagian utilitas seperti kantor dan lain-lainnya yang besar 450 KVA.
– Genset
Tenaga genset ini berfungsi sebagai sumber cadangan tenaga listrik apabila terjadi gangguan maupun pemadaman listrik dari PLN. Adapun spesifikasi dari genset tersebut adalah sebagai berikut:
Merek : Caterpillar
Model : 3412
Kapasitas : 590 kVA
c. Laboratorium
Untuk keperluan produksinya terutama dalam hal peningkatan mutu produk, maka PT. Central Windu Sejati memiliki laboratorium di lokasi pabrik. Adapun fungsi laboratoriumnya adalah :
 Menganalisa mutu bahan baku/raw material
 Menganalisa mutu produk setengah jadi
 Menganalisa mutu produk jadi
d. Gudang dan Bengkel
– Gudang merupakan tempat penyimpanan bahan baku, bahan tambahan, bahan penolong, bahan kemasan dan juga peralatan untuk keperluan produksi.
– Bengkel merupakan tempat memperbaiki mesin dan peralatan produksi. Bengkel ini berada dalam lokasi pabrik agar kerusakan yang terjadi pada mesin dan peralatan dapat segera diperbaiki sehingga proses produksi tidak terganggu.

2.4.4.4. Safety & Fire Protectio
perusahaan memberikan perlengkapan yang digunakan saat melakukan aktivitas produksi yang berguna untuk melindungi pekerja terhadap lingkungan kerja dan terhadap produk yang dikerjakan.
1. Karyawan bagian proses
Bagi karyawan yang bekerja pada proses produksi, perusahaan memberikan perlengkapan yang digunakan saat melakukan aktivitas produksi yang berguna untuk melindungi pekerja terhadap lingkungan kerja dan terhadap produk yang dikerjakan. Adapun perlengkapan yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Arfon :
penutup bagian dada sampai lutut. Arfon terbuat dari plastik berwarna putih yang berguna untuk melindungi pekerja dari percikan air dan kotoran udang pada saat bekerja.
b. Masker
Yaitu penutup mulut dan hidung. Masker terbuat dari kain berwarna putih yang berguna untuk mengurangi bau tidak sedap yang berasal dari udang dan bahan kimia. Selain itu masker ini juga berfungsi untuk mencegah kontaminasi terhadap produk dari mulut dan hidung pekerja.
c. Penutup kepala
Penutup kepala ini berfungsi untuk melindungi kepala dari percikan air dan kotoran udang. Penutup kepala juga berguna untuk mencegah kontaminasi produk dari kotoran-kotoran di kepala pada saat bekerja. Penutup kepala terbuat dai kian yang warnanya disesuaikan dengan kedudukan dan status karyawan. Warna merah dan kuning digunakan oleh pekerja “Quality Control”, warna hijau untuk pekerja borongan, warna biru untuk pekerja harian dan warna biru untuk pekerja bulanan.
d. Sarung Tangan
Berfungsi untuk melindungi tangan pekerja dari suhu dingin karena pekerja selalu menggunakan es saat melakukan aktivitasnya dan melindungi tangan pekerja dari bagian-bagian udang yang dapat melukai tangan. Sarung tangan juga berfungsi untuk mencegah kontaminasi terhadap produk udang dari kotoran-kotoran yang berasal dari tangan. Sarung tangan terbuat dari bahan karet tipis berwarna putih.
e. Sepatu Bot
Terbuat dari karet dan berwarna hitam. Sepatu bot berguna untuk melindungi kaki pekerja dari suhu dingin dan aman digunakan pada lantai yang basah dan licin sehingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh.
f. Pakaian Kerja
Pakaian kerja berupa baju dan celana. Baju berwarna putih serta celana training berwarna biru. Training digunakan agar pekerja lebih leluasa untuk bergerak disaat bekerja.

2. Karyawan Bagian Pembekuan dan Cold Storage
Bagi karyawan yang bekerja pada bagian pembekuan (cold storage) perusahaan juga menyediakan beberapa perlengkapan yang harus dipakai saat melakukan aktivitasnya yaitu berupa:
a. Saybo
Berguna untuk melindungi kepala pekerja terutama telinga dari pengaruh suhu dingin. Saybo terbuat dari kaintebal berwarna coklat.
b. Jaket tebal
Jaket tebal ini berfungsi untuk melindungi tubuh pekerja dari pengaruh suhu dingin.
c. Sarung tangan
Berfungsi untuk melindungi tangan pekerja dari suhu dingin. Sarung tangan in terbuat dari kain tebal.
d. Masker
Masker ini digunaka untuk menutup mulut untuk melindungi pekerja agar tidak terjadi kontaminasi dengan produk dan suhu di lingkungan kerjanya.
3. Karyawan Bagian Mesin
Bagi karyawan yang bekerja pada bagian mesin perusahaan juga menyediakan perlengkapan yang akan digunakan karyawan yang berfungsi untuk melindungi karyawan saat melakukan aktivitasnya, adapun perlengkapan itu berupa:
a. Pakaian kerja berwarna biru
b. Topi dan helm
c. Sepatu bot
Pencemaran suara yang disebabkan oleh mesin diatasi dengan menempatkan mesin pada ruangan tersendiri. Selain itu mesin generator hanya digunakan jika listrik PLN padam. Untuk mengatasi lantai yang selalu basah, perusahaan menugaskan pekerja khusus untuk membersihkan dan membuang kotoran di lantai sekaligus membersihkan sisa-sisa air yang digunakan.
Rentannya udang dari kontaminasi yang berasal dari udara serta kebutuhan untuk menjaga suhu ruangan menyebabkan perlunya dihindari kontak dengan udara terbuka yang ditandai dengan sedikitnya ventilasi yang ada. Hal ini menjadikan permasalahan tersendiri bagi perusahaan yang berkenaan dengan bau tidak sedap yang berasal dari udang bahan kimia.

BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

4.1. Pendekatan Masalah
Adapun metode pendekatan yang dilakukan dalam pemecahan masalah ini didasarkan kepada umur paling ekonomis mesin yang perhitungannya dilakukan dengan cara perhitungan biaya tahunan rata-rata.
Serangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam pengumpulan data, antara lain :
a. Pengamatan langsung terhadap objek penelitian.
b. Wawancara dengan berbagai pihak atau departemen di pabrik.
c. Mencatat dan mempelajari data historis yaitu berkas-berkas data yang berkaitan dengan mesin
Adapun data yang dikumpulkan meliputi :
– Sejarah dan gambaran umum perusahaan
– Organisasi dan manajemen
– Gambaran umum kegiatan produksi
– Spesifikasi Seal Machine
– Data biaya operasional
– Data biaya suku cadang dan pelumas
– Data pemakaian energi listrik dan harga energi listrik
– Upah tenaga kerja untuk operator, perawatan dan perbaikan
– Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan
– Data Inflasi
4.2. Pembatasan Masalah
Supaya pembahasan yang akan dilakukan dapat menuju sasarannya perlu di buat beberapa batasan masalah sebagai berikut :
– Mesin-mesin yang akan dibahas dalam studi ini adalah Seal Machine. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standar dan diluar pembahasan dari studi ini.
– Tingkat bunga uang yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan di ambil bunga deposito tahun 2006.

4.3. Langkah-langkah Penelitian
Untuk memecahkan masalah dalam tugas ini, digunakan pendekatan-pendekatan pemecahan masalah dengan menggunakan metode-metode. Adapun metode pendekatan yang dilakukan dalam pemecahan masalah ini didasarkan kepada umur paling ekonolis mesin yang perhitungannya dilakukan dengan cara biaya tahunan rata-rata terkecil.
1. Menentukan investasi mesin
Dalam hal ini harga awal adalah harga mesin pada saat dibeli, biaya pemasangan sampai mesin dapat beroperasi secara normal. Serta dihitung harga akhir dan Capital Recovery-nya
2. Menentukan biaya-biaya operasional mesin :
– Data Pemakaian Suku cadang dan Pelumas
– Dari pemakaian sejumlah spare part dan minyak pelumas ini diperoleh jumlah biaya pemakaian setiap bulan
– Data biaya energi yaitu energi listrik
– Biaya Operator
3. Data Waktu
– Waktu Operasi
– Jam operasi mesin adalah jumlah waktu mesin beroperasi selama setahun
– Waktu perbaikan dan perawatan
Waktu perawatan adalah waktu mesin menjalani perawatan diluar masa sealing polybag udang. Perbaikan dibedakan dengan perawatan. Waktu perbaikan merupakan lama mesin tidak beroperasi selama mesin menjalani perbaikan
4. Pengolahan data
Setelah data-data didapat maka dilakukan pengolahan data dengan mencari perhitungan biaya pengembalian modal, perhitungan biaya suku cadang dan pelumas, biaya energi, biaya perawatan, biaya operator dan biaya down time. Perhitungan biaya operasi dan down time tahunan rata-rata
Setelah data-data di atas diolah kemudian dilakukan penganalisaan biaya operasi dan down time tersebut lalu diramalkan sesuai tahun yang diinginkan

5. Perhitungan umur paling ekonomis
Dari hasil penganalisaan diatas dapat dicari pada tahun ke berapa mesin tersebut paling ekonomis digunakan dan berapa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
Secara garis besar, tahapan yang akan dilakukan dalam penelitian ini dapat di lihat pada Gambar 4.1. berikut:

Gambar 4.1. Tahapan Proses Penelitian

BAB VI
ANALISA DAN PEMECAHAN MASALAH

Dalam bab ini akan di tunjukkan perhitungan data untuk analisis pemecahan masalah data yang berkenan dengan umur ekonomis elemen yang dihitung yaitu :
1. Nilai kesetaraan biaya suku cadang dan pelumas, biaya perawatan dan perbaikan, biaya operator dan down time rata-rata
2. Biaya operasional Seal Machine
3. Hasil peramalan biaya down time Seal Machine
4. Biaya operasional tahunan rata-rata Seal Machine
5. Biaya down time tahunan rata-rata Seal Machine
6. Total biaya tahunan rata-rata Seal Machine
7. Total biaya tahunan rata-rata Seal Machine umur paling ekonomis

6.1. Perhitungan Nilai Kesetaraan
Setelah biaya suku cadang , biaya energi listrik, biaya perawatan/perbaikan dan biaya rata-rata down time diperoleh biaya biaya tersebut masih harus disetarakan sehingga nilai-nilai uang untuk tiap tahun sama nilainya Perhitungan kesetaraan nilai biaya-biaya sama seperti perhitungan kesetaraan nilai harga Seal Machine .

6.1.1. Nilai Kesetaraan Pemakaian Suku Cadang dan Pelumas Seal Machine
Contoh perhitungan :
Biaya suku cadang dan pelumas mesin tahun 2006 = Rp 8.650.000,00 dan inflasi sebesar 10.07 %
Biaya suku cadang dan pelumas mesin tahun 2005 = Rp 7.000.000,00 dan inflasi sebesar 10,5 %
Biaya suku cadang dan pelumas mesin tahun 2004 = Rp 5.450.000,00 dan inflasi sebesar 6,06 %
Kesetaraan nilai tahun 2006 = Rp 8.650.000,00
Kesetaraan nilai tahun 2005 = (1,105) (Rp700000000) =Rp 7.350.000,00
Kesetaraan nilai tahun 2004 = (1,105) (Rp1,06) (Rp5.450.000,00 =
Rp 6.383.585,00 demikian untuk tahun berikutnya ( sampai tahun 1998 )
hasil perhitungan nilai kesetaraan biaya suku cadang dan pelumas mesin Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 6.1. berikut :
Tabel 6.1. Nilai Kesetaraan Pemakaian Suku cadang dan Pelumas Seal Machine

Tahun Pakai Inflasi Current Value
( Rp ) Constan Value
( Rp )
2006 10.07 8.650.000,00 8.650.000,00
2005 10.5 7.000.000,00 7.350.000,00
2004 6.06 5.450.000,00 6.383.585,00
2003 6.79 4.550.000,00 5.691.282,00
2002 9.49 3.825.000,00 5.234.057,00
2001 12.55 3.025.000,00 4.658.841,00
2000 15.48 2.525.000,00 4.490.768,00
1999 18.12 2.335.000,00 4.905.345,00
1998 19.69 2.005.000,00 5.043.588,00

6.1.2. Nilai Kesetaraan Pemakaian Biaya Energi Listrik Seal Machine
Tabel 6.2..Nilai Kesetaraan Pemakaian Biaya Energi Listrik Seal Machine
Tahun Pakai Constan Value
( Rp )
2006 7.540.000,00
2005 7.632.500,0
2004 7.619.600,00
2003 7.615.300,00
2002 7.611.000,00
2001 7.608.850,00
2000 7.604.550,00
1999 7.602.400,00
1998 7.600.250,00

6.1.3. Nilai Kesetaraan Pemakaian Biaya Perawatan dan Perbaikan Seal Machine
Hasil nilai kesetaraan biaya perawatan/perbaikan mesin Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 6.3.
Tabel 6.3. Nilai Kesetaraan Biaya Perawatan dan Perbaikan Seal Machine
Tahun Pakai Inflasi Current Value ( Rp ) Constan Value
( Rp )
2006 10,07 1.361.380,00 1.361.360,00
2005 10,5 1.212.524,00 1.420.224,00
2004 6,06 1.158.792,00 1.449.453,00
2003 6,79 1.055.000,00 1.444.859,00
2002 9,49 951.720,00 1.466.992,00
2001 12,55 762.528,00 1.357.316,00
2000 15,48 659.200,00 1.173.390,00
1999 18,12 533.200,00 1.121.086,00
1998 19,69 428.868,00 1.078.819,00

6.1.4. Nilai Kesetaraan Biaya Operator Seal Machine
Hasil perhitungan nilai kesetaraan biaya operator mesin Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 6.4. berikut :
Tabel 6.4. Nilai Kesetaraan Biaya Operator Seal Machine
Tahun Pakai Inflasi Current Value ( Rp ) Constan Value ( Rp )
2006 10,07 35.756.000,00 35.756.000,00
2005 10,5 30.600.000,00 33.813.000,00
2004 6,06 28.080.000,00 32.890.104,00
2003 6,79 25.200.000,00 31.520.948,00
2002 9,49 23.400.000,00 31.773.215,00
2001 12,55 20.880.000,00 32.184.678,00
2000 15,48 18.307.000,00 32.693.670,00
1999 18,12 15.120.000,00 31.790.743,00
1998 19,69 11.700.000,00 29.431.416,00

6.1.5. Nilai Kesetaraan Down Time rata-rata Seal Mesin
Hasil perhitungan nilai kesetaraan Down Time Mesin Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 6.5.
Tabel 6.5. Nilai Kesetaraan Down Time Seal Machine
Tahun Pakai Inflasi Current Value ( Rp) Constan Value ( Rp )
2006 10,07 735.516,00 735.516,00
2005 10,5 650.250,00 718.526,00
2004 6,06 616.913,00 722.590,00
2003 6,79 555.000,00 694.211,00
2002 9,49 493.226,00 675.490,00
2001 12,55 388.666,00 599.094,00
2000 15,48 328.320,00 584.416,00
1999 18,12 261.333,00 549.468,00
1998 19,69 208.000,00 523.225,00

6.2. Perhitungan Biaya Operasional Seal Machine
Biaya operasional merupakan jumlah dari biaya-biaya yang berhubungan dengan mesin yaitu :
1 Biaya pergantian suku cadang dan pelumas
2 Biaya pemakaian energi listrik
3 Biaya upah tenaga kerja perawatan dan perbaikan (maintenance)
4 Biaya upah tenega kerja operator
Hasil perhitungan biaya-biaya tersebut dapat di lihat dalam Tabel 6.6. sebagai berikut :
Tabel 6.6. Perhitungan Biaya Operasional Seal Machine
Tahun Ke- n Biaya Scadang dan Pelumas Biaya
Energi
Listrik
(Rp) Biaya perawatan /Perbaiakan
(Rp) Biaya Operator
(Rp) Biaya Operasional
(Rp)
1998 5.043.588,00 7.540.000,00 1.078.819,00 29.431.416,00 43.093.823,00
1999 4.905.345,00 7.632.500,00 1.120.860,00 31.520.948,00 45.179.879,00
2000 4.490.768,00 7.619.600,00 1.133.900,00 31.773.215,00 45.056.973,00
2001 4.658.841,00 7.615.300,00 1.357.316,00 31.790.743,00 45.422.200,00
2002 5.234.057,00 7.611.000,00 1.361.360,00 32.184.678,00 46.391.095,00
2003 5.691.282,00 7.608.850,00 1.420.224,00 32.693.670,00 47.414.026,00
2004 6.383.585,00 7.604.550,00 1.444.859,00 32.890.104,00 48.323.098,00
2005 7.350.000,00 7.602.400,00 1.449.453,00 33.813.000,00 50.214.853,00
2006 8.650.000,00 7.600.250,00 1.366.992,00 35.756.000,00 53.473.242,00

6.3. Peramalan
Data biaya oprasional dan down time Seal Machine yang tersedia hanya sembilan tahun. Sehingga diperlukan data biaya operasional untuk 30 tahun yang akan datang Untuk mengatasi kekurangan data tersebut maka dilakukan peramalan
Metoda peramalan yang digunakan adalah metode time series ( peramalan deret berkala ) Metode time series memiliki empat pola trend peramalan dimana pada metoda ini akan dipilih trend yang terbaik dengan melihat nilai MSE ( Mean Square Error ) yaitu kesalahan kuadrat rata-rata yang terkecil. Perhitungan ke- 3 pola trend dan MSE dapat di lihat pada Lampiran L.2

6.4. Trend Peramalan yang Digunakan
Dari hasil pengamatan pada lampiran 2 nilai MSE terkecil adalah dengan menggunakan trend kwadratis Hasil peramalan dengan trend linier dapat di lihat pada Tabel 6.7. dengan persamaan Yi’ = 47.174.354+ 1.085.777,9 Xi berikut :
Tabel 6.7. Hasil Peramalan Biaya Operasional
Tahun Tahun Pakai Biaya Operasioanal

2007 10 58.032.124
2008 11 59.117.901
2009 12 60.203.678
2010 13 61.289.455
2011 14 62.375.232
2012 15 63.461.009
2013 16 64.546.786
2014 17 65.632.563
2015 18 66.718.340
2016 19 67.804.117

Tabel 6.7. Hasil Peramalan Biaya Operasional (lanjutan)
Tahun Tahun Pakai Biaya Operasioanal

2017 20 68.889.894
2018 21 69.975.671
2019 22 71.061.448
2020 23 72.147.225
2021 24 73.233.002
2022 25 74.318.779
2023 26 75.404.556
2024 27 76.490.333
2025 28 77.576.110
2026 29 78.661.887
2027 30 79.747.664

Hasil peramalan Down Time Seal Machine dengan trend linier dapat di lihat pada Tabel 6.8. dengan persamaan Y’’ = 637.164,23 + 25.394 . Xi
Tabel 6.8. Hasil Peramalan Down Time
Tahun Tahun Pakai Biaya Down Time

2007 10 891.104
2008 11 916.498
2009 12 941.892
2010 13 967.286
2011 14 992.680
2012 15 1.018.074
2013 16 1.043.468
2014 17 1.068.862
2015 18 1.094.256
2016 18 1.119.650
2017 20 1.145.044

Tabel 6.8. Hasil Peramalan Down Time ( lanjutan)
Tahun Tahun Pakai Biaya Down Time

2018 21 1.170.438
2019 22 1.195.832
2020 23 1.221.226
2021 24 1.246.620
2022 25 1.272.014
2023 26 1.297.408
2024 27 1.322.802
2025 28 1.348.196
2026 29 1.373.590
2027 30 1.398.984

6.5. Perhitungan Biaya Operasional Tahunan rata-rata Seal Machine
Dengan peramalan dapat kita ramalkan biaya operasioanal dari tahun ke-10 sampai dengan tahun ke-30 biaya operasional tahunan ini digunakan untuk menghitung biaya operasional tahunan rata-rata
Biaya operasional tahunan rata-rata mesin Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 6.9. berikut :
Tabel 6.9. Biaya Operasional Tahunan rata-rata Seal Machine
Tahun Biaya Operasional
(Rp) PW Faktor (P/F12%n) Present Value
(Rp) Kumulatif Present Value (Rp) CR Faktor (A/Pin,12%,n) Biaya Operasional Tahunan
Rata-rata
(Rp)
1998 43.093.823,00 0.8929 38.478.475,00 38.306.099,00 1.1200 42.902.831,00
1999 45.179.879,00 0.7972 36.017.400,00 74.323.499,00 0.5917 43.977.214,00
2000 45.056.973,00 0.7118 32.071.553,00 106.395.052,00 0.4163 44.292.260,00
2001 45.422.200,00 0.6355 28.865.808,00 135.260.860,00 0.3292 44.527.875,00
2002 46.391.095,00 0.5674 26.322.307,00 161.583.168,00 0.2774 44.823.171,00
2003 47.414.026,00 0.5066 24.019.946,00 185.603.113,00 0.2432 45.138.677,00
2004 48.323.098,00 0.4523 21.856.537,00 207.459.650,00 0.2191 45.454.409,00
2005 50.214.853,00 0.4039 20.281.779,00 227.741.430,00 0.2013 45.844.350,00

Tabel 6.9. Biaya Operasional, Tahunan rata-rata Seal Machine ( Lanjutan )

Biaya Operasional
(Rp) PW Faktor (P/F12%n) Present Value
(Rp) Kumulatif Present Value (Rp) CR Faktor (A/Pin,12%,n) Biaya Operasional Tahunan
Rata-rata
(Rp)
2006 53.473.242,00 0.3606 19.282.451,00 247.023.881,00 0.1877 46.366.382,00
2007 58.032.133,00 0.3220 19.053.675,00 265.710.225,00 0.1770 47.030.710,00
2008 59.117.911,00 0.2875 17.357.168,00 282.706.621,00 0.1684 47.607.796,00
2009 60.203.689,00 0.2567 15.805.690,00 298.160.905,00 0.1614 48.123.171,00
2010 61.289.467,00 0.2292 14.387.450,00 312.208.449,00 0.1557 48.610.857,00
2011 62.375.245,00 0.2046 13.088.737,00 324.970.421,00 0.1509 49.038.039,00
2012 63.461.023,00 0.1827 11.906.957,00 336.564.748,00 0.1468 49.407.707,00
2013 64.546.786,00 0.1631 10.527.581,00 347.092.328,00 0.1434 49.773.040,00
2014 65.632.563,00 0.1456 9.556.101,00 356.648.430,00 0.1405 50.109.104,00
2015 66.718.340,00 0.1300 8.673.384,00 365.321.814,00 0.1379 50.377.878,00
2016 67.804.117,00 0.1161 7.872.058,00 373.193.872,00 0.1358 50.679.728,00
2017 68.889.894,00 0.1037 7.143.882,00 380.337.754,00 0.1339 50.927.225,00
2018 69.975.671,00 0.0926 6.479.747,00 386.817.501,00 0.1322 51.137.274,00
2019 71.061.448,00 0.0826 5.869.676,00 392.687.176,00 0.1308 51.363.483,00
2020 72.147.225,00 0.0738 5.324.465,00 398.011.642,00 0.1296 51.582.309,00
2021 73.233.002,00 0.0659 4.826.055,00 402.837.696,00 0.1285 51.764.644,00
2022 74.318.779,00 0.0588 4.369.944,00 407.207.641,00 0.1275 51.918.974,00
2023 75.404.556,00 0.0525 3.958.739,00 411.166.380,00 0.1267 52.094.780,00
2024 76.490.333,00 0.0469 3.587.397,00 414.753.776,00 0.1250 51.844.222,00
2025 77.576.110,00 0.0419 3.250.439,00 418.004.215,00 0.1252 52.334.128,00
2026 78.661.887,00 0.0374 2.941.955,00 420.946.170,00 0.1247 52.491987,00
2027 79.747.664,00 0.0334 2.663.572,00 423.609.742,00 0.1241 52.569969,00

6.6. Perhitungan Biaya Down Time tahunan rata-rata Seal Machine
Dengan peramalan dapat kita ramalkan biaya down time dari tahun ke-10 sampai dengan tahun ke-30 biaya down time tahunan ini dapat digunakan untuk menghitung biaya down time tahunan rata-rata
Biaya down time tahunan rata-rata mesin Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 6.10. pada halaman berikutnya :

