TIF 203 MANAJEMEN INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI


NAMA: VASKO EDO GULTOM

NIM : 071402009

TIF 203 MANAJEMEN INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI

TUGAS MINGGUAN II TANGGAL 16 SEPTEMBER 2008

*JAWABAN*

(1)…6 karakteristik perusahaan virtual serta contohnya!

Jawabè:^*

• menggunakan internet & itu memberikan perkomputeran & komunikasi resources

• IT memungkinkan pengaturan sejaringan orang, pengetahuan, keuangan & fisik resources

• Takes atau mengambil keuntungan secara kilat berganti markets.

• Kunci di pelanggan dan suppliers Rintangan

• key entry memasukkan vbagiasn perusahaan bagian di products

• investasi Pengungkilan di perusahaan

(2.).. Coba jelaskan bagaimana supply sub system memberi nilai kpd suatu perusahaan

Jawabè supply sub system Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E commerce merupakan extension
t
dari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.
Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis ‘dotcom’ atau bisnis on-line seolah-olah mampu menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order dengen cepat diinternet – dalam orde menit – tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan, menurut Softbank;s Rieschel, Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistic. Reintiventing dunia bisnis bukan berarti menggantikan system yang ada, tapi justru komplemen dan ekstensi dari system infratruktur perdagangan dan produksi yang ada sebelumnya.

Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Perama, Insfrastruktur system distribusi (flow of good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga, Infrastruktur system informasi (flow of information). Dalam hal kesiapan infrastruktur e-commerce, kami percaya bahwa logistics follow trade, bahwa semua transaksi akan diikuti oleh perpindahan barang dari sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility

Karakteristik e-commerce adalah

1) mendefinisikan targer pasar,

2) menidentifikasikan kelompok untuk dijadikan pembelajaran.

3) indentity topk untuk discusi. Dalam tahap penunjungnya maka dapat diselidiki :

1) identity letak demografi website di tempat tertentu,

2) memutuskan focus editorialnya,

3) memutuskan isi dari contentnya,

4) memutuskan pelayanan yang dibuat untuk berbagai type pengunjung

)3)).. apa itu market place dan apa perbedaanya dengan industrial networks?

Jawabè Marketplace adalah lokasi di mana barang-barang dan servis ialah bertukaran. Bujur sangkar pasar tradisional adalah alun-alun kota di mana pedagang membentuk mogok dan pembeli melihat-lihat barang dagangan. Pasar seperti ini sangat tua, dan tak terbilang pasar seperti itu masih di pelaksanaan di seluruh dunia utuh. * In AS pasar seperti itu jatuh dari lebih menyukai, tetapi bunga yang diperbarui di makanan lokal sudah menyebabkan re-penemuan pasar sejenis ini, yang dianggap pasar petani, di banyak kota dan kota. * In Eropa kontinental, khususnya di Perancis dan Britania, pasar jalan, sebaik sebagai “marketplaces” (menutupi tempat di mana saudagar mempunyai kedai, tetapi tak ada toko seluruh) ialah yang biasa. Baik re-penjual dan produsen menjual mereka wares kepada publik. * Markets sering sementara, dengan kedai hanya sekarang selama satu dua hari seminggu (hari-hari pasar), tetapi beberapa (seperti Camden Market di London,

Perbedaanya adalah Jaringan-Jaringan industri, Ltd. menyediakan RFID, AEI dan sistem akuisisi data barcode untuk pembuatan dan mengapalkan perusahaan. Jaringan-jaringan tanpa kawat kami membolehkan klien kami secara efisien menyebarkan mesin scanner mudah dibawa dan tak bergerak pemantau itu inbound dan outbound railcars, truk dan tongkang. Integrasi mesin scanner ke dalam perkapalan/menerima proses membolehkan klien kami memperpanjang kontrol di balik pelaksanaan bidang, mengurangi kesalahan dan memperbaiki produktivitas keseluruhan.

(5))… . bagaimana internet membantu kepuasaan pelanggan

Jawabèinternet adalah Internet adalah sistem global interconnected jaringan-jaringan komputer data pertukaran itu dengan bongkos mengganti memakai Protokol Internet yang distandarisasi Sederetan (TCP/IP). Adalah sejaringan “jaringan-jaringan” bahwa terdiri jutaan pribadi dan umum, akademis, bisnis, dan jaringan-jaringan pemerintah bius lokal ke global jangkauan yang dihubungkan oleh kawat tembaga, kabel serat-optik, hubungan tanpa kawat, dan teknologi lain. Internet melancarkan berbagai sumber penghasilan informasi dan servis, seperti pos elektronik, online obrolan, menyimpan memindahkan dan berbaris membagikan, berjudi online, dan menguburkan-menghubungkan dokumen hyper-teks dan sumber penghasilan lain World Wide Web (WWW).

Dengan adanya penemuan web oleh team bernes lee sangat membantu sekali da;lam urusan marketing dan online data terutama seperti perusahaan besar dan maju .

Contoh nyata kepuasan oleh para pelanggan dalam bidang internet ini adalah yaitu belanja secara online tanpa harus bertemu pihak penjual dan pembeli ,hanya dalam dunia maya daja berhtemu melalui perjanjian dan sejumlah peratuaran yang dibuat oleh kedua belah pihak ataua benntuk perusahaan besar dan menengah yang menggunakan layanan obelanja online.

Barang yang kita pesan dikirim oleh pihak yang menjkual barang ,an kita membayrnya dengan kartu kredit,

(6))… bagaimana internet mengubah informasi dan bisnis model di sebuah perusahaan

Jawabèdengan sejumlah argument-argumen yang mampu mengubah layanan internet jadi lebih baik kedepanya ,saya rasa internet dapat mengubah informasi dan bisnis model di sebuah perusahaan

Dengan sebuah fakta yang sangat logis dan dapat diterima oleh akal sehat kita dengan acuan sebuah system pengubahan model perusahaan maupun informasi yang terdahulu menjadi lebih baik aakn sangat mungkin meniru model yang lain yang ada di internet untuk lebih maju lagi perusahaan tersebut dalam bidang pengembangan produk yang dihaisllkan

(7).. . bagimana internet mengubah informasi kegiatan ekonomi yg ada pada suatu perusahaan

Jawab è pertama itu akan sulit ketika sebuah perusahaan berubah misi ataupun visi

Internet itu dapat mengubahnya sesuai dngan perkembangan dari internet itu sendiri sejauh man kecanggihan dan pengolahan data oleh organisasi yang ada.terutama hal yang akan mengubah kegiatan ekonomi dalam suatu perusahaan itu sendiri.

Missal ; sisitem belanja online

à tidak akan lagi menggunakan mdistribusi system jumpa

Tawar menawar di pasar

Sangat membuang waktu kita

Jadi dengan adanya system online akan sanganmembantu sekali dalam penjualan dan pembelian barang.

(8).. sebutkan dan jelaskann jenis2 pembayaran pada e-commerce

1. Jawabè Electronic Payment
Pembayaran dengan menggunakan media elektronik merupakan sebuah masalah yang belum tuntas. Ada berbagai solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah electronic payment, antara lain:
􀂃 Standards: SET, Mondex
􀂃 Electronic money: e-cash digicash, CyberCash, iKP
􀂃 Virtual wallet, EMV electronic purse
􀂃 Credits and debits on the Internet, First Virtual.
􀂃 Internet banking beserta group yang terlibat di dalamnya, seperti kelompok OpenFinancial Exchange (OFX) yang dimotori oleh CheckFree Corporation Intuit, dan Microsoft beserta institusi finansial lainnya.
􀂃 Stocks and trading
􀂃 Smartcards: introduction, CLIP, ISO 7816 (beserta seluruh bagian/part-nya) Java Card, Open Card Framework. e-Payment
9
􀂃 Regulatory issues
􀂃 Internet economics, digital money
􀂃 Internet payment protocol, ePurse protocol
􀂃 Micropayments, yaitu pembayaran dalam jumlah yang sangat kecil (misalnya untuk membaca web site dichage 0.25c/halaman): Millicen r
t
􀂃 Electronic check: FSTC Electronic Check Project4
􀂃 Limitatitions Of Traditonal Payment Instrument.
􀂃 Security requirement (Authentications, Privacy, Integrity, Non-repudiation, Safety).
􀂃 Single-Key (Symentric) Encryption.
􀂃 Public/Private Key System.
􀂃 Electronic Credit Card (payment using unencypted, encrypted payments, high level security and privacy).
􀂃 Electronic CASH.
􀂃 Electronic Pyment Card (smart card).
􀂃 Three Party Payment System.

(9).. .apa itu struktur managemen ilmu pengetahuan

Jawabèmanagemen ilmu pengetahuan adalah

Agar SDM dapat memainkan peran strategis dalam membangun budaya yang berpusat pada pengetahuan, maka salah satu hal yang penting adalah menggunakan dan menerapkan alat-alat yang tepat. Beberapa alat-alat dasar itu adalah sebagai berikut :

o Siklus konsultansi – dengan langkah-langkah : Memperoleh entri, melakukan kontrak, mengumpulkan data, menganalisis data, menumbuhkan opsi perencanaan untuk perubahan, dan melaksanakannya.

o Siklus perubahan – terdiri dari : reluktansi, kesadaran, minat, uji coba mental, praktek dalam kehidupan nyata, pelaksanaan, komitmen, dan integrasi

o Cara-cara berfikir dalam situasi menantang – menggunakan enam topi berfikir dari De Bono

o Pertanyaan-pertanyaan untuk memfasilitasi belajar transformatif melalui teknik bertanya divergensi untuk menumbuhkan kesadaran, memunculkan pilihan, membuat hubungan baru, dan mendorong berfikir bebas

Adapun alat-alat untuk membuka dialog adalah :

o Model belajar yang dikelola sendiri

o Inkuiri apresiatif – seni tentang hal yang tidak mungkin. Menurut Cooperrider (1998) perubahan yang sukses memerlukan : kebaruan, kesinambungan, dan transisi.

Alat-alat untuk memfasilitasi sharing pengetahuan tacit yaitu :

o Review sesudah kegiatan

o Review pembelajaran sesudah proyek berakhir

o Bercerita

Alat-alat untuk mengidentifikasi sumberdaya pengetahuan kunci dan para pemainnya adalah melalui Analisis jejaring sosial

q Menggunakan teknologi secara bijak

Meskipun diakui bahwa teknologi berperan penting dalam mengelola pengetahuan, namun hal itu bukanlah suatu solusi total. Menurut Rob Van der Spek dan Jan Kingma (1999) strategi organisasi dalam mengelola pengetahuan hendaknya mencakup/memperhatikan dua bidang yaitu :

o Eksploitasi dan aplikasi pengetahuan yang ada, dan

o Menciptakan pengetahuan baru, termasuk membangun kapabilitas menciptakan pengetahuan baru yang lebih cepat dibanding masa lalu

Oleh karena itu penggunaan teknologi bukanlah segalanya, penggunaan teknologi perlu dilakukan secara hati-hati dan bijaksana. Ada beberapa tip penting untuk para praktisi berkaitan dengan penggunaan teknologi yaitu :

o Fahami nilai informasi yang dimiliki

o Jadilah pengelola yang lebih baik dalam mengelola informasi

o Sederhanakanlah

o Perlakukan mengelola pengetahuan sebagai tugas yang dapat dialihkan, oleh karenanya diperlukan alokasi waktu

o Sediakan alat-alat dasar dan latihlah orang cara menggunakannya

o Kaji kemungkinan mengadaptasi sistem yang ada untuk menyediakan pengetahuan tepat waktu pada saatnya

o Yakinlah bahwa sistem manajemen pengetahuan merupakan kebutuhan nyata

o Cobakan sistem baru pada kelompok kecil yang representatif sebelum menerapkannya lebih luas

o Belajarlah dari kesalahan orang lain

o Yakinlah bahwa sistem manajemen pengetahuan berinteraksi dengan sistem yang ada

Dalam konteks tersebut penggunaan teknologi harus diarahkan pada upaya untuk menghubungkan orang-orang dalam organisasi agar kinerja organisasi makin efektif, untuk itu pilihan teknologi harus mengacu pada kepentingan tersebut.

Meningkatkan aset intelektual dalam organisasi menjadi konsern strategi kunci bagi banyak pemimpin bisnis, dan akan menjadi salah satu prioritas berkaitan dengan SDM. Kebutuhan akan pengelolaan pengetahuan telah punya dampak langsung bagi beberapa jenis bisnis. Namun demikian mengelola pengetahuan telah berkembang menjadi agenda yang lebih tinggi, organisasi publik pun ddidorong untuk berorentasi kinerja dalam menjalankan organisasinya dengan pendekatan yang lebih berfokus pada pelanggan.

Dalam kontek perkembangan organisasi SDM dapat membantu organisasi mengembangkan dan mempertahankan asetpengetahuannya melalui :

o Membantu organisasi mencapai kejelasan berkaitan dengan budaya yang berorientasi pengetahuan

o Fokus pada apa yang benar-benar dibutuhkan untuk berubah/dirubah

o SDM perlu mereview peranannya dan tanggungjawabnya berkaitan dengan pembangunan budaya yang berpusat pada pengetahuan

o Membantu organisasi meninjau kembali asumsi tentang belajar dan bagaimana memfasilitasi belajar dalam bisnes berbasis pengetahuan

o SDM perlu mengkaji ulang praktek intinya untuk menjamin hal itu terkait dengan pendekatan manajemen pengetahuan organisasi

o SDM perlu mengkaji ulang kompetensi yang dimilikinya untuk menjamin telah cukup dikembangkan guna melengkapi mereka dengan peran dan tanggungjawab baru dalam era pengetahuan

Akhirnya SDM perlu mengembangkan inat, pemahaman dan keakhlian dalam menerapkan peralatan temasuk yang bersifat teknologi untuk membantu mereka mencapai tujuan manajemen pengetahuan strategis organisasi. Ini berarti bahwa SDM perlu melakukan investasi untuk perkembangan dirinya sendiri, dan kini waktunya telah tiba bagi SDM untuk menunjukan kapabilitas dan memerankan model prilaku yang dibutuhkan untuk survive dalam ekonomi pengetahuan.

(10).. .bagaimana internet mengubah hubungan antara suplyer dan konsumen

Jawabèpengubahanya terlihat pada cara belanja online yang tidak perlu lagi untuk jumpa saling tawar-menawar barang ,tetapi dalam dunia maa yaitu internet dalam computer yang sangat memudahkan segala pekerjaan kita saat ini

Supplyer dan konsumen tidak mesti harus jumpa lagi cukup dengan aturan belanja yang dibuat dan sesuai antara dua belah pihak dan transaksi pun jadi

(11).. .apa tantangan perusahaan menggunakan e-commerce

Jawabè maslah keamanan

salah satu komponen atau servis yang dibutuhkan untuk menjalankan eCommerce. Beberapa bagian dari keamanan ini sudah dibahas di atas dalam bagian tersendiri, seperti Infrastruktur Kunci Publik (IKP), dan privacy. Untuk menjamin keamanan, perlu adanya kemampuan dalam bidang ini yang dapat diperoleh melalui penelitian dan pemahaman. Beberapa topik (issues) yang harus dikuasai antara lain akan didaftar di bawah ini.
Teknologi Kriptografi. Teknologi kriptografi menjelaskan bagaimana mengamankan data dengan menggunakan enkripsi. Berbagai sistem sudah dikembangkan seperti sistem privae key dan public key. Penguasaan algoritma-algoritma populer digunakan untuk mengamankan data juga sangat penting. Contoh algoritma ini antara lain DES, IDEA, RC5, RSA dan ECC (Ellliptic Curve Cryptography). Penelitian dalam bidang ini di perguruan tinggi merupakan suatu hal yang penting. Salah satu masalah dalam mengamankan enkripsi adalah bagaimana memastikan bahwa hanya sang penerima yang dapat mengakses data. Anda dapat menggembok data dan mengirimkannya Security
bersama kuncinya ke alamat tujuan, tetapi bagaimana memastikan kunci itu tidak dicuri orang di tengah jalan? Salah satu cara untuk memecahkannya adalah bahwa si penerima yang mengirimkan gemboknya, tetapi tidak mengirimkan kuncinya. Anda menggembok data dengan gembok yang dikirim olehnya dan mengirimkannya. Si penerima kemudian akan membukanya dengan kunci miliknya yang tidak pernah dikirimkannya ke siapa-siapa. Kini masalahnya bila data yang digembok itu dicuri orang, tetapi dengan enkripsi yang kompleks akan sangat sulit bagi orang itu untuk mengakses data yanmg sudah digembok itu.
One Time Pasword. Penggunaan password yang hanya dapat dipakai sebanyak satu kali. Biasanya password angka digital yang merandom angka setiap kali transaksi.
Konsultan keamanan. Konsultan, organisasi, dan institusi yang bergerak di bidang keamanan dapat membantu meningkatkan dan menjaga keamanan. Contoh organisasi yang bergerak di bidang ini adalah IDCERT.
Kerangka kerja eCommerce
Kerangka kerja (framework) dari eCommerce memiliki beberapa komponen, antara
lain:
1. Naional Inormation Technology Committee (on eCommerce). Komite ini bertanggung jawab untuk memformulasikan Information Technology, speciically eCommerce, di Indonesia. Komite ini dapat membuat working group untuk meneliti penggunaan teknologi informasi lebih lanjut. Berbagai pihak yang terlibat dalam bidang commerce dan electronic commerce sebaiknya terwakili dalam komite ini, misalnya adanya wakil dari Perbankan.
t f
f
2. Communication Infrastructure
3. EC/EDI standards / infrastructure. Menentukan standar yang dapat diterima oleh semua pihak merupakan salah satu kunci utama.
4. Cyberlaw: EC laws, Electronic Security laws.
5. Customers & related organizations

*teriam kasih*

NAMA : VASKO EDO GULTOM

NIM :071402009

DEPARTEMEN TEKNIK PERANGKAT LUNAK

F-MIPA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2008

Balas

Teruskan

Jendela baru
Cetak semua
Link Sponsor
Internet 3G Termurah
Email, browse, chatting kapan saja Cuma Rp1.600/jam atau Rp300.000/bln
http://www.mobilequ.web.id
Trading Forex yg Aman?
Pilihlah yg benar berijin Sekuritas dan Bukan hanya akta pendirian saja
http://www.GainScope.com
Telepon GSM terenkripsi
Terenkripsi dengan tingkat militer Enkripsi dua layer AES/RSA
http://www.gold-lock.com
Investasi 80 ribu di BCA
Pasif Income Jutaan bahkan Milyaran mudah dan pasti, Mau Bukti !
http://www.asiabersama.com
Solusi Bisnis-Teknologi
Konsultan bisnis dan teknologi We help your busines to excel!
http://www.gemaconsulting.co.id
Universitas Australia
Tanya langsung ke universitas terkemuka di Australia
http://www.universitasaustrali.com.au
Absensi Sidik jari
Cuma Kami Yang bergaransi 2 tahun Bonus Acriliq case, UPS+AVR 600VA
http://www.interactive.co.id
Aneka Bisnis Internet
Dapatkan Aneka Peluang Bisnis Inter net. Pelajari Ilmu dan Raih Uangnya
http://www.ObralPlus.com
Selengkapnya tentang…
Jurnal Ekonomi Dan Bisnis »
MP3 Indonesia »
Bisnis Sambilan »
Artikel Bisnis »
Tentang link ini
« Kembali ke Pesan Terkirim
Tindakan Lebih Lanjut
‹ Lebih baru 5 dari 36 Lebih tua ›
Gunakan akses gratis ke POP server untuk mengunduh email Anda ke Outlook atau perangkat yang mendukung POP. Selengkapnya
Anda saat ini menggunakan 16 MB (0%) dari jatah 7189 MB.
Aktivitas account terakhir: 5 hari yang lalu pada IP 203.130.206.47. Rincian
Tampilan Gmail: standar | matikan chatting | HTML dasar Pelajari selengkapnya
©2008 Google – Persyaratan – Halaman Muka Google

*TIF-202 DASAR-DASAR ARSITEKTUR KOMPUTER


NAMA : VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009

*TIF-202 DASAR-DASAR ARSITEKTUR KOMPUTER
TUGAS MINGGUAN II TANGGAL 4 SEPTEMBER 2008*
SOAL-SOAL
WEEK 3 (70%) (11 soal)
1.Konversikan bilangan-bilangan biner berikut ke bilangan decimal:
111010
110110
111110
001100
111001
JAWAB(A).

BINER 1 1 1 0 1 0
DESIMAL 32 16 8 0 2 0
PANGKAT 25 24 23 22 21 20

JADI BINER=111010
DESIMAL =32+16+8+2+0
=58
(B).