Tabel 6.10. Biaya Down Time Tahunan Rata-rata Seal Machine

Tahun BiayaDown Time
(Rp) PW Faktor (P/F12%n) Present Value
(Rp) Kumulatif Present Value (Rp) CR Faktor (A/Pin,12%n) Biaya down time Tahunan
Rata-rata
(Rp)
1998 523.225,00 0.8889 465.095,00 465.095,00 1.1200 520.906,00
1999 549.468,00 0.7972 438.036,00 903.131,00 0.5917 534.383,00
2000 584.416,00 0.7118 415.987,00 1.319.118,00 0.4163 549.149,00
2001 599.094,00 0.6355 380.724,00 1.699.842,00 0.3292 559.588,00
2002 675.490,00 0.5674 383.273,00 2.083.115,00 0.2774 577.856,00
2003 694.211,00 0.5066 351.68700 2.434.802,00 0.2432 592.144,00
2004 722.590,00 0.4523 326.827,00 2.761.629,00 0.2191 605.073,00
2005 718.526,00 0.4039 290.213,00 3.051.842,00 0.2013 614.336,00
2006 735.516,00 0.3606 265.227,00 3.317.069,00 0.1877 622.614,00
2007 891.104,00 0.3220 286.935,00 3.604.004,00 0.1770 637.909,00
2008 916.498,00 0.2875 263.493,00 3.867.497,00 0.1684 651.286,00
2009 941.892,00 0.2567 241.784,00 4.109.281,00 0.1614 663.238,00
2010 967.286,00 0.2292 221.702,00 4.330.983,00 0.1557 674.334,00
2011 992.680,00 0.2046 203.102,00 4.534.085,00 0.1509 684.193,00
2012 1.018.074,00 0.1827 186.002,00 4.720.087,00 0.1468 692.909,00
2013 1.043.468,00 0.1631 170.190,00 4.890.278,00 0.1434 701.266,00
2014 1.068.862,00 0.1456 155.626,00 5.045.905,00 0.1405 708.950,00
2015 1.094.256,00 0.1300 142.253,00 5.188.158,00 0.1379 715.447,00
2016 1.119.650,00 0.1161 129.991,00 5.318.149,00 0.1358 722.205,00
2017 1.145.044,00 0.1037 118.741,00 5.436.891,00 0.1339 728.000,00
2018 1.170.438,00 0.0926 108.383,00 5.545.273,00 0.1322 733.085,00
2019 1.195.832,00 0.0826 98.776,00 5.644.049,00 0.1308 738.242,00
2020 1.221.226,00 0.0738 90.126,00 5.734.175,00 0.1296 743.149,00
2021 1.246.620,00 0.0659 82.152,00 5.816.328,00 0.1285 747.398,00
2022 1.272.014,00 0.0588 74.794,00 5.891.122,00 0.1275 751.118,00
2023 1.297.408,00 0.0525 68.114,00 5.959.236,00 0.1267 755.035,00
2024 1.322.802,00 0.0469 62.039,00 6.021.275,00 0.1250 752.659,00
2025 1348.196,00 0.0419 56.489,00 6.077.765,00 0.1252 760.936,00
2026 1.373.590,00 0.0374 51.372,00 6.129.137,00 0.1247 764.303,00
2027 1.398.984,00 0.0334 46.726,00 6.175.863,00 0.1241 766.425,00

6.7. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-rata/Umur Ekonomis Seal Machine
Total biaya tahunan rata-rata dihitung dengan rumus :
Total Biaya Tahunan Rata-rata = Biaya Operasional Tahunan Rata-rata + biaya Down Time tahunan rata-rata + Capital Recovery ( CR )
Hasil perhitungan total tahunan rata-rata dapat di lihat pada Tabel 6.11. berikut :
Tabel 6.11. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-rata Seal Machine
Tahun Biaya operasinal tahunan rata-rata
(Rp) Biaya time tahunan rata-rata
(Rp) Capital Recovery
(Rp) Total Biaya tahunan rata-rata
(Rp)
1 42.902.831,00 520.906,00 39.050.550,00 82.474.287,00
2 43.977.214,00 534.383,00 37.945.393,00 82.456.990,00
3 44.292.260,00 549.149,00 36.924.022,00 81.765.431,00
4 44.527.875,00 559.588,00 35.984.500,00 81.071.963,00
5 44.823.171,00 577.856,00 35.120.222,00 80.521.249,00
6 45.138.677,00 592.144,00 34.322.839,00 80.053.660,00
7 45.454.409,00 605.073,00 33.591255,00 79.650.738,00
8 45.844.350,00 614.336,00 32.920.057,00 79.378.743,00
9 46.366.382,00 622.614,00 32.305.273,00 79.244.486,00
10 47.030.710,00 637.909,00 31.739.189,00 79.407.808,00
11 47.607.796,00 651.286,00 31.217.697,00 79.476.778,00
12 48.123.171,00 663.238,00 30.740.788,00 79.527.196,00
13 48.610.857,00 674.334,00 30.313.872,00 79.599.061,00
14 49.038.039,00 684.193,00 29.918.326,00 79.640.556,00
15 49.407.707,00 692.909,00 29.549.590,00 79.650.204,00
16 49.773.040,00 701.266,00 29.223.948,00 79.698.254,00
17 50.109.104,00 708.950,00 28.927.728,00 79.745.782,00
18 50.377.878,00 715.447,00 28.642.064,00 79.735.389,00
19 50.679.728,00 722.205,00 28.403.579,00 79.805.512,00
20 50.927.225,00 728.000,00 28.174.434,00 79.829.659,00
21 51.137.274,00 733.085,00 27.958.689,00 79.829.047,00
22 51.363.483,00 738.242,00 27.776.125,00 79.877.849,00

Tabel 6.11. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-rata Seal Machine
( lanjutan)
Tahun Biaya operasional Tahunan Rata-rata
(Rp) Biaya Down time tahunan rata-rata
(Rp) Capital Recovery
(Rp) Total Biaya Tahunan Rata-rata
(Rp)
23 51.582.309,00 743.149,00 27.614.555,00 79.940.012,00
24 51.764.644,00 747.398,00 27.460.075,00 79.972.117,00
25 51.918.974,00 751.118,00 27.314.379,00 79.984.471,00
26 52.094.780,00 755.035,00 27.196.342,00 80.046.157,00
27 51.844.222,00 752.659,00 26.914.369,00 79.511.250,00
28 52.334.128,00 760.936,00 26.962.329,00 80.057.393,00
29 52.491.987,00 764.303,00 26.883.857,00 80.140.148,00
30 52.569.969,00 766.425,00 26.784.198,00 80.120.591,00

Umur paling ekonomis mesin ditentukan dari biaya tahunan rata-rata terkecil dari hasil perhitungan tersebut dapat di lihat bahwa biaya tahunan rata-rata yang terkecil Seal Machine terdapat pada tahun 2006 atau tahun ke-9 dengan total biaya tahunan rata-rata sebesar Rp 79.244.486,00 Dari hasil perhitungan umur ekonomis Seal Machine di atas maka dapat diketahui bahwa umur paling ekonomis adalah umur yang memberikan keuntungan yang paling besar Walaupun umur paling ekonomis ini dilampaui mesin tersebut masih dapat dioperasikan tetapi perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah mesin tersebut tetap digunakan atau diganti dengan mesin yang baru

BAB V
PEGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data berguna dalam mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan sebagai bahan pemecahan masalah. Jenis data yang berpengaruh terhadap penentuan umur ekonomis suatu mesin adalah biaya-biaya yang sifatnya berubah, misalnya biaya-biaya yang naik sejalan dengan bertambahnya umur pemakaian mesin, sedangkan biaya yang tidak berpengaruh terhadap umur pemakaian mesin adalah biaya yang sifatnya konstan, misalnya biaya asuransi, upah operator dan sebagainya.
Untuk memudahkan kelancaran penulisan tugas sarjana, diperlukan metode pengumpulan data agar data yang diambil dapat sempurna dan tepat pada waktunya serta tidak menggangu pekerjaan perusahaan. Data diperoleh dari perusahaan ini dilakukan dengan cara, antara lain :
1. Melakukan pengamatan secara langsung
2. Mencatat data dan informasi yang ada di perusahaan
3. Melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang memberi informasi yang diperlukan.

5.2. Pengumpulan Data
Pengumuman data dibutuhkan sebagai pemecahan masalah, adapun data-data yang diperlukan untuk penentuan umur ekonomis ini adalah :
1. Spesifikasi Seal Machine.
2. Jumlah Seal Machine
3. Investasi Seal machine ( harga awal Seal Machine).
4. Data Pemakaian suku cadang dan pelumas.
5. Data pemakaian energi.
6. Data harga energi listrik tiap tahun ( rekening listrik PLN ).
7. Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Seal machine.
8. Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Seal Machine.
9. Upah upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine.
10. Data inflasi tiap tahun.

5.2.1. Data primer
Data ini di dapat dengan melihat langsung maupun wawancara. Data tersebut terdiri dari :
• Data mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi, baik itu bahan baku, bahan penolong maupun bahan tambahan.
• Data mengenai proses produksi, mulai dari bahan baku sampai menjadi produk yang siap di pasarkan.
• Data mengenai mesin/peralatan yang digunakan dalam proses produk.

5.2.2. Data sekunder
Data sekunder didapat dengan mencatat dari arsip yang ada di perusahaan data tersebut meliputi:
a. Spesifikasi Seal Machine yang menjadi objek penelitian dapat di lihat pada Tabel 5.1.berikut:
Tabel. 5.1. Data Spesifikasi Mesin Secara Teknis.
Model DZ 400
Energi 380 Volt / 2 Kw / 50 Hz
Cos Q 0,8
Sealer Size 420 x 300mm
Kapasitas 423 unit/jam

b. Investasi mesin
Dalam hal ini harga awal adalah harga mesin pada saat dibeli, termasuk ongkos pemasangan sampai mesin dapat beroperasi secara normal. Adapun harga awal Seal Machine adalah Rp. 85.750.000.00
c. Data pemakaian suku cadang dan pelumas
Data pemakaian suku cadang mesin Seal Machine disusun dalam bentuk Tabel 5.2. seperti di bawah ini.
Tabel. 5.2. Data pemakaian suku cadang dan pelumas Seal Machine

Tahun pakai Tahun ke-n Biya pemakaian suku cadang dan pelumas
1998 1 2.005.000
1999 2 2.355.000
2000 3 2.525.000
2001 4 3.025.000
2002 5 3.825.000
2003 6 4.550.000
2004 7 5.450.000
2005 8 7.000.000
2006 9 8.650.000
Sumber : PT. Central Windu Sejati

d. Data pemakaian energi
 Suplai dari PLN = 600 KVA
 Suplai dari pembangkit sendiri 700 KVA. Suplai dari pembangkit sendiri digunakan bila terjadi gangguan listrik dari PLN.
Data pemakaian energi listrik untuk Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 5.3. berikut ini :
Tabel. 5.3. Data pemakaian energi listrik untuk Seal Machine.

Tahun pakai Tahun ke-n Daya listrik ( Kw )
1998 1 2.5
1999 2 2,5
2000 3 2,5
2001 4 2,5
2002 5 2,5
2003 6 2,5
2004 7 2,5
2005 8 2,5
2006 9 2,5
Sumber : PT. Central Windu Sejati

Dengan perincian harga yang diperoleh dari PLN pada tahun pemakaian 2006 atau pada tahun ke-n (dalam hal ini tahun ke sembilan) adalah berkisar Rp. 430/ KWH untuk tarif pemakaian industri menengah.
e. Data harga energi listrik

Tabel. 5.4. Harga Energi Listrik

Tahun Pakai Tahun ke-n Harga energi listrik Kw (Rp)
2006 9 439

f. Data Upah Tenaga Kerja untuk Perawatan dan Perbaikan Seal Machine.
Tenaga kerja untuk perawatan perbaikan Seal Machine terdiri dari 4 orang, upah tenaga kerja untuk perawatan Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 5.5. sebagai berikut.

Tabel. 5.5. Upah Tenaga Kerja untuk Perawatan dan Perbaikan Seal Machine.

Tahun pakai Tahun ke-n T.kerja Upah/ orang (Rp) T.Upah perbulan (Rp) T.Upah pertahun (Rp) T.Upah perjam (Rp)
1998 1 4 325.000,00 1.300.000,00 15.600.000,00 1.083,00
1999 2 4 400.000,00 1.600.000,00 19.200.000,00 1.333,00
2000 3 4 480.000,00 1.920.000,00 23.040.000,00 1.600,00
2001 4 4 550.000,00 2.200.000,00 26.400.000,00 1.833,00
2002 5 4 680.000,00 2.720.000,00 32.640.000,00 2.266,00
2003 6 4 750.000,00 3.000.000,00 36.000.000,00 2.500,00
2004 7 4 820.000,00 3.280.000,00 39.360.000,00 2.733,00
2005 8 4 850.000,00 3.400.000,00 40.800.000,00 2.833,00
2006 9 4 950.000,00 3.800.000,00 45.600.000,00 3.166,00

g. Data Upah Tenaga Kerja untuk Operator Seal Machine.
Dapat di lihat pada Tabel 5.6. berikut di bawah ini :
Tabel. 5.6. Data Upah Tenaga Kerja untuk Operator Seal Machine

Tahun pakai Tahun ke-n T.kerja Upah/ orang (Rp) T.Upah perbulan (Rp) T.Upah pertahun (Rp)
1998 1 3 325.000,00 975.000,00 11.700.000,00
1999 2 3 420.000,00 1.260.000,00 15.120.000,00
2000 3 3 510.000,00 1.530.000,00 18.367.000,00
2001 4 3 580.000,00 1.740.000,00 20.880.000,00
2002 5 3 650.000,00 1.950.000,00 23.400.000,00
2003 6 3 700.000,00 2.100.000,00 25.200.000,00
2004 7 3 780.000,00 2.340.000,00 28.080.000,00
2005 8 3 850.000,00 2.550.000,00 30.600.000,00
2006 9 3 950.000,00 2.850.000,00 34.200.000,00
Sumber PT.Centra Windu Sejati

h. Waktu Operasi, Waktu Perawatan dan Perbaikan

 Waktu operasi selama 24 jam sehari. Jumlah hari kerja adalah 300 hari setahun, Seal Machine dalam setahun beroperasi selama 12 bulan, jadi total waktu operasi mesin selama setahun adalah 7200 jam /tahun
 Waktu perawatan dan perbaikan.
1. Waktu perawatan adalah perawatan yang dilakukan terhadap mesin untuk mencegah kerusakan pada saat jam operasi. Service ini dilakukan secara preventive, tetapi walaupun preventive dilakukan namun kerusakan mesin pada saat jam operasi tetap ada. Waktu perawatan mesin selama tiap tahun adalah 300 jam.
2. Waktu perbaikan, waktu perbaikan merupakan lama mesin tidak beroperasi selama mesin menjalani perbaikan. Waktu perbaikan Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 5.7. berikut dibawah ini.
Tabel. 5.7. Waktu Perbaikan Seal Machine.
Tahun pakai Tahun ke-n Waktu Perbaikan ( jam)
1998 1 96
1999 2 100
2000 3 112
2001 4 116
2002 5 120
2003 6 122
2004 7 124
2005 8 128
2006 9 130
Sumber PT.Centra Windu Sejati

3. Data Inflasi Tahunan

Tabel. 5.8. Inflasi Tiap Tahun

Tahun Inflasi ( % )
1998 19,64
1999 18,12
2000 15,48
2001 12,55
2002 9,49
2003 6,79
2004 6,06
2005 10,5
2006 10,07
( Sumber : http://www.bi.go.id )

5.3. Pengolahan Data

5.3.1. Perhitungan Depresiasi Tahunan Mesin
Sebelum depresiasi ( capital recovery ) dihitung perlu ditentukan present value Seal Machine. Present value ini adalah kesetaraan nilai dengan nilai konstan pada tahun 2006. awal pembelian (investasi) mesin Seal Machine tahun 1998 adalah Rp. 85.750.000,00 maka bila disetarakan dengan nilai uang tahun 2006 menjadi :
1,1964 x 1,1812 x 1,1548 …x 1,105 x Rp. 85.750.000 =
Rp. 216.947.500,00 ( harga awal/kesetaraan nilai pada tahun 2006)
Harga akhir Seal Machine setiap tahunnya dapat dihitung dengan metode presen tetap (declining balance methode )
Rumusannya adalah L = P (1-k )n
Dimana : L = Harga akhir mesin pada tahun ke-n
P = Harga awal mesin
K = Konstanta
N = Tahun
Dengan nilai k = 2/30 = 0.06
Perhitungan harga akhir Seal Machine pada tahun pertama, tahun 1998 (n = 1 ) adalah :
L1 = Rp. 216.947.500,00 ( 1 – 0,06 ) = Rp. 214.778.025
Harga akhir pada tahun kedua, tahun 1999 ( n = 1 )adalah:
Harga akhir tahun ke-3 (2006) sampai tahun ke-20 (2012) dihitung dengan cara yang sama, hasilnya dapat di lihat pada Tabel 5.9. berikut :
Tabel. 5.9. Harga Akhir Tiap Tahun Seal Machine
Umur Pakai (n) Akhir Tahun Harga Akhir (Rp)
1 1998 203.930.650,00
2 1999 191.694.811,00
3 2000 180.193.122,00
4 2001 169.381.535,00
5 2002 159.218.643,00
6 2003 149.665.524,00
7 2004 140.685.593,00
8 2005 132.244.457,00
9 2006 124.309.790,00
10 2007 116.851.202,00
11 2008 109.840.130,00
12 2009 103.249.722,00
13 2010 97.054.739,00
14 2011 91.231.455,00
15 2012 85.757.568,00
16 2012 80.612.113,00
17 2013 75.775.387,00
18 2014 71.228.863,00
19 2015 66.955.132,00
20 2016 62.937.824,00
Tabel. 5.9. Harga Akhir Tiap Tahun Seal Machine ( lanjutan )
Umur Pakai (n) Akhir Tahun Harga Akhir (Rp)
21 2018 59.161.554,00
22 2019 55.611.861,00
23 2020 52.275.149,00
24 2021 49.138.640,00
25 2022 46.190.322,00
26 2023 43.418.903,00
27 2024 40.813.769,00
28 2025 38.364.942,00
29 2026 36.063.046,00
30 2027 33.899.263,00

5.3.2. Perhitungan Dana Pengembalian Modal
Biaya Pengembalian modal ( Capital Recovery ) dihitung dengan rumus :
CR = ( P – L ) ( A/P,I,n ) + Li
Dimana: CR = Capital Recovery
P = Harga Awal
L = Harga Akhir
I = Suku Bunga
N = Umur Pakai Mesin/Peralatan
(A/P,i%,n) = Capital Recovery Factor

Tabel. 5.10. Capital Recovery Seal Machine
Tahun Pakai Tahun Ke-n Harga Akhir (A/P,12, n) Capital Recovery (Rp)
1998 1 203.930.650,00 1,1200 39.050.550,00
1999 2 191.694.811,00 0,5917 37.945.393,00
2000 3 180.193.122,00 0,4163 36.924.022,00
2001 4 169.381.535,00 0.3292 35.984.500,00
2002 5 159.218.643,00 0.2774 35.120.222,00
2003 6 149.665.524,00 0.2432 34.322.839,00
2004 7 140.685.593,00 0.2191 33.591.255,00
2005 8 132.244.457,00 0.2013 32.920.057,00
2006 9 124.309.790,00 0.1877 32.305.273,00
2007 10 116.851.202,00 0.1770 31.739.189,00
2008 11 109.840.130,00 0.1684 31.217.697,00
2009 12 103.249.722,00 0.1614 30.740.788,00
2010 13 97.054.739,00 0.1557 30.313.872,00
2011 14 91.231.455,00 0.1509 29.918.326,00
2012 15 85.757.568,00 0.1468 29.549.590,00
2013 16 80.612.113,00 0.1434 29.223.948,00
2014 17 75.775.387,00 0.1405 28.927.728,00
2015 18 71.228.863,00 0.1379 28.642.064,00
2016 19 66.955.132,00 0.1358 28.403.579,00
2017 20 62.937.824,00 0.1339 28.174.434,00
2018 21 59.161.554,00 0.1322 27.958.689,00
2019 22 55.611.861,00 0.1308 27.776.125,00
2020 23 52.275.149,00 0.1296 27.614.555,00
2021 24 49.138.640,00 0.1285 27.460.075,00
2022 25 46.190.322,00 0.1275 27.314.379,00
2023 26 43.418903,00 0.1267 27.196.342,00
2024 27 40.813.769,00 0.1250 26.914.369,00
2025 28 38.364.942,00 0.1252 26.962.329,00
2026 29 36.063.046,00 0.1247 26.883.857,00
2027 30 33.899.263,00 0.1241 26.784.198,00

5.3.3. Perhitungan Biaya Operasional
a. Tabel. 5.11. Total Biaya Pemakaian Suku dan pelumas cadang
Tahun pakai Tahun ke-n Biaya pemakaian suku cadang dan pelumas
1998 1 2.005.000,00
1999 2 2.355.000,00
2000 3 2.525.000,00
2001 4 3.025.000,00
2002 5 3.825.000,00
2003 6 4.550.000,00
2004 7 5.450.000,00
2005 8 7.000.000,00
2006 9 8.650.000,00

b. Perhitungan Waktu Operasi Mesin
Waktu operasi Seal Machine dengan rumus :
Waktu operasi Mesin = Waktu operasi Normal – Waktu Perbaikan
= 7200 jam – 96 jam ( pada tahun 1998/n-1 ) = 7104 jam
Data waktu operasi mesin Seal Machine tiap tahun dapat di lihat pada Tabel 5.12 berikut ini :
Tabel. 5.12. Data waktu operasi Seal Machine
Tahun Pakai Tahun
Ke-n Waktu Perbaikan
(Rp) Waktu opearasi Tiap Tahun (Jam)
1 1998 96 7.104
2 1999 100 7.150
3 2000 112 7.088
4 2001 116 7.084
5 2002 120 7.080
6 2003 122 7.078
7 2004 124 7.074
8 2005 128 7.072
9 2006 130 7.070

c. Perhitungan Biaya Pemakaian Energi Listrik Tiap Tahun.
Untuk menghitung energi listrik yang digunakan untuk menggerakkan mesin, digunakan rumus :

Dimana : Pi = daya masuk elektro motor
Po = daya keluar dari elektro motor
Cos  = faktor daya
Untuk memperoleh harga Pi dapat dilakukan berdasarkan data dari Tabel 5.3.
Pi = = 2,5 Kw
Biaya energi listrik tiap tahun dihitung dengan rumus :
Biaya Energi Listrik = Waktu Operasi x Daya Mesin x Harga Energi Listrik per KwH
= 7.104 Jam x 2,5 x 430,00/KwH
= Rp. 7.540.050,00
Tabel. 5.13. Biaya Pemakaian Energi Listrik Seal Machine Tiap Tahun
Tahun Pakai Tahun Ke-n Waktu Operasi
(Jam) Daya Mesin (Kw ) Harga Energi Listrik per KwH ( Rp ) Biaya Energi Tiap Tahun (Rp)
1998 1 7.104 2,5 430 7.540.000,00
1999 2 7.150 2,5 430 7.632.500,00
2000 3 7.088 2,5 430 7.619.600,00
2001 4 7.084 2,5 430 7.615.300,00
2002 5 7.080 2,5 430 7.611.000,00
2003 6 7.078 2,5 430 7.608.850,00
2004 7 7.074 2,5 430 7.604.550,00
2005 8 7.072 2,5 430 7.602.400,00
2006 9 7.070 2,5 430 7.600.250,00
d. Perhitungan Biaya Perbaikan dan Perawatan Tiap Tahun.
Biaya Perawatan dan Perbaikan dihitung dengan rumus :
Biaya perawatan /perbaikan = Biaya Tenaga Kerja per jam x(waktu perawatan + Waktu perbaikan )
= Rp. 2167/jam x ( 300+ 96 jam )
= Rp. 428.868,00
Data biaya perawatan dan perbaikan Seal Machine tahun dapat di lihat pada Tabel 5.14. berikut :
Tabel. 5.14. Biaya Pemakaian dan Perbaikan Seal Machine Tiap Tahun.

Tahun Pakai Tahun Ke-n Waktu Perawatan pertahun
(Jam) Waktu Perawatan Pertahun
( jam) Biaya Tenaga Kerja (Rp.) Biaya Perbaikan/Perawatan (Rp)
1998 1 300 96 1.083 428.868,00
1999 2 300 100 1.333 533.200,00
2000 3 300 112 1.600 659.200,00
2001 4 300 116 1.833 762.528,00
2002 5 300 120 2.266 951.720,00
2003 6 300 122 2.500 1.005.500,00
2004 7 300 124 2.733 1.158.792,00
2005 8 300 128 2.833 1.212.524,00
2006 9 300 130 3.166 1.361.380,00

5.3.4. Perhitungan Biaya Down Time Tiap Tahun
Down Time merupakan kehilangan kesempatan mesin untuk beroperasi karena mesin tersebut sedang diperbaiki. Perhitungan waktu Down Time tiap tahun dihitung dengan rumus :
rd =
Dimana :
rd = Rata-rata down time mesin setiap tahun.
= Jumlah down time mesin setiap tahun ke -n
n = Jumlah tahun.
misalnya untuk Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 5.15. berikut
Tabel. 5.15. Down time Seal Machine tiap tahun
Tahun Pakai Tahun
Ke-n Waktu Perbaikan
(Rp) Down Time Tahunan Rata-rata (Jam)
1 1998 96 96
2 1999 100 98
3 2000 112 102.6
4 2001 116 106
5 2002 120 108.8
6 2003 122 111
7 2004 124 112.8
8 2005 128 114.75
9 2006 130 116.45

Perhitungan biaya rata-rata Down Time dengan persamaan :
Bd = r d / jk X OP
dimana :
Bd = Biaya Down Time
rd = Rata – rata Down Time
jK = Jumlah tahun
OP = Biaya operator tiap tahun
Perhitungan biaya rata-rata Down Time Seal Machine
– Waktu Down Time = 96jam
– Jam kerja seharusnya = 7200 jam
– Biaya operator = Rp. 15.600.000
– Maka ( tahun 1998/n-1 )
Demikian juga untuk tahun-tahun selanjutnya, perhitungan dilakukan dengan cara yang sama dan hasilnya dapat di lihat pada Tabel 5.16.
Tabel. 5.16. Biaya Down Time Seal Machine.
Tahun Pakai Tahun Ke-n Down Time
(Jam) Biaya Operator ( Rp ) Biaya Down Time ( Rp )
1998 1 96 15.600.000,00 208.000.00,00
1999 2 98 19.200.000,00 261.333.33,00
2000 3 102,6 23.040.000,00 328.320.00,00
2001 4 106 26.400.000,00 388.666.67,00
2002 5 108,8 32.640.000,00 493.226.67,00
2003 6 111,00 36.000.000,00 555.000.00,00
2004 7 112,80 39.360.000,00 616.640.00,00
2005 8 114,75 40.800.000,00 650.250.00,00
2006 9 116,45 45.600.000,00 737.516.67,00

BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan
Setelah perhitungan dan analisa terhadap permasalahan pada bab-bab terdahulu, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut total biaya tahunan rata-rata minimum untuk Seal Machine adalah :
– Umur paling ekonomis pada mesin Seal Machine. dengan total biaya tahunan rata-rata sebesar Rp. 79.244.486,00 umur paling ekonomis pada seal machine terdapat pada tahun 2006 pada tahun ke-9
– Bila Seal Machine tetap dioperasikan setelah tahun 2006, maka akan kehilangan kesempatan yang lebih besar setelah tahun 2006.