BINER 1 1 0 1 1 0
DESIMAL 32 16 0 4 2 0
PANGKAT 25 24 23 22 21 20

JADI biner =110110
Decimal = 32+16+0+4+2+0
=56
©.
BINER 0 0 1 1 0 0
DESIMAL 0 0 8 4 2 0
PANGKAT 25 24 23 22 21 20
Jadi biner =001100
Decimal =32+16+8+4+2+0
=62
(d).
BINER 1 1 0 1 1 0
DESIMAL 32 16 0 4 2 0
PANGKAT 25 24 23 22 21 20
Jadi biner = 11010
Decimal =32+16+0+4+2+0
=54
(E)..
BINER 1 1 1 0 0 1
DESIMAL 0 0 8 4 2 0
PANGKAT 25 24 23 22 21 20
Jadi biner = 111001
Decimal =0+0+8+4+2+0
=14

2.konversikan bilangan-bilangan desimal berikut kepadanan binernya:
101
1111
255
145
300
Pembagian sisa bagi
Jawab a. 101 :2 = 51 0
51 :2 =25 1
25 : 2 = 12 1
12 :2 = 6 0
6 :2 =3 1
3 :2 =1 1
1
Sisa akhir :”1”
notasi binernya adalah =” 110110”
b. 1111  decimal ke biner
Pembagian sisa bagi
jawab 1111 :2 =555 1
555 :2 = 227 1
227 :2 = 113 1
113 : 2 = 56 1
56 : 2 = 23 0
23 : 2 = 11 1
11 : 2 = 5 1
5 : 2 = 2 1
2 :2 =1 0
Sisa akhir :0
notasi binernya adalah =011101111

c..255  decimal =>biner
Pembagian sisa bagi

255 : 2 =127 1
127 : 2 = 63 1
63 : 2 = 31 1
31 : 2 = 15 1
15 : 2 = 7 1
7 : 2 = 3
3 : 2 = 1 1
1

Sisa akhir :1
notasi binernya adalah =1111111

(d). 145
Jawab decimal=> biner
Pembagian sisa bagi

145: 2 =72 1
72 : 2 = 36 0
36: 2 = 18 0
18 : 2 = 9 0
9 : 2 = 4 1
4 : 2 = 2 0
2 : 2 = 1 0
1
Sisa akhir :1
notasi binernya adalah =10010001

300
Decimal ke biner
Jawab Pembagian sisa bagi

300: 2 =150 0
150 : 2 = 75 1
75 : 2 = 37 1
37 : 2 = 18 1
18 : 2 = 9 0
9 : 2 = 4 1
4 : 2 = 2 0
2 : 2 = 1 0
1
Sisa akhir :1
notasi binernya adalah =100101110

Perhatikan notasi biner dibawah ini yang dikelompokkan menjadi notasi heksadesimal
0000=0 1000=8
0001=1 1001=9
0010=2 1010=A
0011=3 1011=B
0100=4 1100=C
0101=5 1101=D
0110=6 1110=E
0111=7 1111=F
LIHAT KONVERSI HEKSADESIMAL KE DESIMAL DI BAHAN KULIAH
3.konversikan bilangan-bilangan heksadesimal berikut ke binernya:
9D
24
3F
A1
EC
A9D 9 = 1001
D = 1101
Jadi binernya  10011101
24  24
4

0010 0100
Bilangan binernya adalah: 00101000
3F
F
0011 1111
Bilangan binernya adalah: 00111111

A1
A = 1010
1 =0001

Bilangan binernya adalah: 10100001

EC
E = 1110
C = 1100
Bilangan binernya adalah: 11101100

4.konversikan bilangan-bilangan heksadesimal berikut ke padanan desimalnya
7A6
C
9F
ABCD67E

Jawab 7A6  7 =0111
A = 1010, 6 = 0110
Ditulis = 011110100110
Penulisanya untuk bilQANGAN DESIMAL=
0 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0
211 210 29 28 27 26 25 24 23 22 21 20
2048 1024 512 256 128 64 32 16 8 4 2 0

Hasil2048+1024+512+128+64+32+16+8+4+2+0
=3952
b. C =1100
1 1 0 0 1100
23 22 21 20 14
8+4+2+0=14
c. 9F
jawab 9 = 1001 F =1111
1 0 0 1 1 1 1 1
27 26 25 24 23 22 21 20
128 64 32 16 8 4 2 0
128+64+32+16+8+4+2+0=254
d.ABCD67E
A =1010 B =1011 C= 1100 D =1101 6=0110 7=0111 E=1110
Ditulis 1010101111001101011001111110
1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0
2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2
{20-27}
=134217728

5.konversikan bilangan-bilangan desimal berikut ke padanan heksadesimalnya
16
80
2560
3000
5667
jawaba.) 16
bagi sisa bagi
16 :2 = 8 0
8 : 2 = 4 0
4 :2 = 2 0
2: 2= 1 0
1 binernya adalah = 10000
Pengubahan ke bilangan heksa decimal 1 =0001 6=0110
Bilangan heksadesimalnya adalah=00010110
b.) 80
jawab: 8= 1000 0=0000
Bilangan heksadesimalnya adalah=10000000
c.) 2560
jawab2=0010 5=0101 6=0110 0=0000
Bilangan heksadesimalnya adalah=0010010101100000
d.)3000
jawab 3=0011 0=0000 0=0000 0=0000
Bilangan heksadesimalnya adalah=0011000000000000
e.) 5667
f.) Jawab 5= 0101 6=0110 6=0110 7=0111
Bilangan heksadesimalnya adalah=0101011001100111
• 6. konversikan bilangan-bilangan biner ke heksadesimalnya
10011101
00110100
11101101
10011110
00110011
Jawaba.) 10011101
Konversi ke=>heksadesimalnya
I.pisahkan 4 digit terlebih dahulu
1001 1101
9 D
Jadi :9D

b.) 00110100
Jawab Konversi ke=>heksadesimalnya
I.pisahkan 4 digit terlebih dahulu
0011 0100
3 4
Jadi: 34
c.) 11101101
Jawab Konversi ke=>heksadesimalnya
I.pisahkan 4 digit terlebih dahulu
1110 1101
E D
Jadi:ED
d.) 10011110
Jawab Konversi ke=>heksadesimalnya
I.pisahkan 4 digit terlebih dahulu
1001 1110
9 E
Jadi:9E
e.) 00110011
Jawab Konversi ke=>heksadesimalnya
I.pisahkan 4 digit terlebih dahulu
0011 0011
3 3
Jadi :33

• 7.Ubah bilangan biner di bawah ini menjadi oktal dan heksa
Biner 101 111 011 111 atau 1011 1101 1111
Oktal
heksa
Biner 101 001 001 001 atau 1010 0100 1001
Oktal
heksa
LIHAT KONVERSI BINER-HEKSADESIMAL-OKTAL DI BAHAN KULIA
Jawab
Biner 101 111 011 111 atau 1011 1101 1111
Oktal 5 7 3 7 B D F
heksa B D F
Biner 101 001 001 001 atau 1010 0100 1001
Oktal 5 1 1 1 A 4 9
heksa A 4 9

Penjabaran: 101 111 011 111 atau 1011 1101 1111
Octal=5737 atau 1011 1101 1111 ditulis jadi 3 rangkai 101 111 011 111
Jadi 101 111 011 111 ATAU 1011 1101 1111
5 7 3 7 B D F
Heksa 1011 1101 1111
B D F

• 8.Hitung pertambahan dari bilangan biner dibawah ini:
• 100100 + 111111
• 101011 + 111111
Perlu diketahui= 0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 1 = 0  dan menyimpan 1

JAWAB100100
111111 +
011011
• b.) 101011 + 111111
jawab=> 101011
111111 +
010100
• 9.)Hitung pengurangan dari bilangan biner di bawan ini:
• 100100 – 111
• 101111 – 100
Jawab 100100
111 _ = 100011
0 – 0 = 0
1 – 0 = 0
1 – 1 = 0
0 – 1 = 1  dengan meminjam ‘1’ dari digit disebelah kirinya!

b.) 101111
100 _
101000

• 10..)Hitung perkalian dari bilangan biner di bawah ini:
• 110011 x 101
• 100111 x 110
Jawab 110011
101 x
110011
000000
110011 +
11111111

b.)100111
110 x
000000
100111
100111 +
11010010

• Hintung pembagian dari bilangan biner di bawah ini:
• 111011 : 100
• 110001 : 11
Jawab 111011
100 :
111,°

110001 : 11 =11000,°

WEEK 4 (30%) (4 soal)
• 11..)Jelaskan kategori umum dari fungsi yang dispesifikasikan oleh instruksi computer?
Jawab kategori umum instruksi computer adalah: Gambaran Umum
Sejak 1946, semua komputer memiliki LIMA komponen:
• Control
• Datapath
• Memory
• Processor
• Input
• Output
Fungsinya adalah “Fungsi Komponen
• datapath – melakukan operasi aritmatik dan logik
Contoh: adders, multipliers, shifters
• memory – menyimpan data dan instruksi
Contoh: cache, main memory, disk
• input – mengirim data ke komputer
Contoh: keyboard, mouse
• output – mengambil data dari komputer
Contoh: screen, sound card
• control – memberikan arah ke komponen lainnya
Contoh: bus controller, memory interface unit

Komponen Detil adalah
PC MAR
IR MBR
I/O AR
I/O BR
CPU
Buffers
I/O Module
….
….
…..
…..
Instruction
Instruction
Instruction
Data
Data
Data
Data
…..
…..
…..
…..
Memory
PC = Program Counter
IR = Instruction Register

MAR = Memory Address Register
MBR = Memory Buffer Register
I/O AR = I/O Address Register
I/O BR = I/O Buffer Register

12….)Sebutkan dan defenisikan dengan singkat keadaan yang dapat mendefenisikan suatu eksekusi instruksi
Jawab Instruksi Komputer
• Instruction
• Fetch
• Instruction
• Decode
• Operand
• Fetch
• Execute
• Result
• Store
• Next
Instruksi
Mengambil instruksi dari program storage
Menentukan aksi yang dibutuhkan dan ukuran
instruksi
Memperoleh dan menempatkan operand
Menghitung nilai hasil atau status
Menyimpan hasil dalam storage untuk
digunakan pada proses berikutnya

13…)Apa manfaat dari penggunaan arsitektur mupltiple-bus dibandingkan dengan arsitektur single-bus

Jawab Sistem Arsitektur mulptiple bus:
 Mikroprosesor
 Melakukan pekerjaan secara paralel
 Program dijalankan secara multitasking
 Sistem bus tidak hanya lebar tapi juga cepat

 Interkoneksi komponen sistem komputer dalam menjalankan fungsinya
 Interkoneksi bus
 Pertimbangan–pertimbangan perancangan bus
Dibandingkan dengan single bus:
 Keuntungan hierarki bus jamak kinerja tinggi

 Bus berkecepatan tinggi lebih terintegrasi dengan prosesor.
 Perubahan pada arsitektur prosesor tidak begitu mempengaruhi kinerja bus

14…) • Sebutkan dan definisikan dengan singkat keadaan yang dapat mendefinisikan suatu eksekusi instruksi
Jawabeksekusi instruksi:adalah kebalikan dari intruksi computer menyangkut akan data dan perangkat yang ada [ada computer yang menjalankan program pada computer seperti halnya dengan bagian pada instruksi pada eksekusi instruksi ini meliputi bagian :
• Instruction
• Fetch
• Instruction
• Decode
• Operand
• Fetch
• Execute
• Result
• Store
• Next
• Instruksi
*Terima kasih*
NAMA :VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009
DEPARTEMEN TEKNIK PERANGKAT LUNAK
F-MIPA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2008

Management Ekonomi dan Teknik (TIF 201)


NAMA : VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009

Management Ekonomi dan Teknik (TIF 201)
Tugas II tanggal 08 SEPTEMBER 2008
*JAWABAN*
SOAL-SOAL

WEEK 3 (14 soal) (45%)
Bahan dari chapter 7
(1)..Sebutkan perbedaan antara informal planning dengan formal planning dan sebutkan contoh-contoh dari masing-masing jenis planning tersebut!
Jawab”pertama adalah pengertian dari planning yaitu: Merencanakan di organisasi dan kebijakan umum ialah baik organizational proses menciptakan dan memelihara rencana; dan proses psikologis memikirkan aktivitas diperlukan untuk menciptakan masa depan yang diinginkan atas suatu skala. Sebagai seperti itu, adalah tanah milik pokok cerdas kelakuan. Proses ini yang dipikirkan esensial sampai ciptaan dan pengilangan rencana, atau integrasi itu dengan rencana lain, bahwa ialah, menggabungkan ramalan perkembangan dengan persiapan skenario bagaimana caranya untuk bereaksi terhadap mereka.
Dan bentuk kata informal adalah tidak resmi apabila di gabung menjadi rencana yang tidak resmi dan lebih mencakup terhadap Biasa untuk sedikit rencana resmi untuk dibuat sebagai gagasan abstrak, dan tinggal di bentuk itu sewaktu mereka dipelihara dan diserahkan kepada penggunaan. Rencana yang lebih resmi sebekas untuk bisnis dan maksud militer, sedangkan awalnya menciptakan dengan dan sewaktu abstrak berpikir, mungkin dituliskan, disusun atau lain disimpan di bentuk yang dapat dicapai kepada orang lipat ganda di seberang waktu dan angkasa. Ini membolehkan kerjasama yang lebih dapat diandalkan di pelaksanaan rencana.

#formal planning adalah rencana resmi lebih menekankan kepada Rencana biasanya prosedur yang mana pun dulu biasa mencapai tujuan Yang pasti
Contoh formal planning*pengembangan control dalam kerajaan inggris
*penataan tata kota di inggris dsb.
Contoh informal planning*belanja untuk keperluan suatu lembaga
*rencana pembuatan berupa anggaran dalam instansi

(2).. Sebutkan hubungan antara planning dengan organizational performance
Jawabplanning>>: Merencanakan di organisasi dan kebijakan umum ialah baik organizational proses menciptakan dan memelihara rencana; dan proses psikologis memikirkan aktivitas diperlukan untuk menciptakan masa depan yang diinginkan atas suatu skala. Sebagai seperti itu, adalah tanah milik pokok cerdas kelakuan. Proses ini yang dipikirkan esensial sampai ciptaan dan pengilangan rencana, atau integrasi itu dengan rencana lain, bahwa ialah, menggabungkan ramalan perkembangan dengan persiapan skenario bagaimana caranya untuk bereaksi terhadap mereka.
Dan pengertian
organizational performance adalah : Perbuatan Organizational terdiri dari hasil atau hasil sebenarnya, organisasi seteratur pada hasilnya yang dimaksudkan (atau cita-cita dan tujuan). Spesialis di banyak bidang dikenai dengan organizational perbuatan termasuk perecana strategis, pelaksanaan, keuangan, hukum, dan organizational perkembangan.
Dan hubungan antara planning dan organizational planning terciptanya dua hubungan yang saling mendukung satu sama lain missal pada bidang hokum,keuangan dll.

(3).. Sebutkan dan jelaskan dengan singkat tipe-tipe dari ’goal’ dan ’plan’
Jawabtipe-tipe dari goal dan plan
Tipe-tipe goal: Cita-cita jangka-pendek Cita-cita jangka-pendek mengharapkan prestasi pada periode pendek waktu, seperti mencoba membuat sehelai rekening dibayar di yang berikutnya sedikit hari. Definisi cita-cita jangka-pendek tidak perlu berhubungan dengan lamanya spesifik waktu yang mana pun. Di kata lain, sesuatu mungkin mencapai (atau gagal untuk mencapai) cita-cita jangka-pendek pada sehari, minggu, bulan, tahun, dll. Waktu-bingkai karena cita-cita jangka-pendek berhubungan dengan konteksnya di garis waktu keseluruhan bahwa dimohon. Untuk kejadian, sesuatu bisa mengukur cita-cita jangka-pendek untuk proyek bulan-panjang pada hari-hari; sedangkan sesuatu mungkin mengukur cita-cita jangka-pendek untuk someone’s hidup pada bulan-bulan atau pada tahun-tahun. Perecana biasanya perlu menegaskan cita-cita jangka-pendek di kerabat sampai cita-cita jangka panjang atau cita-cita. cita-cita Proyek Goal-setters mungkin membuat cita-cita/tujuan lebih gamblang dengan mengikuti garis pedoman yang dihubungkan dengan yang PINTAR ; sesuatu secara persis sebaiknya menegaskan tujuan atau cita-cita agak(ragu)
Tipe dari planadalah breadth=>strategi=>operasional=>bingkai waktu=>masa panjang=>masa pendek=>spesifik=>direksi=>spesifik=>penggunaan waktu=>penggunaan tunggal=>berdiri

(4).. Apa itu MBO (management by bojectives), sebutkan elemen-elemen dari MBO dan problem-problem dari MBO
Jawab** MBO adalah Pimpinan oleh Tujuan (MBO) adalah proses setuju pada tujuan dalam organisasi agar pimpinan dan pegawai setuju sampai tujuan dan mengerti apa mereka di organisasi.
Masalah dari MBO adalah:
Masalah dalam MBO adalah Top of Form Kalau pendekatan ini dengan semestinya tidak ditentukan, diakuri dan dikelola oleh organisasi, di pegawai berpikir yang egosentris, mungkin memicu kelakuan tidak etis mengubah sistem hasil dan bilangan keuangan untuk dengan palsu mencapai sasaran yang ditetapkan di jangka-pendek, sempit, terbawah-garis fasion. [dubious – membicarakan] Kritik yang lebih pokok dan berwenang terdapat dari Walter A. Shewhart/W. Edwards Deming, bapak Pimpinan Mutu yang Modern, untuk yang MBO adalah lawan Filsafat pendiri mereka Kontrol Proses Statistik Penggunaan MBO perlu dengan cermat dicocokkan dengan kebudayaan organisasi. Sedangkan MBO tidak sengetrend sebagai itu ialah pre ‘empowerment’ mode, masih mempunyai tempatnya di pimpinan hari ini. Perbedaan pokok adalah itu daripada ‘ditentukan’ tujuan dari proses riam, tujuan dibicarakan dan setuju, berdasarkan gambar yang lebih strategis yang ada kepada pegawai. Pertempuran pegawai di tujuan

(5).. Sebutkan karakteristik dari ’well-designed goals’
JawabCita-cita atau karakteristik bisa mempengaruhi perbuatan dalam tiga cara: 1. Cita-cita perhatian sempit dan usaha langsung sampai aktivitas cita-cita-relevan, dan jauh dari merasa tak diinginkan dan tindakan cita-cita-tidak relevan 2. Cita-cita bisa memimpin ke lebih banyak usaha; misalnya, jika sesuatu biasanya menghasilkan 4 widgets sejam, dan mempunyai cita-cita menghasilkan 6, sesuatu mungkin berjalan lebih intens daripada sesuatu akan lain untuk mencapai cita-cita 3. Cita-cita pengaruh persistence Satu menjadi lebih banyak prone untuk menyelesaikan kemunduran atau untuk menjadi lebih sukar jika mengejar goal. Ada 4 faktor yang mempengaruhi usaha yang ditujukan oleh cita-cita. Cita-cita kesukaran ialah kadar kesukaran untuk mencapai cita-cita. Janji cita-cita adalah banyak sedikitnya ke yang membuat orang tertarik untuk mencapai cita-cita. Alat kekhususan cita-cita cita-cita sebaiknya menjadi secara relatif kejernihan dan ketepatan sampai sasaran. Penerimaan cita-cita adalah banyak sedikitnya ke yang orang mengambil cita-cita sebagainya atau karakteristik.

(6).. Sebutkan dengan ringkas langkah-langkah penyusunan ’goal’
Jawablanhkah-langkah penyusunan dari ‘goal’ Mencapai cita-cita kompleks sangat sulit memerlukan fokus, ketekunan jangka panjang dan effort atau usaha . Keberhasilan di bidang mana pun akan memerlukan arahan tidak bisa menyalahkan, alasan dan pembenaran untuk perbuatan buruk atau kekurangan perencanaan memadai .keberhasilan memerlukan emosional maturity. Ukuran kepercayaan bahwa orang di kemampuan mereka untuk mencapai cita-cita pribadi juga mempengaruhi prestasi itu. [2] Prestasi jangka panjang mengandalkan di jangka-pendek achievements kontrol mengharukan dalam pentingnya kecil hari satu pun membuat perbedaan besar di yang panjang term Dengan menyetujui tingkat realisme dalam cita-citanya sendiri, sesuatu membolehkan oneself untuk tidak mengubah kenyataan untuk membandingkan impiannya sendiri oleh usahanya sendiri seorang diri, tetapi untuk menyetujui bagaimana itu sampai tertentu degree. tingkat “kemalasan” ini bisa mencegah sesuatu menyesuaikan diri dengan ketidakbahagiaan dengan tidak terlalu banyak menguasai hidup dengan mencoba berspesialisasi dalam bidang yang sangat kecil dan ketepatan itu sangat dibutuhkan sama sekali dalam sasaran yang akan dituju.

(7).. Cari dua organisasi yang menampilkan ’goal’ organisasi mereka di website (organisasi tersebut dapat bersifat profit atau non-profit), tuliskan masing-masing ’goal’ yang ada dan evaluasi dari ’goal’ tersebut yang masuk dalam
Jawab’1.’KASUS DARI GOAL PADA PERUSAHAAN INTEL Kasus di Point MBO di Tindakan di Intel Pemandu seorang Manajer di Intel menyediakan petunjuk berikut. 1. Mulai dengan sedikit tujuan mengesampingkan yang dipilih baik. 2. Tetapkan tujuan bawahan anda yang cocok dengan tujuan mengesampingkan anda. 3. Bolehkan bawahan anda menetapkan akibat pokok mereka sendiri untuk memungkinkan mereka mendapat tujuan mereka.

2. ’KASUS DARI GOAL PADA PERUSAHAAN CANNONFive-S approach “5S” merujuk pada lima asas Jepang bagi pimpinan tempat kerja untuk menambah efisiensi. 1. Seiri (Menyortir): melakukan hal di perintah daksa. Hapuskan barang yang tak perlu dari tempat kerja. Simpan minimum keras. 2. Seiton (mengental di urutan): menetapkan lokasi untuk segalanya. Hal yang ditempatkan di mana mereka kepunyaan. Mengental di urutan dan kenali barang berguna untuk menemukan mereka lebih mudah. “Tempat untuk segalanya dan segalanya di tempatnya.” Tunjuk Lokasi oleh bilangan, warna yang membubuhi kode, name. dll. 3. Seiso (Bersinar): menetapkan prosedur yang dianjurkan untuk cleanup. Ikuti prosedur. Sungguh bersih bidang kerja atau tempat tampat kerja. 4. Seiketsu (Menstandarisasi): menstandarisasi latihan terbaik di bidang kerja. Simpan perlengkapan dan tempat kerja di kondisi mungkin yang terbaik. 5. Shitsuke (Menahan): memeriksa latihan; membuka yang salah; mempelajari latihan benar dan meyakinkan anda memakai mereka. Atau produk dari canon tersebut

Goal yang adalah sbb: 1. Perangsang Terus-menerus untuk Gagasan Cita-cita yang sangat diinginkan, nyata-nyata ditegaskan dengan rencana terperinci untuk perbuatan prestasi mereka sebagai perangsang terus-menerus untuk gagasan untuk mencapai mereka. 2. Visualize Your Goals Untuk memicu imajinasi anda, menulis deskripsi jelas hasil akhir atau cita-cita ideal anda. Bening tentang cita-cita, fleksibel tentang proses. Pikirkannya, visualize itu sedisadari lebih dan lebih. Proyek pemain depan pikiran anda ke gambar cita-cita yang disadari dan lalu menoleh ke belakang ke hadiah. 3. Tetapkan Goals Clearly Anda Pikirkan di atas kertas. Buat rencana dan lalu mengerjakan rencana, mengabarinya, bergantinya, menambahnya sewaktu anda memikirkan cara baru untuk kerja toward cita-cita. Lebih jelas ditegaskan dan dengan antusias diinginkan cita-cita anda, bagian lain daya cipta alami anda akan dilepaskan untuk pencapaian cita-cita. 4. Pendekatan Daksa sampai Masalah Perangsang kedua ke

Bahan dari chapter 6
(7).. Jelaskan dengan singkat delapan proses dari decision-making dan sebutkan sebuah contoh untuk menggambarkan cara kerja dari masing-masing proses tersebut
Jawab Decision Making Decision Making adalah koleksi baru penelitian baru saja yang menggairahkan ke dalam proses sebenarnya yang dipakai oleh orang kalau membuat keputusan di jiwa sehari-hari mereka. Daripada memakai teori matematis yang lebih tradisional yang jarang sebanding sebenarnya kelakuan, penyumbang mempergunakan teknik psikologis yang kognitif untuk memerinci proses dan set unsur pokok mereka di konteks sosial mereka. Berisi sumbangan dari peneliti internasional yang dihormati dengan baik ke dalam keputusan membuat, buku menawarkan peninjauan luas dan evaluasi kritis studi baru saja yang penting. Memeriksa sifat proses psikologis mendasari keputusan membuat, dan menanggapi tingkat nada topik penting termasuk tugas emosi, menolak kewajiban-kewajiban dengan ketidaktentuan, tekanan waktu dan keyakinan di keputusan. Juara pertama Pembuatan keputusan pendekatan proses sampai penelitian keputusan di konteks sejarah dan teoretis dan memberikan evaluasi kritis metode penelitian pokoknya. Penyumbang kemudian mempertimbangkan pengaruh nilai, keterlibatan dan emosi di atas keputusan membuat dan
8 proses langkah-langkah tersebut
1.identifikasi problem
2.identifikasi criteria
3.alokasi daripada keberadaan criteria
4.pengembangan alternative
6.analisis alternative
7.seleksi alternative
8.implementasi alternatif

(9).. Jelaskan dengan singkat apa yang dimaksud ’assumptions of rationality’, ’bounded rationality’, ’satisfice’ dan ‘escalation of commitment’ dalam decision making
Jawabassumption of rationality adalahadalah asumsi yang rasional dan masuk aka; sehat.
Bounded rationality Beberapa model manusia kelakuan di ilmu pengetahuan sosial mengasumsikan bahwa manusia bisa layak approximated atau digambarkan sebagai entitas “rasional” (melihat misalnya teori terpilih yang rasional). Banyak model ilmu ekonomi mengasumsikan bahwa orang hiper-rasional, dan tidak akan pernah melakukan apa saja untuk melanggar pilihan mereka. Konsep rasionalitas yang dibatasi merevisi asumsi ini untuk menerangkan fakta bahwa keputusan yang rasional dengan sempurna ialah sering tidak mungkin dalam prakteknya karena yang terbatas computational sumber penghasilan yang ada karena membuat mereka

Escalation of commitmentPeningkatan janji terlebih dulu digambarkan oleh Barry M. Staw di kertasnya 1976, “Lutut dalam di yang berlumpur yang besar: penelitian janji naik ke jalan tindakan yang dipilih”. [1]. Lebih baru-baru ini masa tenggelam berharga kekeliruan, sudah dipergunakan untuk menggambarkan gejala di mana orang membenarkan investasi bertambah di keputusan, berdasarkan investasi sebelumnya yang kumulatif, meskipun ada bukti baru yang mengusulkan agar keputusan salah mungkin.
Decissionmaking adalah Keputusan membuat bisa dianggap sebagai hasil proses jiwa (kognitif proses) menyebabkan seleksi jalan tindakan di antara beberapa pilihan. Setiap proses pembuatan keputusan menghasilkan pilihan terakhir. [1] hasil bisa menjadi tindakan atau pendapat terpilih.