7.2. Saran-saran
1. Ada baiknya pihak perusahaan menyusun jadwal peremajaan mesin berdasarkan umur teknis mesin.
2. Ada baiknya perusahaan membentuk suatu tim yang khusus menangani bidang peremajaan/ pergantian Seal Machine.

BI Rate
(Berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur)
Periode BI Rate Siaran Pers
6 Sept 2007 8.25% Link Siaran Pers

7 Agust 2007 8.25% Link Siaran Pers

5 Juli 2007 8.25% Link Siaran Pers

7 Juni 2007 8.50% Link Siaran Pers

8 Mei 2007 8.75% Link Siaran Pers

5 April 2007 9.00% Link Siaran Pers

6 Maret 2007 9.00% Link Siaran Pers

6 Feb 2007 9.25% Link Siaran Pers

4 Jan 2007 9.50% Link Siaran Pers

7 Des 2006 9.75% Link Siaran Pers

7 Nov 2006 10.25% Link Siaran Pers

5 Okt 2006 10.75% Link Siaran Pers

5 Sept 2006 11.25% Link Siaran Pers

8 Agust 2006 11.75% Link Siaran Pers

6 Juli 2006 12.25% Link Siaran Pers

6 Juni 2006 12.50% Link Siaran Pers

9 Mei 2006 12.50% Link Siaran Pers

5 April 2006 12.75% Link Siaran Pers

7 Maret 2006 12.75% Link Siaran Pers

7 Feb 2006 12.75% Link Siaran Pers

9 Jan 2006 12.75% Link Siaran Pers

6 Des 2005 12.75% Link Siaran Pers

1 Nov 2005 12.25% Link Siaran Pers

4 Okt 2005 11.00% Link Siaran Pers

6 Sept 2005 10.00% Link Siaran Pers

9 Agust 2005 8.75% Link Siaran Pers

5 Juli 2005 8.50% Link Siaran Pers

LAPORAN INFLASI
Berdasarkan perhitungan inflasi tahunan

Grafik Timeseries

Bulan Tahun Tingkat Inflasi
Desember 2006 6.60 %
November 2006 5.27 %
Oktober 2006 6.29 %
September 2006 14.55 %
Agustus 2006 14.90 %
Juli 2006 15.15 %
Juni 2006 15.53 %
Mei 2006 15.60 %
April 2006 15.40 %
Maret 2006 15.74 %
Februari 2006 17.92 %
Januari 2006 17.03 %
Desember 2005 17.11 %

DAFTAR PUSTAKA

Grant,E.L. (et.al.), Dasar – dasar Ekonomi Teknik, Jilid 1-2, Jakarta, Rineka Cipta, 1996
Garmo,P.L. (et al.), Ekonomi Teknik, Jilid 1-2, Jakarta, Erlangga, 1997.
Leland Blank, Anthony Targuin, Engineering Ekonomy, Fifth Edition, Boston,
Mc Graw Hill, 2002.
Pandan Kurniawan Harun, Prinsip-prinsip Ekonomi Teknik, Jakarta, Rosda Jaya
Putra, 1994
Simatupang Suhaimi, Daftar Bunga Uang, Medan, 1996.
Sugiarto, Peramalan Bisnis, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2000.

Trend Eksponensial (Yi”= a x bxi)

n Xi Xi2 Yi Log Yi XiLogYi Yi” (Yi”-Yi) (Yi”-Yi)2
1 -4 16 523225 5.71868857 -22.87475428 227497.263 -295728 87454953570.80
2 -3 9 549469 5.739943116 -17.21982935 293821.8151 -255647 65355432034.28
3 -2 4 584416 5.766722097 -11.53344419 379482.627 -204933 41997687355.72
4 -1 1 599094 5.77749497 -5.77749497 490116.9921 -108977 11875988246.93
5 0 0 675490 5.829618924 0 633005.7 -42484 1804915746.49
6 1 1 694217 5.841495244 5.841495244 817552.1818 123335 15211567064.21
7 2 4 722590 5.858891989 11.71778398 1055901.345 333311 111096405944.50
8 3 9 650461 5.813221262 17.43966379 1363738.823 713278 508765252686.85
9 4 16 735516 5.866592125 23.4663685 1761323.239 1025807 1052280492343.50
60 5734478 52 1 7022440 1287962 1895842694993

5.801407589
633005.6533 0.117754302

41698640 41698640 504358800 754000000 1078819 2943141600 4202579219
37966279 79664919 490534500 763250000 1121086 3152094800 4407000386
33418861 113083780 449076800 761960000 1173390 3177321500 4389531690
29521924 142605704 465884100 761530000 1357316 3179074300 4407845716
26322307 168928011 523405700 761100000 13613600 3218467800 4516587100
23496911 192424922 569128200 760885000 14202240 3269367000 4613582440
21000416 213425338 638358500 760455000 14448590 3289010400 4702272490
19294383 232719721 735000000 760240000 14494530 3381300000 4891034530
17981979 250701700 865000000 760025000 14669920 3575600000 5215294920
19053675 269755375
17357168 287112543
15805690 302918233
14387450 317305683
13088737 330394420
11906957 342301377
10825279 353126656
98384669 451511325
89403266 540914591
81237025 622151616
73804797 695956413

7174354.33+1085777.9

1 1.1200 43093823 0.8889 38306099.26 38306099 42902831
2 0.5917 45179879 0.7972 36017399.54 74323499 43977214
3 0.4163 45056973 0.7118 32071553.38 106395052 44292260
4 0.3292 45422200 0.6355 28865808.1 135260860 44527875
5 0.2774 46391095 0.5674 26322307.3 161583168 44823171
6 0.2432 47414026 0.5066 24019945.57 185603113 45138677
7 0.2191 48323098 0.4523 21856537.23 207459650 45454409
8 0.2013 50214853 0.4039 20281779.13 227741430 45844350
9 0.1877 53473242 0.3606 19282451.07 247023881 46366382
10 0.1770 58032124 0.3220 18686344.03 265710225 47030710
11 0.1684 59117901 0.2875 16996396.63 282706621 47607795
12 0.1614 60203678 0.2567 15454284.23 298160905 48123170
13 0.1557 61289455 0.2292 14047543.16 312208449 48610855
14 0.1509 62375232 0.2046 12761972.53 324970421 49038037
15 0.1468 63461009 0.1827 11594326.4 336564748 49407705
16 0.1434 64546786 0.1631 10527580.85 347092328 49773040
17 0.1405 65632563 0.1456 9556101.221 356648430 50109104
18 0.1379 66718340 0.1300 8673384.243 365321814 50377878
19 0.1358 67804117 0.1161 7872058.022 373193872 50679728
20 0.1339 68889894 0.1037 7143882.042 380337754 50927225
21 0.1322 69975671 0.0926 6479747.165 386817501.1 51137274
22 0.1308 71061448 0.0826 5869675.632 392687176.7 51363483
23 0.1296 72147225 0.0738 5324465.229 398011642 51582309
24 0.1285 73233002 0.0659 4826054.854 402837696.8 51764644
25 0.1275 74318779 0.0588 4369944.225 407207641.1 51918974
26 0.1267 75404556 0.0525 3958739.207 411166380.3 52094780
27 0.1250 76490333 0.0469 3587396.633 414753776.9 51844222
28 0.1252 77576110 0.0419 3250439.023 418004215.9 52334128
29 0.1247 78661887 0.0374 2941954.586 420946170.5 52491987
30 0.1241 79747664 0.0334 2663571.989 423609742.5 52569969

637164.23+25394xi
1 1.1200 0.8889 523225 465095 465095 520906
2 0.5917 0.7972 549468 438036 903131 534382
3 0.4163 0.7118 584416 415987 1319118 549149
4 0.3292 0.6355 599094 380724 1699842 559588
5 0.2774 0.5674 675490 383273 2083115 577856
6 0.2432 0.5066 694211 351687 2434802 592144
7 0.2191 0.4523 722590 326827 2761630 605073
8 0.2013 0.4039 718526 290213 3051843 614336
9 0.1877 0.3606 735516 265227 3051843 572831
10 0.1770 0.3220 891104.23 286936 3604005 637909
11 0.1684 0.2875 916498.23 263493 3867498 651287
12 0.1614 0.2567 941892.23 241784 4109282 663238
13 0.1557 0.2292 967286.23 221702 4330984 674334
14 0.1509 0.2046 992680.23 203102 4534087 684194
15 0.1468 0.1827 1018074.23 186002 4720089 692909
16 0.1434 0.1631 1043468.23 170190 4890278 701266
17 0.1405 0.1456 1068862.23 155626 5045905 708950
18 0.1379 0.1300 1094256.23 142253 5188158 715447
19 0.1358 0.1161 1119650.23 129991 5318149 722205
20 0.1339 0.1037 1145044.23 118741 5436891 728000
21 0.1322 0.0926 1170438.23 108383 5545273 733085
22 0.1308 0.0826 1195832.23 98776 5644049 738242
23 0.1296 0.0738 1221226.23 90126 5734175 743149
24 0.1285 0.0659 1246620.23 82152 5816328 747398
25 0.1275 0.0588 1272014.23 74794 5891122 751118
26 0.1267 0.0525 1297408.23 68114 5959236 755035
27 0.1250 0.0469 1322802.23 62039 6021275 752659
28 0.1252 0.0419 1348196.23 56489 6077765 760936
29 0.1247 0.0374 1373590.23 51372 6129137 764303
30 0.1241 0.0334 1398984.23 46726 6175863 766425

cr ha cr
1 216947500 203930650 1.1200 39050550 42902831 520906 82474287
2 216947500 191694811 0.5917 37945393.4 43977214 534382 82456990
3 216947500 180193122 0.4163 36924022.1 44292260 549149 81765431
4 216947500 169381535 0.3292 35984499.88 44527875 559588 81071963
5 216947500 159218643 0.2774 35120222.11 44823171 577856 80521249
6 216947500 149665524 0.2432 34322839.4 45138677 592144 80053660
7 216947500 140685593 0.2191 33591255 45454409 605073 79650738
8 216947500 132244457 0.2013 32920057.37 45844350 614336 79378743
9 216947500 124309790 0.1877 32305272.98 46366382 572831 79244486
10 216947500 116851202 0.1770 31739188.96 47030710 637909 79407808
11 216947500 109840130 0.1684 31217696.69 47607795 651287 79476778
12 216947500 103249722 0.1614 30740787.99 48123170 663238 79527196
13 216947500 97054739 0.1557 30313871.56 48610855 674334 79599061
14 216947500 91231455 0.1509 29918325.8 49038037 684194 79640556
15 216947500 85757568 0.1468 29549590.19 49407705 692909 79650204
16 216947500 80612113 0.1434 29223948.05 49773040 701266 79698254
17 216947500 75775387 0.1405 28927728.32 50109104 708950 79745782
18 216947500 71228863 0.1379 28642063.59 50377878 715447 79735389
19 216947500 66955132 0.1358 28403579.42 50679728 722205 79805512
20 216947500 62937824 0.1339 28174434.5 50927225 728000 79829659
21 216947500 59161554 0.1322 27958688.54 51137274 733085 79829047
22 216947500 55611861 0.1308 27776124.9 51363483 738242 79877849
23 216947500 52275149 0.1296 27614554.57 51582309 743149 79940012
24 216947500 49138640 0.1285 27460075.31 51764644 747398 79972117
25 216947500 46190322 0.1275 27314378.83 51918974 751118 79984471
26 216947500 43418903 0.1267 27196341.6 52094780 755035 80046157
27 216947500 40813769 0.1250 26914368.66 51844222 752659 79511250
28 216947500 38364942 0.1252 26962329.3 52334128 760936 80057393
29 216947500 36063046 0.1247 26883856.93 52491987 764303 80140148
30 216947500 33899263 0.1241 26784197.77 52569969 766425 80120591

216947500

n I (% ) Pin/ F ; 12 ; n n I% ( A/Pin, 12% ; n
1 12 0.8889 1 12 1.1200
2 12 0.7972 2 12 0.5917
3 12 0.7118 3 12 0.4163
4 12 0.6355 4 12 0.3292 12
5 12 0.5674 5 12 0.2774
6 12 0.5066 6 12 0.2432
7 12 0.4523 7 12 0.2191
8 12 0.4039 8 12 0.2013
9 12 0.3606 9 12 0.1877
10 12 0.322 10 12 0.1770
11 12 0.2875 11 12 0.1684
12 12 0.2567 12 12 0.1614
13 12 0.2292 13 12 0.1557
14 12 0.2046 14 12 0.1509
15 12 0.1827 15 12 0.1468
16 12 0.1631 16 12 0.1434
17 12 0.1456 17 12 0.1405
18 12 0.13 18 12 0.1379
19 12 0.1161 19 12 0.1358
20 12 0.1037 20 12 0.1339
21 12 0.0926 21 12 0.1322
22 12 0.0826 22 12 0.1308
23 12 0.0738 23 12 0.1296
24 12 0.0659 24 12 0.1285
25 12 0.0588 25 12 0.1275
26 12 0.0525 26 12 0.1267
27 12 0.0469 27 12 0.1250
28 12 0.0419 28 12 0.1252
29 12 0.0374 29 12 0.1247
30 12 0.0334 30 12 0.1241

PENENTUAN UMUR PALING EKONOMIS SEAL
MACHINE DI PT. CENTRAL WINDU SEJATI.

DRAFT TUGAS SARJANA

Diajukan untuk Mengikuti Seminar
Tugas Akhir Teknik Industri

Oleh:
SAMUEL W. GULTOM
NIM: 030423043

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2 0 0 7
PENENTUAN UMUR PALING EKONOMIS SEAL MACHINE PADA PT. CENTRA WINDU SEJATI

DRAFT TUGAS SARJANA
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
Seminar Sidang Sarjana Teknik Industri

Oleh :
SAMUEL WILBERT GULTOM
Nim : 030423043

Disetujui Oleh :
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

(Ir. Danci Sukatendel ) (Ir. UkurtaTarigan, MT)

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2007
KATA PENGANTAR
Tugas Akhir merupakan bagian dari kurikulum pada Departement Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara yang wajib dilaksanakan dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan untuk mengikuti Seminar Sarjana Teknik Industri.
Penulis melaksanakan penelitian pada PT. Centra Windu Sejati. PT. Centra Windu Sejati merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan udang. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk menentukan umur ekonomis dari seal machine, yang merupakan salah satu langkah yang ditempuh perusahaan dalam meminimumkan ongkos produksi dan program pergantian mesin yang lebih teliti.
Judul tugas akhir ini adalah Penentuan Umur Paling Ekonomis Seal Machine Pada PT. Centra Windu Sejati. Selama penelitian penulis menemui berbagai hambatan-hambatan seperti keterbatasan data yang dibutuhkan
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran guna kesempurnaan laporan ini. Penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membaca laporan ini
Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, MEDAN PENULIS
April, 2006

UCAPAN TERIMA KASIH

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan dan bantuan yang diberikan dalam penulisan tugas sarjana ini, terutama kepada :
1. Bapak Ir. Danci Sukatendel selaku Dosen pembimbing I yang telah membimbing dan mengarahkan penulis selama penyelesaian draft tugas sarjana ini.
2. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT selaku dosen pembimbing II, Atas bimbingan dan motivasinya selama penulis menyelesaikan Tugas Sarjana ini.
3. Bapak Winarto Chieff Operation Officer PT. Centra Windu Sejati yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian pada PT. Centra Windu Sejati.
4. Bapak Polmen Purba selaku pimpinan bagian produksi sekaligus pembimbing lapangan selama penelitian pada PT. Centra Windu Sejati.
5. Bapak Jhonson, ST Engineering Manager PT. Centra Windu Sejati yang telah membantu dalam memberikan data-data yang diperlukan.
6. Anita Dolok Saribu, ST alumni Teknik Industri Universitas Sumatera Utara yang menjadi teman diskusi serta pendengar cerita dan keluhan penulis selama penyelesaian tugas sarjana ini.
7. Bapa Uda Marisi Gultom yang telah memberikan dukungan materil maupun moril kepada penulis dalam penyelesaian tugas sarjana ini

DAFTAR ISI

BAB HALAMAN
LEMBAR PENGESAHAN i
SERTIFIKAT SEMINAR ii
KATA PENGANTAR iii
UCAPAN TERIMA KASIH iv
DAFTAR ISI v
DAFTAR TABEL ix
DAFTAR GAMBAR x
DAFTAR LAMPIRAN xi
RINGKASAN xii
I. PENDAHULUAN I-1
1.1. Latar Belakang Masalah I-1
1.2. Perumusan Masalah I-3
1.3. Tujuan Penelitian I-4
1.4. Manfaat Penelitian I-5
1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi-Asumsi yang Digunakan I-5
1.6. Batasan Masalah I-7
1.7. Sistematika Penulisan Tugas Sarjana I-7

II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN II-1
2.1. Sejarah Perusahaan II-1
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
2.2.1.Strategi Pemasaran II-3

DAFTAR ISI (Lanjutan)
BAB HALAMAN
2.2.2.Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Lingkungan II-4
A. Aspek Sosial Ekonomi II-4
B. Aspek Lingkungan Perusahaan II-4
2.3. Organisasi dan Manajemen II-5
2.3.1. Struktur Organisasi II-5
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab II-8
2.3.3. Tenaga Kerja dan Waktu Kerja Perusahaan II-11
2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan II-12
2.3.5. Insentif dan Fasilitas dan Fasilitas Perusahaan II-13
2.4. Proses Produksi II-14
2.4.1. Bahan yang Digunakan II-15
1. Bahan Baku II-15
2. Bahan Penolong II-16
3. Bahan Tambahan II-17
2.4.2. Standart Mutu Bahan / Produk II-18
2.4.3. Uraian Produksi II-19
2.4.4. Mesin dan Peralatan II-25

III. LANDASAN TEORI III-1
3.1. Pendahuluan III-1
3.2. Pegertian Ekonomi Teknik III-1
3.3. Konsep Umur Ekonomis III-2
3.4. Dasar Repalacement Study III-3
3.4.1. Alasan Pentingnya Replacement Study III-3
3.4.2. Siklus Pergantian Mesin III-5
3.5. Metoda-metoda yang digunakan III-6
3.5.1. Metoda Present Worth III-7
3.5.2. Metoda Annual Worth III-7
3.5.3. Metoda Minimum Alternatif Rate Of Return III-8
DAFTAR ISI (Lanjutan)

BAB HALAMAN

3.6. Langkah-langkah Pemecahan Masalah III-8
3.6.1. Pegelompokan Biaya III-8
3.6.2. Peramalan III-14
3.7. Definisi Bunga Dan Tingkat suku Bunga III-19
3.7.1. Rumus Dan Tabel Bunga
Dalam Hubungannya dengan Ekonomi Teknik III-19
3.7.2. Pemilihan Rate Of Return yang Menguntungkan
( Minimum Atrractive Rate Of Return ) III-21
3.8. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-Rata III-22

IV. METODOLOGI PENELITIAN IV-1
4.1. Pendekatan Masalah IV-1
4.2. Pembatasan Masalah IV-2
4.3. Langkah-langkah Penelitian IV-2

V. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA V-1
5.1. Metode Pengumpulan Data V-1
5.2. Pengumpulan Data V-2
5.2.1. Data Primer V-2
5.2.2. Data Sekunder V-2
5.3. Pengolahan Data V-7
5.3.1. Perhitungan Depresiasi Tahunan Mesin V-7
5.3.2. Perhitungan Dana Pengembalian Modal V-8
5.3.3. Perhitungan Biaya Operasional V-10
5.3.4. Perhitungan Biaya Down Time Tiap Tahun V-13

DAFTAR ISI ( lanjutan )

BAB HALAMAN
VI ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH VI-1
6.1. Perhitungan Nilai Kesetaraan VI-1
6.1.1. Nilai Kesetaraaan suku Cadang Seal Machine VI-2
6.1.2. Nilai Kesetaraaan Pemakaian Energi Listrik
Seal Machine VI-3
6.1.3. Nilai Kesetaraaan Biaya Perawatan dan Pemakaian
Seal Machine
6.1.4 Nilai kesetaraan biaya operator Seal Machine VI-3
6.1.5 Nilai kesetaraan DownTime rata – rata VI-3
6.2. Perhitungan Biaya Operasional Seal Machine VI-5
6.3. Peramalan VI-6
6.4. Trend Peramalan yang Digunakan VI-6
6.5. Perhitungan Biaya Operasional Tahunan rata-rata
Seal Machine VI-7
6.6. Perhitungan Biaya Down Time Tahunan rata-rata
Seal Machine VI-8
6.7. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-rata
Umur Ekonomis Seal Machine VI- 9

VII. KESIMPULAN DAN SARAN VII-1
7.1. Kesimpulan VII-1
7.2. Saran-saran VII-1

DAFTAR PUSTAKA D.P

LAMPIRAN L.P

DAFTAR TABEL

TABEL HALAMAN
2.1. Standart Ukuran Udang Tempura II-22
5.1. Data waktu Spesifikasi Mesin Secara Teknis V-3
5.2. Data Pemakaian Suku Cadang V-3
5.3. Data Pemakaian Energi Listrik Untuk Seal Machine V-4
5.4. Tabel Harga Energi Listrik V-4
5.5 Data Upah Tenaga Kerja untuk
Perawatan Dan Perbaikan V-4
5.6. Data Upah Tenaga Kerja untuk Operator Seal Machine V-5
5.7. Waktu Perbaikan Seal Machine V-6
5.8. Data Inflasi Tiap Tahun V-7
5.9. Harga akhir tiap tahun seal machine V-8
5.10. Capital Recovery Seal Machine V-9
5.11. Biaya Pemakaian Suku Cadang Seal Machine V-10
5.12. Data Waktu Operasi Seal Mchine V-11
5.13. Biaya Pemakaian Energi Listrik
Seal Machine Tiap Tahuin V-12
5.14. Biaya Perawatan dan Perbaikan
Seal Machine Tiap Tahun V-13
5.15. Down Time Seal Machine Tiap Tahun V-14
5.16 Biaya Down Time Seal Machine V-15
DAFTAR GAMBAR

GAMBAR HALAMAN
3.1. Hubungan Antara Biaya Tahunan Rata-Rata
dengan Umur Mesin III-6
3.2. Pola Horizontal III-15 3.3. Pola Musiman III-16
3.4. Pola Siklis III-16
3.5. Pola Trend III-6

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN HALAMAN
1. Stuktur Organisasi PT. Centra Windu Sejati L-1
2. Analisa dan pemilihan peramalan L-2
3. Tabel Capital Recovery Factor L-14
4 Tabel Present Worth Factor L-15
5. Laporan Inflasi L-16
6. Suku Bunga Bank Indonesia L-17
4. Lembar asistensi L-18
5. Surat permohonan pengajuan Tugas Sarjana L-19
6. Surat Penjajakan Permohonan Riset
ke PT. Centra Windu Sejati L-20
7. Surat Balasan Pelaksanaan Riset
di PT. Centra Windu Sejati L-21
8. Surat Keputusan Pelaksanaan Tugas Sarjana dari
Depatemen Teknik Industri USU L-22

RINGKASAN

Penelitian ini dilakukan di PT. Centra windu sejati. Penelitian dilakukan terhadap Seal Machine. Sejak berdirinya PT. Centra Windu sejati dihadapkan pada situsi yang sulit, karena tidak seimbangnya besarnya investasi dengan pendapatan yang diharapkan. Untuk menggendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkah-langkah yang ditempuh perusahaan ialah meminimumkan ongkos produksi serta program pergantian peralatan yang lebih teliti.

Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur ekonomis dari Seal Mahine.
Adapun asumsi yang diinginkan adalah :
1. Cara penggunaan, perawatan maupun cara beroperasi pelaksanaan suatu mesin dianggap normal sesuai dengan panduan teknis dari mesin tersebut.
2. Mesin yang beroperasi ditangani oleh tenaga operator dan tenaga perawatan dan perbaikan yang benar-benar mahir dan berpengalaman dalam bidangnya sehingga kerusakan mesin adalah karena keadaan mesin itu sendiri.
3. Seluruh data yang diperoleh dari perusahaan maupun sumber lainnya dianggap benar dan diteliti kewajarannya.

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data investasi mesin biaya operasional yang terdiri dari biaya suku cadang dan pelumas, biaya energi, biaya perawatan dan perbaikan, biaya operator. waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan

Metode yang digunakan adalah metode Annual Worth, metode Presentase Tetap, dan peramalan time series dengan tiga trend.

Bunga uang yang digunakan adalah bunga deposito rata-rata tahun 2006 yaitu 12% serta data inflasi tahun 1998 sampai tahun 2006 bersumber dari website Bank Indonesia.
Dari hasil analisa pemecahan masalah dapat disimpulkan bahwa umur paling ekonomis Seal Machine adalah pada tahun ke– 9 dengan total biaya tahunan rata-rata sebesar Rp. 79.244.486,00.

PENENTUAN UMUR PALING EKONOMIS SEAL
MACHINE DI PT. CENTRAL WINDU SEJATI.

DRAFT TUGAS SARJANA

Diajukan untuk Mengikuti Seminar
Tugas Akhir Teknik Industri

Oleh:
SAMUEL W. GULTOM
NIM: 030423043

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2007
BERITA ACARA BIMBINGAN
TUGAS SARJANA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
FAKULTAS : TEKNIK
PROGRAM : S – 1
DEPARTEMEN : TEKNIK INDUSTRI
NAMA MAHASISWA : SAMUEL W. GULTOM
NIM : 030423043
JUDUL TUGAS SARJANA : PENENTUAN UMUR PALING EKONOMIS
SEAL MACHINE
DOSEN PEMBIMBING : IR.DANCI SUKATENDEL, MT

TANGGAL
MATERI BIMBINGAN PARAF KETERANGAN

MEDAN, JULI 2006
PEMBIMBING

IR.DANCI SUKATENDEL, MT

Lampiran 2
Analisa dan Pemilihan Trend Peramalan

1. Biaya Operasi
a. Trend Linier. ( Y’’ = a + b.Xi )
Tabel . L2.1. Perhitungan Biaya Operasi Seal Machine

n xi xi2 Yi xi . Yi Y” (Y” – Y) (Y” – Y)2
1 -4 16 43.093.823 -172.375.292 42.831.242 -262.581 68.948.571.496
2 -3 9 45.179.879 -135.539.637 46.574.792 1.394.913 1.945.782.277.569
3 -2 4 45.056.973 -90.113.946 46.774.646 1.717.673 2.950.400.534.929
4 -1 1 45.422.200 -45.422.200 46.974.500 1.552.300 2.409.635.290.000
5 0 0 46.391.095 0 47.174.354 .783.259 613.494.661.081
6 1 1 47.414.026 47.414.026 47.374.208 -39.818 1.585.473.124
7 2 4 48.323.098 9.6.646.196 47.574.062 -749.036 561.054.929.296
8 3 9 50.214.853 150.644.559 47.773.916 -2.440.937 5.958.173.437.969
9 4 16 53.473.242 213.892.968 47.973.770 -5.499.472 30.244.192.278.784

60 424.569.189 65.146.674 421.025.490 – 44.753.267.454.248

Harga a, b dan MSE dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut :

a =
b =

MSE =
Karena = 0, maka persamaan menjadi sebagai berikut :
a =
b =

a = = 47.174.354,9

b = = 1.085.777,9

MSE = = 4,97259 . 1013

Persamaannya : Y’’ = 47.174.354+ 1.085.777,9. Xi

b. Trend Kwadratis ( Yi’’ = a + bXi + Cxi2 )
Tabel L2.2 Perhitungan Trend Kwadratis Biaya Operasional Sea Machine
n Xi Xi2 Xi4 Yi Xi . Yi Xi2 . Yi Yi” (Yi” – Yi) (Yi” – Yi)2
1 -4 16 256 43.093.823 172.375.292 689.501.168 61.608.473,75 18.514.650,75 3,42792.1014
2 -3 9 81 45.179.879 135.539.637 406.618.911 90.062.244,42 44.882.365,42 2,01443.1015
3 -2 4 16 45.056.973 -90.113.946 180.227.892 88.096.322,67 44.647.909,52 1,99344.1015
4 -1 1 1 45.422.200 -45.422.200 45.422.200 89.490.465,38 44.068.265,38 1,94201.1015
5 0 0 0 46.391.095 0 .0 89.418,93 43.027,98 1,8514.1015
6 1 1 1 47.414.026 47.414.026 47.414.026 89.490.465,38 42.076.439,38 1,77043.1015
7 2 4 16 48.323.098 96.646.196 193.292.392 89.704.882,52 41.381.784,52 1,71245.1015
8 3 9 81 50.214.853 150.644.559 451.933.677 90.062.244,42 39.847.391,42 1,58781.1015
9 4 16 256 53.473.242 213.892.968 855.571.872 107.664.095,50 54.190.853,52 2,93665.1015

60 708 424.569.189 65.146.674 2.869.982.138 7.972.067.469 795.598.187,1 1.61514.1016

Harga a, b, c, dan MSE dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut :

MSE =
424.569.189 = 9a + 60c
111.8984.752 = 60b
2.869.982.138 = 60a + 708c
Dengan cara subsitusi diperoleh harga a, b, c, sebagai berikut :
a = 2.779.135.394
b = 318.886.904.2
c = 128.314.57
MSE = 8.145.36. 1018

Persamaannya : Yi’’ = 2.779.135.394+ 318.886.904,2 . Xi + 128.314,57. Xi2

c. Trend Eksponensial ( Yi’’ = a.bXi )
Tabel L.2.3. Perhitungan Trend Eksponensial Biaya Operasi Seal Machine
n Xi Xi2 Yi Log Yi XiLogYi Yi” (Yi”-Yi) (Yi”-Yi)2
1 -4 16 43093.823 7.63 -30,5377 25.690.609,19 -17.403.213,81 3,02872.1014
2 -3 9 45179.879 7.65 -22,9648 29.891.588,99 -15.288.290,01 2,33732. 1014
3 -2 4 45056.973 7.65 -15,3075 34.779.521,40 -10.277.451,60 1,05626. 1014
4 -1 1 45422.200 7.66 -7,65727 40.466.738,30 -4.955.461,70 2,45566.1011
5 0 0 46391.095 7.67 0 47.083.940,28 692.845,28 4,80035.1011
6 1 1 47414.026 7.68 7,675907 54.783.200,36 7.369.174,36 5,430472.1013
7 2 4 48323.098 7.68 15,36831 63.741.458,85 15.418.360,85 2,377261.1014
8 3 9 50214.853 7.70 23,1025 74.164.589,69 23.949.736,69 5,7359.1014
9 4 16 53473.242 7.73 30,91255 86.292.131,72 32.818.889,72 1,07708.1015

60 424569189 69.06 0,591972 45.689.3778,78 2,60997.1015

Harga a,b, c, dapat diperoleh sebagai berikut :
Log a =
Log b =
MSE =
Sehingga harga a, b diperoleh:
Log a =
Log a = 7.948.448
a = 47.162.398

Log b = 0,065775

b = 1,163522

MSE = = 2.89996.1014

Persamaannya : Yi’’ = 4.083940,28 + (1,163522Xi )

2. Down Time
a. Trend Linier. ( Y’’ = a + b.Xi )
Tabel . L2.4. Perhitungan Biaya Down Time Seal Machine

n xi xi2 Yi xi . Yi Y” (Y” – Y) (Y” – Y)2
1 -4 16 523.225 -2092.900 535.588 12.363 152.841.296
2 -3 9 549.469 -1648.407 560.982 11.513 132.551.472
3 -2 4 584.416 -1168.832 586.376 1.960 3.841.600
4 -1 1 599.094 -599.094 611.770 12.676 160.680.976
5 0 0 675.490 0 637.164 -38.326 1.468.882.276
6 1 1 694.217 694.217 662.558 -31.659 1.002.292.281
7 2 4 722.590 1445.180 687.952 -34.638 1.199.795.893
8 3 9 650.461 1951.383 713.346 62.885 3.954.523.225
9 4 16 735.516 2942.064 738.740 3.224 10.394.176

60 5.734.478 1.523.611 5.734.476 -2 8.085.803.195

Harga a, b dan MSE dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut :
a =
b =
MSE =
Karena = 0, maka persamaan menjadi sebagai berikut :
a =
b =
a = = 637.164,23
b = = 2.5394
MSE = = 898.422.577.3
Persamaannya : Y’’ = 637.164,23 + 25.394 . Xi

b. Trend Kwadratis ( Yi’’ = a + bXi + Cxi2 )
n Xi Xi2 Xi4 Yi Xi . Yi Xi2 . Yi Yi” (Yi” – Yi) (Yi” – Yi)2
1 -4 16 256 523.225 -2.092.900,4 8371.601,6 542.752.47 19.527 7.53.1010
2 -3 9 81 549.469 -1.648.406,7 4945.220,1 274.981.05 -274.488 7.53.1010
3 -2 4 16 584.416 -112.688,3 2.337.664 132.084.35 -452.332 7.53.1010
4 -1 1 1 599.094 -599.094 599.094 114.062.37 -485.032 7.53.1010
5 0 0 0 675.490 0 0 220.915.11 -454.575 7.53.1010
6 1 1 1 694.217 694.217 694.217 452.642.57 -241.574 7.53.1010
7 2 4 16 722.590 1.445.180.14 2.890.360,28 809.244.75 86.655 7.53.1010
8 3 9 81 650.461 1.951.383 5.854.149 1.290.721.65 640.261 7.53.1010
9 4 16 256 735.516 2.942.064 11.768.256 1.897.073.27 1.161.557 7.53.1010

708 5.734.478 1.523.611,04 3.7460.56,.98 5.734.477,59 – 7.53.1010
Tabel L2.5. Perhitungan Trend Kwadratis Biaya Down Time Seal Machine

Harga a, b, c, dan MSE dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut :

MSE =
5.734.478 = 9a + 60c
1.523.611 = 708 b
37.460.562 = 60a + 708c
Dengan cara subsitusi diperoleh harga a, b, c, sebagai berikut :
a = 220.915
b = 25.393
c = 62.437,37
MSE = 1,44985 . 1011
Persamaannya : Yi’’ = 220.915 + 25.393 . Xi + 62.437,36 . Xi2

c. Trend Eksponensial ( Yi’’ = a.bXi )
Tabel L2.6. Perhitungan Trend Eksponensial Biaya Operasi Seal Machine

n Xi Xi2 Yi Log Yi XiLogYi Yi” (Yi”-Yi) (Yi”-Yi)2
1 -4 16 523.225 5.718.689 2.287.475.428 213.988,687 -295.728 8,7455 .1010
2 -3 9 549.469 5.739.943 1.721.982.935 280.637,056 -255.647 6,5355.1010
3 -2 4 584.416 5.766.722 1.153.344.419 368.043,556 -204.933 4,1998.1010
4 -1 1 599.094 5.777.495 -577.749.497 482.673,459 -108.977 1,1876.1010
5 0 0 675490 5.829.619 0 633.005,7 -42.484 1,04915.746
6 1 1 694217 5.841.495 5.841.495.244 830.160,034 123.335 1,5212.1010
7 2 4 722.590 5.858.892 1.171.778.398 1.088.719,554 333.311 1,111.1011
8 3 9 650.461 5.813.221 1.743.966.379 1.427.809,359 713.278 5,0877.1011
9 4 16 735.516 5.866.592 234.663.685 1.872.511,207 1.025.807 1,0523.1011

60 5.734.478 52 1 633.005,7 1.463.071
1.895.1011

Harga a,b, c, dapat diperoleh sebagai berikut :
Log a =
Log b =
MSE =
Sehingga harga a, b diperoleh: 71.54
Log a =
Log a = 5.801408
a = 633.005.7

Log b = 0.1177

b = 1,3114
MSE = = 2,5329.1011

Persamaannya : Yi’’ = 633.005,7 + (1.3114 Xi )

Pemilihan Trend Peramalan Biaya Operasi :

TREND PERSAMAAN TREND MSE
Linier
Y’’ = 47174354+ 1085777,9. Xi
4,97259 . 1013

Kwadratis
Yi’’ = 2.779.135.394+ 318.886.904,2 . Xi + 128.314,57. Xi2

4,97259 . 1013

Eksponensial Yi’’ = 47.162.398+ (1,0279Xi )
8.81708. 1012

Pemilihan Trend Peramalan Biaya Down Time :

TREND PERSAMAAN TREND MSE
Linier Y’’ = 637.164,23 + 2.94 . Xi
898.422.577.3

Kwadratis Yi’’ = 220.915 + 25.393 . Xi + 62.437,36. Xi2
1,44985 . 1011
Eksponensial Yi’’ = 633.005,7 + (2,3135 Xi )
2,3135 1011

RINGKASAN

Penelitian ini dilakukan di PT. Centra windu sejati. Penelitian dilakukan terhadap Seal Machine. Sejak berdirinya PT. Centra Windu sejati dihadapkan pada situsi yang sulit, karena tidak seimbangnya besarnya investasi dengan pendapatan yang diharapkan. Untuk menggendalikan keadaan ini setiap bagian berusaha untuk menekan anggaran sehingga tidak terjadi pemborosan. Adapun langkah-langkah yang ditempuh perusahaan ialah meminimumkan ongkos produksi serta program pergantian peralatan yang lebih teliti.

Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur ekonomis dari Seal Mahine.
Adapun asumsi yang diinginkan adalah :
1. Cara penggunaan, perawatan maupun cara beroperasi pelaksanaan suatu mesin dianggap normal sesuai dengan panduan teknis dari mesin tersebut.
2. Mesin yang beroperasi ditangani oleh tenaga operator dan tenaga perawatan dan perbaikan yang benar-benar mahir dan berpengalaman dalam bidangnya sehingga kerusakan mesin adalah karena keadaan mesin itu sendiri.
3. Seluruh data yang diperoleh dari perusahaan maupun sumber lainnya dianggap benar dan diteliti kewajarannya.

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data investasi mesin biaya operasional yang terdiri dari biaya suku cadang dan pelumas, biaya energi, biaya perawatan dan perbaikan, biaya operator. waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan

Metode yang digunakan adalah metode Annual Worth, metode Presentase Tetap, dan peramalan time series dengan tiga trend.
Bunga uang yang digunakan adalah bunga deposito rata-rata tahun 2006 yaitu 12% serta data inflasi tahun 1998 sampai tahun 2006 bersumber dari website Bank Indonesia.

Dari hasil analisa pemecahan masalah dapat disimpulkan bahwa umur paling ekonomis Seal Machine adalah pada tahun ke– 9 dengan total biaya tahunan rata-rata sebesar Rp. 79.244.486,00.

BAB III ( samuel wilbert gultom ST)


BAB III
LANDASAN TEORI

3.1. Pendahuluan
Setiap perusahaan industri dalam melaksanakan programnya selalu saja di jumpai berbagai persoalan, tentu semua persoalan itu harus dapat dipecahkan dengan bijaksana. Maka untuk dapat memecahkan semua persoalan itu dibutuhkan seorang pimpinan yang bijaksana dalam mengambil keputusan
Salah satu dari berbagai persoalan itu diantaranya adalah dalam hal penggunaan peralatan, apakah peralatan lama tetap dipakai dengan melakukan beberapa perbaikan-perbaikan atau lebih baik menggantinya dengan peralatan-peralatan baru. Agar masalah itu benar-benar dapat diselesaikan dan disimpulkan maka ketelitian mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi suatu masalah sangat penting dalam pengambilan keputusan.
Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat maka perlu diadakan studi terhadap pemakaian mesin dan peralatan.

3.2. Konsep Umur Ekonomis Mesin
Setiap perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar yang menggunakan mesin atau peralatan dalam menjalankan usahanya, selalu dihadapkan kepada masalah apakah mesin/peralatan yang digunakan masih dapat terus dioperasikan atau apakah mesin/peralatan yang baru akan lebih ekonomis untuk segera dimiliki. Seorang pimpinan perusahaan harus mampu mengambil keputusan untuk mempertahankan mesin yang sudah ada atau menggantinya dengan mesin yang baru. Keputusan tentang masalah ini harus dibuat hati-hati serta seirama dengan perubahan dan perkembangan teknologi.
Masalah ini dapat dipecahkan dengan suatu studi yang disebut dengan replacement study. Dengan kata lain replacement study dapat diartikan sebagai suatu studi yang dilakukan sehubungan dengan persoalan-persoalan pergantian mesin/peralatan. Replacement Study juga merupakan bagian dari studi pemilihan alternatif, hanya di dalam replacement study alternatifnya adalah mempertahankan mesin/peralatan yang ada atau menggantinya dengan mesin/peralatan yang baru.
Siklus penggantian peralatan dengan peralatan yang sejenis sering dibuat peremajaan. Dalam hal peremajaan, penilaian didasarkan kepada kombinasi biaya pengembalian modal dan kenaikan biaya operasi. Semakin bertambah umur mesin/peralatan mengakibatkan total biaya operasi akan menaik. Peremajaan mesin/peralatan dilakukan pada saat total biaya tahunan rata-ratanya minimum yang disebut dengan umur ekonomis.

3.3. Dasar Replacement Study
Replacement study biasanya dirancang untuk membuat suatu keputusan ekonomis apakah mempertahankan mesin yang sudah ada atau menggantinya sekarang. Jika keputusan yang diambil adalah mengganti mesin yang sudah ada, maka keputusan tersebut selesai. Tetapi jika keputusannya adalah mempertahankan mesin yang telah ada sebelumnya, maka estimasi biaya akan ditinjau kembali beberapa tahun kemudian untuk memastikan bahwa keputusan untuk mempertahankan mesin masih ekonomis.

3.4. Dasar Replacement Study
Replacement study biasanya dirancang untuk membuat suatu keputusan ekonomis apakah mempertahankan mesin yang sudah ada atau menggantinya sekarang. Jika keputusan yang diambil adalah mengganti mesin yang sudah ada, maka keputusan tersebut selesai. Tetapi apabila keputusannya adalah mempertahankan mesin yang sudah ada, maka estimasi biaya akan ditinjau kembali beberapa tahun kemudian untuk memastikan bahwa keputusan untuk mempertahankan mesin masih ekonomis atau tidak.

3.4.1. Alasan Pentingnya Replacement Study
Adapun beberapa alasan yang menyebabkan pergantian mesin, yaitu:
1. Daya mesin yang telah berkurang dikarenakan kemorosotan fisik (Physical Impairment).
Hal ini disebabkan karena pemakaian mesin yang tidak normal, kecelakaan atau memang umur mesin yang semakin tua. Sehingga mesin tidak mampu lagi menghasilkan produksi dengan kualitas dan kuantitas seprti yang diinginkan. Jika mesin tersebut tidak diganti maka akan mengakibatkan :
a. Biaya operasi yang meningkat.
b. Scrap yang lebih tinggi.
c. Biaya untuk pengerjaan ulang (rework cost) semakin besar.
d. Penurunan kualitas produk.
e. Kehilangan pasar.
f. Berkurangnya tingkat keselamatan kerja
g. Biaya perawatan yang lebih besar.
2. Kadaluarsa.
Kadaluarsa merupakan kehilangan keuntungan, kehandalan mesin lama yang sudah jauh ketinggalan dibandingkan dengan mesin-mesin sejenis tipe baru.
3. Inadequacy
Inadecuacy yaitu: ketidak cocokan mesin lama yang disebabkan kapasitas yang terlalu rendah. Dalam hal ini mesin/peralatan sudah tidak dapat memenuhi kapasitas sebagaimana yang diinginkan (kapasitas terlampau rendah dibandingkan dengan kebutuhan saat ini). Untuk hal ini dilakukan replacement walaupun mesin/peralatan lama masih baik. Dengan kata lain, baik tidaknya mesin yang sedang digunakan tidak jadi masalah dalam pelaksanaan replacement.
4. Rental or Lease Possibilities (Kemungkinan Penyewaan)
Karena kemajuan zaman, peralatan yang sejenis ada yang disewakan. Pada saat produksi relatif kecil, untuk menghindari biaya tetap yang besar, maka cara ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif
5. Obselescence
Ada 2 (dua) jenis obsolescence, yaitu :
a. Menurut fungsinya (Functional obsolescence)
Functional obsolescence disebabkan mesin/peralatan yang sedang digunakan tidak mampu lagi menghasilkan produk dengan kwalitas yang diinginkan pasar. Hal ini bias berakibat merosotnya permintaan terhadap produk.
b. Menurut ekonomisnya (Economic Obsolescence)Economic obsolescence disebabkan adanya mesin/peralatan baru yang lebih ekonomis dibandingkan mesin/peralatan yang lama.
Kedua hal ini akan mengakibatkan hilangnya sejumlah keuntungan apabila mesin/peralatan yang lama dipertahankan.
6. Keinginan akan perkembangan atau peningkatan
Dengan adanya keinginan akan perkembangan atau peningkatan mesin-mesin sejenis tipe baru, maka keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya karena dapat memenuhi syarat keakuratan, kecepatan, ataupun spesifikasi yang lainnya sesuai kebutuhan.

3.4.3. Siklus Penggantian Mesin
Siklus penggantian mesin dengan tipe yang sama disebut peremajaan mesin. Tujuan pembahasan siklus peremajaaan ini adalah untuk mendapatkan usia yang tepat dalam penggantian mesin. Total dari pengembalian odal, biaya operasi dan perawatan merupakan penilaian dasar dalam pembahasan ini. Dimana biaya pengembalian modal cenderung menurun, sementara biaya pengembalian modal cenderung menurun, sementara biaya operasi dan perawatan cenderung naik sejalan dengan pertambahan umur mesin tersebut. Usia penggantian saat biaya tahunannya minimum disebut dengan umur ekonomis mesin.
Dengan demikian umr ekonomis mesin dapat diartikan sebagai jangka waktu penggunaan ekonomis, dimana jangka waktu yang dicapai pada biaya rata-rata mempunyai harga terendah. Apabila pembahasannya menggunakan metode biaya tahunan rata-rata, maka saat peremajaan yang tepat dapat dirumuskan secara matematis, sebagai berikut:
AC(N-1) > AC(N) dan AC(N) > AC(N+1)
Dimana : AC = Annual Cost
N = Waktu peremajaan
Secara grafik dapat dilihat pada Gambar 3.1

Gambar 2.1. Hubungan antara biaya tahunan rata-rata dengan umur mesin.
Penentuan waktu umur ekonomis ini terhadap peralatan baru dilakukan dengan cara estimasi. Hasil estimasi tidaklah dipedomani langsung untuk mengambil keputusan umur ekonomis.

3.5. Metode-metode yang Digunakan
Sebagai dasar dalam melakukan evaluasi umur ekonomis terhadap mesin adalah dengan mengikuti perkembangan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mesin yang digunakan. Biaya-biaya yang diperhitungkan dalam hal ini antara lain biaya investasi, biaya operasi, perawatan, depresiasi , pajak, asuransi dan lain-lain.
Dalam perhitungan ekonomi teknik, secara teoritis ada beberapa metode yang dapat dingunakan sebagai pedoman atau petunjuk dalam mencari umur ekonomis mesin.
Metode-metode yang dapat digunakan adalah :
– Metode Present Worth.
– Metode Annual worth.
– Metode Minimum Alternatif Rate of Return ( MARR ).