(10).. Apa itu ‘instuition’ dan jelaskan dengan singkat bagian-bagian dari ‘instuition’ dalam decision making.
Jawab Intuisi adalah metode filosofis Perancis filsuf Henri Bergson. Di Perkenalan sampai Metafisika, Bergson memperkenalkan dua cara di yang benda bisa diketahui: secara absolut dan relatif. Menyinggung masing-masing cara pengetahuan adalah metode lewat yang bisa didapat. Latter’s metode adalah menilpon Bergson yang mana analisa, sedangkan metode intuisi kepunyaan dahulu yang
Bagian –bagian dari institusi :
1.institusi dan kerelatifan
2.institusi dan kewenangan

(11).. Jelaskan dengan singkat apa itu ’well-structured problems’ dan ’programmed decisions’ serta poorly structured problems’ dan ’nonprogrammed decision’s
Jawabwell-structured problemsadalah Menyusun menyusun bisa dilihat sebagai sub-set atau sub-disiplin prosedur pennyusunan, salah satu paradigma pemrograman utama. Paling terkenal karena menghilangkan atau mengurangi ketergantungan atas pernyataan GOTO. Menurut sejarah, beberapa teknik atau metodologi menyusun berbeda sudah diperkembangkan karena tulisan menyusun program. Yang paling biasa ialah: 1. Edsger Dijkstra disusun menyusun, di mana logika program adalah struktur yang terdiri dari sub-struktur mirip di jumlah terbatas cara. Ini mengurangi pengertian program untuk pengertian setiap struktur dinya sendiri, dan di kerabat kepada yang menahannya, pemisahan berguna keprihatinan. 2. Pandangan mendapat dari Dijkstra ‘s yang juga menganjurkan pemisahan program ke dalam sub-bagian-bagian dengan satu titik tempat masuk, tetapi dengan kuat menentang konsep satu titik jalan keluar. 3. Data Structured Programming, yang didasarkan di mencocokkan struktur data dengan struktur program. Pendekatan ini mempergunakan struktur pokok usulan
Setelh penyusunan daripada program yang terstruktur tersebut maka masalah struktur terjadi apabila tidak ada manejemen yang baik,

Programmed decision Memprogram keputusan. Keputusan yang disusun dibuat di situasi yang disusun dengan baik yang berulang yang rutin dengan peraturan keputusan pra-gigih. Yang ini mungkin berdasarkan kebiasaan, atau kebijakan, peraturan dan prosedur mapan dan berasal dari pengalaman sebelumnya atau pengetahuan teknik sekitar karya yang mana atau tidak menyisipkan situasi yang diberi.

Poorly structured problems adalah

NonProgrammed decisionN on-memprogram keputusan. Keputusan yang non-disusun adalah keputusan unik yang memerlukan ‘adat membuat’ pemecahan. Ini ialah kalau seorang manajer dihadapi dengan berbangunan sakit atau baru masalah dan tidak ada ‘luka dan pemecahan kering’. Ciptaan strategi pemasaran untuk servis baru melambangkan contoh keputusan yang non-disusun. Perkenalan IBM Australia komputer pribadi di 1980s tidak seperti keputusan lain yang mana pun perusahaan dulunya sudah membuat.

(12).. Jelaskan perbedaan antara procedures, policies dan rules
Jawab Prosedur adalah rentetan tindakan, perbuatan atau pelaksanaan yang paksa dilaksanakan di cara sama yang ditetapkan untuk selalu mendapatkan hasil sama di bawah situasi sama (misalnya, prosedur keadaan darurat). Lebih tidak secara persis berkata, kata ini bisa menunjukkan urutan aktivitas, tugas, langkah, keputusan, perhitungan dan proses, bahwa kalau dilakukan di urutan bulu burung yang diletakkan menghasilkan hasil, produk atau hasil yang digambarkan. Prosedur biasanya menyebabkan ganti.

Policies Kebijakan adalah rencana sengaja tindakan untuk menuntun keputusan dan mencapai rasional hasil (S). Masa mungkin mohon pemerintah, organisasi sektor pribadi dan kelompok, dan individu. Presiden perintah eksekutip, kebijakan kebebasan pribadi bisnis, dan peraturan parlementer urutan adalah semua contoh kebijakan. Kebijakan berbeda dengan peraturan atau undang-undang. Sedangkan undang-undang bisa memaksa atau melarang kelakuan (e.g. undang-undang yang menghendaki bayaran dari pajak atas penghasilan) kebijakan tindakan pemandu saja toward yang paling mungkin mencapai hasil yang diinginkan.

Rule hukum yang berlaku Explict pernyataan bahwa batas apa apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan oleh seorang manajer atau pegawai

(13).. Jelaskan dengan singkat tiga kondisi dalam decision making
Jawab DecisioDecision-Makiing Condiitiions
• Certainty ;A situasi di yang seorang manajer bisa membuat accurate keputusan karena hasil setiap alternative terpilih diketahui.
• Risk ;A situasi di yang manajer dapat ke estimate kemungkinan (kemungkinan) hasil bahwa result dari pilihan pilihan khusus.
• Uncertainty Limited atau batasan informasi mencegah penilaian outcome kemungkinan untuk pilihan digaul dengan the masalah dan mungkin memaksa manajer untuk mengandalkan di intuition, firasat, dan “gut feelings”. Maximax: yang optimis manager’s terpilih ke maximize the maksimum payoff Maximin: yang pesimis manager’s terpilih ke maximize the minimum payoff Minimax: manager’s terpilih ke minimize sesal maksimum.

(13).. Jelaskan dengan singkat empat ’decision making styles’
Jawab DecisioDecision-Makiing Stylles
• Dimensions of Decision-Making Styles Ways of thinking Rational, tertib, dan consistent Intuitive, kreatif, dan unique Tolerance for ambiguity Low toleransi: memerlukan ketetapan dan order High toleransi: pikiran lipat ganda simultaneously
• Types of Decision Makers Directive Use informasi minimal dan mempertimbangkan sedikit pilihan. Analytic Make keputusan hati-hati di situasi unik. Conceptual Maintain pandangan luas dan mempertimbangkan banyak pilihan di making keputusan. Behavioral Avoid konflik dengan menjadi baik dengan orang lain dan reseptif sampai saran.

WEEK 4 (10 soal) (30%)
Bahan dari chapter 9

(14)..apa yang dimaksud dengan ’environmental scanning’ dan ’competitor intelligence’
Jawab environmental scanning ;Lingkungan memindai adalah proses pengumpulan, analyzing, dan membagikan informasi untuk maksud taktis atau strategis. Yang lingkungan memindai proses meliputi mendapatkan baik informasi faktual maupun subjektif atas lingkungan perusahaan di yang perusahaan membedah atau mempertimbangkan masuk.

competitor intelligence;;Saingan atau Intelijen Bersaing adalah bentuk asli intelijen perusahaan yang mengorientasikan secara eksternal yang mendahului Pimpinan Pengetahuan atau Pertambangan Data sebagai keprihatinan pokok eksekutif bertanggung jawab karena bertambah pasar membagikan.

(15).. jelaskan step-step dari benchamrking process
Jawab Benchmarking adalah proses membandingkan biaya, waktu atau kualitas apa yang dilakukan oleh satu organisasi pada apa yang dilakukan oleh organisasi lain. Hasil adalah sering kasus perusahaan karena mengadakan perubahan untuk membuat perbaikan. Juga merujuk sepaling pada “latihan benchmarking” atau “proses benchmarking”, adalah proses yang dipakai di pimpinan dan pimpinan benar-benar strategis, di organisasi yang mana menilai berbagai aspek proses mereka di kerabat untuk mengalahkan latihan, biasanya dalam sektor mereka sendiri. Ini kemudian membolehkan organisasi memperkembangkan rencana di bagaimana caranya untuk membuat perbaikan atau mengambil latihan terbaik, biasanya agar menambah suatu aspek perbuatan. Benchmarking mungkin satu-dari peristiwa, tetapi sering dianggap sebagai proses terus-menerus di organisasi yang mana secara terus-menerus mencoba menantang latihan mereka.
Step-step dari benchmarking:
Macam Benchmarking
* Process benchmarking – perusahaan pemrakarsa memusatkan pengamatan dan pemeriksaannya proses perusahaan dengan cita-cita mengenali dan mematuhi latihan terbaik dari satu atau lebih benchmark perusahaan. Analisa aktivitas akan diperlukan di mana tujuan akan benchmark berharga dan efisiensi; semakin terapan sampai proses kantor punggung di mana penyewaan tenaga luar mungkin menjadi pertimbangan.
* Financial benchmarking – melakukan analisa keuangan dan membandingkan akibat di usaha untuk menilai daya saing keseluruhan anda
. * Performance benchmarking – membolehkan perusahaan pegambil inisiatif menilai posisi bersaing mereka dengan membandingkan produk dan servis dengan yang dipunyai perusahaan sasaran.
* Product benchmarking – proses produk atau peningkatan baru mendesain ke yang sekarang. Proses ini kadang-kadang bisa memerlukan teknik kebalikan yang mengambil berpisahan produk saingan untuk menemukan kekuatan dan kelemahan.
* Strategic benchmarking – melibatkan melihat bagaimana orang lain bersaing. Macam ini adalah biasanya tak ada industri spesifik

(16).. jelaskan apa yang dimaksud dengan ’resources’ dan list empat teknik dari ’allocating resources’
Jawab Sumber penghasilan adalah entitas fisik atau betul-betul ketersediaan terbatas yang mana pun, atau apa saja dulu biasa menolong sesuatu mendapat living. [kutipan perlu] di kebanyakan kasus, komersial atau malah ethic faktor memerlukan jatah sumber penghasilan lewat pimpinan sumber penghasilan.
Empat teknik dari allocating resource:
1.finansial
2.phisisk
3.sumber daya manusia
4.ketahanan

(17).. jelaskan empat tipe dari budgeting
JawabAnggaran (dari bahasa Prancis bougette, dompet) secara umum merujuk pada daftar semua ongkos dan pendapatan berencana. Anggaran konsep penting di mikro-ilmu ekonomi, yang menggunakan garis anggaran untuk menghiasi perdagangan-offs di antara dua atau lebih barang-barang. Di syarat-syarat lain, anggaran organizational rencana diberitahukan di syarat-syarat keuangan. Di ringkasan, maksud penganggaran ialah yaitu:
1. Sediakan ramalan pendapatan dan expenditures i.e. membuat model bagaimana perusahaan kami mungkin melakukan secara finansial berbicara jika strategi, peristiwa dan rencana tertentu dilancarkan ke luar.
2. Mungkinkan pelaksanaan keuangan sebenarnya perusahaan diukur melawan ramalan.

Adapun tipe dari budget yakni:1. anggaran cash
2.penerimaan anggran
3.pengeluaran anggaran
4.keuntungan anggaran

(18).. jelaskan perbedaan atanra ’gant chart’ dengan ’load chart’

JawabSehelai grafik Gantt adalah sejenis grafik bar yang menjelaskan jadwal proyek. Grafik Gantt menghiasi teman kencan permulaan dan cat penutup elemen penghabisan dan elemen ringkasan proyek. Elemen penghabisan dan elemen ringkasan terdiri dari struktur kemacetan kerja proyek. Beberapa grafik Gantt juga menunjukkan ketergantungan (i.e, prioritas jaringan) hubungan aktivitas. Grafik Gantt bisa terbiasa dengan sandiwara status jadwal sekarang menggunakan persen-lengkap bayangan dan vertikal “HARI INI” garis sediperlihatkan di sini.
Load chart ::
Load chart 
(19)..jelaskan apa yang dimaksud dengan PERT network analysis, event, activities, slack time dan critical path dalam PERT network analysis serta jelaskan langkah-langkah dari menentukan PERT network
Jawab Program (atau Proyek) Teknik Evaluasi dan Tinjauan, secara umum menyingkatkan PERT, adalah model karena pengaturan proyek mendesain untuk menganalisa dan melambangkan tugas yang dilibatkan dalam menyelesaikan proyek yang diberi.
*event:pertandingan atau musim kompetisi
*aktivitas adalah beruapa kegiatan dalam kehidupan sehari-hari
*slack time Debu batu bara: kekenduran peristiwa adalah ukuran waktu kelebihan dan sumber penghasilan yang ada dalam mencapai peristiwa ini. Debu batu bara positif (+) akan menyalakan lampu sein di depan jadwal; akan tunjuk debu batu bara negatif di belakang jadwal; dan akan tunjuk debu batu bara nol di jadwal.
* Critical Path: jalan setapak terus-menerus yang mungkin yang paling panjang yang dikeluarkan dari peristiwa pertama sampai peristiwa penghabisan. Menentukan jumlah waktu kalender yang diperlukan untuk proyek; dan, oleh karena itu, kelambatan waktu yang mana pun sepanjang garis edar kritis akan menunda mencapai pertandingan penghabisan oleh sedikitnya jumlah sama.
jelaskan langkah-langkah dari menentukan PERT network

The activity name
The normal duration time
The early start time (ES)
The early finish time (EF)
The late start time (LS)
The late finish time (LF)
The slack
(20)..tentukan gambarkan sebuah PERT network dari tabel kegiatan dibawah ini dan tentukan critical pathnya, tabel predecessor dan gant chartnya, dari kegiatan desain sistem di bawah ini:
KEGIATAN RELASI NODE KEG. SEBELUMNYA WAKTU
A. Survey 1-2 – 4
B. Studi kelayakan 2-4 A 20
C. Analisa sistem existing 2-3 A 10
D. Meninjau sistem 4-5 B.C 5
E. Menyiapkan spec. file yang rinci 5-7 D 10
F. Menyiapkan kebutuhan I/O 5-6 D 7
G. Spesifikasi program 7-9 E, F 12
H. Membuat prosedur manual 6-8 F 10
I. Siap untuk diprogram 8-10 dan 9-10 G,H -
Jawab

(21).. apa itu Break event point (BEP) dan sebutkan rumusan dari BEP tersebut
Jawab bep-malah titik disetel atas pembangkitan keuntungan dari usaha keras perusahaan. Pada hakekatnya, banyaknya pendapatan yang ditimbulkan oleh usaha menghasilkan, memasarkan, dan menjual baik atau industri jawa adalah cukup untuk menutupi semua ongkos
Rumus bep= total fixed cost
Unit price –uniy variable

(22). jelaskan dengan ringkas apa itu project manajement, kenapa project management menjadi sebuah teknik perencanaan yang popular, jelaskan
.jawabprojek manajemen adalah  Pengaturan proyek adalah disiplin perencanaan, penyelenggara, dan mengelola sumber penghasilan untuk menghasilkan penyelesaian berhasil cita-cita proyek dan tujuan spesifik. Proyek adalah usaha keras terbatas (mempunyai teman kencan permulaan dan penyelesaian khas) dilakukan untuk membuat produk atau servis unik yang menghasilkan uang kembalian bermanfaat atau tambahan nilai
Projek manajemen manjadi sangat popular itu dapat disebabkan oleh salah satu bemtuk pengaturan yang sangat baik dan tertata dengan rapi sekali.
Dengan kata lainya sebelum mancapai kesuksesan yang diinginkan akan swlalu erusaha sekerasd mungkin tentunya.

(23).. list step-step dari project planning process
JawabPerencanaan proyek memasang yayasan untuk keberhasilan pengaturan proyek anda. Perencanaan proyek mutu memungkinkan manajer proyek mendapat informasi berguna karena membuat keputusan untuk mencapai cita-cita keamanan, waktu dan anggaran. Perencanaan proyek buruk menjadikan pengaturan proyek tidak berdaya dari mempergunakan proses analitik yang mana pun untuk mencapai cita-cita sama. Adalah “sampah di, sampah ke luar” aksioma di kerja. Oleh karena itu, tahap perancang untuk proyek yang mana pun sebaiknya diberi sebanyak perhatian semungkin.
Perencanaan Proyek manual Perencanaan proyek di banyak industri masih adalah “permulaan dari luka garukan”, kerja intensif usaha untuk setiap proyek baru. Perecana menganalisa masing-masing elemen kerja logis dengan menegaskan langkah perlu (tugas), menaksir syarat lamanya dan sumber penghasilan mereka dan memaparkan jaringan logika untuk mengurutkan (menjadwalkan) mereka. Diberi cukup waktu, personalia berpengalaman bisa menghasilkan rencana mutu yang paling tinggi dengan proses perancang yang manual. Sayangnya, tekanan perusahaan dan keterbatasan waktu selalu tidak membolehkan perecana kemewahan secara manual merencanakan ke yang terbaik dari kemampuan mereka. Perencanaan proyek dengan Kerangka Proyek Dengan munculnya komputer dan perangkat halus pengaturan proyek, berkas proyek dapat dipakai kembali (kerangka proyek) sudah menjadi alat berharga bagi perecana proyek. Kerangka proyek menambah produktivitas perecana dan pertolongan menstandarisasi perkiraan dari proyek untuk memproyeksikan. Mayoritas peserta data, menaksir dan menjadwalkan usaha sudah dilakukan. Perecana bisa menumpukan di membuat menurut pesanan sebelumnya (sejarah) usaha.
(24).. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
JawabKomunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Perbedaan antara komunikasi interpersonal dan komunikasi organisasi adalah:
Komunikasi inter[ersonal adalah komuikasi kita terhadapa sesame dan kerabat kita sehari-hari,yang saling mengerti maksud dan tujuan tertentu.
Sedangkan komiunikasi organisasi yaitu komunikasi yang formal yang didalam penggunaan kata maupun kalimat haruslah terarah dan punya arti yang penting dan dapat dimengerti maksudnya,logis,akurat dan tidak ambigu pemakaiaan kata tersebut

(25).. jelaskan proses dari interpersonal communication
Jawab Komunikasi antar perseorangan ditegaskan oleh sarjana komunikasi di banyak cara, meskipun kebanyakan definisi memerlukan peserta yang inter-dependen pada satu sama lain, mempunyai sejarah yang dibagikan. Saluran komunikasi adalah yang dipilih yang sedang untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke kurator. Saluran komunikasi bisa categorized ke dalam dua kategori utama: saluran Langsung dan tak Langsung komunikasi. Saluran langsung adalah yang nyata dan dengan mudah bisa dikenali oleh kurator. Mereka juga di bawah kontrol langsung pengirim. Di kategori ini adalah saluran lisan dan nonverbal komunikasi. Saluran komunikasi lisan adalah yang memakai kata di suatu cara, seperti komunikasi atau komunikasi diucapkan yang ditulis. Saluran komunikasi nonverbal adalah yang tidak memerlukan kata tolol, seperti ekspresi muka jelas tertentu, gerak-gerik badan dapat dikuasai (seperti bahwa dibuat oleh polisi lalu-lintas untuk menguasai lalu-lintas di persimpangan), warna (merah untuk bahaya, alat hijau pergi dll), baik (sirene,
(26).. jelaskan beberapa rintangan dalam effective interpersonal communication
Jawab Daya tarik antar perseorangan (dikenal sebagai daya tarik biologis di binatang) adalah daya tarik di antara orang yang menyebabkan persahabatan dan hubungan romantik. Penelitian daya tarik antar perseorangan adalah bidang utama belajar di psikologi sosial. Di pengertian sehari-hari, daya tarik antar perseorangan berhubungan dengan berapa kami sukai, cinta, ketidaksukaan, atau kebencian seseorang. Daya tarik antar perseorangan bisa dipikirkan sebagai akting angkatan perang di antara dua orang yang cenderung menggambar mereka bersama, dan menolak pemisahan mereka. Menurut seorang tokoh pandangan psikolog, daya tarik antar perseorangan adalah kualitas orang yang cenderung menarik oleh memohon sampai hasrat orang lain. [1] Kalau mengukur daya tarik antar perseorangan, sesuatu harus merujuk pada kualitas yang ditarik serta kualitas attractor untuk mencapai predictive ketepatan. Disarankan bahwa untuk menentukan daya tarik, kepribadian dan situasi harus diperhitungkan. Repulsion adalah juga faktor di proses daya tarik antar perseorangan, konsepsinya “daya tarik”
Rintanganya adalah terletaj terhadap pemakaiaan bahasa yang baik
(27).. sebutkan dan jelaskan dengan ringkas tipe dari komunikasi dalam organisasi
Jawab
Mendengar yang efektif dapat meningkatkan kualitas komunikasi, karena dengan mendengar yang efektif penerima berusaha bersikap empati, mencoba memahami apa yang disampaikan dengan baik, dan memberikan perhatian yang semestinya untuk tercapainya tujuan komunikasi.
Modul ini akan membahas mengenai Komunikasi bisnis yang efektif yang akan dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan belajar, yang terdiri atas:
1) Membangun komunikasi yang efektif dalam tim kerja
2) Mengasah kecakapan mendengar yang efektif
Dengan mempelajari modul ini dengan baik dan benar, diharapkan Anda dapat memahami dan mampu berkomunikasi dalam tim kerja dan membangun serta mengasah kecakapan mendengar yang efektif. Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat:
a. Menguasai konsep dan teknik dalam membangun komunikasi tim kerja yang efektif.
b. Mengusai kecakapan mendengar yang efektif untuk meningkatkan kinerja komunikasi kita.
c. Mengatasi hambatan dalam mendengar yang efektif

(27).. jelaskan dengan ringkas three common organizational communication netrworks
Jawab

(28). jelaskan dengan ringkas, bagaimana mungkin manajer dapat menggunakan ‘grapevine bagi keuntungan organisasi mereka
Jawabmunkin sang manejer aan sangat mungkin sekali berbagi graphvine dalam organisai mereka
Salah satu contoh yang sanga t kompleks dapat kita ketahui dari keuntungan yang diperoleh perusahaan pada saat tertentu,untung itu dapat berupa uang dan sejumlah hasil penjualan saham dan produk-produk yang laku pesat di kalangan masyarakat
(29).. apa itu e-mail, instant messaging, blogs dan wikis, voice mail, fax, EDI, teleconferencing, videoconferencing, intranet dan extranet, jelaskan dengan ringkas
Jawab:e-mail adalah== Surat elektronik (disingkat ratel atau surel atau surat-e) atau pos elektronik (disingkat pos-el) atau nama umumnya dalam bahasa Inggris “e-mail atau email” (ejaan Indonesia: imel) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur internet.
Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeli perangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman.
*instant messaging:
Seketika messaging (IM) adalah bentuk komunikasi waktu sebenarnya di antara dua atau lebih orang mendasarkan di mengetik teks. Teks dibawa via komputer menyambung di atas satu jaringan seperti Internet.