3.5.1.Metode Present Worth
Metode Present Worth adalah suatu metode yang memproyeksikan seluruh penerimaan dan pengeluaran tahun n ke tahun 0 ( tahun awal ). Persamaannya adalah :
PW =
Dimana :
(P/F, i%, X ) = Faktor Presen Worth
R = Penerimaan
Q = Pengeluaran
X = Tahun ke -X
i = Suku bunga uang

3.5.2. Metoda Annual Worth
Dengan metode Annual Worth, maka semua biaya dioperasikan merata setiap tahunnya. Depresiasi yang dipakai adalah metode capital recovery.
AW = G – (O + M + CR )
CR = ( P – L ) (A / P ,i %, n ) + L I
Dimana :
( A / P, i, n ) = Capital recovery Factor
( O + M + CR ) = Annual Cost.
G = Penerimaan Kotor
CR = Capital Recover.
O = Ongkos Operasi.
P = Investasi awal.
L = Harga akhir mesin.
N = Tahun ke-n.
i = Suku bunga uang
Pemilihan alternatif yang dilakukan yaitu dengan memilih biaya tahunan (annual cost ) yang terkecil.(sumber L. Grant).
3.5.3. Metode minimum Alternatif Rate Of Return ( MARR ) .
Metode Minimum Alternatif Rate Of Return ( MARR ) digunakan untuk mencari tingkat suku bunga tahunan yaitu dalam hal ini mencari tingkat suku bunga investasi mesin.
Persamaannya adalah sebagai berikut :
MARR = ( 1 + Bunga Deposito ) ( 1 + Laju Inflasi ) – 1.
Dimana :
Bunga Deposito = Bunga uang di Bank yang berupa deposito
Laju Inflasi = Penurunan mata uang yang dikeluarkan oleh BI

3.6. Langkah – langkah Pemecahan Masalah
Untuk pemecahan masalah, maka disusun langkah-langkah sebagai berikut
3.6.1. Pengelompokan Biaya
Untuk mendapatkan saat yang terbaik dalam mengganti peralatan, diharapkan adanya pencatatan biaya yang telah dikeluarkan selama penggunaan peralatan tersebut. Untuk pemecahan masalah tersebut diatas, maka biaya-biaya dikelompokkan atas ;

A. Depresiasi
Depresiasi atau penyusutan adalah berkurangnya nilai suatu mesin setelah suatu perioda tertentu. Di tinjau dari kegunaannya, depresiasi terdiri dari 2(dua) jenis yaitu ;
– depresiasi untuk perhitungan pajak
– depresiasi untuk kalangan sendiri
Metode depresiasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut (sumber L. Grant) :
a. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
Pada metode ini besarnya Depresiasi berbanding langsung dengan umur mesin/peralatan. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

Dimana ;
d = Depresiasi Tahunan
P = Harga Awal Mesin/peralatan
L = Harga akhir mesin/peralatan
N = umur mesin/peralatan
b. Metode Presentase Tetap (Declining Balance Method)
Metode ini sering juga disebut Metheson Formula. Perbandingan nilai depresiasi setiap tahun terhadap nilai buku pada awal tahun tersebut adalah konstan sepanjang umurnya. Perbandingan diberi notasi K.
– Besarnya depresiasi untuk tahun pertama adalah :
d1 = P . K
– Besarnya depresiasi untuk tahun ke-x adalah ;
dx = (BV x – 1) . k
– Harga akhir pada umur n tahun adalah :
Ln = P . (1- k) n
– Book Value pada tahun ke-x adalah :
BVx = P – x . d
c. Metode Jumlah Digit ( The Sum of Year Digits Method)
Metode ini biasanya diberi notasi metode SYD. Jumlah angka-angka umur mesin/peralatan tersebut merupakan penyebut dari faktor depresiasi, sedangkan pembilangnya adalah kebalikan urutan umurnya. Perhitungan dilakukan dengan persamaan berikut ;

Dimana ;
dN = Depresiasi tahunan
P = Harga awal mesin/peralatan
L = Harga akhir mesin/peralatan
n = Umur mesin/peralatan
N = Umur pakai tahunan ke-N
d. Metode Sinking Fund (The Sinking Fund Mehod)
Pada metode ini dana yang didepresiasikan pada tahun pertama lebih kecil daripada tahun berikutnya. Perhitungan dilakukan dengan persamaan berikut :
D = ( P – L ) ( A/F, i%, n )
Dimana :
D = Depresiasi Tahunan
P = Harga awal mesin
L = Harga awal mesin/peralatan
(A/F,i % n ) = Sinking Fund Factor
i = Umur pakai mesin/peralatan
B. Biaya Investasi
Biaya investasi adalah biaya pembelian mesin dan biaya pemasangan sampai mesin/peralatan tersebut dapat beroperasi. Dana Pengembalian Modal (Capital Recovery)
Menghitung capital Recovery ( CR )
– Hitung harga akhir mesin tiap tahun ( Book Value )
– Hitung CR dengan persamaan :
CR = ( P – L ) ( A/P, i %, n ) + Li
Dimana :
CR = Capital Recovery
P = Harga awal
L = Harga akhir
I = Suku bunga
N = Umur pakai mesin/peralatan
( A/P, i %, n ) = Capital Recovery Factor
C. Biaya Operasional
Biaya operasional cenderung meningkat sejalan dengan bertambahnya umur mesin/peralatan. Biaya ini meliputi penggantian spare-part yang rusak, pemakaian minyak pelumas, biaya tenaga kerja/merawat mesin/peralatan.
Biaya perawatan mencakup :
1. Pemakaian suku cadang dan minyak pelumas
Pemakaian suku cadang dan minyak pelumas cenderung meningkat sejalan dengan semakin bertambahnya umur peralatan dan harga dipasaran
2. Biaya energi
Dalam hal ini energi yang digunakan adalah energi listrik yang besar biayanya tergantung pada waktu operasi mesin dan harga energi listrik
3. Biaya perawatan dan perbaikan
Besarnya biaya perawatan dan perbaikan tergantung pada upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan tiap tahun dan waktu perawatan dan perbaikan mesin.
4. Biaya operator
Besarnya biaya operator tergantung pada upah tenaga kerja untuk operator.

D. Biaya Pajak dan Asuransi
Biaya pajak dan asuransi besarnya tergantung pada harga awal mesin/peralatan. Biaya ini merata setiap tahun dan tidak tergantung pada umur pemakaian mesin/peralatan.
E. Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja tergantung jumlah tenaga kerja yang melayani mesin. Biaya tenaga kerja ini merata setiap tahun dan tidak mempengaruhi umur ekonomis mesin.
F. Kerugian akibat berhentinya mesin ( Down Time)
Biaya ini tergantung pada besarnya jam perawatan setiap tahunnya yang meningkat dengan bertambahnya umur mesin dan biaya operator
Menghitung biaya Down Time
– Hitung rata-rata Down Time tiap tahun dengan persamaan :
rd = Σ d / n
Dimana :
Rd = Rata-rata Down Time mesin setiap tahun
Σd = Jumlah Down Time mesin sampai tahun ke-n
N = Jumlah tahun
– Hitung biaya Down Time dengan persamaan :
Bd = r d / jk X OP
Dimana : Bd = Biaya Down Time
rd = Rata – rata Down Time
jK = Jumlah tahun
OP = Biaya operator tiap tahun
3.6.2. Peramalan
Peramalan pada dasarnya merupakan dugaan atau perkiraan mengenai terjadinya suatu kejadian atau peristiwa di waktu yang akan datang dengan menggunakan teori, rumusan dan analisa-analisa berdasarkan data masa lalu. Jadi bukan sekedar dugaan belaka walaupun masih ada penyimpangan.
Secara garis besar metode peramalan dibedakan atas dua bagian yaitu :
1. metode peramalan Kualitatif
2. Metode peramalan Kuantitatif
Pada peramalan kualitatif tidak dibutuhkan identifikasi yang jelas terhadap pola dasar. Hal ini karena hasil peramalan tersebut ditentukan berdasarkan pemikiran yang bersiafat intuisi, pendapat dan pengetahuan si peramal serta pengalaman si peramal. Sedangkan peramalan kuantitatif dibutuhkan identifikasi yang jelas tentang tipe dari pola dasar. Hasil peramalan tersebut sangat tergantung pada metode yang dingunakan, peramalan kuantitatif hanya digunakan apabila 3 (tiga ) kondisi sebagai berikut :
• Adanya informasi masa lalu yang dapat digunakan.
• Infomasi tersebut dapat di kuantifikasikan ke dalam bentuk angka.
• Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek dan pola yang akan berkelanjutan pada masa yang akan datang.
Dalam hal ini peramalan di lakukan untuk memenuhi kebutuhan data mengenai biaya-biaya pengoperasian mesin/peralatan. Adapun model peramalan yang akan digunakan adalah model deret berkala, dimana deret berkala tersebut adalah merupakan serangkaian data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu kejadian.
Dari model deret berkala di kenal 4 ( empat ) pola data sebagai berikut :
1. Pola Horizontal.
Pola data ini terjadi apabila harga data berfluktuasi sekitar harga rata – rata dan dapat dilihat pada Gambar 2.2

Gambar 2.2. Pola horizontal
2. Pola Musiman
Pola data ini sangatlah dipengaruhi oleh musiman, dan dapat kita lihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3. Pola musiman
3. Pola Siklis
Pola data ini terjadi apabila data mempunyai gerak naik dalam jangka waktu yang lama dilihat pada Gambar 2.4

Gambar 2.4. Pola Siklis
4. Pola Trend
Pola ternd ini terjadi apabila data bergerak menaik atau menurun dalam jangka waktu yang panjang, dan dapat dilihat pada Gambar 2.5

Gambar 2.5. Pola Trend
Pemilihan teknik peramalan ini didasarkan atas bentuk pola data. Untuk peramalan pada laporan ini dingunakan pola trend. Dimana pola trend terdiri dari :
a. Trend Linier.
Bentuk persamaan umum adalah :
Yi = a + bXi
Dimana : Yi = Nilai Peramalan
Xi = Waktu
a dan b = konstan
Harga a dan b dapat diperoleh dengan rumus :
a =
b =
b. Trend Kuadratis
Bentuk persamaannya adalah :
Yi = a + bXi + c
Dimana : Yi = Nilai dari ramalan
Xi = Waktu
A dan b = Konstan
Harga a, b dan c diperoleh dengan persamaan :

c. Trend Eksponensial
Bentuk persamaannya adalah :
Yi = a(e)bx
Dimana : Yi = Nilai dari ramalan
X = Waktu
a, b dan e = Konstan
Harga-harga konstanta a dan b adalah diperoleh dengan rumusan sebagai
berikut :
b =
lna =
Dari ketiga trend peramalan di atas dapat dipilih trend yang lebih sesuai, berdasarkan jumlah MSEE (Mean Standard Error Estimation) terkecil dan koefisien korelasi yang terbesar atau paling dekat dengan 1. Mean Standard Error Estimation (MSEE) dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
MSEE =
Dimana :
MSEE = Mean Standard Error Etima
Yi = Nilai dari persamaan
= Nilai data sebenarnya
N = Banyak data
= Derajat kebebasan

3.7. Definisi Bunga dan Tingkat suku Bunga

Suku bunga biasanya di definisikan sebagai uang yang dibayarkan untuk penggunaan uang yang dipinjam. Atau secara luas, suku di definisikan sebagai pengembalian yang diperoleh dari investasi modal yang produktif. Sedangkan tingkat suku bunga bisa di definisikan sebagai rasio antara bunga yang dibebankan atau dibayar pada akhir periode waktu yang ditetapkan sebelumnya dengan uang yang dipinjamkan di awal periode. Setiap pembayaran dimasa datang atau seri pembayaran yang tepat akan membayar kembali jumlah sekarang dengan bunga yang ditetapkan adalah ekivalen dengan jumlah sekarang. Jumlah sekarang adalah nilai dari sekarang dari setiap pembayaran dimasa datang atau seri pembayaran yang tepat yang akan dibayar kembalijumlah sekarang itu dengan bunga pada tingkat yang ditetapkan.

3.7.1. Rumus dan Tabel Bunga dalam Hubungannya dengan Ekonomi Teknik
Keputusan mengenai apakah investasi yang diusulkan itu akan menguntungkan harus didasari pada perkiraan-perkiraan kejadian dimasa yang akan datang. Bahkan dalam perkiran yang paling telitipun hampir ada kesalahan dengan jumlah yang sebenarnya yang terjadi. Keputusan-keputusan yang berhubungan dengan ekonomi harus didasari pada perkiraan pendahuluan yang dibuat dalam rencana sebelumnya yang mungkin mengandung bahaya besar.
Untuk alasan ini perlu ketelitian yang besar biasanya tidak diperlukan dalam analisa ekonomi teknik, misalnya jika perhitungan ongkos mempunyai kesalahan sebesar 5%, tidak perlu melaksanakan perhitungan bunga sampai 7 angka dibelakang koma, seperti yang biasa dilakukan. Tabel bunga yang mempunyai tiga angka dibelakang koma cukup untuk perhitungan dalam perhitungan ekonomi teknik.
Dalam memecahkan setiap persoalan bunga, perlu diketahuibahwa berbagai unsur persoalan itu( i, n, P, F, dan A ) adalh diketahui atau dicari. Hal ini adalah langkah pertama dalam setiap pemecahan dan langsung terdapat dalam setiap persoalan .
Rumus-rumus bunga fundamental yang menyatakan hubungan di antara P, F, dan A dalam bentuk i dan n adalah sebagai berikut :
F = P ( P/F, i %, n ) adalah single paymen compound amount factor ( factor jumlah majemuk pembayaran tunggal )
P = F ( P/F, i %, n ) adalah single payment presen worth factor (faktor nilai sekarang pembayaran tunggal ).
A = F ( A/F, i %, n ) adalah singkin fund factor (factor penyimpanan dan )
A = P (A/P, i %, n ) adalah capital recovery factor (factor pengembalian modal )
F = A ( F/A, I %, n ) adalah uniform series compound amount factor ( factor jumlah majemuk seri yang sama )
P = A ( P/A, I %, n ) adalah uniform series present worth factor ( factor nilai sekarang seri yang sama ).
Pemecahan persoalan sangat dipermudah dengan bantuan tabel bunga yang memberikan nilai faktor jumlah majemuk pembayaran tunggal , faktor nilai sekarang pembayaran tunggal, faktor dana tetap, factor pengembalian modal faktor jumlah majemuk seri uniform faktor nilai sekarang seri uniform. Jika pembayaran yang diketahui( P, F, atau A ) dalam setiap satuan yang diinginkan, faktor dari tabel bunga menunjukkan pembayaran yang harus dicari.

3.7.2. Pemilihan Rate of return Minimum yang menguntungkan ( Minimum Attractive Rate of Return )
Rate of return yang menguntungkan yang dingunakan dalam menilai apakah suatu usulan investasi menguntungkan biasanya adalah sebuah persoalan kebijaksanaan yang harus ditentukan oleh manajeman puncak dari sutu organisasi dan dasar untuk menetapkannya sangat bervariasi. Karena bunga yang dingunakan merupakan pertimbangan keputusan-keputusan yang mempengaruhi kesejahteraan organisasi untuk jangka panjang akan diambil berdasarkan kepada perbandingan rate of return dari investasi-investasi usulan . penentuan tingkat bunga uang yang akan dingunakan dalam proses pengambilan keputusan semua didasarkan pada kriteria yang lebih utama dan menjamin penggunaan yang terbaik dari dana yang tersedia.
Faktor-faktor yang biasanya dipertimbangkan dalam penetuan tingkat bunga yang dingunakan selama periode waktu tertentu adalah :
1. tersedianya dana untuk investasi dan sumber-sumbernya , modal sendiri atau pinjaman .
2. perbedaan dalam resiko yng terlibat dalam kesempatan investasi yang bersaing.
3. perbedaaan-perbedaan dalam waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian investasi dengan rate of return yang diinginkan.
4. Harga uang yang berlaku yang dinyatakan oleh tingkat suku bunga yang dibayarkan atau yang dibebankan pada investasi tersebut seperti rekening tabungan yang dingunakan oleh bank-bank besar, surat-surat berharga, dan obligasi-obligasi.
Kondisi ekonomi, undang-undang pajak, kesempatan investasi, tersedianya uang, tingkat bunga dan perkiraan-perkiraan mengenai iklim ekonomi dimasa datang adalah merupakan subjek yang berubah setiap saat. Yang terbaik dilakukan adalah mencoba menjelaskan arti berbagai faktor-faktor keputusan yang termasuk dalam penetuan tingkat bunga untuk menunjukkan bagaimana faktor ini dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

3.8. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata – rata
Untuk biaya – biaya yang berfluktasi setiap tahun, biaya-biaya tersebut dihitung dengan cara sebagai berikut :
a. Menghitung Capital Recovery (CR).
– Hitung harga akhir mesin tiap tahun (Book Value).
– Hitung CR dengan persamaan :
CR = (P – L) (A/P, i%,n) + Li
Dimana :
CR = Capital Recovery
P = Harga Awal
L = Harga Akhir
i = Suku Bunga
n = Umur Pakai Mesin/Peralatan
(A/P, i%, n) = Capital Recovery Factor
b. Menghitung biaya down time.
– Hitung down time mesin tiap tahun.
– Hitung rata-ratanya tiap tahun dengan persamaan :
rd =
Dimana :
rd = Rata-rata down time mesin setiap tahun.
= Jumlah down time mesin setiap tahun ke -n
n = Jumlah tahun.
– Hitung biaya down time dengan persamaan:
Bd = r d / j k X MARR
Dimana :
Bd = Biaya down time.
rd = Rata-rata down time.
j k = Jam kerja per tahun.
CR = Capital Recovery.
– Hitung biaya down time mesin untuk tahun yang akan datang dihitung dengan peramalan yang dipilih.
c. Menghitung biaya operasi tahun rata-rata
– Hitung biaya operasi setiap tahun.
– Hitung biaya operasi tahunan yang akan datang dengan peramalan yang dipilih.
– Tentukan Present Value dari total biaya tiap tahun ke tahun nol yaitu dengan cara mengalikan biaya dengan faktor Present Worth (P/F, i%, n)
– Hitung kumulatif biaya Present Value di atas.
– Untuk mendapatkan biaya tahunan rata-rata kalikan kumulatif biaya tiap tahun dengan faktor Capital Recovery (A/P, i%, n).
– Hasil yang diperoleh merupakan ekivalensi dari biaya operasi tahunan rata-rata tahunannya.
d. Menghitung total biaya tahunan rata-rata.
Jumlah semua elemen biaya di atas (Capital Recovery), biaya Down Time dan biaya operasional rata-rata.
Total biaya tahunan rata-rata dihitung dengan rumus:
Total biaya tahunan rata-rata = Biaya operasional tahunan rata-rata + Biaya Down time + Capital Recovery

BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

4.1. Pendekatan Masalah
Adapun metode pendekatan yang dilakukan dalam pemecahan masalah ini didasarkan kepada umur paling ekonomis mesin yang perhitungannya dilakukan dengan cara perhitungan biaya tahunan rata-rata.
Serangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam pengumpulan data, antara lain :
a. Pengamatan langsung terhadap objek penelitian.
b. Wawancara dengan berbagai pihak atau departemen di pabrik.
c. Mencatat dan mempelajari data historis yaitu berkas-berkas data yang berkaitan dengan mesin
Adapun data yang dikumpulkan meliputi :
– Sejarah dan gambaran umum perusahaan
– Organisasi dan manajemen
– Gambaran umum kegiatan produksi
– Spesifikasi Seal Machine
– Data biaya operasional
– Data biaya suku cadang dan pelumas
– Data pemakaian energi listrik dan harga energi listrik
– Upah tenaga kerja untuk operator, perawatan dan perbaikan
– Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan
– Data Inflasi
4.2. Pembatasan Masalah
Supaya pembahasan yang akan dilakukan dapat menuju sasarannya perlu di buat beberapa batasan masalah sebagai berikut :
– Mesin-mesin yang akan dibahas dalam studi ini adalah Seal Machine. Cara pengoperasian dan perawatan mesin-mesin yang diterapkan perusahaan dianggap sesuai dengan ketentuan standar dan diluar pembahasan dari studi ini.
– Tingkat bunga uang yang digunakan dalam penyelesaian permasalahan di ambil bunga deposito tahun 2006.

4.3. Langkah-langkah Penelitian
Untuk memecahkan masalah dalam tugas ini, digunakan pendekatan-pendekatan pemecahan masalah dengan menggunakan metode-metode. Adapun metode pendekatan yang dilakukan dalam pemecahan masalah ini didasarkan kepada umur paling ekonolis mesin yang perhitungannya dilakukan dengan cara biaya tahunan rata-rata terkecil.
1. Menentukan investasi mesin
Dalam hal ini harga awal adalah harga mesin pada saat dibeli, biaya pemasangan sampai mesin dapat beroperasi secara normal. Serta dihitung harga akhir dan Capital Recovery-nya
2. Menentukan biaya-biaya operasional mesin :
– Data Pemakaian Suku cadang dan Pelumas
– Dari pemakaian sejumlah spare part dan minyak pelumas ini diperoleh jumlah biaya pemakaian setiap bulan
– Data biaya energi yaitu energi listrik
– Biaya Operator
3. Data Waktu
– Waktu Operasi
– Jam operasi mesin adalah jumlah waktu mesin beroperasi selama setahun
– Waktu perbaikan dan perawatan
Waktu perawatan adalah waktu mesin menjalani perawatan diluar masa sealing polybag udang. Perbaikan dibedakan dengan perawatan. Waktu perbaikan merupakan lama mesin tidak beroperasi selama mesin menjalani perbaikan
4. Pengolahan data
Setelah data-data didapat maka dilakukan pengolahan data dengan mencari perhitungan biaya pengembalian modal, perhitungan biaya suku cadang dan pelumas, biaya energi, biaya perawatan, biaya operator dan biaya down time. Perhitungan biaya operasi dan down time tahunan rata-rata
Setelah data-data di atas diolah kemudian dilakukan penganalisaan biaya operasi dan down time tersebut lalu diramalkan sesuai tahun yang diinginkan

5. Perhitungan umur paling ekonomis
Dari hasil penganalisaan diatas dapat dicari pada tahun ke berapa mesin tersebut paling ekonomis digunakan dan berapa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
Secara garis besar, tahapan yang akan dilakukan dalam penelitian ini dapat di lihat pada Gambar 4.1. berikut:

Gambar 4.1. Tahapan Proses Penelitian

BAB III
LANDASAN TEORI

3.1. Pendahuluan
Setiap perusahaan industri dalam melaksanakan programnya selalu saja di jumpai berbagai persoalan, tentu semua persoalan itu harus dapat dipecahkan dengan bijaksana. Maka untuk dapat memecahkan semua persoalan itu dibutuhkan seorang pimpinan yang bijaksana dalam mengambil keputusan
Salah satu dari berbagai persoalan itu diantaranya adalah dalam hal penggunaan peralatan, apakah peralatan lama tetap dipakai dengan melakukan beberapa perbaikan-perbaikan atau lebih baik menggantinya dengan peralatan-peralatan baru. Agar masalah itu benar-benar dapat diselesaikan dan disimpulkan maka ketelitian mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi suatu masalah sangat penting dalam pengambilan keputusan.
Untuk dapat mengambil keputusan yang tepat maka perlu diadakan studi terhadap pemakaian mesin dan peralatan.

3.2. Pengertian Ekonomi Teknik
Ekonomi teknik semakin berperan dalam bidang keteknikan sebagai tuntutan dari perkembangan ilmu dan teknologi. Seorang pengambil keputusan dihadapkan kepada alternatif rancangan (design) atau pemecahan suatu masalah yang lain yang semakin kompleks dimana satu diantaranya harus dipilih. ekonomi teknik merupakan salah satu alat ampuh untuk menentukan pilihan tersebut dimana aspek teknis dan aspek ekonomis dikaji secara bersamaan. Studie ekonomi teknik dilaksanakan untuk menemukan dan mengevaluasi pilihan yang tersedia. Studi ini menjelaskan ada sejumlah alternatif yang lebih ekonomis dibanding alternatif yang ada.
Studi ekonomi teknik dapat didefinisikan sebagai sebuah perbandingan antara alternatif-alternatif dimana perbedaan diantara alternatif itu dinyatakan dalam bentuk uang. Persoalan pokok yang dibicarakan dalam ekonomi teknik adalah bagaimana kita bisa menilai apakah tindakan yang diusulkan itu akan terbukti ekonomis untuk jangka panjang jika dibandingakan dengan altenatif-alternatif yang mungkin. Penilaian tersebut tidak bida didasarkan pada perasaan hal ini harus dipecahkan dengan sebuah studi ekonomi teknik.

3.3. Konsep Umur Ekonomis Mesin
Setiap perusahaan, baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar yang menggunakan mesin atau peralatan dalam menjalankan usahanya, selalu dihadapkan kepada masalah apakah mesin/peralatan yang digunakan masih dapat terus dioperasikan atau apakah mesin/peralatan yang baru akan lebih ekonomis untuk segera dimiliki. Seorang pimpinan perusahaan harus mampu mengambil keputusan untuk mempertahankan mesin yang sudah ada atau menggantinya dengan mesin yang baru. Keputusan tentang masalah ini harus dibuat hati-hati serta seirama dengan perubahan dan perkembangan teknologi.
Masalah ini dapat dipecahkan dengan suatu studi yang disebut dengan replacement study. Dengan kata lain replacement study dapat diartikan sebagai suatu studi yang dilakukan sehubungan dengan persoalan-persoalan pergantian mesin/peralatan. Replacement study juga merupakan bagian dari studi pemilihan alternatif, hanya di dalam replacement study alternatifnya adalah mempertahankan mesin/peralatan yang ada atau menggantinya dengan mesin/peralatan yang baru.
Siklus penggantian peralatan dengan peralatan yang sejenis sering dibuat peremajaan. Dalam hal peremajaan, penilaian didasarkan kepada kombinasi biaya pengembalian modal dan kenaikan biaya operasi. Semakin bertambah umur mesin/peralatan mengakibatkan total biaya operasi akan menaik. Peremajaan mesin/peralatan dilakukan pada saat total biaya tahunan rata-ratanya minimum yang disebut dengan umur ekonomis.

3.4. Dasar Replacement Study
Replacement study biasanya dirancang untuk membuat suatu keputusan ekonomis apakah mempertahankan mesin yang sudah ada atau menggantinya sekarang. Jika keputusan yang diambil adalah mengganti mesin yang sudah ada, maka keputusan tersebut selesai. Tetapi jika keputusannya adalah mempertahankan mesin yang telah ada sebelumnya, maka estimasi biaya akan ditinjau kembali beberapa tahun kemudian untuk memastikan bahwa keputusan untuk mempertahankan mesin masih ekonomis.

3.4.1. Alasan Pentingnya Replacement Study
Adapun beberapa alasan yang menyebabkan pergantian mesin, yaitu:
1. Daya mesin yang telah berkurang dikarenakan kemorosotan fisik (Physical Impairment).
Hal ini disebabkan karena pemakaian mesin yang tidak normal, kecelakaan atau memang umur mesin yang semakin tua. Sehingga mesin tidak mampu lagi menghasilkan produksi dengan kualitas dan kuantitas seprti yang diinginkan. Jika mesin tersebut tidak diganti maka akan mengakibatkan :
a. Biaya operasi yang meningkat.
b. Scrap yang lebih tinggi.
c. Biaya untuk pengerjaan ulang (rework cost) semakin besar.
d. Penurunan kualitas produk.
e. Kehilangan pasar.
f. Berkurangnya tingkat keselamatan kerja
g. Biaya perawatan yang lebih besar.
2. Kadaluarsa.
Kadaluarsa merupakan kehilangan keuntungan, kehandalan mesin lama yang sudah jauh ketinggalan dibandingkan dengan mesin-mesin sejenis tipe baru.
3. Inadequacy
Inadecuacy yaitu: ketidak cocokan mesin lama yang disebabkan kapasitas yang terlalu rendah. Dalam hal ini mesin/peralatan sudah tidak dapat memenuhi kapasitas sebagaimana yang diinginkan (kapasitas terlampau rendah dibandingkan dengan kebutuhan saat ini). Untuk hal ini dilakukan replacement walaupun mesin/peralatan lama masih baik. Dengan kata lain, baik tidaknya mesin yang sedang digunakan tidak jadi masalah dalam pelaksanaan replacement.