*voice mail: Voicemail (or voice mail, voice-mail, vmail or VMS, sometimes called messagebank) is a centralized system of managing telephone messages for a large group of people.
*Wiki: Wiki adalah halaman atau koleksi Halaman Web mendesain untuk memungkinkan siapa saja yang akses itu untuk menyumbang atau mengubah isi, memakai bahasa kenaikan harga yang disederhanakan. [1] [2] Wikis sering dipakai untuk menciptakan collaborative situs web dan untuk menggerakkan situs web himpunan. Collaborative encyclopedia Wikipedia adalah salah satu yang diketahui terbaik wikis. [2] Wikis dipakai di bisnis untuk menyediakan intranets dan sistem Pimpinan Pengetahuan. Ward Cunningham, pengembang yang pertama wiki perangkat halus, WikiWikiWeb, semula menggambarkannya sebagai yang “online yang paling sederhana database itu mungkin bisa bekerja”. [3]
*Blog: Blog (kontraksi “batang kayu Jaringan” masa) kata Situs Web, biasanya oleh seorang individu [1], dengan peserta biasa ulasan, descriptions peristiwa, atau lain bahan seperti graphics atau video. Peserta secara umum ditunjukkan di urutan kebalikan-kronologis. “Blog” juga bisa dipakai sebagai kata kerja, bermaksud memelihara atau menambahkan rasa puas ke blog.
*Fax: Memfax fas (pendek untuk faksimile, dari bahasa Latin fac simile, “membuat mirip”, i.e. “Buat tiruan”) adalah teknologi telekomunikasi dulu biasa memindahkan tiruan (faksimile) dokumen, alat dapat diberi yang teramat menggunakan yang membedah tentang jaringan telepon. Kata telefax, pendek untuk telefacsimile, untuk “membuat tiruan dari jauh”, juga dipakai sebagai sinomin. Walaupun memfax tidak adalah akronim, sering secara salah ditulis sebagai seperti itu (“FAX”). Alat juga diketahui sebagai telecopier di industri tertentu. Kalau mengirim dokumen kepada orang di jarak besar, memfax mempunyai keuntungan jelas di balik pos pos di itu pengantaran hampir seketika itu juga, namun keadaan merugikannya di kualitas sudah memindahkannya sampai posisi di bawah email sebagai bentuk berlaku elektronik dokumen transferral.
*EDI: Menguburkan-perusahaan, lamaran-ke-penggunaan komunikasi data di format standar untuk transaksi perusahaan, Pertukaran Data Elektronik (Edi) adalah seset ukuran karena menyusun informasi bahwa akan secara elektronik bertukaran di antara dan dalam perusahaan, organisasi, entitas pemerintah dan kelompok lain. Ukuran menggambarkan struktur yang menandingi dokumen, misalnya perintah pembelian untuk mengotomatkan pembelian. Masa Edi juga dipergunakan untuk merujuk pada pelaksanaan dan pelaksanaan sistem dan proses untuk menciptakan, menularkan, dan menerima Edi dokumen.
Video conferencing: Videoconference (juga dikenal sebagai videoteleconference) adalah seset teknologi telekomunikasi interaktif yang membolehkan dua atau lebih lokasi saling mempengaruhi via dua jurusan video dan audio pengiriman secara bersamaan. Juga sudah dianggap kerjasama visual dan ialah sejenis groupware. Berbeda dari videophone di itu didesain untuk melayani konferensi daripada individu.
*intranet: Intranet adalah jaringan komputer pribadi yang memakai protokol Internet dan jaringan connectivity untuk dengan aman salingberbagi bagian informasi atau sistem cara bekerja organisasi yang mana pun. Kadang-kadang masa merujuk hanya pada situs web dalam organisasi, tetapi sering adalah sebagian prasarana komputer dan situs web pribadi organisasi yang lebih besar adalah bagian penting dan titik pusat komunikasi dan kerjasama dalam. Intranet dibuat dari konsep dan teknologi sama dipakai untuk Internet, seperti klien dan server yang mengenai Internet Protocol Suite (TCP/IP). Protokol Internet tenar yang mana pun mungkin ditemukan di intranet, seperti HTTP (servis jaringan), SMTP (mengirimkan e-mail kepada), dan FTP (menyimpan memindahkan). Ada sering percobaan untuk menggunakan teknologi Internet untuk menyediakan modern interfaces sampai sistem informasi warisan yang mengadakan data bisnis. Intranet bisa dimengerti sebagai versi pribadi Internet, atau sebagai
Ekstranet: Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Extranet atau Ekstranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.
Extranet dapat juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang dilebarkan bagi pengguna di luar perusahaan. Perusahaan yang membangun extranet dapat bertukar data bervolume besar dengan EDI (Electronic Data Interchange), berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam suatu jaringan kerjasama dan lain-lain.

(30).. jelaskan dengan ringkas bagaimana information technology memberikan efek bagi organisasi
Jawab:sangat baik dan mendukung ,semua pekerjaan menjadi gampang dan terarah
Dampakny bagi organisasi adalah menjadikan perusahaan atau suatu organisasi menjadi sangat maju dan cepat berkembang pesat dan untuk itulah diciptakan informasi teknologi untuk kemajuan usaha dan mempermudah pekerjaan baik secara individu dan organisasi kecil dan besar.

(31),, apakah benar teknologi informasi memberikan efektifitas dan efisiensi bagi kinerja manajer, jelaskan dengan ringkas menurut pendapat anda.
Jawabbenar, Dampaknya bagi organisasi adalah menjadikan perusahaan atau suatu organisasi menjadi sangat maju dan cepat berkembang pesat dan untuk itulah diciptakan informasi teknologi untuk kemajuan usaha dan mempermudah pekerjaan baik secara individu dan organisasi kecil dan besar.
Atau
Setelah sekian tahun seekor kucing mengembara, akhirnya kucing itu berhasil ditemukan kembali berkat chip yang telah ditanamkan padanya yang memberikan informasi identitas pemiliknya.
Beberapa waktu yang lalu di sebuah surat kabar memasang foto sebuah keluarga yang bahagia lengkap dengan seekor kucing kesayangannya. Sepintas fotonya tersebut biasa-biasa saja karena hanya menceritakan sebuah keluarga. Tetapi kalo diteliti lebih lanjut, ternyata kucing kesayangan mereka itu baru saja ditemukan dari pengembaraannya sekian tahun. Kucing tersebut ditemukan berkat bantuan sebuah chip yang ditanam pada tubuh kucing tersebut yang memberikan informasi mengenai identitas pemiliknya. Ini contoh kecil dari dampak positif teknologi bagi kehidupan manusia.
Dampak positif pemanfaatan teknologi informasi lainnya misalkan di bidang jasa pelayanan kesehatan. Institusi kesehatan menggunakan teknologi informasi untuk memberikan pelayanan secara terpadu dari pendaftaran pasien sampai kepada system penagihan yang bisa dilihat melalui internet. Contoh lain misalnya di bidang hiburan. Sekarang banyak bermunculan polling atau layanan masyarakat dalam bentuk SMS (Short Message Service), termasuk juga untuk sistem perbankan.
Pernahkah kita sadari di lain sisi, kita mendengar dampak negatif dari pemanfaatan teknologi? Salah satu penelitian yang di lakukan di Universitas Tohoku Jepang menunjukan bahwa jika anak-anak dijejali aneka permainan komputer, maka lama-kelamaan akan terjadi kerusakan di sebagian otaknya (masih mau main game berlama-lama lagi?). Atau seperti kejadian di Thailand di mana seorang gadis remaja gantung diri karena frustasi tidak dapat menyelesaikan permaian bomber man. Di bidang kriminalitas, walaupun belum ada penelitian yang kongkret tapi dipercaya bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan computer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permaian komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan. Di bidang perbankan, lebih mengkhawatirkan lagi penggunaan kartu kredit illegal (carding). Belum lagi perseteruan antara pembuat virus dan antivirus yang tidak pernah berhenti sepanjang masa.
Fenomena seperti ini adalah sebagian kecil contoh yang dekat dengan kehidupan kita. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita harus menyikapi? Apakah kita berdiam diri? Atau ikut terlibat dalam perkembangan teknologi informasi? Dampak positif dan negative dari suatu perkembangan teknologi adalah pilihan di tangan kita.
Banyak literatur yang mendefinisikan teknologi informasi. Secara simpel, teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai suatu teknologi yang berfungsi untuk menghasilkan, menyimpan, mengolah, dan menyebarkan informasi tersebut dengan berbagai bentuk media dan format (image, suara, text, motion pictures, dsb). Mari kita telusuri bagaimana dampak teknologi informasi terhadap kehidupan kita. Dari pengalaman dan pengamatan, tahapan pemanfaatan teknologi informasi dimulai pada saat teknologi informasi dianggap sebagai media yang dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tip-ex, proses editing, dsb yang cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat hasil ketikan di layar monitor sebelum dicetak (paperless). Lebih effisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file. Makanya dahulu banyak kursus mengetik, sekarang sudah jarang kita temui kursus mengetik apalagi di kota-kota besar.
Setelah dirasakan bahwa teknologi Informasi dapat menggantikan cara konventional yang memberikan benefit, maka orang mulai melihat kelebihan lainnnya, misalnya menggantikan sarana pengiriman surat dengan surat eletronik (e-mail), pencarian data melalui search engine, chatting, mendengarkan musik, dan sebagainya dimana pada tahapan ini orang sudah mulai menginvestasikan kepada perangkat komputer. Nah, dari manfaat yang didapatkan, teknologi informasi mulai digunakan dan diterapkan untuk membantu operasional dalam proses bisnis. Misalnya perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan menyediakan informasi jasa dan produk yang ditawarkan tanpa dibatasi waktu dan ruang.
Orang sudah mau investasi dalam menyediakan perangkat keras dan lunak untuk mengelola data dan menghasilkan laporan secara lebih akurat dan menyeluruh. Dari level top management proses pengolahan data menjadi informasi dan akhirnya menjadi pengetahuan (knowledge) digunakan sebagai proses untuk mengambil keputusan sehingga keputusan yang diambil akan terstruktur dan terarah (Executive Decision Making). Tahapan terakhir dimana orang sudah berani menginvestasi secara optimal untuk perangkat keras, perangkat lunak, dan sumber daya manusia untuk mengoperasikan bisnisnya. Pemanfaatkan teknologi infomasi sudah secara menyeluruh dan terpadu untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan dan meningkatkan effisiensi dan effektivitas perusahaan.
Kalau kita kaitkan perkembangan teknologi informasi dengan pemerintah saat ini yang lebih dikenal dengan e-government, tahapan penerapan teknologi informasi dikategorikan dalam tahapan persiapan, pematangan, pemantapan dan pemanfaatan. Menurut pengamatan dan penelitian yang dilakukan oleh Departmen Komunikasi dan Informasi, saat ini Indonesia baru memasuki tahapan persiapan dan menuju ke arah pematangan. Jadi masih banyak sekali pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh pemerintah untuk mensosialisaikan kepada masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi. Jika kita bergantung sepenuhnya kepada pemerintah, jelas kita akan tertinggal jauh dan memakan waktu yang lama. Disini dituntut peranan kaum professional yang aktif untuk mensosialisasikan pemanfaatan teknologi di segala bidang. Salah satu yang merupakan terobosan kreatif adalah pemanfaatan open source sebagai platform dalam menciptakan aplikasi. Contohnya seperti yang dilakukan tim SisFoKampus (www.sisfokampus.net) dalam mengembangkan penerapan komputerisasi dalam dunia pendidikan. Memang kendala yang utama dihadapi adalah bagaimana mengubah pola pikir dari institusi pendidikan dan menyiapkan infrastruktur yang mendukung. Yang jelas belajar dari pengalaman, jika masyarakat sudah merasakan penerapan SisFoKampus dapat menciptakan efisiensi dalam proses belajar mengajar, efisiensi biaya, dan mendorong terbentuknya komunikasi kampus secara terorganisir, maka dengan sendirinya sisfokampus akan berkembang dan dibutuhkan.

Komputer Bagi Anak

Selain memiliki manfaat, komputer juga menyimpan mudhorot. Keterlibatan orangtua amat diperlukan untuk mencegah anak mengambil manfaat dari kotak ajaib ini.
Ibu Endang merasa beruntung anak-anaknya ‘bersahabat’ dengan komputer sejak dini. Fatih (9), anaknya yang pertama, tak hanya senang bermain games, namun juga lancar mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Sementara adiknya, Nadia (4) yang baru belajar mengenal komputer, sudah asyik menjajal program pendidikan dalam mengenal warna dan bentuk saja. Fatih kini pintar matematika lantaran sering berlatih dengan bantuan komputer. Sementara Nadia punya banyak kosakata bahasa Inggris juga lantaran sering bermain komputer.
Tetapi, Ibu Rahmi justru merasa punya masalah dengan ‘keakraban’ anaknya dengan komputer. Menurutnya, Rizki (7 tahun) kini lebih sukai ‘bermain’ dengan komputernya daripada dengan teman-temannya. Rizki bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain games. Ia juga malas bila diajak menulis atau menggambar. Tak heran, tugas menggambar di sekolah tidak pernah dikerjakannya sampai tuntas. Tetapi, untuk menggambar di komputer ia sangat pandai. Maklum, dengan satu dua klik-an saja, ia sudah dapat menggambar dan mewarnai dengan sempurna.
Pernah punya pengalaman senada?
Positif-Negatif
Nina Armando, Staf Pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, mengatakan bahwa kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.
Senada dengan Nina, Muhammad Rizal, Psi, Psikolog di Lembaga Psikologi Terapan UI, mengatakan banyak manfaat dapat diambil dari penggunaan komputer, namun tak sedikit pula mudhorot yang bisa ditimbulkannya.
Diantara manfaat yang dapat diperoleh adalah penggunaan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.
Manfaat lain bisa diperoleh anak lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran (role-play).
Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.
Namun, sisi mudhorot penggunaan komputer tak juga bisa diabaikan. Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.
Akses negatif lewat internet
Pengaruh negatif lain, disepakati Nina dan Rizal adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.
Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Nina mengungkapkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.
Meski demikian, baik Nina maupun Rizal sepakat bahwa mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan orangtua.
Pertama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, ujar Nina, orangtua terlebih dahulu harus ‘melek’ media dan tidak gatek.
”Sayangnya, seringkali anaknya sudah terlalu canggih, sementara orangtuanya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bagaimana membuka internet, juga tidak tahu apa-apa soal games yang suka dimainkan anak. Nanti ketika ada akibat buruknya, orangtua baru menyesal,” sesal Nina.
Kedua, gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
Ketiga, letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, menurut Nina akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.
Cegah kecanduan
Pengaruh negatif lain bagi anak, menurut Rizal, adalah kecendrungan munculnya ‘kecanduan’ anak pada komputer. Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial.
Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
Peran penting orangtua
Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Karenanya, kepada semua orangtua, Rizal kembali mengingatkan peran penting mereka dalam pemanfaatan komputer bagi anak.
Pertama, berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan berinteraksi dengan komputer sejak dini. Apalagi mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang.
Kedua, perhatikan bahwa komputer juga punya efek-efek tertentu, termasuk pada fisik seseorang. Karena perhatikan juga amsalah tata ruang dan pencahayaan. Cahaya yang terlalu terang dan jarak pandangan terlalu dekat dapat mengganggu indera penglihatan anak.
*TERIMA KASIH*
NAMA: VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
DEPARTEMEN TEKNIK PERANGKAT LUNAK
-FMIPA-
2008

MANAJEMEN INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI TIF-203


NAMA: VASKO EDO GULTOM
NIM :071402009

MANAJEMEN INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI TIF-203
TUGAS MINGGUAN I

SOAL-SOAL
WEEK 1 (34%) (12 soal)
Bahan dari powerpoint dan fotocopy chapter 1, mcnurlin:
• (1.) Terangkan yang dimaksud dan bagian-bagian dari ‘the new work environment’
JawabThe new work environment adalah sebuah lingkungan kerja baru .dimana linkungan kerja baru itu dapat mencakup hal-hal seperti;
• linkungan Organisasi  linkungan kerja Organisasional di luar yang mencakup akan hal:: * Global Marketplace atau seluruh dunia sudah menjadi marketplace (tempat pasar) Internet membolehkan perusahaan bekerja secara global,.
• jalinan Globalisasi Internet membolehkan perusahaan kecil untuk mempunyai jangkauan global ,, pada Perusahaan lingkungan sekarang yang global, tetapi bius kepada lokal masih berasa lebih baik dirasakan.
• Modalmodal haruslah cukup untuk segala keperluan usaha yang didirikan baik di bidang mana saja”jasa .layanan ,banking
• barang yang nyata seperti modal, perlengkapan dan gedung ialah prinsip tenaga di yang industri age
• knowledge • Managing bakat = sepenting sebagai e.g. mengelola keuangan
(2.) Terangkan dengan ringkas empat komponen utama dari ’the model of the IS function’
Jawab: empat model dari IS function ** Adalah Management Chief Information Officer (CIO) *> harus cukup tinggi pengaruhnya di perusahaan ke sasaran organisasional
*> harus mempunyai cukup kredibilitas untuk memimpin harnessing teknologi untuk mengejar sasaran
*> harus bekerja dengan seluruh dari CXOs
*> IT yang lain sudah menjadi terlalu penting ditinggalkan ke one individual Executive tim harus bekerja bersama ke govern itu dan pengungkilan itu baik.
• (3.) Apakah e-economy akan berakhir seperti old economy yang dikendalikan oleh konglomerat, apakah anda setuju dengan pernyataan ini atau tidak? Dan jelaskan !
Jawabsaya tidak setuju dengan pernyataan tersebut yaitu “e-conomy akan berakhir seperti old economy :yakni dimana para konlomerat yang mengendalikan perekonomian suatu tempat atau bahkan Negara tertentu.“karena itu akan mengakibatkan hal yang sangat banyak merugikan pihak yang lain terutama orang atau rakyat kecil di suatu daerah tau Negara ,atau di seluruh kalangan internasional.Rakyat yang ekonominya pas-pasan tidak akan mungkin akan berkembang karena tekanan dari pihak konglomerat yang menguasai pasar dan dunia ekonomi .dan semua pertumbuhan ekonomi tidak akn bersaing secara sehat kagi,bahkan akan menuju suatu kehancuran yang sangat besar bagi dunia .

Bahan dari powerpoint dan fotocpy chapter 2, mcnurlin
(4). Terangkan dengan ringkas ‘the five waves of innovation’ dari Primozic dan colleagues
Jawab” The Escalating Benefits of Information Technology – Kenneth Primozic, Edward Primozic, dan Joe Leben memperkenalkan maksud “Waves of Innovation” yang ditetapkan oleh mereka sebagaimana bekas oleh industri dan perusahaan. • mereka adalah lima Gelombang Pembaharuan (Bilangan 2-1) yaitu:”
1. Mengurangi harga yang Meningkat
2 Leveraging investments
3. Meningkatkan produk dan services
4. Meningkatkan eksekutip keputusan making
5. Menjangkau consumer
(5). jelaskan keempat trend dari ‘nibbling away at traditional IS functions’
Jawab 10 a).. IT(informasi teknologi) sudah menjadi sebuah esensial bisnis strategy b)..bukan lagi sesuatu yang sangat jarang kita dengarkan sekarang hal tersebut mungkin meratakan perjalanan istimewa of business
c)..pekerjaan sudah menjadi terlalu besar untuk sesuatu group
d).. sementara pentingnyaIT semakin meningkat itu membuat kerja IS Department’s berkembang ke dalam bidang baru of tanggung jawab, pimpinan menyadari bahwa traditional dan bagian-bagian pekerjaan yang lebih cara bekerja tidak mempunyai kewajiban oleh IS department – Particularly ‘centralized’ Traditional Functions Are Being Nibbled Away
atau
tradisional ditentukan tanggung jawab bagi IS hasyang meliputi: 1. Mengelola pelaksanaan pusat data, remote sistem, dan networks 2. Mengelola bisnis data 3. Melakukan analisa sistem dan pola, and membuat baru systems 4. Sistem planning 5. Mengenali kesempatan untuk baru systems Fungsi Tradisional adalah Being Nibbled Away cont.

(6).. sebutkan dan jelaskan dengan rignkas ‘the CIO’s responsibilites’
Jawab” 21 The CIO’s Responsibilities
digaris dengan evolusi adalah bagian, tekanan top pekerjaan mempunyai perubahan *86 = Infrastructure *89 = menolong terumuskan bisnis policy * 92 = IT sebagai katalisator karena memperbarui perusahaan cara worked * 98 = memperbarui pelaksanaan perusahaan yang memakai ITU meneruskan Internet (pelanggan +) 02 = ‘technical member’ tertinggi management 04 = biaya dan risiko mendasarkan mendekati Lawan. “let’s mendapat ke dalam E-commerce fast…” Today tekanan yang dihargai remains Outsourcing terus bertambah besar (di antara kontroversi) CIOs diharapkan melakukan lebih banyak lagi dengan tak ada lebih banyak lagi $$ Also = di bawah pressure: untuk melaksanakan melindungi measures New keuangan melaporkan e.g. Sarbanes Oxley Keep itu pembaharuan yang terdapat!!
(7).. sebutkan tiga jenis hubungan ‘relationship’ yang harus dibina oleh ‘IS executives?
Jawab” relationship (persahabatan)dalam arti luas tugas dari IS executive harus mampu untuk membina hubungan sesame rekan bisnis dengan baik dan juga dinamis dimana hubungan itu dapat mencakup bebrapa hal penting sebagai berikut:
1.dapat menciptakan suasana baru sama sekali dalam businesses
2. Wave 4: Executive Enhancing dapat membuat keputusan dengan rekan bisnis dengan aturan yang sesuai dan berlaku tentunya
3. kesepakatan antara dua perusahaan yang sedang membuat suatu bisnis satu sama lain demi keuntungan ke-2 belah pihak tertentu ,tanpa ada unsur monopolitik di dalam nya.
• (8).. beberapa CIO di dot-coms lebih dikenal sebagai ‘chief technology officers’ disbanding menjadi ‘chief information officers’. Mereka melihat pekerjaan mereka lebih menjadi e-commerce infrastructure, jadi mereka lebih merasa menjadi engineer atau technologist. Menurut anda apakah ini merupakan penggambaran dari ‘step forward for CIO atau sebuah kemungkinan step backward?
Jawab”YA,hal ini didorong oleh factor rasa ingin dapat membuat usaha sendiri baik dalam bidang apapun yang data mendatangkan uang yang sangat banyak.itulah salah satu factor penyebab akan terjadi hal seperti ini..sehingga sebagai ‘chief technology officers’ yang kerja di dot..coms akan dengan sangta cepat beranggapan saya ini sudah ahli dalam bidangnya.dan beranggapan dia sebagai individu engineering atau teknologis dalam bidang pekerjaan yang sedang digeluti tentunya,,,
Dan hal ini merupakan gambaran dari step forward for CIO

Bahan dari powerpoint dan fotocopy chapter 1, obrien
(9). jelaskan dengan singkat bagaiman internet, intranet dan ekstranet dalam sebuah e-business enterprise dapat mendukung aktifitas e-commerce
Jawab”pengertian internet itu adalah:* internet (kependekan daripada perkataan ‘interconnected-networking’) ialah rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.
* ektranet adalah: Extranet atau Ekstranet adalah jaringan pribadi yang menggunakan protokol internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membagi sebagian informasi bisnis atau operasi secara aman kepada penyalur (supplier), penjual (vendor), mitra (partner), pelanggan dan lain-lain.
Extranet dapat juga diartikan sebagai intranet sebuah perusahaan yang dilebarkan bagi pengguna di luar perusahaan. Perusahaan yang membangun extranet dapat bertukar data bervolume besar dengan EDI (Electronic Data Interchange), berkolaborasi dengan perusahaan lain dalam suatu jaringan kerjasama dan lain-lain.
Kedua dari pengertiaan ini dapatlah disimpulkan bahwa internet &ekstranet dapat melakukan e-commerce(komeresial).baik untuk tujuan mencari uang dan melakukan transaksi bisnis lewat jaringan network yakni internet.
(10).. apa yang menjadi tantangan utama dalam pengembangan IT solution untuk menyelesaikan berbagai problem bisnis dan untuk menemukan kesempatan-kesemaptan e-business baru
Jawab”hal berupa tantangan itu munkin saja dalam bidang penyediaan dana untuk membangun sebuah server untuk koneksi internet ke seluruh dunia.problem dalam IT solution itu dapat mencakup beberapa hal yang sangat signifikan terhadap perputaran bisnis di seluruh dunia baijk iitu tingkat regional dan internasional sekaligus.
Adapun hal penghambat adalah yaitu:
1.dana(modal)
2.ketrampilan menggunakan computer untuk menjalankan program yang ada
3mengerti bentuk web,yang mewnyangkut masalah bisnis,[aling tidak menguasai bahasa script
4.paham akan tujuan dari bisnis
5.mengerti akan hal bahasa HTML
(11).. kenapa begitu banyak ’conceptual classifications’ dari IS?
Jawab”semua itu akan mendukung dari kelancaran dan keteraturan dari dari IS dan akan dapat pula melancarkan semua bisnis dengan rekan yang kita jalin hubungan relationship kita masing-masing
• (12). dapatkah internet teknologi dapat membantu sebuah perusahaan bisnis dalam memenangkan kompetisi? Berikan sebuah contoh untuk menggambarkan jawaban tersebut.
Jawab”dapat,sebab dengan kecanggihan yang adsa sangat mendukung sekali unutuk keakuratan daripada data yang disusun oleh setiap perusahaan tertentu yang mempunyai bentuk bisnis yang online dengan internet.perusahaan tersebut akan mempunyai setiap data yang akurat sama sekali dibandingkan dengan data perusahaan yang tidak online sama sekali di dunia maya.perusahaan indosat misalnya dan telkom tentu akan sangat berbeda sekali dengan pt.agro lestari dibidang hal data
Dimana setiap data yang tersimpan dalam database mereka” missal:PT.telkom “akan disimpan serta segala bentuk outcome dan input yang diterima perusahaan dan yang dikeluarkan untuk belanja perusahaan setiap bulan atau tahunan sekalipun akan dihitung secra cermat dan akurat dengan data yang tersimpan apik sama halnya dengan perbangkan
Dan apabila suatu saat ada bentuk perlawanan bisnis dalam bidang suatu masalah dengan kecanggihan yang ada tentu akan menang dalam setiap kompetisi manapun itu.