4. Rental or Lease Possibilities (Kemungkinan Penyewaan)
Karena kemajuan zaman, peralatan yang sejenis ada yang disewakan. Pada saat produksi relatif kecil, untuk menghindari biaya tetap yang besar, maka cara ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif
5. Obselescence
Ada 2 (dua) jenis obsolescence, yaitu :
a. Menurut fungsinya (Functional obsolescence)
Functional obsolescence disebabkan mesin/peralatan yang sedang digunakan tidak mampu lagi menghasilkan produk dengan kwalitas yang diinginkan pasar. Hal ini bias berakibat merosotnya permintaan terhadap produk.
b. Menurut ekonomisnya (Economic Obsolescence) economic obsolescence disebabkan adanya mesin/peralatan baru yang lebih ekonomis dibandingkan mesin/peralatan yang lama.
Kedua hal ini akan mengakibatkan hilangnya sejumlah keuntungan apabila mesin/peralatan yang lama dipertahankan.
6. Keinginan akan perkembangan atau peningkatan
Dengan adanya keinginan akan perkembangan atau peningkatan mesin-mesin sejenis tipe baru, maka keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya karena dapat memenuhi syarat keakuratan, kecepatan, ataupun spesifikasi yang lainnya sesuai kebutuhan.

3.4.2. Siklus Penggantian Mesin
Siklus penggantian mesin dengan tipe yang sama disebut peremajaan mesin. Tujuan pembahasan siklus peremajaaan ini adalah untuk mendapatkan usia yang tepat dalam penggantian mesin. Total dari pengembalian odal, biaya operasi dan perawatan merupakan penilaian dasar dalam pembahasan ini. Dimana biaya pengembalian modal cenderung menurun, sementara biaya pengembalian modal cenderung menurun, sementara biaya operasi dan perawatan cenderung naik sejalan dengan pertambahan umur mesin tersebut. Usia penggantian saat biaya tahunannya minimum disebut dengan umur ekonomis mesin.
Dengan demikian umur ekonomis mesin dapat diartikan sebagai jangka waktu penggunaan ekonomis, dimana jangka waktu yang dicapai pada biaya rata-rata mempunyai harga terendah. Apabila pembahasannya menggunakan metode biaya tahunan rata-rata, maka saat peremajaan yang tepat dapat dirumuskan secara matematis, sebagai berikut:
AC(N-1) > AC(N) dan AC(N) > AC(N+1)
Dimana : AC = Annual Cost
N = Waktu peremajaan
Secara grafik dapat di lihat pada Gambar 3.1

Gambar 3.1. Hubungan antara biaya tahunan rata-rata dengan umur mesin.
Penentuan waktu umur ekonomis ini terhadap peralatan baru dilakukan dengan cara estimasi. Hasil estimasi tidaklah dipedomani langsung untuk mengambil keputusan umur ekonomis.

3.5. Metode-metode yang Digunakan
Sebagai dasar dalam melakukan evaluasi umur ekonomis terhadap mesin adalah dengan mengikuti perkembangan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mesin yang digunakan. Biaya-biaya yang diperhitungkan dalam hal ini antara lain biaya investasi, biaya operasi, perawatan, depresiasi , pajak, asuransi dan lain-lain.
Dalam perhitungan ekonomi teknik, secara teoritis ada beberapa metode yang dapat dingunakan sebagai pedoman atau petunjuk dalam mencari umur ekonomis mesin.
Metode-metode yang dapat digunakan adalah :
– Metode Present Worth.
– Metode Annual worth.
– Metode Minimum Alternatif Rate of Return ( MARR ).

3.5.1.Metode Present Worth
Metode Present Worth adalah suatu metode yang memproyeksikan seluruh penerimaan dan pengeluaran tahun n ke tahun 0 ( tahun awal ). Persamaannya adalah :
PW =
Dimana :
(P/F, i%, X ) = Faktor Presen Worth
R = Penerimaan
Q = Pengeluaran
X = Tahun ke -X
i = Suku bunga uang

3.5.2. Metoda Annual Worth
Dengan metode Annual Worth, maka semua biaya dioperasikan merata setiap tahunnya. Depresiasi yang dipakai adalah metode capital recovery.
AW = G – (O + M + CR )
CR = ( P – L ) (A / P ,i %, n ) + L I
Dimana :
( A / P, i, n ) = Capital recovery Factor
( O + M + CR ) = Annual Cost.
G = Penerimaan Kotor
CR = Capital Recover.
O = Ongkos Operasi.
P = Investasi awal.
L = Harga akhir mesin.
N = Tahun ke-n.
i = Suku bunga uang
Pemilihan alternatif yang dilakukan yaitu dengan memilih biaya tahunan (annual cost ) yang terkecil.(sumber L. Grant).

3.5.3 Metode minimum Alternatif Rate Of Return ( MARR ) .
Metode Minimum Alternatif Rate Of Return ( MARR ) digunakan untuk mencari tingkat suku bunga tahunan yaitu dalam hal ini mencari tingkat suku bunga investasi mesin.
Persamaannya adalah sebagai berikut :
MARR = ( 1 + Bunga Deposito ) ( 1 + Laju Inflasi ) – 1.
Dimana :
Bunga Deposito = Bunga uang di Bank yang berupa deposito
Laju Inflasi = Penurunan mata uang yang dikeluarkan oleh BI

3.6. Langkah – langkah Pemecahan Masalah
Untuk pemecahan masalah, maka disusun langkah-langkah sebagai berikut
3.6.1. Pengelompokan Biaya
Untuk mendapatkan saat yang terbaik dalam mengganti peralatan, diharapkan adanya pencatatan biaya yang telah dikeluarkan selama penggunaan peralatan tersebut. Untuk pemecahan masalah tersebut diatas, maka biaya-biaya dikelompokkan atas ;
A. Depresiasi
Depresiasi atau penyusutan adalah berkurangnya nilai suatu mesin setelah suatu perioda tertentu. Di tinjau dari kegunaannya, depresiasi terdiri dari 2(dua) jenis yaitu ;
– depresiasi untuk perhitungan pajak
– depresiasi untuk kalangan sendiri
Metode depresiasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut (sumber L. Grant) :
a. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
Pada metode ini besarnya Depresiasi berbanding langsung dengan umur mesin/peralatan. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

Dimana ;
d = Depresiasi Tahunan
P = Harga Awal Mesin/peralatan
L = Harga akhir mesin/peralatan
N = umur mesin/peralatan
b. Metode Presentase Tetap (Declining Balance Method)
Metode ini sering juga disebut Metheson Formula. Perbandingan nilai depresiasi setiap tahun terhadap nilai buku pada awal tahun tersebut adalah konstan sepanjang umurnya. Perbandingan diberi notasi K.
Harga akhir pada umur n tahun adalah :
Ln = P . (1- k) n ; k = 2/ n
c. Metode Jumlah Digit ( The Sum of Year Digits Method)
Metode ini biasanya diberi notasi metode SYD. Jumlah angka-angka umur mesin/peralatan tersebut merupakan penyebut dari faktor depresiasi, sedangkan pembilangnya adalah kebalikan urutan umurnya. Perhitungan dilakukan dengan persamaan berikut ;

Dimana ;
dN = Depresiasi tahunan
P = Harga awal mesin/peralatan
L = Harga akhir mesin/peralatan
n = Umur mesin/peralatan
N = Umur pakai tahunan ke-N
d. Metode Sinking Fund (The Sinking Fund Mehod)
Pada metode ini dana yang didepresiasikan pada tahun pertama lebih kecil daripada tahun berikutnya. Perhitungan dilakukan dengan persamaan berikut :
D = ( P – L ) ( A/F, i%, n )
Dimana :
D = Depresiasi Tahunan
P = Harga awal mesin
L = Harga awal mesin/peralatan
(A/F,i % n ) = Sinking Fund Factor
i = Umur pakai mesin/peralatan
B. Biaya Investasi
Biaya investasi adalah biaya pembelian mesin dan biaya pemasangan sampai mesin/peralatan tersebut dapat beroperasi. Dana Pengembalian Modal (Capital Recovery)
Menghitung capital Recovery ( CR )
– Hitung harga akhir mesin tiap tahun ( Book Value )
– Hitung CR dengan persamaan :
CR = ( P – L ) ( A/P, i %, n ) + Li
Dimana :
CR = Capital Recovery
P = Harga awal
L = Harga akhir
I = Suku bunga
N = Umur pakai mesin/peralatan
( A/P, i %, n ) = Capital Recovery Factor
C. Biaya Operasional
Biaya operasional cenderung meningkat sejalan dengan bertambahnya umur mesin/peralatan. Biaya ini meliputi penggantian spare-part yang rusak, pemakaian minyak pelumas, biaya tenaga kerja/merawat mesin/peralatan.
Biaya perawatan mencakup :
1. Pemakaian suku cadang dan minyak pelumas
Pemakaian suku cadang dan minyak pelumas cenderung meningkat sejalan dengan semakin bertambahnya umur peralatan dan harga dipasaran
2. Biaya energi
Dalam hal ini energi yang digunakan adalah energi listrik yang besar biayanya tergantung pada waktu operasi mesin dan harga energi listrik
3. Biaya perawatan dan perbaikan
Besarnya biaya perawatan dan perbaikan tergantung pada upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan tiap tahun dan waktu perawatan dan perbaikan mesin.
4. Biaya operator
Besarnya biaya operator tergantung pada upah tenaga kerja untuk operator.
D. Biaya Pajak dan Asuransi
Biaya pajak dan asuransi besarnya tergantung pada harga awal mesin/peralatan. Biaya ini merata setiap tahun dan tidak tergantung pada umur pemakaian mesin/peralatan.
E. Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja tergantung jumlah tenaga kerja yang melayani mesin. Biaya tenaga kerja ini merata setiap tahun dan tidak mempengaruhi umur ekonomis mesin.
F. Kerugian akibat berhentinya mesin ( Down Time)
Biaya ini tergantung pada besarnya jam perawatan setiap tahunnya yang meningkat dengan bertambahnya umur mesin dan biaya operator
Menghitung biaya Down Time
– Hitung rata-rata Down Time tiap tahun dengan persamaan :
rd = Σ d / n
Dimana :
Rd = Rata-rata Down Time mesin setiap tahun
Σd = Jumlah Down Time mesin sampai tahun ke-n
N = Jumlah tahun
– Hitung biaya Down Time dengan persamaan :
Bd = r d / jk X OP
Dimana : Bd = Biaya Down Time
rd = Rata – rata Down Time
jK = Jumlah tahun
OP = Biaya operator tiap tahun

3.6.2. Peramalan
Peramalan pada dasarnya merupakan dugaan atau perkiraan mengenai terjadinya suatu kejadian atau peristiwa di waktu yang akan datang dengan menggunakan teori, rumusan dan analisa-analisa berdasarkan data masa lalu. Jadi bukan sekedar dugaan belaka walaupun masih ada penyimpangan.
Secara garis besar metode peramalan dibedakan atas dua bagian yaitu :
1. metode peramalan Kualitatif
2. Metode peramalan Kuantitatif
Pada peramalan kualitatif tidak dibutuhkan identifikasi yang jelas terhadap pola dasar. Hal ini karena hasil peramalan tersebut ditentukan berdasarkan pemikiran yang bersiafat intuisi, pendapat dan pengetahuan si peramal serta pengalaman si peramal. Sedangkan peramalan kuantitatif dibutuhkan identifikasi yang jelas tentang tipe dari pola dasar. Hasil peramalan tersebut sangat tergantung pada metode yang dingunakan, peramalan kuantitatif hanya digunakan apabila 3 (tiga ) kondisi sebagai berikut :
• Adanya informasi masa lalu yang dapat digunakan.
• Infomasi tersebut dapat di kuantifikasikan ke dalam bentuk angka.
• Dapat diasumsikan bahwa beberapa aspek dan pola yang akan berkelanjutan pada masa yang akan datang.
Dalam hal ini peramalan di lakukan untuk memenuhi kebutuhan data mengenai biaya-biaya pengoperasian mesin/peralatan. Adapun model peramalan yang akan digunakan adalah model deret berkala, dimana deret berkala tersebut adalah merupakan serangkaian data yang di kumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu kejadian.
Dari model deret berkala di kenal 4 ( empat ) pola data sebagai berikut :
1. Pola Horizontal.
Pola data ini terjadi apabila harga data berfluktuasi sekitar harga rata-rata dan dapat di lihat pada Gambar 3.2

Gambar 3.2. Pola horizontal
2. Pola Musiman
Pola data ini sangatlah dipengaruhi oleh musiman, dan dapat kita lihat pada Gambar 3.3.

Gambar 3.3. Pola musiman
3. Pola Siklis
Pola data ini terjadi apabila data mempunyai gerak naik dalam jangka waktu yang lama di lihat pada Gambar 2.4

Gambar 2.4. Pola Siklis
4. Pola Trend
Pola ternd ini terjadi apabila data bergerak menaik atau menurun dalam jangka waktu yang panjang, dan dapat di lihat pada Gambar 2.5

Gambar 3.5. Pola Trend
Pemilihan teknik peramalan ini didasarkan atas bentuk pola data. Untuk peramalan pada laporan ini dingunakan pola trend. Dimana pola trend terdiri dari :
a. Trend Linier.
Bentuk persamaan umum adalah :
Yi = a + bXi
Dimana : Yi = Nilai Peramalan
Xi = Waktu
a dan b = konstan
Harga a dan b dapat diperoleh dengan rumus :
a =
b =
b. Trend Kuadratis
Bentuk persamaannya adalah :
Yi = a + bXi + c
Dimana : Yi = Nilai dari ramalan
Xi = Waktu
A dan b = Konstan
Harga a, b dan c diperoleh dengan persamaan :

c. Trend Eksponensial
Bentuk persamaannya adalah :
Yi = a(e)bx
Dimana : Yi = Nilai dari ramalan
X = Waktu
a, b dan e = Konstan
Harga-harga konstanta a dan b adalah diperoleh dengan rumusan sebagai
berikut :
b =
lna =
Dari ketiga trend peramalan di atas dapat dipilih trend yang lebih sesuai, berdasarkan jumlah MSEE (Mean Standard Error Estimation) terkecil dan koefisien korelasi yang terbesar atau paling dekat dengan 1. Mean Standard Error Estimation (MSEE) dihitung dengan persamaan sebagai berikut :
MSEE =
Dimana :
MSEE = Mean Standard Error Etima
Yi = Nilai dari persamaan
= Nilai data sebenarnya
N = Banyak data
= Derajat kebebasan

3.7. Definisi Bunga dan Tingkat suku Bunga

Suku bunga biasanya didefinisikan sebagai uang yang dibayarkan untuk penggunaan uang yang dipinjam. Atau secara luas, suku didefinisikan sebagai pengembalian yang diperoleh dari investasi modal yang produktif. Sedangkan tingkat suku bunga bisa didefinisikan sebagai rasio antara bunga yang dibebankan atau dibayar pada akhir periode waktu yang ditetapkan sebelumnya dengan uang yang dipinjamkan di awal periode. Setiap pembayaran dimasa datang atau seri pembayaran yang tepat akan membayar kembali jumlah sekarang dengan bunga yang ditetapkan adalah ekivalen dengan jumlah sekarang. Jumlah sekarang adalah nilai dari sekarang dari setiap pembayaran dimasa yang akan datang atau seri pembayaran yang tepat yang dibayar kembali jumlah sekarang itu dengan bunga pada tingkat yang ditetapkan.

3.7.1. Rumus dan Tabel Bunga dalam Hubungannya dengan Ekonomi Teknik
Keputusan mengenai apakah investasi yang diusulkan itu akan menguntungkan harus didasari pada perkiraan-perkiraan kejadian dimasa yang akan datang. Bahkan dalam perkiran yang paling telitipun hampir ada kesalahan dengan jumlah yang sebenarnya yang terjadi. Keputusan-keputusan yang berhubungan dengan ekonomi harus didasari pada perkiraan pendahuluan yang dibuat dalam rencana sebelumnya yang mungkin mengandung bahaya besar.
Untuk alasan ini perlu ketelitian yang besar biasanya tidak diperlukan dalam analisa ekonomi teknik, misalnya jika perhitungan ongkos mempunyai kesalahan sebesar 5%, tidak perlu melaksanakan perhitungan bunga sampai 7 angka dibelakang koma, seperti yang biasa dilakukan. Tabel bunga yang mempunyai empat angka di belakang koma cukup untuk perhitungan dalam perhitungan ekonomi teknik.
Dalam memecahkan setiap persoalan bunga, perlu diketahui bahwa berbagai unsur persoalan itu( i, n, P, F, dan A ) adalah diketahui atau dicari. Hal ini adalah langkah pertama dalam setiap pemecahan dan langsung terdapat dalam setiap persoalan .
Rumus-rumus bunga fundamental yang menyatakan hubungan di antara P, F, dan A dalam bentuk i dan n adalah sebagai berikut :
F = P ( P/F, i %, n ) adalah single paymen compound amount factor ( factor jumlah majemuk pembayaran tunggal )
P = F ( P/F, i %, n ) adalah single payment presen worth factor (faktor nilai sekarang pembayaran tunggal ).
A = F ( A/F, i %, n ) adalah singking fund factor (factor penyimpanan dan )
A = P (A/P, i %, n ) adalah capital recovery factor (factor pengembalian modal )
F = A ( F/A, I %, n ) adalah uniform series compound amount factor ( factor jumlah majemuk seri yang sama )
P = A ( P/A, I %, n ) adalah uniform series present worth factor ( factor nilai sekarang seri yang sama ).
Pemecahan persoalan sangat dipermudah dengan bantuan tabel bunga yang memberikan nilai faktor jumlah majemuk pembayaran tunggal , faktor nilai sekarang pembayaran tunggal, faktor dana tetap, factor pengembalian modal faktor jumlah majemuk seri uniform faktor nilai sekarang seri uniform. Jika pembayaran yang diketahui ( P, F, atau A ) dalam setiap satuan yang diinginkan, faktor dari tabel bunga menunjukkan pembayaran yang harus dicari.

3.7.2. Pemilihan Rate of return Minimum yang menguntungkan ( Minimum Attractive Rate of Return )
Rate of return yang menguntungkan yang dingunakan dalam menilai apakah suatu usulan investasi menguntungkan biasanya adalah sebuah persoalan kebijaksanaan yang harus ditentukan oleh manajeman puncak dari sutu organisasi dan dasar untuk menetapkannya sangat bervariasi. Karena bunga yang dingunakan merupakan pertimbangan keputusan-keputusan yang mempengaruhi kesejahteraan organisasi untuk jangka panjang akan di ambil berdasarkan kepada perbandingan rate of return dari investasi-investasi usulan . penentuan tingkat bunga uang yang akan dingunakan dalam proses pengambilan keputusan semua didasarkan pada kriteria yang lebih utama dan menjamin penggunaan yang terbaik dari dana yang tersedia.
Faktor-faktor yang biasanya dipertimbangkan dalam penetuan tingkat bunga yang dingunakan selama periode waktu tertentu adalah :
1. tersedianya dana untuk investasi dan sumber-sumbernya , modal sendiri atau pinjaman .
2. perbedaan dalam resiko yng terlibat dalam kesempatan investasi yang bersaing.
3. perbedaaan-perbedaan dalam waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian investasi dengan rate of return yang diinginkan.
4. Harga uang yang berlaku yang dinyatakan oleh tingkat suku bunga yang dibayarkan atau yang dibebankan pada investasi tersebut seperti rekening tabungan yang digunakan oleh bank-bank besar, surat-surat berharga, dan obligasi-obligasi.
Kondisi ekonomi, undang-undang pajak, kesempatan investasi, tersedianya uang, tingkat bunga dan perkiraan-perkiraan mengenai iklim ekonomi dimasa datang adalah merupakan subjek yang berubah setiap saat. Yang terbaik dilakukan adalah mencoba menjelaskan arti berbagai faktor-faktor keputusan yang termasuk dalam penetuan tingkat bunga untuk menunjukkan bagaimana faktor ini dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.

3.7.3. Pengertian Pajak
Menurut Prof. Dr. P. J. A. Andriani yang diterjemahkan oleh R. Santoso Brotodiharjo, sh dalam buku “pengantarilmu hukum pajak”(1991:2).
“Pajak adalah iuran kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum yang berhubungan dengan tugas negara yang menyelenggarakan pemerintahan.”

3.8. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-rata

Untuk biaya-biaya yang berfluktasi setiap tahun, biaya-biaya tersebut di hitung dengan cara sebagai berikut :
a. Menghitung Capital Recovery (CR).
– Hitung harga akhir mesin tiap tahun (Book Value).
– Hitung CR dengan persamaan :
CR = (P – L) (A/P, i%,n) + Li
Dimana :
CR = Capital Recovery
P = Harga Awal
L = Harga Akhir
i = Suku Bunga
n = Umur Pakai Mesin/Peralatan
(A/P, i%, n) = Capital Recovery Factor
b. Menghitung biaya down time.
– Hitung down time mesin tiap tahun.
– Hitung rata-ratanya tiap tahun dengan persamaan :
rd =
Dimana :
rd = Rata-rata down time mesin setiap tahun.
= Jumlah down time mesin setiap tahun ke -n
n = Jumlah tahun.
– Hitung biaya down time dengan persamaan:
Bd = r d / j k X OP
Dimana :
Bd = Biaya down time.
rd = Rata-rata down time.
j k = Jam kerja per tahun.
CR = Capital Recovery.
OP = Biaya operator
– Hitung biaya down time mesin untuk tahun yang akan datang dihitung dengan peramalan yang di pilih.
c. Menghitung biaya operasi tahun rata-rata
– Hitung biaya operasi setiap tahun.
– Hitung biaya operasi tahunan yang akan datang dengan peramalan yang di pilih.
– Tentukan Present Value dari total biaya tiap tahun ke tahun nol yaitu dengan cara mengalikan biaya dengan faktor Present Worth (P/F, i%, n)
– Hitung kumulatif biaya Present Value di atas.
– Untuk mendapatkan biaya tahunan rata-rata kalikan kumulatif biaya tiap tahun dengan faktor Capital Recovery (A/P, i%, n).
– Hasil yang diperoleh merupakan ekivalensi dari biaya operasi tahunan rata-rata tahunannya.
d. Menghitung total biaya tahunan rata-rata.
Jumlah semua elemen biaya di atas (Capital Recovery), biaya Down Time dan biaya operasional rata-rata.
Total biaya tahunan rata-rata dihitung dengan rumus:
Total biaya tahunan rata-rata = Biaya operasional tahunan rata-rata + Biaya Down Time + Capital recovery

3.9. Uraian Mengenai Seal Machine
Mesin Seal digunakan untuk kemasan pembungkus yang besar dan memakai sistem pengontrol suhu elektronik konstan dan mekanisme transmisi yang berkecepatan cukup. Mesin ini dapat menyegel plastik film dari berbagai macam bahan seperi PE, PP, kertas alumunium, dan dapat disesuaikan dengan sistem sulam timbul, serta pengontrol mikro computer dengan alat penghitung. Sumber pemanasan dari mesin ini adalah tabung infra merah. Suhu pemanasan bisa diatur secara otomatis, Mesin ini dirancang sangat rapi untuk memudahkan pengoperasian dan perawatan mesin. Seluruh sistem kontrol terletak di bagian depan sehingga mudah untuk mengatur ukuran kemasan dan kecepatan mesin. Pengoperasian mesin terpadu dari proses pembentukan kantong, pengeleman dan pemotongan. Spesifikasi Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 3.1. berikut.
Tabel 3.1. Spesifikasi mesin Seal
Model DZ 400
Energi 380 Volt / 2 Kw / 50 Hz
Cos Q 0,8
Sealer Size 400 x 300 mm
Kapasitas 423 unit/jam

3.9.1. Uraian Proses Seal Machine.
Udang yang telah disusun pada polybag kemudian di bawa ke mesin Vacum dan Seal Machine. Mesin ini telah diatur dengan timer waktu dimana waktu untuk vakum adalah 4 detik dan waktu untuk seal adalah 3,5 detik. Kapasitas sekali vacum dan seal adalah delapan pak. Udang yang telah selesai divakum dan di seal selanjutnya disusun pada tray dan di bawa ke mesin CPF untuk dibekukan. Mesin Seal dirancang sangat rapi untuk memudahkan pengoperasian dan perawatan mesin. Seluruh sistem kontrol terletak di bagian depan sehingga mudah untuk mengatur ukuran kemasan dan kecepatan mesin.
Pengoperasian mesin terpadu dari proses mulai dari pembentukan kantong, pengisian, pengeleman dan pemotongan. Mesin ini telah dilengkapi dengan sistem pengendali otomatis, yakni mesin akan berhenti secara otomatis. Jika bahan yang dibungkus habis supaya tidak membentuk kemasan yang kosong dan jika salah satu elemen pemanas atau sekring elemen pemanasnya putus untuk menghindari supaya tidak terjadi kebocoran pada bungkusan akibat temperatur penyegelan.
3.9.2. Jenis dan Pola Segel
• Beragam jenis segel yang dapat dibuat oleh Seal Machine dapat di lihat pada Gambar 3.6. berikut :

Segel Tengah
(Center Seal) Segel Tiga Sisi
(Three Side Seal) Segel Empat Sisi
(Four Side Seal)
Gambar 3.6. Jenis segel yang dapat dibuat Seal Machine
Jenis segel lipat membentuk kemasan menyerupai kotak lipat samping yang tampak lebih anggun dan berkelas daripada jenis segel yang lain, jenis segel ini hanya tersedia untuk mesin ini.
• Pola Segel
Beragam pola segel yang dapat dibuat oleh Seal Machine dapat di lihat pada Gambar 3.7. berikut :

Pola Garis
(ukuran : 4, 6, 8, 10, 12 (mm ) Pola Kotak
ukuran : 4 ,5 (mm) Pola Polosan
jumlah baris : 1, 2 (mm)

Gambar 3.7. Pola segel yang dapat dibuat Seal Machine
• Jenis Potongan
Beragam jenis potongan yang dapat dibuat oleh Seal Machine pada sisi atas dan bawah kemasan dapat di lihat pada Gambar 3.8. berikut :

Potongan Gerigi
(ukuran : halus, kasar) Potongan Silet Potongan Rotari

Gambar 3.8. Jenis potongan yang dapat dibuat Seal Machine

Gambar Seal Machine dapat di lihat pada Gambar 3.9. berikut

Gambar 3.9. Gambar Seal Machine

BAB V
PEGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data berguna dalam mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan sebagai bahan pemecahan masalah. Jenis data yang berpengaruh terhadap penentuan umur ekonomis suatu mesin adalah biaya-biaya yang sifatnya berubah, misalnya biaya-biaya yang naik sejalan dengan bertambahnya umur pemakaian mesin, sedangkan biaya yang tidak berpengaruh terhadap umur pemakaian mesin adalah biaya yang sifatnya konstan, misalnya biaya asuransi, upah operator dan sebagainya.
Untuk memudahkan kelancaran penulisan tugas sarjana, diperlukan metode pengumpulan data agar data yang diambil dapat sempurna dan tepat pada waktunya serta tidak menggangu pekerjaan perusahaan. Data diperoleh dari perusahaan ini dilakukan dengan cara, antara lain :
1. Melakukan pengamatan secara langsung
2. Mencatat data dan informasi yang ada di perusahaan
3. Melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang memberi informasi yang diperlukan.