WEEK 3 (33%) (11 soal)
Bahan dari powerpoint dan fotocopy chapter 4, mcnurlin
(13).. jelaskan perbedaan utama antara operational planning, tactical planning dan strategic planning
Jawab” Perencanaan yang cara bekerja adalah sub-sub-set kerja strategis rencana. Menggambarkan cara jangka-pendek tonggak bersejarah mencapai dan menerangkan bagaimana, atau bagian yang mana, rencana strategis akan dioperasikan selama titik yang cara bekerja yang diberi, di kasus penggunaan komersial, setahun fiskal atau masa anggaran yang diberi lain.
• tactical planning adalah:”yaitu sebuah taktik dari rencana untuk mendapatkan hasil yang lebih baik tentunya
• strategic planning adalah:: Perencanaan strategis adalah proses organisasi menegaskan strateginya, atau pimpinan, dan membuat keputusan di memberikan sumber penghasilannya untuk mengejar strategi ini, termasuk ibu kota dan orangnya.

(14).. jelaskan dengan ringkas kenapa perencanaan dianggap begitu sulit untuk dilaksanakan.
Jawabperencanaan itu adalah : Merencanakan di organisasi dan kebijakan umum ialah baik organizational proses menciptakan dan memelihara rencana; dan proses psikologis memikirkan aktivitas diperlukan untuk menciptakan masa depan yang diinginkan atas suatu skala. Sebagai seperti itu, adalah tanah milik pokok cerdas kelakuan. Proses ini yang dipikirkan esensial sampai ciptaan dan pengilangan rencana, atau integrasi itu dengan rencana lain, bahwa ialah, menggabungkan ramalan perkembangan dengan persiapan skenario bagaimana caranya untuk bereaksi terhadap mereka.
Jadi perencanaan haruslah benar-banar matang dan akurat.
(15).. apa itu ’critical success factors’ dan bagaimana mereka memberikan kontribusi ke ’systems planning process’
Jawab”””Keberhasilan kritis Faktor (CSF) adalah masa perusahaan untuk elemen yang perlu bagi organisasi atau proyek untuk mencapai misinya. Mereka adalah faktor atau aktivitas kritis yang diperlukan karena menjamin keberhasilan perusahaan anda. Masa awalnya dipakai di dunia analisa data, dan analisa perusahaan. Misalnya, CSF untuk Teknologi Informasi berhasil (itu) proyek adalah keterlibatan pemakai.
Mereka memberikan kontribusi kepada system planning process dengan cara memberi kritisi dan cara-cara jaln keluar dari permasalahan yang ada

(16).. jelaskan dengan singkat apa itu ‘porter’s five competitive forces’
jawab””Ancaman produk tiruan keberadaan produk tiruan dekat menambah kecondongan pelanggan untuk mengganti sampai pilihan di jawaban untuk memberi pertambahan harga (elastisitas tinggi permintaan). * pembeli kecondongan untuk mengganti * perbuatan harga relatif mengganti * pembeli mengganti berharga * merasa rata perbedaan produk Ancaman peserta baru saingan pasar Menguntungkan ketinggian hasil itu kembali akan menggambar perusahaan. Ini menghasilkan banyak peserta baru, yang secara efektif akan berkurang profitability. Kecuali kalau peserta perusahaan baru bisa dihalangi oleh pemegang jabatan, laju keuntungan akan turun terhadap derajat bersaing (persaingan sempurna). * keberadaan rintangan ke tempat masuk (paten, hak-hak, dll. ) * ekonomi produk perbedaan * mengecap aset * beralih biaya atau tenggelam berharga * modal syarat * akses ke distribusi * mutlak berharga keuntungan * belajar melengkung keuntungan * mengharapkan pembalasan oleh pemegang jabatan * kebijakan pemerintah Intensitas bersaing

(17).. jelaskan dengan singkat empat tipe aplikasi dalam ‘e-business value matrix’
Jawab”” Siasat matriks, juga dikenal sebagai Tempat Matriks, Siasat Lift, Siasat Tangga Berjalan atau Siasat Tangga, adalah model perusahaan yang memerlukan pertukaran uang untuk produk tertentu dengan bonus sampingan ditambahkan ke daftar tunggu untuk produk lebih hebat nilai daripada banyaknya diberi. [1] siasat Matriks juga kadang-kadang dipertimbangkan mirip Ponzi atau siasat piramida. [2] Mereka sudah dipanggil tak dapat dipertahankan di samping Kantor Kerajaan Inggris Perdagangan Adil. [1] Siasat Matriks adalah juga contoh antrian meledak di Queueing Theory.

Bahan dari powerpoint dan fotocopy chapter 11, alter
(18).. apa yang dimaksud dengan information system plan
Jawab>””isistem informasi adalah”* Sistem informasi (IS, ialah) kadang-kadang merujuk pada sistem orang, rekor data dan aktivitas proses itu data dan informasi di organisasi, dan memasukkan petunjuk organisasi dan proses yang diotomatkan.
Sedangkan plan adalah:: Perencanaan masa menunjukkan pengerjaan setiap bagian di suatu tingkat perincian rumit. Ucapan tujuan yang menyikat lebih lebar mungkin memenuhi syarat sekiasan roadmaps. Perencanaan secara harfiah hanya bermaksud ciptaan rencana; bisa sesederhana sebagai membuat daftar. Sudah memperoleh arti teknik, tetapi, untuk menutupi bidang perundang-undangan pemerintah dan peraturan yang berhubungan dengan penggunaan sumber penghasilan. Perencanaan bisa merujuk pada penggunaan berencana yang mana pun dan sama sekali sumber penghasilan, sebagai di rangkaian sebanyak Rencana Lima Tahun lewat yang pemerintah Uni Soviet mencoba membangun negara. Tetapi, masa sangat sering dipakai di kerabat sampai perencanaan untuk penggunaan tanah dan sumber penghasilan berhubungan, misalnya di perencanaan perkotaan, perencanaan transportasi, dan semacamnya.
(19).. apa yang dimaksud ’outsourcing’ dan sebutkan sebuah contoh yang mewakilinya khususnya di bidang IT
Jawa”Penyewaan tenaga luar mengkontrakkan proses, seperti pola produk atau pembuatan, ke ketiga-partai teman-teman. [1] keputusan untuk menyewa tenaga luar untuk melakukan sering dibuat bagi kepentingan merendahkan biaya kukuh, mengalihkan atau menghemat tenaga menujukan di competencies perusahaan khusus, atau untuk memakai tanah, dengan yang lebih efisien kerja, modal, (informasi) teknologi dan sumber penghasilan. Penyewaan tenaga luar menjadi sebagian leksikon perusahaan selama 1980s.
(20).. jelaskan apa yang dimaksud dengan NPV, IRR dan Payback period
Jawab**NPVadalah: Netto sekarang nilai (NPV) atau netto sekarang harga (NPW) [1] ditegaskan sebagai jumlah nilai sekarang (PV) rentetan masa arus uang. Adalah metode standar karena mempergunakan nilai masa uang untuk menaksir proyek jangka panjang. Dipakai untuk penganggaran ibu kota, dan luas sepanjang ilmu ekonomi, mengukur kelebihan atau kekurangan arus uang, di syarat-syarat nilai sekarang, pernah membiayai ongkos dijumpai.
IRRadalah; Laju dalam kembali (IRR) adalah penganggaran ibu kota metrik dipergunakan oleh perusahaan untuk mengambil keputusan apakah mereka sebaiknya memperoleh investasi. Adalah penunjuk efisiensi investasi, seditentang untuk menangkap sekarang nilai (NPV), yang menunjukkan nilai atau besarnya.
Payback periodadalah; keuntungan periode di bisnis dan ilmu ekonomi merujuk pada titik waktu yang diharuskan untuk keuntungan di atas investasi “membayar kembali” jumlah” investasi asli. Misalnya, investasi sebesar $1000 yang mengembalikan $500 setahun akan mempunyai titik keuntungan dua tahun.
(21).. jelaskan perbedaan antara ’strategic-level’ dengan ’project-level’ dari information system
Jawab=:strategic level adalah Strategis rata perang, sebagai ditegaskan oleh Departemen Amerika Serikat Penjagaan, adalah kadar perang di yang bangsa, sering sebagai seorang anggota sekelompok bangsa, memutuskan nasional atau multinasional (persekutuan atau gabungan) tujuan keamanan dan bimbingan, dan berkembang dan mempergunakan sumber penghasilan nasional untuk menyelesaikan tujuan ini.
Sedangkan,
**project level::Project-Level Aid Database (KAIN KOTAK-KOTAK) database sekitar 400.000 proyek perkembangan dibiayai oleh donor bilateral dan multilateral dari 1970 – 2000. Di jalan setapak untuk menjadi bantuan perkembangan yang paling menyeluruh database di keberadaan.
(22).. identifikasi ’important user rules’ dalam perencanaan sebuah information system
Jawab”ini sangat penting dalam memainkan peranan di bidang kenyamanan sebuah perusahaan dengan adanya sebuah aturan yang dapat dipatuhi oleh semua anggota di sutu perusahaan tersebut.
**rules adalah aturan yang dibuat untuk dipatuhi dan membatasi segala tingkah laku setiap individu manapun yang masih tau akan moral.
(23).. jelaskan apa yang dimaksud ‘mythical man-month’
Jawab””* Dongengan Man-Month: Karangan atas Teknik Perangkat Halus adalah buku atas pengaturan proyek perangkat halus di samping Fred Brooks, yang tema pentingnya adalah “tenaga manusia Menambahkan” itu “sampai proyek perangkat halus terlambat datang nanti.” Gagasan ini dikenal sebagai undang-undang Selokan, dan ditimbulkan serta efek dan advokasi detik-sistem prototyping. Kerja terlebih dulu diterbitkan pada 1975, dan diterbitkan kembali sebagai edisi hari jadi pada 1995 (ISBN 0-201-83595-9) dengan karangan “Tak Ada Peluru Perak” dan ulasan oleh pengarang.

WEEK 4 (33%) (11 soal)
Bahan dari powerpoint dan fotocopy chapter 9, mcnurlin
(24).. Jelaskan dengan singkat ’three main approaches’ untuk mengaplikasikan IS di sebuah organisasi
Jawab”3 pendekatan utama untuk mengaplikasikan IS di sebuah organisasi yaitu
1.membuat jaringan berupa server
2.memiliki programmer yang handal
3.siap untuk membuat manejemen baru dan terarah
(25).. defenisikan komponen dari ’computer-aided software engineering systems’
JawabTeknik perangkat halus(lunak) adalah penggunaan sistematik, berdisiplin, quantifiable mendekat sampai perkembangan, pelaksanaan, dan pemeliharaan perangkat halus. [1] meliputi teknik dan prosedur, sering diatur oleh proses perkembangan perangkat halus, agar memperbaiki keterpercayaan dan maintainability sistem perangkat halus. [2] usaha diharuskan oleh keruwetan mungkin sistem itu, yang mungkin berisi jutaan garis kode. [3] Teknik perangkat halus masa dibikin oleh Brian Randell dan popularized oleh F.L. Bauer selama Konferensi Teknik Perangkat Halus NATO pada 1968. [4] disiplin teknik perangkat halus termasuk pengetahuan, alat, dan metode untuk syarat perangkat halus, pola perangkat halus, pembuatan perangkat halus, pengujian perangkat halus, dan tugas pemeliharaan perangkat halus. [5] teknik Perangkat Halus berhubungan dengan disiplin ilmu pengetahuan komputer, teknik komputer, pimpinan, ilmu pasti, pengaturan proyek, pimpinan mutu, perangkat halus ergonomics, dan sistem merencanakan.
(26).. sebutkan karakteristik dasar dari sebuah ERP system dan kenapa begitu banyak ERP implementation project sering gagal?
Jawab” Perencanaan sumber penghasilan perusahaan (ERP) adalah perencanaan bagaimana sumber penghasilan perusahaan (bahan, pegawai, pelanggan dll. ) diperoleh dan pindah dari satu negara bagian ke lain. Sistem ERP mendukung sebagian besar sistem perusahaan bahwa memelihara di tunggal database data yang diperlukan karena jenis bisnis berfungsi seperti Pembuatan, Pimpinan Rantai Persediaan, Financials, Proyek, Sumber Penghasilan manusiawi dan Pimpinan Hubungan Pelanggan. Sistem ERP didasarkan di biasa database dan modular pola perangkat halus. Yang biasa database bisa membolehkan setiap bagian perusahaan menyimpan dan menemukan kembali informasi di waktu sebenarnya. Informasi sebaiknya dapat diandalkan, dapat dicapai, dan dengan mudah membagikan. Modular sebaiknya menyatakan pola perangkat halus perusahaan bisa memilih modul mereka perlu, mencampur dan membandingkan modul dari penjaja berbeda, dan menambahkan modul baru mereka sendiri untuk memperbaiki perbuatan perusahaan.
Sering gagal karena akibat dari perencanaan sumber penghasilan yang tidak tepat sasaranya. .beberapa hal yang mengakibatkan kerugian besar adalah==>
Masalah dengan sistem ERP disebabkan sebagian besar oleh investasi tidak cukup di latihan terus-menerus personalia terlibat, termasuk ganti melaksanakan dan menguji itu, serta kekurangan bisnis kebijakan melindungi integritas data di sistem ERP dan bagaimana bekas. Merugikan * Customization perangkat halus ERP terbatas. * Re- teknik bisnis mengolah untuk cocok dengan “standar industri” ditentukan oleh sistem ERP mungkin menyebabkan kehilangan keuntungan bersaing. * ERP sistem bisa sangat mahal menyebabkan kategori baru “cahaya ERP” pemecahan * ERPs sering dilihat sebagai terlalu kaku dan terlalu sulit menyesuaikan diri ke obat workflow dan perusahaan proses beberapa companies—this disebutkan sebagai salah satu sebab utama kegagalan mereka. * Many hubungan diintegrasikan memerlukan ketepatan tinggi di lamaran lain untuk bekerja secara efektif. Perusahaan bisa mencapai ukuran minimum, lalu selasai
(27).. Sebutkan lima kategori dari fungsi sebuah ‘application server’
Jawab”” Aplikasi server lamaran adalah server yang menumpangkan untuk membuka Logika Perusahaan dan Proses Perusahaan untuk penggunaan di samping lamaran lain . Masa bisa merujuk to: 1. Servis yang dibuat tersedia oleh server 2. Perangkat Keras Komputer di yang Servis ialah deployed 3. Kerangka Perangkat Halus dulu biasa menumpangkan seperti JBoss penggunaan server atau Oracle Application Server
(28).. berikan tiga kunci dari ‘project management success’
Jawab” Pengaturan proyek adalah disiplin perencanaan, penyelenggara, dan mengelola sumber penghasilan untuk menghasilkan penyelesaian berhasil cita-cita proyek dan tujuan spesifik. Proyek adalah usaha keras terbatas (mempunyai teman kencan permulaan dan penyelesaian khas) dilakukan untuk membuat produk atau servis unik yang menghasilkan uang kembalian bermanfaat atau tambahan nilai. Sifat terbatas sikap proyek ini di perbedaan menyolok tajam sampai proses, atau pelaksanaan, yang adalah kerja fungsionil yang permanen atau semipermanen untuk secara berulang menghasilkan produk atau servis sama.
(29).. perubahan sebuah IS departemen focus dari application development ke application integration dapat merubah hubungan IS departemen dengan departemen lainnya dalam sebuah perusahaan. Diskusikan bagaimana kemungkinan hubungan tersebut dapat berubah
Jawab””* pengembangan aPlikasi adalah: Di teknik perangkat halus, sehelai lamaran jaringan atau webapp [1] adalah sehelai lamaran bahwa ialah accessed via jaringan browser di atas satu jaringan seperti Internet atau intranet. Adalah juga sehelai lamaran perangkat halus komputer yang disandi di browser-menyokong bahasa (seperti HTML, JavaScript, Jawa, dll. ) dan tergantung di atas jaringan biasa browser untuk membuat lamaran dapat dilaksanakan. Lamaran jaringan populer karena ketersebaran seorang klien, kadang-kadang memanggil seorang klien kurus. Kemampuan untuk memperbarui dan mengurusi lamaran jaringan dengan tidak menyebarkan dan memasang perangkat halus di kemungkinan besar ribuan komputer pelanggan adalah sebab pokok untuk kepopuleran mereka. Lamaran jaringan biasa termasuk webmail, penjualan eceran yang online, lelang online, wikis, diskusi indekos, weblogs, secara besar-besaran multi-pemain permainan yang memainkan peran yang online dan banyak fungsi lain.
**aplikasi integarsi Systems Integration suatu macam ‘middleware’ bahwa mempunyai gained kepopuleran: Enterprise Application Integration (EAI) : Typically mempergunakan seorang pialang pesan untuk beralih data di antara applications Add derajat baru functionality bahwa distinguishes them Allow pemakai untuk menegaskan bisnis mengolah dan make integrasi data subyek sampai peraturan yang memerintah those processes e.g. peraturan mungkin menyebutkan bahwa data hanya bisa berpindah from membeli sampai jumlah uang yang dapat diterima waktu ‘X’ harus menandatangani pembelian tersebut.kemungkinan dapat beralih sebuah departemen disebabkan hal aplikasi mana yang lebih akurat dan maju secar cepat dan tepat di departemen yang dituju.

Bahan dari powerpoint dan fotocopy week chapter 12, alter
(30) . jelaskan alasan penggunaan ’pilot implementations, accpetance testing’ dan ’post-implementation audits’
Jawab implementasi atau Pelaksanaan adalah realisasi sehelai lamaran, atau persembahan rencana, gagasan, model, pola, spesifikasi, standar, algoritme, atau kebijakan. Di ilmu pengetahuan komputer, pelaksanaan adalah realisasi spesifikasi atau algoritme teknik sebagai program, perangkat halus bagian, atau lain komputer sistem. Banyak pelaksanaan ada untuk spesifikasi atau ukuran yang diberi. Misalnya, jaringan browsers berisi pelaksanaan Dunia Lebar Jaringan spesifikasi yang dianjurkan oleh Perkongsian, dan alat perkembangan perangkat halus berisi pelaksanaan bahasa menyusun. Di IT Industry, pelaksanaan merujuk ke post-penjualan proses menuntun seorang klien dari pegangan sampai penggunaan perangkat halus atau perangkat keras yang dibeli. Ini memasukkan Syarat Analisa, Analisa Jangkauan, Customizations, Integrasi Sistem, Kebijakan Pemakai, Latihan Pemakai dan Pengantaran. Langkah ini sering diawasi oleh seorang Manajer Proyek yang memakai Metodologi Pengaturan Proyek yang disampaikan di Badan Pengaturan Proyek Pengetahuan. Pelaksanaan perangkat halus memerlukan beberapa profesional yang relatif baru sampai pengetahuan mendasarkan ekonomi seperti itu
Sedangkan pilot adalah Seorang penerbang adalah orang yang mengemudikan pesawat udara untuk kesenangan atau sebagai profesi. Kata dipergunakan kepada pilot, tetapi juga dimohon lebih luas memasukkan orang seperti navigator, penyerang, insinyur penerbangan, juru radar, dan perwira perang elektronik.
Apabila di gabung mendapat pengertian yang sangat luas di bidang computer
Penyambutan testingmungkin suatu penerimaan tentang sebuah hasil dari testing
(31).. sebutkan 2 tipe dari prototypes
Jawab Prototipe adalah macam asli, bentuk, atau kejadian sesuatu berfungsi sebagai contoh khas, dasar, atau standar untuk hal kategori sama lain.
2 tipe prototype yaitu:1. Proof-of-Principle Prototype (Model) (also menyebut telenan roti). Prototipe sejenis ini dipergunakan untuk menguji suatu aspek bentuk yang dimaksudkan dengan tidak mencoba persis membuat simulasi penampilan visual, terpilih bahan atau pembuatan yang dimaksudkan proses. Prototipe seperti itu bisa dipakai ke “prove” ke luar jalan menuju bentuk mungkin seperti tingkat nada gerakan, mekanika, sensors, arsitektur, dll. Model seperti ini sering dipergunakan untuk mengenali pilihan bentuk yang mana tidak akan bekerja, atau di mana perkembangan dan pengujian lebih lanjut perlu.
2.Form Study Prototype (Model). Prototipe sejenis ini akan membolehkan perancang menjelajahi ukuran, pandangan dan rasa dasar produk dengan tidak membuat simulasi fungsi sebenarnya atau penampilan visual produk yang persis. Mereka bisa menolong menilai faktor ergonomis dan menyediakan wawasan ke dalam aspek visual bentuk terakhir produk. Prototipe Studi bentuk ialah sering diukir dengan tangan atau menggunakan model dari bahan murah yang dipahat dengan mudah dengan mesin (e.g., urethane busa), tanpa mewakili

(32).. sebutkan tipe-tipe karakteristik yang mempengaruhi dalam pemilihan beberapa ’application packages’
JawabBungkus adalah distribusi perangkat halus dan metadata seperti nama lengkap perangkat halus, deskripsi maksudnya, bilangan versi, penjaja, checksum, dan daftar ketergantungan perlu untuk perangkat halus untuk berlari dengan semestinya. Pada instalasi, metadata disimpan di bungkus lokal database. Sistem pimpinan bungkus menyediakan metode konsisten perangkat halus memasang. Sistem pimpinan bungkus kadang-kadang diserahkan ke sebagai seorang manajer bungkus atau sistem memasang manajer.
Tipe dari bunkus itu haruslah berwarna-warni dapat menarik minat orang untuk membeli sebuah produkk tersebut.
• (33).. sebutkan keuntungan dan kekurangan dari menggunakan ’application packages’
Jawab””keuntungan ialah:
1. produk jadi terlindungi olh kuman-kuman
2. terjaga kesehatan
3. dan disukai oleh masyarakat
kerugiaan dari bungus tersebut adalah:
1.sampah jadi banyak
2terdapatnya bahan pengawet di dalam makanan
• (34).. jelaskan secara singkat 4 alternatif dalam pengembangan system?