5.2. Pengumpulan Data
Pengumuman data dibutuhkan sebagai pemecahan masalah, adapun data-data yang diperlukan untuk penentuan umur ekonomis ini adalah :
1. Spesifikasi mesin Vacum Seal Machine.
2. Jumlah Seal Machine
3. Investasi mesin Vacum Seal ( harga awal Vacum Seal Machine).
4. Data Pemakaian suku cadang dan pelumas.
5. Data pemakaian energi.
6. Data harga energi listrik tiap tahun ( rekening listrik PLN ).
7. Data upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan Vacum Seal.
8. Waktu operasi, waktu perawatan dan perbaikan Vacum Seal Machine.
9. Upah upah tenaga kerja untuk operator Vacum Seal Machine.
10. Data inflasi tiap tahun.

5.2.1. Data primer
Data ini di dapat dengan melihat langsung maupun wawancara. Data tersebut terdiri dari :
• Data mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi, baik itu bahan baku, bahan penolong maupun bahan tambahan.
• Data mengenai proses produksi, mulai dari bahan baku sampai menjadi produk yang siap di pasarkan.
• Data mengenai mesin/peralatan yang digunakan dalam proses produk.

5.2.2. Data sekunder
Data sekunder didapat dengan mencatat dari arsip yang ada di perusahaan data tersebut meliputi:
a. Spesifikasi mesin Seal Machine yang menjadi objek penelitian dapat di lihat pada tabel 5.1.berikut:
Tabel. 5.1. Data Spesifikasi Mesin Secara Teknis.
Model DZ 400 / 2SV
Energi 380 Volt / 2 Kw / 50 Hz
Cos Q 0,8
Sealer Size 420 x 300mm
Vacum Pressure < 1kpa
Kapasitas 423 unit/jam

b. Investasi mesin
Dalam hal ini harga awal adalah harga mesin pada saat dibeli, termasuk ongkos pemasangan sampai mesin dapat beroperasi secara normal. Adapun harga awal mesin Vacum Seal Machine adalah Rp. 85.750.000.
c. Data pemakaian suku cadang dan pelumas
Data pemakaian suku cadang mesin Vacum Seal Machine disusun dalam bentuk Tabel 5.2. seperti di bawah ini.
Tabel. 5.2. Data pemakaian suku cadang dan pelumas Mesin Seal Machine

Tahun pakai Tahun ke-n Biya pemakaian suku cadang dan pelumas
1998 1 2.005.000
1999 2 2.355.000
2000 3 2.525.000
2001 4 3.025.000
2002 5 3.825.000
2003 6 4.550.000
2004 7 5.450.000
2005 8 7.000.000
2006 9 8.650.000
Sumber : PT. Central Windu Sejati

d. Data pemakaian energi
 Suplai dari PLN = 600 KVA
 Suplai dari pembangkit sendiri 700 KVA. Suplai dari pembangkit sendiri digunakan bila terjadi gangguan listrik dari PLN.
Data pemakaian energi listrik untuk mesin Vacum Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 5.3. berikut ini :
Tabel. 5.3. Data pemakaian energi listrik untuk mesin Vacum Seal Machine.

Tahun pakai Tahun ke-n Daya listrik ( Kw )
1998 1 2.5
1999 2 2,5
2000 3 2,5
2001 4 2,5
2002 5 2,5
2003 6 2,5
2004 7 2,5
2005 8 2,5
2006 9 2,5
Sumber : PT. Central Windu Sejati

Dengan perincian harga yang diperoleh dari PLN pada tahun pemakaian 2005 atau pada tahun ke-n (dalam hal ini tahun ke sembilan) adalah berkisar Rp. 430/ KWH untuk tarif pemakaian industri menengah.
e. Data harga energi listrik

Tabel. 5.4. Harga Energi Listrik
Tahun Pakai Tahun ke-n Harga energi listrik Kw (Rp)
2006 9 439

f. Data Upah Tenaga Kerja untuk Perawatan dan Perbaikan mesin Vacum Seal Machine.
Tenaga kerja untuk perawatan perbaikan mesin Vacum Seal Machine terdiri dari 4 orang, upah tenaga kerja untuk perawatan mesin Vacum Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 5.5. sebagai berikut.
Tabel. 5.5. Upah Tenaga Kerja untuk Perawatan dan Perbaikan mesin Vacum Seal Machine.

Tahun pakai Tahun ke-n T.kerja Upah/ orang (Rp) T.Upah perbulan (Rp) T.Upah pertahun (Rp) T.Upah perjam (Rp)
1998 1 4 325.000 1.300.000 15.600.000 1.083
1999 2 4 400.000 1.600.000 19.200.000 1.333
2000 3 4 480.000 1.920.000 23.040.000 1.600
2001 4 4 550.000 2.200.000 26.400.000 1.833
2002 5 4 680.000 2.720.000 32.640.000 2.266
2003 6 4 750.000 3.000.000 36.000.000 2.500
2004 7 4 820.000 3.280.000 39.360.000 2.733
2005 8 4 850.000 3.400.000 40.800.000 2.833
2006 9 4 950.000 3.800.000 45.600.000 3.166

g. Data Upah Tenaga Kerja untuk Operator mesin Vacum Seal Machine.
Dapat di lihat pada Tabel 5.6. berikut di bawah ini :
Tabel. 5.6. Data Upah Tenaga Kerja untuk Operator mesin Vacum Seal Machine

Tahun pakai Tahun ke-n T.kerja Upah/ orang (Rp) T.Upah perbulan (Rp) T.Upah pertahun (Rp)
1998 1 3 325.000 975.000 11.700.000
1999 2 3 420.000 1.260.000 15.120.000
2000 3 3 510.000 1.530.000 18.367.000
2001 4 3 580.000 1.740.000 20.880.000
2002 5 3 650.000 1.950.000 23.400.000
2003 6 3 700.000 2.100.000 25.200.000
2004 7 3 780.000 2.340.000 28.080.000
2005 8 3 850.000 2.550.000 30.600.000
2006 9 3 950.000 2.850.000 34.200.000
Sumber PT.Centra Windu Sejati

h. Waktu Operasi, Waktu Perawatan dan Perbaikan

 Waktu operasi selama 24 jam sehari. Jumlah hari kerja adalah 300 hari setahun, mesin Vacum Seal Machine dalam setahun beroperasi selama 12 bulan, jadi total waktu operasi mesin selama setahun adalah 7200 jam /tahun
 Waktu perawatan dan perbaikan.
1. Waktu perawatan adalah perawatan yang dilakukan terhadap mesin untuk mencegah kerusakan pada saat jam operasi. Service ini dilakukan secara preventive, tetapi walaupun preventive dilakukan namun kerusakan mesin pada saat jam operasi tetap ada. Waktu perawatan mesin selama tiap tahun adalah 150 jam.
2. Waktu perbaikan, waktu perbaikan merupakan lama mesin tidak beroperasi selama mesin menjalani perbaikan. Waktu perbaikan mesin Vacum Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 5.7. berikut dibawah ini.
Tabel. 5.7. Waktu Perbaikan Mesin Vacum Seal Machine.
Tahun pakai Tahun ke-n Waktu Perbaikan ( jam)
1998 1 96
1999 2 100
2000 3 112
2001 4 116
2002 5 120
2003 6 122
2004 7 124
2005 8 128
2006 9 130

3. Data Inflasi Tahunan

Tabel. 5.8. Inflasi Tiap Tahun

Tahun Inflasi ( % )
1998 19,64
1999 18,12
2000 15,48
2001 12,55
2002 9,49
2003 6,79
2004 6,06
2005 10,5
2006 10,07
( Sumber : http://www.bi.go.id )

5.3. Pengolahan Data

5.3.1. Perhitungan Depresiasi Tahunan Mesin
Sebelum depresiasi ( capital recovery ) dihitung perlu ditentukan present value mesin Vacum Seal Machine. Present value ini adalah kesetaraan nilai dengan nilai konstan pada tahun 2006. awal pembelian (investasi) mesin Vacum Seal Machine tahun 1998 adalah Rp. 85.750.000,00 maka bila disetarakan dengan nilai uang tahun 2006 menjadi :
1,1964 x 1,1812 x 1,1548 …x 1,105 x Rp. 85.750.000 =
Rp. 216.947.500,00 ( harga awal/kesetaraan nilai pada tahun 2006)
Harga akhir mesin Vacum Seal Machine setiap tahunnya dapat dihitung dengan metode present tetap (declining balance methode )
Rumusannya adalah L = P (1-k )n
Dimana : L = Harga akhir mesin pada tahun ke-n
P = Harga awal mesin
K = Konstanta
N = Tahun
Dengan nilai k = 2/15 = 0.06
Perhitungan harga akhir mesin Vacum Seal Machine pada tahun pertama, tahun 1998 (n = 1 ) adalah :
L1 = Rp. 216.947.500,00 ( 1 – 0,6 ) = Rp. 214.778.025
Harga akhir pada tahun kedua, tahun 1999 ( n = 1 )adalah:
Harga akhir tahun ke-2 ( 2006) sampai tahun ke-20 (2017) dihitung dengan cara yang sama, hasilnya dapat di lihat pada Tabel 5.9. berikut :
Tabel. 5.9. Harga Akhir Tiap Tahun Vacum Seal Machine
Umur Pakai (n) Akhir Tahun Harga Akhir (Rp)
1 1998 203930650
2 1999 191694811
3 2000 180193122
4 2001 169381535
5 2002 159218643
6 2003 149665524
7 2004 140685593
8 2005 132244457
9 2006 124309790
10 2007 116851202
11 2008 109840130
12 2009 103249722
13 2010 97054739
14 2011 91231455
15 2012 85757568

5.3.2. Perhitungan Dana Pengembalian Modal
Biaya Pengembalian modal ( Capital Recovery ) dihitung dengan rumus :
CR = ( P – L ) ( A/P,I,n ) + Li
Dimana: CR = Capital Recovery
P = Harga Awal
L = Harga Akhir
I = Suku Bunga
N = Umur Pakai Mesin/Peralatan
(A/P,i%,n) = Capital Recovery Factor
Tabel. 5.10. Capital Recovery Vacum Seal Machine
Tahun Pakai Tahun Ke-n Harga Akhir (A/P,12, n) Capital Recovery (Rp)
1998 1 203930650 1,1200 39050550
1999 2 191694811 0,5917 37945393
2000 3 180193122 0,4163 36924022
2001 4 169381535 0.3292 35984500
2002 5 159218643 0.2774 35120222
2003 6 149665524 0.2432 34322839
2004 7 140685593 0.2191 33591255
2005 8 132244457 0.2013 32920057
2006 9 124309790 0.1877 32305273
2007 10 116851202 0.1770 31739189
2008 11 109840130 0.1684 31217697
2009 12 103249722 0.1614 30740788
2010 13 97054739 0.1557 30313872
2011 14 91231455 0.1509 29918326
2012 15 85757568 0.1468 29549590

5.3.3. Perhitungan Biaya Operasional
a. Tabel. 5.11. Total Biaya Pemakaian Suku cadang dan Pelumas
Tahun pakai Tahun ke-n Biaya pemakaian suku cadang dan pelumas
1998 1 2.005.000
1999 2 2.355.000
2000 3 2.525.000
2001 4 3.025.000
2002 5 3.825.000
2003 6 4.550.000
2004 7 5.450.000
2005 8 7.000.000
2006 9 8.650.000

b. Perhitungan Waktu Operasi Mesin
Waktu operasi mesin Vacum Seal Machinee dengan rumus :
Waktu operasi Mesin = Waktu operasi Normal – Waktu Perbaikan
= 7200 jam – 96 jam ( pada tahun 1998/n-1 ) = 7104 jam
Data waktu operasi mesin Vacum Seal Machinetiap tahun dapat di lihat pada Tabel 5.12 berikut ini :
Tabel. 5.12. Data waktu operasi mesin Vacum Seal Machine
Tahun Pakai Tahun
Ke-n Waktu Perbaikan
(Rp) Waktu opearasi Tiap Tahun (Jam)
1 1998 96 7104
2 1999 100 7150
3 2000 112 7088
4 2001 116 7084
5 2002 120 7080
6 2003 122 7078
7 2004 124 7074
8 2005 128 7072
9 2006 130 7070

c. Perhitungan Biaya Pemakaian Energi Listrik Tiap Tahun.
Untuk menghitung energi listrik yang digunakan untuk menggerakkan mesin, digunakan rumus :

Dimana : Pi = daya masuk elektro motor
Po = daya keluar dari elektro motor
Cos  = faktor daya
Untuk memperoleh harga Pi dapat dilakukan berdasarkan data dari Tabel 5.3.
Pi = = 2,5 Kw
Biaya energi listrik tiap tahun dihitung dengan rumus :
Biaya Energi Listrik = Waktu Operasi x Daya Mesin x Harga Energi Listrik per KwH
= 7104 Jam x 2,5 x 430,00/KwH
= Rp. 7.540.050,00

Tabel. 5.13. Biaya Pemakaian Energi Listrik Vacum Seal MachineTiap Tahun

Tahun Pakai Tahun Ke-n Waktu Operasi
(Jam) Daya Mesin (Kw ) Harga Energi Listrik per KwH ( Rp ) Biaya Energi Tiap Tahun (Rp)
1998 1 7104 2,5 430 7.540.000,00
1999 2 7150 2,5 430 7.632.500,00
2000 3 7088 2,5 430 7.619.600,00
2001 4 7084 2,5 430 7.615.300,00
2002 5 7080 2,5 430 7.611.000,00
2003 6 7078 2,5 430 7.608.850,00
2004 7 7074 2,5 430 7.604.550,00
2005 8 7072 2,5 430 7.602.400,00
2006 9 7070 2,5 430 7.600.250,00

d. Perhitungan Biaya Perbaikan dan Perawatan Tiap Tahun.
Biaya Perawatan dan Perbaikan dihitung dengan rumus :
Biaya perawatan /perbaikan = Biaya Tenaga Kerja per jam x(waktu perawatan + Waktu perbaikan )
= Rp. 2167/jam x ( 300+ 96 jam )
= Rp.428.868
Data biaya perawatan dan perbaikan mesin Vacum Seal Machine tahun dapat di lihat pada Tabel 5.14. berikut :

Tabel. 5.14. Biaya Pemakaian dan Perbaikan Vacum Seal Machine Tiap Tahun.

Tahun Pakai Tahun Ke-n Waktu Perawatan pertahun
(Jam) Waktu Perawatan Pertahun
( jam) Biaya Tenaga Kerja (Rp.) Biaya Perbaikan/Perawatan (Rp)
1998 1 300 96 1.083 428.868
1999 2 300 100 1.333 533.200
2000 3 300 112 1.600 659.200
2001 4 300 116 1.833 762.528
2002 5 300 120 2.266 951.720
2003 6 300 122 2.500 105.500
2004 7 300 124 2.733 1.158.792
2005 8 300 128 2.833 1.212.524
2006 9 300 130 3.166 1.361.380

5.3.4. Perhitungan Biaya Down Time Tiap Tahun
Down Time merupakan kehilangan kesempatan mesin untuk beroperasi karena mesin tersebut sedang diperbaiki. Hitung data waktu Down Time tiap tahun dengan rumus :
rd =
Dimana :
rd = Rata-rata down time mesin setiap tahun.
= Jumlah down time mesin setiap tahun ke -n
n = Jumlah tahun.
misalnya untuk mesin Vacum Seal Machine dapat di lihat pada Tabel5.15. berikut

Tabel. 5.15. Down time Vacum Seal Machine tiap tahun
Tahun Pakai Tahun
Ke-n Waktu Perbaikan
(Rp) Down Time Tahunan Rata-rata (Jam)
1 1998 96 96
2 1999 100 98
3 2000 112 102.6
4 2001 116 106
5 2002 120 108.8
6 2003 122 111
7 2004 124 112.8
8 2005 128 114.75
9 2006 130 116.45

Perhitungan biaya rata-rata Down Time dengan persamaan :
Bd = r d / jk X OP
dimana :
Bd = Biaya Down Time
rd = Rata – rata Down Time
jK = Jumlah tahun
OP = Biaya operator tiap tahun
Perhitungan biaya rata-rata Down Time mesin Vacum Seal Machine
– Waktu Down Time = 96jam
– Jam kerja seharusnya = 7200 jam
– Biaya operator = Rp. 15.600.000
– Maka ( tahun 1998/n-1 )
Demikian juga untuk tahun-tahun selanjutnya, perhitungan dilakukan dengan cara yang sama dan hasilnya dapat di lihat pada Tabel 5.16.
Tabel. 5.16. Biaya Down Time Mesin Vacum Seal Machine.
Tahun Pakai Tahun Ke-n Down Time
(Jam) Biaya Operator ( Rp ) Biaya Down Time ( Rp )
1998 1 96 15.600.000 208.000.00
1999 2 98 19.200.000 261.333.33
2000 3 102.6 23.040.000 328.320.00
2001 4 106 26.400.000 388.666.67
2002 5 108.8 32.640.000 493.226.67
2003 6 111 36.000.000 555.000.00
2004 7 112.8 39.360.000 616.640.00
2005 8 114.75 40.800.000 650.250.00
2006 9 116.45 45.600.000 737.516.67

BAB V
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data berguna dalam mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan sebagai bahan pemecahan masalah.
5.1.1. Spesifikasi, Inflasi dan Harga Awal Pembelian
Harga mesin Threser yang dipakai adalah harga pembelian tahun 1997 senilai Rp. 285,000,000,- dan umur pakai mesin diperkirakan selama 30 tahun.
Spesifikasinya dapat dilihat pada Tabel 5.1
Tabel 5.1. Spesifikasi Mesin Threser
Spesifikasi Mesin Threser Fungsi Mesin Threser
Merek SEW HERICAL
Untuk membanting TBS agar berondolan terlepas dari tandannya
Tegangan 220 V
Putaran Mesin 1950 Rpm
Daya 20 HP
Kapasitas 24 Ton
Buatan Jerman
Jumlah 1 Unit
Taksiran Umur Pakai 30 Tahun
Harga Awal Rp.285.000.000
Sumber: PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Prelabian

Berikut adalah cara kerja dari pada mesin Threser yang ada pada PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian. Buah dalam lorie yang sudah dikeluarkan dari rebusan diangkut dan dituangkan kedalam Thresher.
TBS erta berondolan yang sudah lepas dengan sendirinya sedikit demi sedikit masuk kedalam bantingan (polishing drum). Pemasukan buah ke dalam bantingan ini kecepatannya diatur oleh penggerak auto feeder. Buah yang masuk dikontrol agar tidak terlalu banyak, agar pelepasan berondolan dari tandannya dapat sempurna. Bantingan (polishing drum) berupa cylinder dengan sela-sela (kisi-kisi) selebar 4 – 6 cm2 agar dapat dilewati oleh berondolan. Pembantingan tandan berlangsung atas dasar putaran polishing drum pada as-nya, tandan yang jatuh atau masuk kedalamnya ikut berputar dan melekat pada rusuk-rusuk drum. Setibanya tandan segar pada puncak lintasan, tandan buah jatuh akibat gaya beratnya sehingga berondolan dapat lepas dari janjangan atau tandannya. Untuk lebih jelasnya gambar mesin Threser dapat dilihat pada Gambar 5.1. dibawah ini.

Gambar 5.1. Mesin Threser
Tabel 5.2 Tingkat Inflasi
Tahun Tingkat Inflasi (%)
1998 11.05
1999 19.54
2000 18.12
2001 15.48
2002 12.55
2003 9.49
2004 6.79
2005 6.50
2006 6.30
Sumber dari http://www.BI. Go. Or id.

5.1.2. Pemakaian Energi
Energi yang tersedia dari pembangkit sendiri sebanyak 900 KVA dan digunakan untuk pabrik. Biaya pemakaian energi dapat dilihat pada Tabel 5.3 berikut.
Tabel 5.3. Harga Daya Listrik
Tahun Hrg Listrik/KWH (Rp)
1998 175
1999 180

Tabel 5.3. Harga Daya Listrik (Lanjutan)
Tahun Hrg Listrik/KWH (Rp)
2000 188
2001 205
2002 238
2003 260
2004 295
2005 320
2006 345
Sumber: PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian

Daya listrik mesin Threser pertahun dapat dilihat pada Tabel 5.4
Tabel 5.4.Daya Listrik Mesin Threser
Tahun Pemakaian Daya Listrik (Kw)
1998 6.99
1999 7.13
2000 7.24
2001 7.29
2002 7.36
2003 7.41
2004 7.48

Tabel 5.4.Daya Listrik Mesin Threser (lanjutan)
Tahun Pemakaian Daya Listrik (Kw)
2005 7.52
2006 7.54
Sumber: PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian

5.1.3 Jam Operasi
Jam operasi mesin Threser adalah jam kerja normal mesin dikurangi dengan jam reparasinya. Mesin bekerja normal 24 jam sehari. Jumlah hari kerja dalam setahun adalah 300 hari. Lamanya mesin Threser bekerja setiap tahunnya dapat dilihat pada Tabel 5.5
Tabel 5.5 Jam Operasi mesin Threser
Tahun Lama Beroperasi (jam)
1998 7010
1999 7004
2000 7000
2001 6992
2002 6976
2003 6966
2004 6956
2005 6942
2006 6924
5.1.4. Upah Operator Mesin
Operator mesin Threser berjumlah 3 orang. Upah tenaga kerja untuk operator mesin Threser dapat dilihat pada Tabel 5.6 halaman berikut :
Tabel 5.6 Upah 3 Orang Operator Mesin Threser
Tahun Upah Perbulan
1998 400000
1999 520000
2000 600000
2001 700000
2002 800000
2003 850000
2004 900000
2005 950000
2006 1000000
Sumber: PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian

5.1.5 Biaya Penggantian Suku Cadang.
Suku cadang yang umumnya diganti : geared motor, bunch threser, belt conveyor. Data biaya penggantian suku cadang Mesin Threser pada Tabel 5.7
Tabel 5.7 Biaya Penggantian Suku Cadang Mesin Threser
Tahun Biaya Pertahun (Rp)
1998 594000
1999 750000
Tabel 5.7 Biaya Penggantian Suku Cadang Mesin Threser (Lanjutan)
Tahun Biaya Pertahun (Rp)
2000 879000
2001 1554000
2002 1590000
2003 4416000
2004 6475000
2005 9215000
2006 9553000
Sumber: PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian

5.1.6 Biaya Pemakaian Pelumas.
Pelumas yang dipakai meliputi pelumas untuk mesin dan transmisi mesin Threser yang data pemakaiannya dapat dilihat pada Tabel 5.8.
Tabel 5.8 Biaya Pemakaian Pelumas
Tahun Rored HD 90
(liter) Harga / liter (Rp)
1998 388 7700
1999 568 7700
2000 634 8900
2001 692 9300
2002 709 9300
2003 743 9500

Tabel 5.8 Biaya Pemakaian Pelumas (Lanjutan)
Tahun Rored HD 90
(liter) Harga / liter (Rp)
2004 810 9.500
2005 851 9.500
2006 886 9.500

Sumber: PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian

5.1.7. Jam Reparasi
Jam reparasi mesin Threser dapat dilihat pada Tabel 5.9.
Tabel 5.9 Lama Reparasi Mesin Threser
Tahun Lama Reparasi (jam)
1998 190
1999 196
2000 200
2001 208
2002 224
2003 234
2004 244
2005 258
2006 262
Sumber: PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian

5.1.8. Upah Tenaga Kerja untuk Perawatan Mesin
Tenaga kerja untuk perawatan mesin Threser berjumlah 2 orang dan upah tenaga kerja untuk perawatan mesin Threser dapat dilihat pada Tabel 5.10
Tabel 5.10 Upah 2 Orang Tenaga Kerja Perawatan Mesin Threser
Tahun Upah Perbulan
1998 380000
1999 435000
2000 560000
2001 700000
2002 850000
2003 900000
2004 950000
2005 975000
2006 1000000
Sumber: PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian

5.2. Pengolahan Data.
5.2.1 Perhitungan Depresiasi Tahunan Mesin Threser
Sebelum depresiasi (Capital Recovery) dihitung perlu ditentukan Present Value (P) mesin Threser. Present Value ini adalah kesetaraan nilai dengan nilai konstan pada tahun 2006.
Awal pembelian seharga Rp 285.000.000,- maka bila disetarakan dengan nilai uang pada tahun 2006, maka harga tersebut menjadi :
(1,1105)(1,1964)(1,1812)(1,1548)(1,1255)(1,0949)(1,0679)(1,065)(285.000.000)
Kesetaraan nilai pada tahun 2006 = Rp. 723.886.201

Sedangkan harga akhir mesin untuk setiap tahunnya dihitung dengan metode persentase tetap (Declining Balance Method). Karena metode ini menggunakan kesetaraan nila uang sesuai dengan kenaikan tingkat inflasi (suku bunga uang) setiap tahunnya sehingga tidak terjadi ketimpangan harga, serta memudahkan dalam mencari harga depresiasi.
Rumus yang berlaku : L = P (1 – k)n
dengan nilai k = 2/n = 2/30 = 0,06
Dimana : L = Harga akhir mesin pada tahun ke n
P = Harga awal Mesin
K = Konstanta
n = Tahun ke n (pada persamaan L)
n = Umur pakai mesin (pada persamaan K)
perhitungan harga akhir mesin Threser pada tahun pertama, tahun 2002 (n = 1) adalah :
L1 = 723.886.201 (1 – 0.06 )1 = Rp. 680.452.860

Harga akhir pada tahun kedua, tahun 1998 (n = 2) adalah
L2 = 723.886.201 ( 1-0.06 )2 = Rp. 639.625.688
Harga akhir tahun ke 3 (2000) hingga harga akhir tahun ke 9 (2006) dihitung dengan cara yang sama, hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5.11.