• Jawab 4 alternatif dalam pengembangan system:
1.mengembangkan system suatu produk dalam sebuah perusahaan
2.mempromosikan produk
3.menjaga kwalitas produk
4.mengedepankan kesehatan para konsumer

Tugas Dasar dasar arsitektur komputer


NAMA: VASKO EDO GULTOM
NIM : 071402009

Tugas Dasar dasar arsitektur komputer

1). MAR (memory address register) adalah menjaga alamat memory data yang menjadi acuan .menjaga tempat alamat tempat memory data berikutnya dimana intruksi berikutnya di eksekusi

2). MBR(master boot record) adalah istilah atau sebutan untuk sektor pertama hard disk

3). Firmware adalah Program yang disisipkan ke dalam PROM (Programmable Read-Only Memory) untuk menjadi salah satu komponen tetap dalam piranti komputer seperti printer dan modem.

4). Batch processing adlah pelaksanaan program program (pekerjaan ) komputer tanpa interaksi dgn manusia

5). Abstract adalah Model teoritis Hardware computer atau system software digunakan teori automatic

6).SRAM(Statik random acces memory) adalah adalah sejenis memory semikonduktor dimana memory memegang isinya selama aliran listrik tetap berjalan

7).DRAM (dynamic random acces memory) tipe dari random memori akses. Menyimpan tiap tiap bit data didalam kapasitor tersendiri dalam sirkuit integrasi .Ram harus di refresh setiap waktu atau RAM akan kehilangan data yang telah disimpan

8). Interupt adlah dalam teknologi informasi merujuk kepada sebuah permintaan terhadap layanan dari cpu yang dibuat baik secara eksternal oleh sebuah perangkat keras (sebgai contoh oleh disk drive atau port I/O) atau secara internal oleh cpu itu sendiri

9). IR(instruction register) menjaga intruksi berikutnya dieksekusi. Bagian dari unit kontrolnya cpu itu menyimpan instruksi yang sedang dieksekusi

10). ISA adalah suatu aspek dalam arsitek computer yang dapat di lihat oleh para pemrogram dimana ISA merupakan sebuah spesifikasi dari kompulan semua kode kode biner(opcode) seperti type data ,instruksi ,registrasi,mode address,arsitektur memory ,interrupt ,exception handling ,dan eksternal I/O yg diimplementasikan dalam bentuk aslinya (native form)dalam sebuah design processor tertentu .

11). LLL(Low level programming language)adalah bahasa tingkat rendah ,yang menyediakan sedikit/tdk abstraksi dari processor computer ,dimana bahasa yang digunakan bahasa mesin (berupa kode kode biner)

12). HLL(high level programming language) bahasa pemrograman yang di mengerti manusia ,atau bisa disebut bahasa manusia yg memiliki sifat lebih mudah ,lebih portable ,antar flatform ,dan lebih abstrak

13). Clock rate adalah asa dasar putaran per detik (diukur dengan hertz) dimana computer melakukannya dengan seperti operasi operasi yg paling dasar misalnya menambahkan dua jumlah atau memindahkan nilai dari suatu registrasi processor ke registrasi processor lainnya

14). Bus merupakan jalur penghubung antar alat pada komputer yang digunakan sebagai media dalam proses melewatkan data pada suatu proses. Bus ini bisa dianggap sebagai sebuah pipa, dimana pipa atau saluran tersebut digunakan untuk mengirimkan dan menerima informasi antar alat yang dihubungkannya. Pada sistem komputer, bus ini termasuk perangkat internal, kecepatan pengiriman informasi melalui bus ini dilakukan dengan kecepatan tinggi.

15). Superscalar adalah istilah bagi processor yang mampu melakukan banyak instruksi setiap siklusnya ,dengan memnggunakan sebuah teknik yg disebut dengan pipelining

16). Benchmark adalah program computer yang sedang berjalan ,sekumpulan program ,operasi lain untuk menaksir performan relatif objek secara normal . menjalankan sejumlah tes standart dan mencobanya

17). Microprocessor adalah sebuah central processing unit (cpu) eletronik computer yang terbuat dari transistor mini dan sirkuit lainnya diatas sebuah sirkuit terintegrasi senikonduktor

18). Minicomputer adlah kls computer multi user yang dalam spectrum komputasi berada diposisi menengah dibawah computer kelas main frame (system multi user) dan sisterm computer single user seperti computer pribadi

19). Micro computer adalah sebuah kelas computer yang menggunakan microprocessor sebagi cpu utamanya

20). Super computer adalah sebuah computer yang terdepan,unggul dalam dunia dalam kapasitas ,proses terutama kecepatan perhitungan pd awal perkenalannya

21). Main frame adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa inggris yg mengacu kepada kelas tertinggi dari computer yg terdiri dari computer konputer yang mampu melakukan banyak tugas komputasi yang rumit dalam waktu yang singkat.

**terima kasih**

java sawaluddin bahan ujian


Introduction to Java Programming
Sawaluddin
Introduction
Course Objectives

Course Objectives
Upon completing the course, you will understand
Create, compile, and run Java programs
Primitive data types
Java control flow
Methods
Arrays (for teaching Java in two semesters, this could be the end)
Object-oriented programming
Core Java classes (Swing, exception, internationalization, multithreading, multimedia, I/O, networking, Java Collections Framework)
Course Objectives, cont.
You will be able to
Develop programs
Write simple programs using primitive data types, control statements, methods, and arrays.
Create and use methods
Develop a GUI interface and Java applets
Write interesting projects
Establish a firm foundation on Java concepts
Programming Concepts

Programming in the Big Picture?

What is JAVA?

Programming in the Big Picture?
What are Computers Used For?
– Word Processing (i.e., typing up some documents and printing them)
Business Applications (i.e., accounting, spreadsheets, presentations,…)
Engineering Applications (i.e., scientific analysis, simulations)
Database Management (i.e., police records, stock market, …)
Entertainment (i.e., games, multimedia applications, …)
Manufacturing (i.e., CAD/CAM, robotics, assembly, …)
Many more things

Who is Involved With Computers ?
System/Hardware Designers (The people that design computers and related products)
Manufacturers (The people that actually build and assemble computers)
Software Designers (The people that design applications to be used with the computers)
Programmers (The people that write computer programs to achieve working applications, games and other software packages).
User (The people that buy and use the software)

We are going to play the part of the Programmer in this course, although we will also be designing our programs (software) and hence we will also be the Software Designer. When we test our programs, we’ll pretend that we are the User. Testing is an important part of programming to ensure that the User is happy with software that is not full of Bugs!
What is program?
A program is traditionally known as
a sequence of instructions that can be executed by a computer to solve some problem.
Here, we will learn to write our own programs to solve some very simple problems. There are different styles (types) of programming:
procedural (structured)
logical (specifying constraints and conditions)
object-oriented

What is Object Oriented Programming ?
Object Oriented programming is
a method of programming that allows a programmer to build a more natural model of a “real world” problem within the computer.
based on the creation of objects which often represent their real world equivalent, but not always.

For example, consider the following programming scenario and try to come up with some objects that might be used in an object oriented program. Also, try to think of what operations might be needed to interact with the objects. That is, what information do we need to know about the objects and how do we get the information ?
Example: An Automated Bank Teller Machine (ATM)
Important Issues When Developing Software:
There are several important issues when developing any type of computer software. Any “good” software MUST adhere to these standards:
C orrectness – Make sure that your program does what it is supposed to do.
R obustness – Make sure that the program does not crash. Exhaustive testing helps prevent this.
I nterface Usability – Make sure that the interface is easy to use and intuitive.
S implicity – Keep the code as simple as possible, while still meeting requirements. Modifications are often required and hence code maintenance is a big issue.
P resentation and Documentation – Make sure that software is thoroughly documented for maintenance purposes. (Don’t forget about the TA’s that need to mark your assignments)
E fficiency – Make sure that the software is time and space efficient.

What Is Java?
History
Characteristics of Java

JAVA is:
An programming language from SUN Microsystems.
Object-Oriented
Interpreted

History
James Gosling and Sun Microsystems
Oak
Java, May 20, 1995, Sun World
HotJava
The first Java-enabled Web browser
JDK Evolutions
J2SE, J2ME, and J2EE (not mentioned in the book, but could discuss here optionally)
Characteristics of Java
Java is simple
Java is object-oriented
Java is distributed
Java is interpreted
Java is robust
Java is secure
Java is architecture-neutral
Java is portable
Java’s performance
Java is multithreaded
Java is dynamic

JDK Versions
JDK 1.02 (1995)
JDK 1.1 (1996)
Java 2 SDK v 1.2 (a.k.a JDK 1.2, 1998)
Java 2 SDK v 1.3 (a.k.a JDK 1.3, 2000)
Java 2 SDK v 1.4 (a.k.a JDK 1.4, 2002)
JDK Editions
Java Standard Edition (J2SE)
J2SE can be used to develop client-side standalone applications or applets.
Java Enterprise Edition (J2EE)
J2EE can be used to develop server-side applications such as Java servlets and Java ServerPages.
Java Micro Edition (J2ME).
J2ME can be used to develop applications for mobile devices such as cell phones.

This courses uses J2SE to introduce Java programming.
Java IDE Tools
Forte by Sun MicroSystems
Borland JBuilder
Microsoft Visual J++
WebGain Café
IBM Visual Age for Java
JCreator,
Etc

When programming in JAVA, you will usually use the following building blocks:
classes from the JAVA class libraries
classes you create yourself
classes that other people make available to you

Most of the classes that you make will be using other classes by creating and using objects belonging to that class.
Using the JAVA class libraries whenever possible is a good idea since
the classes are carefully written and are efficient.
it would be silly to write code that is already available to you.

Getting Started with Java Programming
A Simple Java Application
Compiling Programs
Executing Applications
A Simple Application
Example 1.1

//This application program prints Welcome
//to Java!

public class Welcome {
public static void main(String[] args) {
System.out.println(“Welcome to Java!”);
}
}
Creating and Compiling Programs
On command line

javac file.java
Executing Applications
On command line
java classname
Example
javac Welcome.java

java Welcome

output:…
Compiling and Running a Program
Anatomy of a Java Program
Comments
Package
Reserved words
Modifiers
Statements
Blocks
Classes
Methods
The main method
Comments
In Java, comments are preceded by two slashes (//) in a line, or enclosed between /* and */ in one or multiple lines. When the compiler sees //, it ignores all text after // in the same line. When it sees /*, it scans for the next */ and ignores any text between /* and */.
Package
The second line in the program (package chapter1;) specifies a package name, chapter1, for the class Welcome. Forte compiles the source code in Welcome.java, generates Welcome.class, and stores Welcome.class in the chapter1 folder.
Reserved Words
Reserved words or keywords are words that have a specific meaning to the compiler and cannot be used for other purposes in the program. For example, when the compiler sees the word class, it understands that the word after class is the name for the class. Other reserved words in Example 1.1 are public, static, and void. Their use will be introduced later in the courses.
Modifiers
Java uses certain reserved words called modifiers that specify the properties of the data, methods, and classes and how they can be used. Examples of modifiers are public and static. Other modifiers are private, final, abstract, and protected. A public datum, method, or class can be accessed by other programs. A private datum or method cannot be accessed by other programs. Modifiers are discussed in Chapter 6, “Objects and Classes.”
Statements
A statement represents an action or a sequence of actions. The statement System.out.println(“Welcome to Java!”) in the program in Example 1.1 is a statement to display the greeting “Welcome to Java!” Every statement in Java ends with a semicolon (;).
Blocks
Classes
The class is the essential Java construct. A class is a template or blueprint for objects. To program in Java, you must understand classes and be able to write and use them. The mystery of the class will continue to be unveiled throughout this book. For now, though, understand that a program is defined by using one or more classes.
Methods
What is System.out.println? It is a method: a collection of statements that performs a sequence of operations to display a message on the console. It can be used even without fully understanding the details of how it works. It is used by invoking a statement with a string argument. The string argument is enclosed within parentheses. In this case, the argument is “Welcome to Java!” You can call the same println method with a different argument to print a different message.
main Method
The main method provides the control of program flow. The Java interpreter executes the application by invoking the main method.

The main method looks like this:
public static void main(String[] args) {
// Statements;
}
Displaying Text in a Message Dialog Box
you can use the showMessageDialog method in the JOptionPane class. JOptionPane is one of the many predefined classes in the Java system, which can be reused rather than “reinventing the wheel.”
The showMessageDialog Method
JOptionPane.showMessageDialog(null, “Welcome to Java!”,”Example 1.2″, JOptionPane.INFORMATION_MESSAGE));

The exit Method
Use Exit to terminate the program and stop all threads.

NOTE: When your program starts, a thread is spawned to run the program. When the showMessageDialog is invoked, a separate thread is spawned to run this method. The thread is not terminated even you close the dialog box. To terminate the thread, you have to invoke the exit method.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XII/5
Pertemuan ke: 1,2,3,4,5
Alokasi Waktu : 10 x 45 menit (10 jam pelajaran)
Kompetensi Dasar : 3.1 Menyimak untuk memahami secara kreatif teks
seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana
Indikator :
• Memperlihatkan reaksi kinetik (menunjukkan
sikap memperhatikan, mencatat) terhadap

pembacaan puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah
sederhana yang diperdengarkan
• Menunjukkan reaksi verbal berupa komentar
terhadap konteks pembacaan puisi/prosa
fiksi/prosa faktual/ilmiah sederhana yang
didengar
• Menjelaskan makna kata konotatif yang
berbentuk ungkapan, pepatah, peribahasa,
atau majas yang tersurat dalam puisi/prosa
fiksi yang telah dibacakan
• Mengemukakan pesan yang tersirat dari
puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah sederhana yang
dibacakan
• Mengungkap unsur intrinsik prosa fiksi
(tokoh,penokohan, latar, plot,tema)/prosa
faktual (tujuan, masalah, metode pemecahan
masalah, penyimpulan), dan atau hakikat puisi
(tema, nada, rasa, amanat) secara kontekstual
I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu menjelaskan tentang hakikat apresiasi puisi
2. Siswa mampu memeberikan reaksi kinetik dan verbal dalam proses
apresiasi
3. Siswa mampu menjelaskan makna kata konotatif yang berbentuk
ungkapan, pepatah, peribahasa, atau majas yang tersurat dalam puisi/prosa
fiksi yang telah dibacakan
4. Siswa mampunmengemukakan pesan yang tersirat dari puisi/prosa
fiksi/prosa ilmiah sederhana yang dibacakan
5. Siswa mampu mengungkap unsur intrinsik prosa fiksi (tokoh,penokohan,
latar, plot,tema)/prosa faktual (tujuan, masalah, metode pemecahan
masalah, penyimpulan), dan atau hakikat puisi (tema, nada, rasa, amanat)
secara kontekstual

II. Materi Ajar:
1. Hakikat apresiasi
2. Proses apresiasi
3. Reaksi kinetik dan reaksi verbal
4. Prosa fiksi: pengertian; jenis (cerpen, novel); unsur intrinsik (tokoh,
penokohan, tema, alur, latar, sudut pandang)
5. Prosa faktual/ilmiah: artikel, iklan, pidato, khotbah; ciri-ciri; komponen
kebahasaan
6. Puisi: pengertian; hakikat puisi/unsur batin ( tema, nada, rasa,
pesan/amanat)
7. Karya sastra: puisi, cerpen, atau novel
III. Metode Pembelajaran: penugasan, tanya jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran:
A. Kegiatan awal :
Siswa membaca informasi tentang hakikat apresiasi sastra
B. Kegiatan inti :
1. Menyimak teks yang berupa puisi/prosa fiksi/prosa ilmiah yang
dibacakan
2. Mendiskusikan unsur intrinsik dan ekstrinsik prosa/puisi
3. Mendiskusikan tema, isi, dan bahasa teks ilmiah
4. Memberikan reaksi apresiatif baik secara kinetik maupun verbal
terhadap teks yang telah dibacakan
5. Mengasosiasikan karya sastra atau teks ilmiah yang dibacakan
dengan konteks kehidupan nyata
6. Membacakan kembali teks secara bergiliran, baik secara individual,
maupun kelompok
7. Mengevaluasi isi teks yang telah dibaca ulang secara logis
8. Memperagakan perwatakan tokoh & penokohan teks prosa fiksi/
mendramatisasikan puisi yang telah dibaca
9. Menyusun simpulan tentang pesan yang tersirat dari teks yang
dibaca
C. Kegiatan akhir : melaksanakan evaluasi.

V. Alat/Bahan /Sumber Belajar:
1. Burhan Nurgiyantoro. (1995). Teori Kajian Prosa Fiksi
2. Herman Waluyo. (1992). Teori dan Apresiasi Puisi.
3. Artikel ilmiah/ sastra dari surat kabar
4. Televisi/Tape recorder/VCD yang berisi rekaman pembacaan puisi/khutbah,
dramatisasi, dsb.
VI. Penilaian:
Jenis tes: tulis, lisan
Bentuk tes: objektif, uraian

1. Mengomentari teks sastra/ilmiah sederhana
yang telah dibacakan
2. Menjelaskan makna idiomatik yang terkandung
dalam teks sastra (cerpen, puisi, novel) seperti
pepatah, peribahasa, serta majas
3. Menjelaskan pesan yang tersirat dari teks
sastra tersebut
4. Mengungkapkan unsur intrinsik dan ekstrinsik
(identitas pengarang; nama; karya-karay
utama, dll) dari karya sastra yang telh
dibacakan
5. Menceritakan kembali isi cerita yang telah
dibasakan dengan kalimat sendiri
6. Meramalkan kelanjutan cerita yang telah
selesai dibacakan dengan baik
7. Mengidentifikasi makna dan pesan yang
tersirat dari pilihan kata dalam teks sastra yang
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XII/5
Pertemuan ke-: 6,7,8,9,10
Alokasi Waktu : 10 x 45 menit (10 jam pelajaran)

Kompetensi Dasar : 3.2 Mengapresiasi secara lisan teks seni berbahasa
dan teks ilmiah sederhana

Indikator :

telah dibackan

8. Mengaitkan istilah dalam teks sastra yang
dibacakan dengan kehidup sehari-hari
9. Menyatakan tanggapan terhadap isi dan cara
penyajian karya yang telah dibaca
I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu mengomentari teks sastra/ilmiah sederhana yang telah
dibacakan
2. Siswa mampu menjelaskan makna idiomatik yang terkandung dalam teks
sastra (cerpen, puisi, novel) seperti pepatah, peribahasa, serta majas
3. Siswa mampu menjelaskan pesan yang tersirat dari teks sastra tersebut
4. Siswa mampu mengungkapkan unsur intrinsik dan ekstrinsik (identitas
pengarang; nama; karya-karya utama, dll) dari karya sastra yang telah
dibacakan
5. Siswa mampu menceritakan kembali isi cerita yang telah dibacakan
dengan kalimat sendiri

6. Siswa mampu meramalkan kelanjutan cerita yang telah selesai dibacakan
dengan baik
7. Siswa mampu mengidentifikasi makna dan pesan yang tersirat dari pilihan
kata dalam teks sastra yang telah dibackan
8. Siswa mampu mengaitkan istilah dalam teks sastra yang dibacakan
dengan kehidup sehari-hari
9. Siswa mampu menyatakan tanggapan terhadap isi dan cara penyajian
karya yang telah dibaca
II. Materi Ajar:
1. Teks sastra (puisi, cerpen, novel)
2. Teks ilmiah sederhana (tajuk rencana, artikel
3. Diksi: ungkapan, majas, peribahasa
4. Makna idiomatik; makna konotatif; makna denotatif
5. Unsur intrinsik puisi: tema, nada, rasa, rima, amanat
6. Unsur intrinsik prosa: tokoh, penokohan, plot, latar, sudut pandang, tema,
amanat
III. Metode Pembelajaran: penugasan, tanya jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran:
A. Kegiatan awal :
1. Siswa membaca informasi tentang unsur intrinsik dan ekstrinsik karya
sastra
2. Siswa menyimak pembacaan teks karya sastra.
B. Kegiatan inti :
1. Siswa mengomentari teks sastra/ilmiah sederhana yang telah
dibacakan
2. Siswa menjelaskan makna idiomatik yang terkandung dalam teks
sastra (cerpen, puisi, novel) seperti pepatah, peribahasa, serta majas
3. Siswa menjelaskan pesan yang tersirat dari teks sastra tersebut
4. Siswa mengungkapkan unsur intrinsik dan ekstrinsik (identitas
pengarang; nama; karya-karay utama, dll) dari karya sastra yang telh
dibacakan
5. Siswa menceritakan kembali isi cerita yang telah dibacakan dengan
kalimat sendiri
6. Siswa meramalkan kelanjutan cerita yang telah selesai dibacakan
dengan baik
7. Siswa mengidentifikasi makna dan pesan yang tersirat dari pilihan kata
dalam teks sastra yang telah dibackan
8. Siswa mengaitkan istilah dalam teks sastra yang dibacakan dengan
kehidup sehari-hari

9. Siswa menyatakan tanggapan terhadap isi dan cara penyajian karya
yang telah dibaca
D. Kegiatan akhir : melaksanakan evaluasi.
V. Alat/Bahan /Sumber Belajar:
5. Burhan Nur-giyantoro. (1995). Teeori Kajian Prosa Fiksi
6. Herman Waluyo. (1992). Teori dan Apresiasi Puisi.
7. Artikel ilmiah/ sastra dari Surat Kabar
8. Televisi/Taperecorder/VCD yang berisi rekaman pembacaan
puisi/khutbah, dramatisasi, dsb.
9. Abdul Chaer. (1992). Semantik B. Indonesia
VI. Penilaian:
Jenis tes: tulis, lisan
Bentuk tes: objektif, uraian

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XII/5
Pertemuan ke: 11, 12,13
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (6 jam pelajaran)
Kompetensi Dasar : 3.3 Menulis proposal untuk kegiatan ilmiah
sederhana
Indikator :
• kerangka proposal dibuat sesuai dengan
konteks kegiatan yang ditentukan

• rancangan proposal yang berkonteks kegiatan
keahlian disusun dengan baik.
I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu membuat kerangka proposal sesuai dengan konteks
kegiatan yang ditentukan
2. Siswa mampu menyusun rancangan proposal yang berkonteks kegiatan
keahlian dengan baik.
II. Materi Ajar:
1. Pengertian proposal
2. Sistematika proposal
3. Bahasa proposal
III. Metode Pembelajaran: penugasan, tanya jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran:
A. Kegiatan awal :
Siswa membaca informasi tentang penyusunan proposal
B. Kegiatan inti :
1. Siswa merumuskan judul kegiatan yang diajukan dalam proposal
2. Siswa menyusun kerangka isi proposal sesuai dengan sistematika
3. Siswa mendiskusikan bahan rujukan/referensi yang dibutuhkan
4. Siswa menyusun proposal dengan bahasa yang baik dan benar

E. Kegiatan akhir : melaksanakan evaluasi.
V. Alat/Bahan /Sumber Belajar:
10. Parera, J.D. (1988). Menulis Tertib dan Sistematik
11. Akhadiah, S. (1988). Modul Menulis II
VI. Penilaian:
Jenis tes: tulis, lisan
Bentuk tes: objektif, uraian

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XII/5
Pertemuan ke: 14,15, 16
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (6 jam pelajaran)
Kompetensi Dasar : 3.4 Menulis surat dengan memperhatikan jenis
surat

Indikator :

• Menulis surat pemberitahuan/edaran sesuai
dengan aturan dan tujuan komunikasi
• Menulis surat undangan sesuai dengan aturan
dan tujuan komunikasi
• Menulis surat lamaran pekerjaan sesuai
dengan aturan dan tujuan komunikasi
I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu menulis surat pemberitahuan/edaran sesuai dengan
aturan dan tujuan komunikasi
2. Siswa mampu menulis surat undangan sesuai dengan aturan dan
tujuan komunikasi
3. Siswa mampu menulis surat lamaran pekerjaan sesuai dengan aturan
dan tujuan komunikasi
II. Materi Ajar:
1. Pengertian surat
2. Format surat
3. Jenis-jenis surat
4. Bahasa Surat
5. Contoh-contoh surat: pemberitahuan, edaran, undangan, lamaran kerja
III. Metode Pembelajaran: penugasan, tanya jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran:
A. Kegiatan awal :
Siswa membaca informasi tentang surat edaran, undangan, lamaran
kerja, penawaran, perjanjian.

B. Kegiatan inti :
1. Mengamati berbagai jenis surat dari berbagai format dan jenis surat
2. Mengklasifikasikan teks surat ke dalam karakteristik tertentu sesaui
dengan format dan jenis surat
3. Menganalisis surat dari segi ciri dan bahasa surat
4. Membuat surat pemberitahuan/edaran/ undangan/surat lamaran
pekerjaan/penawaran/pesanan/perjanjian sesuai dengan tema yang
ditugaskan
F. Kegiatan akhir : melaksanakan evaluasi.
V. Alat/Bahan /Sumber Belajar:
12. Lamudin Finoza. (2004-2005). Surat-Menyurat Resmi Indonesia
13. Akhadiah, S. (1987). Modul Menulis I
VI. Penilaian:
Jenis tes: tulis, lisan
Bentuk tes: objektif, uraian

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : XII/5
Pertemuan ke-: 17,18
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (6 jam pelajaran)

Kompetensi Dasar : 3.5 Menulis laporan ilmiah sederhana

Indikator :

• Merumuskan tema laporan
• Menyusun sistematika laporan
• Merencanakan rancangan isi laporan
• Menyusun isi laporan
I. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu merumuskan tema laporan
2. Siswa mampu menyusun sistematika laporan
3. Siswa mampu merencanakan rancangan isi laporan
4. Siswa mampu menyusun isi laporan
II. Materi Ajar:
1. Pengertian Menulis laporan ilmiah
2. Sistematika penulisan laporan ilmiah
3. Langkah-langkah menulis laporan
4. Teknik penulisan daftar pustaka
5. Teknik pengutipan
6. Teknik penulisan catatan kaki
7. Teknik penulisan istilah
8. Format penulisan
9. Fisik laporan: Jenis kertas, ukuran kertas,dsb.
III. Metode Pembelajaran: penugasan, tanya jawab
IV. Langkah-langkah Pembelajaran:
A. Kegiatan awal :
Siswa membaca informasi tentang laporan ilmiah.

B. Kegiatan inti :
1. Siswa menganalisis contoh laporan ilmiah
2. Siswa mengidentifikasi format dan konteks laporan ilmiah yang telah
dianalisis
3. Siswa merencanakan tulisan laporan ilmiah sesuai dengan kegiatan
yang telah dilakukan (misalnya hasil kegiatan praktik kerja
industri/lapangan)
4. Siswa menyusun kerangka laporan sesuai dengan ketentuan
5. Siswa menulis laporan ilmiah sederhana secara lengkap dan sesaui
dengan kerangka yang telah ditetapkannya
G. Kegiatan akhir : melaksanakan evaluasi.
V. Alat/Bahan /Sumber Belajar:
14. Gorys Keraf Komposisi Bahasa Indonesia
15. KBBI
16. Contoh-contoh Laporan ilmiah
17. Bambang Kaswanti Purwo. (1992). Menulis Laporan Teknik
VI. Penilaian:
Jenis tes: tulis, lisan
Bentuk tes: objektif, uraian
Jakarta, 2 Juli 2008
Mengetahui Guru Mata Diklat
Kepala SMK Negeri 8 Jakarta
Dr. Sugiarto, M.Ed. Dra. Khodijah
NIP 131470016 NIP 131598790

buku pedoman tpl ’07 di usu


Bab 1
Informasi Umum

1.1 Sejarah Singkat FMIPA USU

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara didirikan pada tanggal 25 Agustus 1965. Fakultas ini pada mulanya bernama Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam, Universitas Sumatera Utara (FIPIA USU). Usaha pendirian FIPIA USU sudah dirintis sejak tahun 1959 melalui proses yang panjang dan berliku-liku dalam berbagai Rapat/sidang di Fakultas Teknik USU dan juga Rapat/Sidang pimpinan USU yang ketika itu disebut Rapat “Presiden dan Asesor”. Usaha untuk mendirikan FIPIA USU dilakukan oleh Bapak Prof. A.T. Barus yang menjadi staf pengajar di Fakultas Teknik USU.
Setelah terbentuknya Panitia “Pembentukan FIPIA USU”, maka nama-nama panitia dikirim kepada Kepala Biro Koordinasi Perguruan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Pengajaran (PP&K) di Jakarta dengan surat nomor D/3420/6/Upen/K tanggal 23 Desember 1959 oleh Prof. dr.A.Sofjan, waktu itu menjabat sebagai Presdien USU. Adapun susunan Pantia Pembentukan FIPIA USU tersebut adalah :

Ketua Umum : Prof. dr. A. Sofjan (Presiden USU)
Ketua : Prof. G.A. de Neve (Dosen Fakultas Teknik USU)
Sekretaris : A.T. Barus, M.Sc. (Dosen Fakultas Teknik USU)
Anggota :
1. Prof. S.K. Mukherjee (Guru Besar pada Fakultas Pertanian USU)
2. Lie Chien Chian (Apoteker pada Apotik Deli Medan)
3. Prof. Ir. F. Althusius (Guru Besar pada Fakultas Kedokteran USU)
4. Prof. Drs. C.H.D. Steinmetz (Guru Besar pada Fakultas Kedokteran USU)
5. Prof. J.C. van Meer Mohr (Guru Besar pada Fakultas Kedokteran USU)
6. Overste Nelang Sembiring (Asisten Peperda/Kepala Staf Pempen T & T I)
7. Prof. G.O.F. Dengel (Guru Besar pada Fakultas Pertanian USU)
8. Prof. J.E.W. Heubult (Guru Besar pada Fakultas Pertanian USU)
9. drs. C.C. Siregar (Lektor Muda pada Fakultas Kedokteran USU)
10. O..M. Lumbantobing (Inspektur Kepala Dinas Kehutanan Daerah Swatantara Tk-I Sumatera Utara, Daswati-I Sumut)
11. M. Sumardi (Inspektur Kepala Dinas Perikanan Darat Daswati-I Sumut)
12. R. Amin Katamsi (Inspektur Kepala Dinas Perikanan Laut Daswati-I Sumut)
13. Amiruddin Nasution (Inspektur Kepala Dinas Pertanian Daswati-I Sumut)
14. R. Suratman (Inspektur Kepala Dinas Kehewanan Daswati-I Sumut)
15. drs. Harmani Subandi, Apt. (Apoteker pada Apotek Subur di Medan)
16. Manis Manik (Ketua Gappersu Medan)
17. Rajamin Lubis (Ketua PPN Medan)

Kemudian Presiden USU meminta kepada Menteri PP dan K yang waktu itu dijabat oleh Prof. dr. Prijono melalui surat nomor D/526/Upen/K, tanggal 5 April 1960 agar menetapkan Panitia Pembentukan FIPIA USU tersebut di atas mulai tanggal 11 Januari 1960. Menteri PP dan K menanggapi usul tersebut dan suratnya nomor 714228/S tanggal 25 Agustus 1960, meminta agar Susunan Pimpinan Fakultas dan Daftar Nama Dosen-dosenya segera dikirim ke Jakarta. Panitia mulai menyusun program dan mencari calon staf dosen FIPIA USU, namun akibat terjadinya pergolakan di USU yang mengakibatkan pindahnya Prof. G.A. de Neve ke Bandung, berakibat kegiatan mempersiapkan berdirinya FIPIA USU terhenti buat sementara waktu.
Pada tahun 1962, datanglah tiga orang dosen ke USU yaitu drs. P.Siagian, drs.P.B. Simanjuntak (keduanya Jurusan Matematika), serta Ir. Kardi Yusuf (Jurusan Fisika), ketiganya bertugas di Fakultas Teknik USU. Dengan adanya ketiga orang ini, ide pembentukan FIPIA USU kembali dimunculkan dalam sidang-sidang Fakultas Teknik USU. Namun dengan adanya pergolakan baru di USU yang mengakibatkan jatuhnya Presiden USU Prof. dr. A. Sofjan yang kemudian digantikan oleh sebuah Presdium pada tahun 1963, maka rencana pendirian FIPIA USU kembali ditangguhkan (surat Presdium nomor D/97/O/Upen/K, tanggal 8 Januari 1964).
Pada awal tahun 1965, keadaan USU sudah stabil dan saat itu Rektor USU dijabat oleh drg. Nazir Alwi, persiapan untuk mendirikan FIPIA USU dirasa sudah cukup matang dan disepakati untuk membuka FIPIA USU dengan tiga jurusan sekaligus, yaitu Matematika, Fisika dan Kimia. Selanjutnya, rencana ini, diteruskan oleh Rektor USU drg. Nazir Alwi ke Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang saat itu dijabat oleh Brigjen dr. Syarief Thajeb untuk mendapatkan persetujuan. Akhirnya ditetapkanlah pendirian FIPIA USU pada tanggal 25 Agustus 1965 dengan Surat Keputusan Menteri PTIP No.190/1965 tertanggal September 1965. Walupun SK pendirian baru dikeluarkan pada bulan September, namun pimpinan FIPIA USU telah dilantik oleh Menteri PTIP tanggal 25 Agustus 1965, dengan susunan sebagai berikut :

• Dekan : Andreas Teman Barus, M.Sc.
• Pembantu Dekan I : drs. Pemimpin Siagian (Alm)
• Pembantu Dekan II : drs. Djendaita Pinem (Alm)
• Pembantu Dekan III : drs. Raden Achmad Soekemi, Apt. (Alm)

Dengan berdirinya FIPIA USU, maka untuk tahun ajaran 1965/1966 dimulailah penerimaan mahasiswa baru untuk tiga jurusan, yaitu Jurusan Matematika (Ketua Jurusan drs. P.Siagian), Jurusan Fisika (Ketua Jurusan A.T. Barus, M.Sc), dan Jurusan Kimia (Ketua Jurusan drs. R.A. Soekemi, Apt.). Seluruh kegiatan termasuk proses belajar-mengajar dilakukan dengan menumpang di Gedung Fakultas Teknik USU yang berada di Jl.Sun Yat Sen No.52.

1.2 Sejarah Singkat Program Studi
Program Studi Teknik Perangkat Lunak Strata-1 (S-1) didirikan pada tahun 2007 melalui SK DIKTI No 1629/D/T/2007 tanggal 6 Juli 2007 yang dalam masa awal pembukaannya dikelola di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara (FMIPA USU). Program studi ini diharapkan menjadi cikal bakal bagi pembukaan satu fakultas tersendiri yang berkonsentrasi pada bidang ilmu komputer dan teknologi informasi. Sejalan dengan itu, pada masa mendatang akan dapat pula dibuka beberapa program studi baru yang berada di bawah Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi tersebut seperti program studi Sains Informasi, program studi Teknologi Multimedia, program studi Manajemen dan Administrasi Sistem Informasi, dan lain lain. Sementara itu, program studi Ilmu Komputer yang telah lebih dahulu dibuka dan sekarang ini sudah di bawah naungan FMIPA USU, dapat pula disatukan sebagai salah satu departemen pada Fakultas Sains dan Teknologi Informasi yang akan dibuka tersebut.

1.3 Pimpinan Program Studi
Ketua : Dr. Opim S. Sitompul, M.Sc.
Sekretaris : Drs. Sawaluddin, M.IT.
Kepala Laboratorium : -
Kepala Sub Bag. Tata Usaha : -
PUMC : Sakino

Bab 2
Visi, Misi dan Tujuan Program Studi

2.1 Visi dan Misi Universitas Sumatera Utara
Pembukaan Program Studi Teknik Perangkat Lunak Strata-1 (S-1) USU adalah dalam rangka mendorong tercapainya visi dan misi Universitas Sumatera Utara.
2.1.1 Visi Universitas Sumatera Utara
Visi Universitas Sumatera Utara adalah: The University for Industry.
2.1.2 Misi Universitas Sumatera Utara
Untuk mencapai visi tersebut, USU mengemban misi sebagai berikut:
 Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat akademik dan atau profesional dengan kemampuan menerapkan, mengembangkan, dan memperkaya ilmu penge-tahuan, teknologi dan seni;
 Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, dan pengembangan penerapannya untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dan mem-perkaya kebudayaan nasional;
 Memperluas partisipasi dalam pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam pembelajaran, dan pemodernisasian cara pembelajaran.
2.2 Visi dan Misi Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak USU
Sejalan dengan visi dan misi Universitas Sumatera Utara, Program Studi Teknik Perangkat Lunak Strata-1 (S-1) mempunyai visi dan misi yang secara umum bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Universitas Sutara Utara.
2.2.1 Visi
Menjadi penyelenggara pendidikan yang profesional dan pusat pengembangan ilmu pengatahuan dalam bidang ilmu dan Teknik Perangkat Lunak di Sumatera khususnya, dan di Indonesia umumnya.

2.2.2 Misi
Untuk mencapai visi tersebut, maka dirumuskanlah misi Program Studi Teknik Perangkat Lunak Strata-1 (S-1) USU sebagai berikut:
 Menyelenggarakan pendidikan yang efektif, efisien dan berkesinambungan dalam bidang ilmu Teknik Perangkat Lunak yang mendukung peningkatan sumber daya manusia di lingkungan industri, pendidikan, jasa dan layanan masyarakat.
 Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagaimana dituntut oleh pasar kerja dan masyarakat serta memiliki moral yang tinggi.
 Menumbuhkan dan mengembangkan pengalaman meneliti dalam bidang ilmu Teknik Perangkat Lunak serta menyebarluaskan hasilnya melalui publikasi dan pertemuan ilmiah.
2.3 Tujuan Pembukaan Program Studi Teknik Perangkat Lunak
Pendidikan Program Studi S1 Teknik Perangkat Lunak yang dibuka ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di pasar tenaga kerja global, serta memiliki pengetahuan yang cukup untuk melanjutkan studi dalam bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. Kemampuan yang dimiliki oleh para lulusan berupa pengetahuan dan ketrampilan dalam memanfaatkan komputer dalam proses rekayasa, menguasai teknik dan metode penyelesaian masalah (problem solving) berbantuan komputer, serta mampu mengembangkan kegiatan penelitian terpakai dan mampu meneruskan studi lanjutan.
Lulusan Program Studi Teknik Perangkat Lunak, diharapkan juga memiliki kemampuan berfikir dan menulis secara jelas, efektif dan kritis, serta dapat berkomunikasi dengan tepat, meyakinkan dan berbobot. Lulusan juga harus mempunyai pemahanan dan pengalaman yang memadai dalam berfikir secara sistematis mengenai persoalan-persoalan moral dan etika.
Pendidikan Program Teknik Perangkat Lunak FMIPA USU menawarkan jumlah kredit semester sebesar 144 SKS, yang dapat diselesaikan dalam kurun waktu 4 (empat) tahun. Mahasiswa yang telah memperoleh 144 SKS dan tidak memiliki nilai D dan E, serta telah memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan, akan dinyatakan lulus sebagai Sarjana Teknik Perangkat Lunak dengan gelar S.Kom.

2.4 Perkiraan Lapangan Pekerjaan Lulusan
Lulusan Program Studi S1 Teknik Perangkat Lunak yang dihasilkan, diharapkan menjadi tenaga profesional TI yang berkualifikasi sebagai sistem engineer, sistem analis, sistem desainer dan/atau programmer teknologi informasi dalam lapangan pekerjaan sebagai berikut:
1. Departemen Komunikasi dan Informasi pada instansi-instansi pemerintahan.
2. Departemen Teknologi Informasi pada lembaga-lembaga BUMN.
3. Lembaga-lembaga perbankan dan keuangan lainnya yang memerlukan dukungan teknologi informasi.
4. Lembaga-lembaga yang berkecimpung dalam teknologi multimedia.
5. Perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia layanan media informasi elektronik.
6. Perusahaan-perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang teknologi informasi.
7. Perusahaan-perusahaan atau lembaga swasta lainnya yang membutuhkan tenaga profesional teknologi informasi.
8. Menjadi wiraswasta profesional yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di bidang teknologi informasi.

Bab 3
Kurikulum

3.1 Kompetensi Lulusan

Teknik Perangkat Lunak (Software Engineering) bertujuan untuk menerapkan sebuah pendekatan yang sistematik, berdisiplin dan terukur terhadap pengembangan, pengoperasian, dan pemeliharaan perangkat lunak. Disiplin ilmu teknik perangkat lunak meliputi pengetahuan, perkakas (tools) dan metode untuk menentukan kebutuhan perangkat lunak, serta melaksanakan tugas-tugas desain, pembangunan, pengujian, dan perawatan perangkat lunak. Teknik perangkat lunak menerapkan prinsip-prinsip dan praktek-praktek keteknikan terhadap pembuatan perangkat lunak yang handal, efisien dan ekonomis. Akar dari disiplin ilmu ini adalah teori dan matematika yang diterapkan dalam ilmu komputer. Akan tetapi, pengetahuan ini dibawa lebih jauh ke arah aplikasi-aplikasi kreatif antara lain seperti: sistem kendali untuk kenderaan, pesawat udara, proses-proses industri; animasi, video interaktif, virtual reality, sistem-sistem komersial untuk perbankan dan analisis finansial; dan sistem kesehatan untuk analisis sistem biologi dan pengendalian sistem terapi. Teknik perangkat lunak juga memerlukan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu lain seperti teknik komputer, ilmu komputer, manajemen, matematika, manajemen proyek, manajemen mutu, ergonomi perangkat lunak, dan teknik sistem.
Lulusan program studi ini (disebut software engineer) dapat bekerja sebagai pegawai atau kontraktor yang bekerja dalam bidang bisnis, agen pemerintah (sipil atau militer), dan organisasi-organisasi non-profit. Selain itu, lulusan program studi ini juga dapat bekerja mandiri sebagai tenaga-tenaga freelance. Sebagian organisasi memerlukan spesialis untuk melaksanakan masing-masing tugas dalam proses pengembangan perangkat lunak. Spesialisasi ini meliputi: bidang industri (analis, arsitek, pengembang, penguji, dukungan teknis dan manajer) dan dalam bidang akademis (tenaga pendidik, dan peneliti).

3.2 Daftar Mata Kuliah

Daftar dan distribusi mata kuliah untuk program studi S1 Teknik Perangkat Lunak FMIPA USU adalah sebagai berikut:

Semester 1
No Kode Mata Kuliah SKS
1 UNI107 Bahasa Indonesia 2
2 UNI108 Bahasa Inggris I (Percakapan) 2
3 UNI109 Ilmu Alamiah Dasar 2
3 TIF101 Pengantar Teknologi Informasi 3
4 TIF102 Dasar-Dasar Web 3
5 TPL101 Dasar-dasar Pemrograman 3
6 MAT101 Pengantar Kalkulus 3
7 TPL104 Praktikum Dasar-dasar Pemrograman 1
8 TIF104 Praktikum Dasar-Dasar Web 1
Sub Total Semester-1: 20

Semester 2
No Kode Mata Kuliah SKS
1 UNI10x Pendidikan Agama 2
2 UNI106 Pendidikan Kewarganegaraan 2
3 UNI110 Bahasa Inggeris II (Writing) 2
4 MAT102 Probabilitas dan Statistika 3
5 MAT103 Matematika Diskrit 3
6 TPL102 Pemrograman Berorientasi Objek 2
7 TPL103 Sistem Database 2
8 TIF103 Sistem Operasi Linux 2
9 TPL105 Praktikum PBO 1
10 TPL106 Praktikum Sistem Database 1
11 TIF105 Praktikum Linux 1
Sub Total Semester-2: 21

Semester 3
No Kode Mata Kuliah SKS
1 MAT201 Metode Numerik 3
2 MAT202 Aplikasi Persamaan Differensial Biasa 3
3 TIF201 Prinsip-prinsip Manajemen Teknik & Ekonomi 3
4 TIF202 Dasar-dasar Arsitektur Komputer 2
5 TIF203 Manajemen Informasi dan TI 2
6 TPL201 Pemrograman Java 2
7 TPL202 Struktur Data dan Algoritma 2
8 TPL206 Praktikum Pemrograman Java 1
9 TPL207 Praktikum Struktur Data dan Algoritma 1
Sub Total Semester-3: 19

Semester 4
No Kode Mata Kuliah SKS
1 MAT203 Coding Theory 2
2 MAT204 Teori Graph 3
3 TIF204 Pengantar Teori Automata 2
4 TIF205 Jaringan Komputer 2
5 TPL203 Teknologi Pengembangan Aplikasi Web 2
6 TPL204 Pengukuran dlm Pengembangan Perangkat Lunak 3
7 TPL205 Proses Perangkat Lunak 3
8 TIF206 Praktikum Jaringan 1
9 TPL208 Praktikum Teknologi Aplikasi Web 1
Sub Total Semester-4: 19

Semester 5
No Kode Mata Kuliah SKS
1 UNI301 Etika Profesi 2
2 TIF301 Kecerdasan Buatan dan Sistem Cerdas 2
3 TPL301 Keamanan Sistem Informasi 3
4 TPL303 Kebutuhan dan Spesifikasi Perangkat Lunak 3
5 TPL302 Bahasa-bahasa Query 2
6 TPL304 Desain Perangkat Lunak 2
7 TIF304 Praktikum AI 1
8 TPL309 Praktikum Bahasa Query 1
9 TPL310 Praktikum Desain Perangkat Lunak 1
Sub Total Semester-5: 17

Semester 6
No Kode Mata Kuliah SKS
1 TIF302 Teknik Penulisan Karya Ilmiah 2
2 TIF303 Pengantar Komputer Grafik 2
3 TPL305 Pemrograman .NET 2
4 TPL306 Prinsip-prinsip Kompiler 2
5 TPL307 Arsitektur Perangkat Lunak 3
6 TPL308 Desain Antarmuka Pemakai 3
7 TPL35x Pilihan 1: 2
8 TPL311 Praktikum .NET 1
9 TIF305 Praktikum Komputer Grafik 1
10 TPL312 Praktikum Kompiler 1
Sub Total Semester-6: 19

Semester 7
No Kode Mata Kuliah SKS
1 TPL401 Pengenalan Multimedia: Internet dan Web 2
2 TPL402 Teknologi XML 2
3 TPL403 Sistem Database Client-Server 2
4 TPL404 Semantic Web 2
5 TPL405 Manajemen dan Kendali Mutu dalam Pengemb. s/w 3
6 TPL410 Seminar Proposal 2
7 TPL45x Pilihan 2: 2
8 TPL407 Praktikum Multimedia 1
9 TPL408 Praktikum XML 1
10 TPL409 Praktikum Client-Server 1
Sub Total Semester-7: 18

Semester 8
No Kode Mata Kuliah SKS
1 TPL406 Proyek Desain dan Pengembangan s/w 3
3 TPL46x Pilihan 3: 2
4 TPL411 Tugas Akhir 6
Sub Total Semester-8: 11

Mata Kuliah Pilihan
Kode Nama Mata Kuliah Pilihan 1 (2 sks)
TPL351 Pemrograman Visual LISP
TPL352 Implementasi Semantik Web
TPL353 Desain dan Analisis Algoritma

Kode Nama Mata Kuliah Pilihan 2 (2 sks)
TPL451 Data Warehouse
TPL452 Information Retrieval systems
TPL453 Neural Networks

Kode Nama Mata Kuliah Pilihan 3 (3 sks)
TPL461 Database Multimedia
TPL462 Web Mining
TPL463 Pengenalan Komputasi Bioinformatika

3.3 Deskripsi singkat Mata Kuliah

TIF101 – Pengantar Teknologi Informasi ( 3 SKS )

Deskripsi: Pengenalan kepada teknologi informasi meliputi pengertian dan penggunaan teknologi informasi dalam kehidupan, skenario perkembangan terkini teknologi informasi di dunia, khususnya di Indonesia. Topik-topik yang dibahas di antaranya perangkat keras komputer, perangkat lunak, pembangunan sistem informasi, jenis-jenis sistem informasi, isu-isu dalam peluang, etika, keselamatan, kesehatan, sosial, dan perkembangan teknologi untuk masa mendatang.