Tabel 5.10. Perhitungan Harga Akhir Mesin Threser
Tahun Harga Akhir (Rp)
1998 680.452.860
1999 639.625.688
2000 601.248.147
2001 565.173.258
2002 531.262.863
2003 499.387.091
2004 469.423.865
2005 441.258.433
2006 414.782.927

Setelah harga Present value (P) dan Harga akhir (L) tiap tahun mesin Threser diperoleh selanjutnya depresiasi tahunan (CR) ditentukan dengan rumus :
CR = ( P – L ) ( A/P, i, n) + Li
Suka bunga yang dipilih disesuaikan dengan suku bunga deposito bank yaitu i = 8,5 %.Untuk perhitungan dana pengembalian modal pada tahun pertama (1997) adalah : P = Rp. 723.886.201,-
L = Rp 680.452.860,-
i = 8,5 %
(A/P;8,5%,1) = 1,0850
CR = (P – L) (A/P;i,n) + L.i
= (723.886.201–680.452.860) (1,0850) + (680.452.860) (0,085)
= 47.124.980 + 57.838.493
= 104.963.472
Dana pengembalian modal untuk tahun ke-2 (1999) sampai dengan tahun ke-9 (2006) dihitung dengan cara yang sama. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 5.12.
Tabel 5.12. Perhitungan Depresiasi Tahunan Mesin Threser
Tahun Harga Akhir (Rp) (A/P;8,5%,n) Capital Recovery (Rp)
1998 680452860 1.085 104963472.8
1999 639625688 0.5646 101941567.5
2000 601248147 0.3915 99118820.17
2001 565173258 0.3053 96494733.47
2002 531262863 0.2538 94045100.86
2003 499387091 0,2196 91747867.76
2004 469423865 0,1954 89622933.81
2005 441258433 0,1773 87616838.16
2006 414782927 0,1634 85763994.35

5.2.2. Perhitungan Biaya Operasi
Biaya operasi mesin Threser adalah penjumlahan dari biaya energi, biaya suku cadang, biaya pelumas, upah tenaga kerja operator dan upah tenaga kerja perawatan. Tetapi sebelumnya dihitung terlebih dahulu biaya pemakaian energi dengan menggunakan rumus :
Biaya pemakaian energi = Daya listrik x Jam operasi x Harga listrik per KwH
Biaya pemakaian energi = 6.99 x 7010 x 175 = Rp. 8.574.983
Perhitungan biaya pemakaian energi dapat dilihat pada Tabel 5.11 berikut
Tabel 5.11. Perhitungan Biaya Pemakaian Energi Mesin Threser
Tahun Daya Listrik (Kw) Jam Operasi Harga Listrik perKwH Biaya Pemakaian Energi
1998 6.99 7010 175 8.574.983
1999 7.13 7004 180 8.988.934
2000 7.24 7000 188 9.527.840
2001 7.29 6992 205 10.449.194
2002 7.36 6976 238 12.219.720
2003 7.41 6966 260 13.420.696
2004 7.48 6956 295 15.349.110
2005 7.52 6942 320 16.705.229
2006 7.54 6944 324 16.963.914

Kemudian dihitung lagi biaya pemakaian pelumas dengan rumus :
Biaya pemakaian pelumas = Jumlah pelumas (ltr) x Harga pelumas perliter
Biaya pemakaian pelumas = 388 x 7700 = 2.987.600

Perhitungan biaya pemakaian pelumas dapat dilihat pada Tabel 5.12 halaman berikut
Tabel 5.12. Perhitungan Biaya Pemakaian Pelumas Mesin Threser
Tahun Rored HD 90 (Liter) Harga/Liter
(Rp) Biaya Pemakaian
Pelumas
1998 388 7700 2.987.600
1999 568 7700 4.373.600
2000 634 8900 5.642.600
2001 692 9300 6.435.600
2002 709 9300 6.593.700
2003 743 9500 7.058.500
2004 755 9500 71.72.500
2005 786 9500 7.467.000
2006 798 9500 7.581.000

Perhitungan biaya tenaga kerja perawatan mesin Threser dapat dihitung dengan rumus :
Biaya tenaga kerja perawatan = Upah perbulan x Jumlah tenaga Kerja x 12
Biaya tenaga kerja perawatan = 380 000 x 2 x 12 = 9.120.000
Tabel 5.12. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Perawatan Mesin Threser
Tahun Upah Perbulan (Rp) Upah Pertahun (Rp)
1998 380000 9120000
1999 435000 10440000
2000 560000 13440000
Tabel 5.12. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Perawatan Mesin Threser
(Lanjutan)
Tahun Upah Perbulan (Rp) Upah Pertahun (Rp)
2001 700000 16800000
2002 850000 20400000
2003 900000 21600000
2004 950000 22800000
2005 975000 23400000
2006 1000000 24000000

Perhitungan biaya perawatan dihitung dengan rumus sebagai berikut ;
Biaya perawatan = Biaya penggantian suku cadang + Biaya pelumas + Biaya tenaga kerja perawatan
Biaya perawatan = 594.000 + 2.987.600 + 9.120.000

Tabel 5.13. Perhitungan Total Biaya Perawatan Mesin Threser
Tahun Biaya suku cadang Biaya Pemakaian
Pelumas Biaya Tenaga Kerja Perawatan Total Biaya Perawatan
1998 594000 2987600 9120000 12701600
1999 750000 4373600 10440000 15203600
2000 879000 5642600 13440000 19961600
2001 1554000 6435600 16800000 22389600
2002 1590000 6593700 20400000 23783700
Tabel 5.13. Perhitungan Total Biaya Perawatan Mesin Threser (Lanjutan)
Tahun Biaya suku cadang Biaya Pemakaian
Pelumas Biaya Tenaga Kerja Perawatan Total Biaya Perawatan
2003 4416000 7058500 21600000 28274500
2004 6475000 7172500 22800000 31047500
2005 9215000 7467000 23400000 34682000
2006 9553000 7581000 24000000 36334000

Selanjutnya akan dihitung biaya operasi dengan menggunakan rumes sebagai berikut :
Biaya operasi = Biaya pemakaian energi + Total biaya perawatan
Biaya operasi = 8.574.983 + 12.701.600 = 21.276.583
Tabel 5.14. Perhitungan Biaya Operasi Mesin Threser
Tahun Biaya Pemakaian Energi (Rp) Total Biaya Perawatan Biaya Operasi
1998 8574983 12701600 21276583
1999 8988934 15563600 24552534
2000 9527840 19961600 29489440
2001 10449194 24789600 35238794
2002 12219720 28583700 40803420
2003 13420696 33074500 46495196
2004 15349110 36447500 51796610
Tabel 5.13. Perhitungan Biaya Operasi Mesin Threser
(Lanjutan)
Tahun Biaya Pemakaian Energi (Rp) Total Biaya Perawatan Biaya Operasi
2005 16.705.229 40.082.000 56787229
2006 16.963.914 41.134.000 58097914

5.2.3. Perhitungan Biaya Down Time
Down time merupakan kehilangan kesempatan mesin untuk beroperasi karena mesin tersebut rusak atau sedang diperbaiki. Biaya down time dihitung berdasarkan jam reparasi mesin pertahun dibagi dengan jam kerja normal mesin pertahun di kali dengan biaya operator tiap tahun (BO)
Jam kerja normal pertahun besarnya 7200 jam, dihitung berdasarkan jam kerja normal 24 jam/hari dikalikan dengan 1 tahun kerja (kira-kira 300 hari kerja). Operator mesin Threser ini dibagi dalam 3 shift yang masing-masing shift jumlahnya 1 orang.
Tetapi sebelumnya dihitunh terlebih dahulu biaya operator mesin threser dengan rumus sebagai berikut :
Biaya operator pertahun = Upah perbulan x Jumlah tenaga kerja x 12
Biaya operator pertahun = 400.000 x 3 x.12 = 14.400.000

Tabel 5.13. Perhitungan Biaya Operator Mesin Threser
Tahun Upah Perbulan (Rp) Upah Pertahun
(Rp)
1998 400.000 14.400.000
1999 520.000 18.720.000
2000 600.000 21.600.000
2001 700.000 25.200.000
2002 800.000 28.800.000
2003 850.000 30.600.000
2004 900.000 32.400.000
2005 950.000 34.200.000
2006 1.000.000 36.000.000

Biaya down time dihitung dengan persamaan :
Bd = jr / j k X BO
dimana :
Bd = Biaya down time.
jr = Jam reperasi mesin peralatan
j k = Jam kerja normal mesin pertahun.
BO = Biaya Operator

Untuk perhitungan biaya “down time“ mesin Threser tahun 1998
 Jam kerja normal mesin pertahun = 7200 jam
 Jam reperasi mesin peralatan = 190 jam
 Biaya Operator pertahun =Rp.14.400.000,-
Maka
Perhitungan dimulai dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2006. Demikian juga untuk tahun-tahun selanjutnya, perhitungan biaya down time untuk mesin Threser dilakukan dengan cara yang sama dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5.14 berikut :
Tabel 5.14. Perhitungan Biaya Down Time Mesin Threser.
Tahun Jam reperasi Jam Kerja Normal Biaya Operator Biaya Down Time Pertahun
1998 190 7.200 14.400.000 380.000
1999 196 7.200 18.720.000 509.600
2000 200 7.200 21.600.000 600.000
2001 208 7.200 25.200.000 728.000
2002 224 7.200 28.800.000 896.000
2003 234 7.200 30.600.000 994.500
2004 244 7.200 32.400.000 1.098.000
2005 258 7.200 34.200.000 1.225.500
2006 262 7.200 36.000.000 1.310.000

Trend Eksponensial (Yi”= a x bxi)

n Xi Xi2 Yi Log Yi XiLogYi Yi” (Yi”-Yi) (Yi”-Yi)2
1 -4 16 523225 5.71868857 -22.87475428 227497.263 -295728 87454953570.80
2 -3 9 549469 5.739943116 -17.21982935 293821.8151 -255647 65355432034.28
3 -2 4 584416 5.766722097 -11.53344419 379482.627 -204933 41997687355.72
4 -1 1 599094 5.77749497 -5.77749497 490116.9921 -108977 11875988246.93
5 0 0 675490 5.829618924 0 633005.7 -42484 1804915746.49
6 1 1 694217 5.841495244 5.841495244 817552.1818 123335 15211567064.21
7 2 4 722590 5.858891989 11.71778398 1055901.345 333311 111096405944.50
8 3 9 650461 5.813221262 17.43966379 1363738.823 713278 508765252686.85
9 4 16 735516 5.866592125 23.4663685 1761323.239 1025807 1052280492343.50
60 5734478 52 1 7022440 1287962 1895842694993

5.801407589
633005.6533 0.117754302

41698640 41698640 504358800 754000000 1078819 2943141600 4202579219
37966279 79664919 490534500 763250000 1121086 3152094800 4407000386
33418861 113083780 449076800 761960000 1173390 3177321500 4389531690
29521924 142605704 465884100 761530000 1357316 3179074300 4407845716
26322307 168928011 523405700 761100000 13613600 3218467800 4516587100
23496911 192424922 569128200 760885000 14202240 3269367000 4613582440
21000416 213425338 638358500 760455000 14448590 3289010400 4702272490
19294383 232719721 735000000 760240000 14494530 3381300000 4891034530
17981979 250701700 865000000 760025000 14669920 3575600000 5215294920
19053675 269755375
17357168 287112543
15805690 302918233
14387450 317305683
13088737 330394420
11906957 342301377
10825279 353126656
98384669 451511325
89403266 540914591
81237025 622151616
73804797 695956413

7174354.33+1085777.9

1 1.1200 43093823 0.8889 38306099.26 38306099 42902831
2 0.5917 45179879 0.7972 36017399.54 74323499 43977214
3 0.4163 45056973 0.7118 32071553.38 106395052 44292260
4 0.3292 45422200 0.6355 28865808.1 135260860 44527875
5 0.2774 46391095 0.5674 26322307.3 161583168 44823171
6 0.2432 47414026 0.5066 24019945.57 185603113 45138677
7 0.2191 48323098 0.4523 21856537.23 207459650 45454409
8 0.2013 50214853 0.4039 20281779.13 227741430 45844350
9 0.1877 53473242 0.3606 19282451.07 247023881 46366382
10 0.1770 58032124 0.3220 18686344.03 265710225 47030710
11 0.1684 59117901 0.2875 16996396.63 282706621 47607795
12 0.1614 60203678 0.2567 15454284.23 298160905 48123170
13 0.1557 61289455 0.2292 14047543.16 312208449 48610855
14 0.1509 62375232 0.2046 12761972.53 324970421 49038037
15 0.1468 63461009 0.1827 11594326.4 336564748 49407705
16 0.1434 64546786 0.1631 10527580.85 347092328 49773040
17 0.1405 65632563 0.1456 9556101.221 356648430 50109104
18 0.1379 66718340 0.1300 8673384.243 365321814 50377878
19 0.1358 67804117 0.1161 7872058.022 373193872 50679728
20 0.1339 68889894 0.1037 7143882.042 380337754 50927225
21 0.1322 69975671 0.0926 6479747.165 386817501.1 51137274
22 0.1308 71061448 0.0826 5869675.632 392687176.7 51363483
23 0.1296 72147225 0.0738 5324465.229 398011642 51582309
24 0.1285 73233002 0.0659 4826054.854 402837696.8 51764644
25 0.1275 74318779 0.0588 4369944.225 407207641.1 51918974
26 0.1267 75404556 0.0525 3958739.207 411166380.3 52094780
27 0.1250 76490333 0.0469 3587396.633 414753776.9 51844222
28 0.1252 77576110 0.0419 3250439.023 418004215.9 52334128
29 0.1247 78661887 0.0374 2941954.586 420946170.5 52491987
30 0.1241 79747664 0.0334 2663571.989 423609742.5 52569969

637164.23+25394xi
1 1.1200 0.8889 523225 465095 465095 520906
2 0.5917 0.7972 549468 438036 903131 534382
3 0.4163 0.7118 584416 415987 1319118 549149
4 0.3292 0.6355 599094 380724 1699842 559588
5 0.2774 0.5674 675490 383273 2083115 577856
6 0.2432 0.5066 694211 351687 2434802 592144
7 0.2191 0.4523 722590 326827 2761630 605073
8 0.2013 0.4039 718526 290213 3051843 614336
9 0.1877 0.3606 735516 265227 3051843 572831
10 0.1770 0.3220 891104.23 286936 3604005 637909
11 0.1684 0.2875 916498.23 263493 3867498 651287
12 0.1614 0.2567 941892.23 241784 4109282 663238
13 0.1557 0.2292 967286.23 221702 4330984 674334
14 0.1509 0.2046 992680.23 203102 4534087 684194
15 0.1468 0.1827 1018074.23 186002 4720089 692909
16 0.1434 0.1631 1043468.23 170190 4890278 701266
17 0.1405 0.1456 1068862.23 155626 5045905 708950
18 0.1379 0.1300 1094256.23 142253 5188158 715447
19 0.1358 0.1161 1119650.23 129991 5318149 722205
20 0.1339 0.1037 1145044.23 118741 5436891 728000
21 0.1322 0.0926 1170438.23 108383 5545273 733085
22 0.1308 0.0826 1195832.23 98776 5644049 738242
23 0.1296 0.0738 1221226.23 90126 5734175 743149
24 0.1285 0.0659 1246620.23 82152 5816328 747398
25 0.1275 0.0588 1272014.23 74794 5891122 751118
26 0.1267 0.0525 1297408.23 68114 5959236 755035
27 0.1250 0.0469 1322802.23 62039 6021275 752659
28 0.1252 0.0419 1348196.23 56489 6077765 760936
29 0.1247 0.0374 1373590.23 51372 6129137 764303
30 0.1241 0.0334 1398984.23 46726 6175863 766425

cr ha cr
1 216947500 203930650 1.1200 39050550 42902831 520906 82474287
2 216947500 191694811 0.5917 37945393.4 43977214 534382 82456990
3 216947500 180193122 0.4163 36924022.1 44292260 549149 81765431
4 216947500 169381535 0.3292 35984499.88 44527875 559588 81071963
5 216947500 159218643 0.2774 35120222.11 44823171 577856 80521249
6 216947500 149665524 0.2432 34322839.4 45138677 592144 80053660
7 216947500 140685593 0.2191 33591255 45454409 605073 79650738
8 216947500 132244457 0.2013 32920057.37 45844350 614336 79378743
9 216947500 124309790 0.1877 32305272.98 46366382 572831 79244486
10 216947500 116851202 0.1770 31739188.96 47030710 637909 79407808
11 216947500 109840130 0.1684 31217696.69 47607795 651287 79476778
12 216947500 103249722 0.1614 30740787.99 48123170 663238 79527196
13 216947500 97054739 0.1557 30313871.56 48610855 674334 79599061
14 216947500 91231455 0.1509 29918325.8 49038037 684194 79640556
15 216947500 85757568 0.1468 29549590.19 49407705 692909 79650204
16 216947500 80612113 0.1434 29223948.05 49773040 701266 79698254
17 216947500 75775387 0.1405 28927728.32 50109104 708950 79745782
18 216947500 71228863 0.1379 28642063.59 50377878 715447 79735389
19 216947500 66955132 0.1358 28403579.42 50679728 722205 79805512
20 216947500 62937824 0.1339 28174434.5 50927225 728000 79829659
21 216947500 59161554 0.1322 27958688.54 51137274 733085 79829047
22 216947500 55611861 0.1308 27776124.9 51363483 738242 79877849
23 216947500 52275149 0.1296 27614554.57 51582309 743149 79940012
24 216947500 49138640 0.1285 27460075.31 51764644 747398 79972117
25 216947500 46190322 0.1275 27314378.83 51918974 751118 79984471
26 216947500 43418903 0.1267 27196341.6 52094780 755035 80046157
27 216947500 40813769 0.1250 26914368.66 51844222 752659 79511250
28 216947500 38364942 0.1252 26962329.3 52334128 760936 80057393
29 216947500 36063046 0.1247 26883856.93 52491987 764303 80140148
30 216947500 33899263 0.1241 26784197.77 52569969 766425 80120591

216947500

n I (% ) Pin/ F ; 12 ; n n I% ( A/Pin, 12% ; n
1 12 0.8889 1 12 1.1200
2 12 0.7972 2 12 0.5917
3 12 0.7118 3 12 0.4163
4 12 0.6355 4 12 0.3292 12
5 12 0.5674 5 12 0.2774
6 12 0.5066 6 12 0.2432
7 12 0.4523 7 12 0.2191
8 12 0.4039 8 12 0.2013
9 12 0.3606 9 12 0.1877
10 12 0.322 10 12 0.1770
11 12 0.2875 11 12 0.1684
12 12 0.2567 12 12 0.1614
13 12 0.2292 13 12 0.1557
14 12 0.2046 14 12 0.1509
15 12 0.1827 15 12 0.1468
16 12 0.1631 16 12 0.1434
17 12 0.1456 17 12 0.1405
18 12 0.13 18 12 0.1379
19 12 0.1161 19 12 0.1358
20 12 0.1037 20 12 0.1339
21 12 0.0926 21 12 0.1322
22 12 0.0826 22 12 0.1308
23 12 0.0738 23 12 0.1296
24 12 0.0659 24 12 0.1285
25 12 0.0588 25 12 0.1275
26 12 0.0525 26 12 0.1267
27 12 0.0469 27 12 0.1250
28 12 0.0419 28 12 0.1252
29 12 0.0374 29 12 0.1247
30 12 0.0334 30 12 0.1241

3.9. Uraian Mengenai Seal Machine
Mesin Seal digunakan untuk kemasan pembungkus yang besar dan memakai sistem pengontrol suhu elektronik konstan dan mekanisme transmisi yang berkecepatan cukup. Mesin ini dapat menyegel plastik film dari berbagai macam bahan seperi PE, PP, kertas alumunium, dan dapat disesuaikan dengan sistem sulam timbul, serta pengontrol mikro computer dengan alat penghitung. Mesin ini bisa digunakan untuk mengemas produk dengan plastik. Sumber pemanasan dari mesin ini adalah tabung infra merah. Suhu pemanasan bisa diatur secara otomatis, Mesin ini dirancang sangat rapi untuk memudahkan pengoperasian dan perawatan mesin. Seluruh sistem kontrol terletak di bagian depan sehingga mudah untuk mengatur ukuran kemasan dan kecepatan mesin. Pengoperasian mesin terpadu dari proses pembentukan kantong, pengeleman dan pemotongan.
Tabel 3.1. Spesifikasi Seal Machine
Model DZ 400 / 2SV
Energi 380 Volt / 2 Kw / 50 Hz
Cos Q 0,8
Sealer Size 400 x 300mm
Kapasitas 423 unit/jam

3.9.1. Uraian Proses Mesin Seal Machine.
Udang yang telah disusun pada polybag kemudian dibawa ke mesin Vacum dan Seal Machine. Mesin ini telah diatur dengan timer waktu dimana waktu untuk vakum adalah 4 detik dan waktu untuk seal adalah 3,5 detik. Kapasitas sekali vacum dan seal adalah delapan pak. Udang yang telah selesai divakum dan diseal selanjutnya disusun pada tray dan di bawa ke mesin CPF untuk dibekukan. Pengoperasian mesin ini terpadu mulai dari proses pembentukan kantong, pengisian, pengeleman dan pemotongan. Mesin ini telah dilengkapi dengan sistem pengendali otomatis, yakni mesin akan berhenti secara otomatis jika bahan yang dibungkus habis, supaya tidak membentuk kemasan yang kosong dan apabila salah satu elemen pemanas atau sekring elemen putus, supaya tidak terjadi kebocoran pada bungkusan karena temperatur penyegelan.
3.9.2. Jenis dan Pola Segel ( Seal )
• Beragam jenis segel yang dapat dibuat oleh mesin adalah sebagai berikut :

Segel Tengah
(Center Seal) Segel Tiga Sisi
(Three Side Seal) Segel Empat Sisi
(Four Side Seal)
Jenis segel lipat membentuk kemasan menyerupai kotak lipat samping yang tampak lebih anggun dan berkelas daripada jenis segel yang lain, jenis segel ini hanya tersedia untuk mesin ini.
• Pola Segel
Beragam pola segel yang dapat dibuat oleh mesin adalah sebagai berikut :

Pola Garis
ukuran : 4, 6, 8, 10 12 (mm) Pola Kotak
ukuran : 4 ,5 (mm)

• Jenis Potongan
Beragam jenis potongan yang dapat dibuat oleh mesin pada sisi atas dan bawah kemasan adalah sebagai berikut :

Potongan Gerigi
(ukuran : halus, kasar) Potongan Silet Potongan Rotari