SKS: 3
REFERENSI:
1. Shelly, G.B., Cashman, T.J., Vermaat, M.E., & Walker, T.J. 2003. Discovery Computer, ITP, Singapore.
2. Sitompul, Darwin. 1994. Pengenalan komputer dan dasar-dasar DOS. Intermasa, Jakarta.
3. Turban, E.,R. Kelly Rainer, J.R, Richard E.Potter, 2002, Introduction to Information Technology, John Wiley, USA.

TIF102 – Dasar-Dasar Web ( 3 SKS )

Deskripsi: Pengenalan Internet dan dasar-dasar web termasuk komunikasi dan informasi elektronik, HTML dasar dan editor WYSYWYG, desain halaman web, imej digital, serta implementasi dan perawatan situs web. Kuliah disertai dengan praktikum di laboratorium Internet.
SKS: 3/1
REFERENSI:
1. Deitel, H.M., Deitel, P.J. & Nieto, T.R., 2002, Internet & World Wide Web: How to Program, Prentice Hall, New Jersey.

TPL101 – Dasar-dasar Pemrograman ( 3 SKS )

Deskripsi: Kuliah pertama dalam runtunan pengenalan kepada pemrograman yang diperlukan untuk semua mahasiswa teknologi informasi. Topik-topik yang dibahas meliputi jenis-jenis data dasar, operasi aritmatika dan logika, struktur kendali dan penanganan error, metode dan fungsi, serta pengenalan pada desain dan implementasi pemrograman berorientasi-objek. Penekannannya adalah pada pengembangan keahlian penyelesaian masalah. Kuliah ini disertai dengan praktikum bahasa pemrograman C/C++ di laboratorium pemrograman dan pemberian proyek-proyek pemrograman.

SKS: 3/1
REFERENSI:
1. Sitompul, O. S. 2007. Pemrograman C di Lingkungan Linux. USU Press, Medan, Indonesia.
2. Deitel, H.M., Deitel, P.J, 2005, C: How to Program, Prentice Hall, New Jersey
3. Kernighan, B. W., Ritchie, D. M., 1988, The C Programming Langguage 2nd Ed., Prentice Hall, New Jersey.

UNI10x – Pendidikan Agama ( 2 SKS )
UNI101 – Pendidikan Agama Islam

Deskripsi: Mata kuliah ini di samping untuk memberikan kekayaan pemikiran juga diharapkan dapat membekalkan kekayaan hati kepada mahasiswa dengan motivasi iman atas perlunya pengembangan sains dan teknologi bagi kemanusiaan. mata kuliah ini menguraikan: manusia dan agama: makhluk, khalik, risalah, arkanul Islam. Kepercayaan kepada Allah tidak melalui proses evolusi tetapi dari revelasi. Ekspresi keagamaan: akhlak dan ihsan. Pokok-pokok ajaran Islam: syariah dan ibadah, prinsip dan hukum Islam. Klasifikasi manusia menurut Al-Quran: Hubungan manusia dengan Allah, manusia, imamah, tasamuh. Sejarah perjuangan Muhammad saw. Tujuh golongan orang yang mendapat lingdungan Allah. Perekonomian Islam. Bubaya Islam: sains dan teknologi Islam, perkembangan ilmu pengetahuan dahulu dan sekarang, teknologi informasi dan keperluan bagi Islam

SKS: 2
REFERENSI:
1. Ali, M. 1975. Keesaan Tuhan dalam Al-Quran, Annida, Bandung.
2. Sjaltout, Syekh Mahmoud. 1980. Islam sebagai aqidah dan syariah. PT Bulan Bintang, Jakarta.
3. Rasjid, Sulaiman. Figh Islam, cetakan ke-17, Attahiriyah, Jakarta.

UNI106 – Pendidikan Kewarganegaraan ( 2 SKS )

Deskripsi: Mata kuliah ini memberikan pengertian dan pemahaman terhadap wawasan pembelaan negara melalui ilmu pengetahuan dan penciptaan karya-karya. Perkuliahan ini membahas Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan atau Pengantar pendidikan kewiraan, wawasan nusantara menurut TAP MPR No. II/MPR/1983 dan UU No. 20 tahun 1982. Ketahanan nasional, politik dan strategi HANKAMNAS, SISHANKAMRATA

SKS: 2
REFERENSI:
1. Lemhanas. 1982, Kewiraan untuk mahasiswa, Gramedia, Jakarta.
2. Lemhanas. 1978. Ketahanan nasional, LAMHANAS, Jakarta.
3. Lemhanas. 1978. Politik dan strategi pertahanan keamanan nasional, LEMHANAS, Jakarta.

TPL102 – Pemrograman Berorientasi Objek ( 2 SKS )

Deskripsi: Kuliah kedua dalam runtunan pengenalan pemrograman yang diperlukan untuk semua mahasiswa program studi teknologi informasi. Topik-topik yang dibahas meliputi peng-eksplorasian lebih mendalam mengenai kelas dan objek, pemrograman melalui komposisi dan inheritance, reusability, input/output, dan desain berorientasi-objek. Penekanan diletakkan pada pengembangan keahlian penyelesaian masalah. Kuliah disertai praktikum bahasa pemrograman C/C++ di laboratorium pemrograman dan pemberian tugas-tugas pemrograman yang cukup besar.

SKS: 3/1
REFERENSI:
1. Deitel, H.M., Deitel, P.J, 2005, C++: How to Program, Prentice Hall, New Jersey
2. Stroustroup, B, 1992, The C++ Programming Langguang, 2nd Ed, Addisin-Wesley: Massachussett.
3. Horton, I. 1998. Beginning Visual C++ 6, Wrox Press; 1st edition.
4. HoLzner, S., 2003, Teach Yourself Microsoft Visual Basic .NET 2003 in 21 Days, Sams: Indianapolis.

TPL202 – Struktur Data dan Algoritma ( 2 SKS )

Deskripsi: Memberikan keahlian dasar bagi mahasiswa tentang pengembangan perangkat lunak secara umum, dan pengembangan sistem aplikasi secara khusus dengan cara menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan input – proses – output. Kuliah ini difokuskan kepada pemrograman untuk penyelesaian masalah dan konsep-konsep yang berkaitan dengan algoritma penyelesaian masalah. Topik yang dibahas mencakup konsep-konsep struktur data dan algoritma, di antaranya jenis-jenis data dasar, array, rekord, stack, queue, linked list, tree dan dasar-dasar algoritma, aturan penulisan algoritma, algoritma sortir dan pencarian. Kuliah ini disertai dengan praktikum di laboratorium pemrograman.

SKS: 3/1
REFERENSI:
1. Gilberg, R.F. & Forouzan, B.A. 2001. Data Structures: A Pseudocode Approach with C++. Brooks/Cole: California.
2. Miller, R. & Boxer, L. 2000. Algorithms: Sequential & Parallel, A Unified Approach. Prentice-Hall: New Jersey.

TPL401 – Pengenalan Multimedia: Internet dan Web ( 2 SKS )

Deskripsi: Kuliah ini memberikan pengenalan kepada teknologi-teknologi kunci Internet, web, dan multimedia serta familiaritas kepada komputer berplatform grafik. Topik-topik yang dibahas diantaranya komunikasi bermediasi-komputer, aplikasi Internet dasar seperti telnet, ftp, dan WWW, imej digital dasar, teknik-teknik audio dan video, dan pengembangan dan penerbitan halaman web. Kuliah ini disertai dengan praktikum di laboratorium Internet.

SKS: 3/1
REFERENSI:
1. Maram R., Whitehead, P., 1999, Internet and World Wide Web Simplified, 3rd Edition, John Wiley, USA.

TPL103 – Sistem Database ( 2 SKS )

Deskripsi: Kuliah ini memperkenalkan proses pemodelan data dan dasar-dasar implementasi database. Topik-topik yang dibahas diantaranya pemodelan data, konsep-konsep relasional dasar, proses normalisasi, aljabar relasional, SQL, dan panduan pemetaan sebuah model data ke database relasional. Kuliah ini disertai dengan praktikum di laboratorium database. Mahasiswa dikehendaki merancang dan meng-implementasikan sebuah model masalah informasi berbasis muiltimedia atau hanya-teks dengan paket database komersial yang tersedia pada sebuah komputer standalone. Kuliah ini disertai dengan praktikum di laboratorium database.

SKS: 3/1
REFERENSI:
1. Connolly, T. & Begg, C. 2002. Database Systems: A Practical Approach to Design, Implementation, and Management. Addison-Wesley: Massachussetts.
2. Elmasri, R. & Navathe, S.B. 2003. Fundamentals of Database Systems 4/e. Addison-Wesley: Massachussetts.
3. Kaufman, M., 2001, Information Modelling and Relational Database: From Conceptual Analysis to Logical Design.

TIF205 – Jaringan Komputer ( 2 SKS )

Deskripsi: Membahas konsep-konsep topologi jaringan dengan cakupan lapisan 1, 2, dan 3. Topik-topik yang dibicarakan meliputi kendali akses, framing, operasi protokol lapisan 2 seperti teknologi berkabel dan nir–kabel, protokol jaringan (IP dan IPX), protokol-protokol transport (TCP, UDP, dan SPX), sekuriti jaringan, subnetting, nomor-nomor port, hubs, switches, routers, dan topik-topik lain.

SKS: 3
REFERENSI:
1. Tanenbaum, A.S. 2003. Computer Networks 4/e. Prentice-Hall: New Jersey.
2. Russel, D., 1989, The Principles of Computer Networking, Cambridge University Press.

TPL351 – Pemrograman Visual LISP ( 2 SKS )

Deskripsi: Pengenalan pada bahasa pemrograman visual. Topik-topik yang dibahas meliputi lingkungan pemrograman, struktur-struktur kendali intrinsik, jenis data, struktur kendali, prosedur dan fungsi, array, user-defined types, dan penanganan file. Selain ini juga dibahas topik-topik perancangan pemrograman berorientasi objek, termasuk kelas dan objek, komposisi, inheritance, dan koleksi. Kuliah ini disertai dengan praktikum bahasa pemrograman Visual, seperti Allegro Commom LISP di laboratorium pemrograman dengan memberikan latihan-latihan pemrograman.

SKS : 3/1
REFERENSI:
1. Winston, P. 1989. LISP, Addison Wesley, USA. 3 Edition.

TPL403 – Sistem Database Client-Server ( 2 SKS )

Deskripsi: Dalam kuliah ini mahasiswa akan mengkonfigurasi, menguji dan menetapkan komunikasi klien-server dan komunikasi server – server dengan satu atau lebih server database. Mahasiswa akan mengkonfigurasi dan mendemonstrasikan komunikasi yang sukses antara server file database dan beberapa klien eksternal. Dalam kuliah ini juga akan di tinjau persamaan dan perbedaan di antara paket-paket konektifitas komersial yang ada. Demikian juga struktur data dan file level-rendah yang digunakan dalam implementasi database dan pengindeksan database. Kuliah ini disertai dengan praktikum di laboratorium database.
SKS: 3/1
REFERENSI:
1. Martin, J. & Lefoe, J. 1998. Client/Server Databases: Enterprise Computing, Prentice-Hall: New Jersey.
2. Johnson, E.J. 2001. The Complete Guide to Client/Server Computing, Prentice-Hall:New Jersey.

TIF103 –Sistem Operasi Linux ( 2 SKS )

Deskripsi: Dalam kuliah ini akan di-survey alat-alat dan teknik yang digunakan untuk membangun skrip tugas-tugas umum dalam lingkungan sistem operasi. Kuliah akan berfokus pada pemrograman shell skrip Unix. Mahasiswa akan memperoleh pengalaman dalam menulis skrip untuk Unix dan akan tertantang untuk mengarahkan paradigma pemrograman tradisional ke penulisan skrip-skrip dalam lingkungan sistem operasi. Kuliah ini dilakukan secara teori dan praktek di laboratorium Unix.
SKS: 3
REFERENSI:
1. Tanenbaum, A. 2001 Modern Operating Systems 2/e. Prentice-Hall: New Jersey.
2. Palmer, Michael & Walkers, 2004, Guide to Operating Systems: Course Technology.

TPL201 – Pemrograman Java ( 2 SKS )

Deskripsi: Dalam kuliah ini akan dilakukan survey secara intensif mengenai bahasa pemrograman Java untuk mahasiswa yang telah memiliki pengalaman pemrograman. Kuliah ini mencakup pembeuatan program-program aplikasi. Topik-topik yang dibahas antara lain konsep-konsep dasar bahasa seperti deklarasi dan evaluasi data, pernyataan, ekspresi, alur kendali, dan input/output, prinsip-prinsip orientasi-objek, antarmuka GUI, exeption handling, debugging, threads, dan lingkungan klien-server. Kuliah ini akan disertai praktikum di laboratorium pemrograman dan mahasiswa akan diberi proyek-proyek pemrograman.

SKS: 3/1
REFERENSI:
1. Deitel, H.M., Deitel, P.J, 2005, JAVA: How to Program, Sixth Edition, Prentice Hall, New Jersey
2. Standish, T.A. 1998. Data Structures in Java. Addison-Wesley: Massachusetts.

TIF303 – Pengantar Komputer Grafik ( 2 SKS )

Deskripsi: Dalam kuliah ini akan diperkenalkan konsep dan teori pengembangan istem berbasis grafik, terutama yang berkaitan dengan antarmuka pengguna. Topik-topik yang dibahas antara lain tinjauan sistem dan komponen-komponen grafik, metode input interaktif, kularan promitif dan atributnya, transformasi 2-dimensi, penjendelaan dan clipping, segmentasi, representasi dan transformasi objek 3-dimensi, tinjauan 3-dimensi, penyembunyian permukaan dan penyembunyian garis, model shading dan warna, serta pengantar perancangan antar muka. Kuliah ini disertai dengan praktikum di laboratorium grafik.

SKS: 3/1
REFERENSI:
1. Hearn, D. & Baker, M.P. 1993. Computer Graphics. Prentice-Hall India: New Delhi.
2. Xiang, Zhiqunge, Plastock & Roy, A., 2000, Computer Graphics 2/e, McGraw-Hill.

TIF301 – Kecerdasan Buatan dan Sistem Cerdas ( 2 SKS )

Deskripsi: Dalam kuliah ini akan diperkenalkan konsep kecerdasan buatan dan agen-agen cerdas dalam penyelesaian masalah. Topik-topik yang dibahas meliputi penyelesaian masalah, pengetahuan dan reasoning, bertindak logis, pengetahuan tak pasti dan reasoning, pembelajaran, komunikasi, persepsi dan tindakan.

SKS: 3
REFERENSI:
1. Russel, S. J. & Norvig, P. 2003. Artifial Intelligence A Modern Approach 2/e. Prentice-Hall: New Jersey.
2. Luger, G.F. & Stubblefield, W.A. 1998. Artificial Intelligence Structures and Strategies for Complex Problem Solving. Addison-Wesley: Massachussetts.

UNI301 – Etika Profesi ( 2 SKS)

Deskripsi: Etika dalam Teknologi Informasi dimaksudkan sebagai kuliah pengantar pada berbagai isu-isu etika yang dapat muncul dalam bidang konsentrasi kita: Faktor-faktor manusia, database, jaringan, multimedia, permainan, administrasi sistem, dan pemrograman. Kuliah akan dimulai dengan penelaahan historis tentang etika dan melalui riset, presentasi dan diskusi akan memberikan kesempatan untuk mempelajari mengapa hal itu penting untuk memahami implikasi etika dari aktifitas profesional kita. Topik-topik yang dibahas meliputi implikasi global teknologi, sekuriti, hukum hak kekayaan intelektual, dan tanggung jawab pesonal.

SKS: 3
REFERENSI:
1. Wolk, S.R & Luddy, W.J. 1986. Legal Aspects of Computer Use. Prentice-Hall: New Jersey.

TPL463 – Pengenalan Komputasi Bioinformatika ( 2 SKS )

Deskripsi: Kuliah ini akan memberikan studi teoritis dan praktis (berbasis-lab) tentang genomik komputasional. Teknik-teknik akan dipelajari untuk dapat secara cepat dan efektif menguasai sumberdaya komputasi dalam penyelesaian masalah yang timbul dalam bidang biologi. Untuk kuliah ini mahasiswa perlu memiliki pengalaman pemrograman terdahulu dan pengertian dasar mengenai biologi molekul (Central Dogma). Topik-topik yang dibahas meliputi tur cepat tentang beberapa sumberdaya-sumberdaya bioinformatika, pattern matching eksak dan aproksimasi, sequence alignment, prediksi gene, fragment assembly, multiple alignment, pendekatan-pendekatan statistik dan machine learning.

SKS: 2
REFERENSI:
1. Lesk, A. M. 2002. Introduction to Bioinformatics. Oxford University Press, USA.
2. Attwood, T. & Parry-Smith, D. 1999. Introduction to Bioinformatics. Prentice Hall, USA.

MAT201 – Metode Numerik ( 3 SKS )
Deskripsi: Pemodelan matematik dan penyelesaian masalah baik dalam matematik maupun keteknikan. Topik yang akan dibahas: Aproksimasi dan Round-Off Error, Truncation Error dan Deret Taylor. Differensial dan Integral Numerik: Trapezoidal rule, Simpson’s rule. Persamaan Differensial Biasa: Euler’s Methods, Pembaharuan terhadap metode Euler, Metode Runge-Kutta, Sistem Persamaan, Metode Adaptive Runge-Kutta.
SKS: 3
REFERENSI:
1. Chapra, S, C., Raymond, P, C., 1998. Numerical Methods for Engineers: With Programming and Software Applications 3rd. McGraw-Hill, New York.

MAT103 – Matematika Diskrit ( 3 SKS )
Deskripsi: Pengenalan ke struktur matematika diskrit untuk ilmu komputer dengan penekanan pada Logika, Teknik Menghitung (counting techniques), teori Himpunan, Relasi, Algoritma, Matriks, Aljabar Bool, pengenalan ke teori Graph dan Tree, Rekursif dan Teknik matematik untuk analisis algoritma.
SKS: 3
REFERENSI:
1. Ross K, A., Charles, R, B., 1992. Discrete Matematics,3rd . Prentice-Hall: New Jersey.

Bab 4
Sarana Pendukung
Fasilitas Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak USU.
4.1 Fasilitas Ruang
Keadaan fasilitas ruang yang tersedia sesuai dengan peruntukannya adalah seperti terlihat pada Tabel 5.1 berikut:
Tabel 5.1. Ruangan Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak USU.
No Penggunaan Ruang Jumlah Ruang Kapasitas Lokasi Keterangan
1 Ruang Kuliah 2 40 mahasiswa Program Studi
2 Ruang Dosen 1 15 dosen Sda
3 Ruang Administrasi 1 5 pegawai Sda
4 Ruang Pimpinan 1 2 orang Sda
5 Ruang Rapat 1 20 orang Sda
6 Ruang Laboratorium 2 30 orang Sda
7 Ruang Multimedia Internet 1 20 orang Sda
8 Ruang Seminar 1 20 orang Sda
9 Ruang BEM 1 10 orang Sda
10 Ruang Sholat 1 10 orang Sda
11 Kamar Mandi (Toilet) 4 Sda
12 Halaman Parkir 1 60 kenderaan Sda

4.2 Peralatan Penunjang Kegiatan Akademik
Peralatan yang tersedia pada Program Studi S-1 Teknologi Informasi FMIPA USU untuk menunjang kegiatan akademik dapat dilihat pada Tabel 5.2 berikut.
Tabel 5.2. Peralatan Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak USU.
No Jenis Peralatan Jumlah Lokasi
1 PC Desktop 1 Ruang Ketua Program Studi
2 PC Desktop 30 Ruang Lab. Prog. Studi
3 Laptop 1 Ruang Program Studi
4 Infocus 2 Ruang Program Studi
5 Wireless Sound System 1 Ruang Program Studi
6 Printer 2 Ruang Program Studi
7 Meja Sidang (Besar) 2 Ruang Program Studi
8 Lemari 2 Ruang Program Studi
9 Kursi Kuliah 60 Ruang Program Studi
10 Papan Tulis (Whiteboard) 2 Ruang Program Studi
11 Papan Pengumuman 2 Ruang Program Studi

4.3 Tenaga Penunjang Akademik
Tenaga penunjang akademik yang diperuntukkan bagi pengelolaan Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak FMIPA USU dapat dilihat pada Tabel 5.3 berikut.
Tabel 5.3. Tenaga Penunjang Akademik
No. Komponen Pendidikan (orang) Jumlah
SMTA D3 S-1
1. Administrasi 1 – – 1
2. Teknisi 1 – – 1
Total: 2

Bab 5
Daftar Dosen
Daftar Staf Pengajar Program Studi Teknik Perangkat Lunak USU, adalah seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 6.1 Daftar Staf Pengajar Program Studi Teknik Perangkat Lunak USU, Tahun Akademi 2007/2008.
No Nama Staf
Pengajar Jenjang Pendidikan Jurusan Perguruan Tinggi
1 Prof. Dr. Ir. Darwin Sitompul, M.Eng. S1

S2

S3 Teknik Mesin

Teknik Industri

TeknikManajemen Industri Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Asian Institute of
Technology, Bangkok,
Thailand
Oregon State University,
Oregon, USA
2 Prof. Dr. Herman
Mawengkang S1

S3 Matematika

Matematika Optimasi Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
New South Wales, Australia
3 Dr. Opim Salim
Sitompul, M.Sc. S1

S2

S3 Matematika

Ilmu Komputer

Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Universitas Indonesia,
Jakarta, Indonesia
Universiti Kebangsaan
Malaysia, Bangi, Malaysia
4 Dr. M. Zarlis,
M.Kom. S1

S2

S3 Fisika

Ilmu Komputer

Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Universitas Indonesia,
Jakarta, Indonesia
Universiti Sains Malaysia,
Penang, Malaysia
5 Dr. Saib Suwilo,
M.Sc. S1

S2

S3 Matematika

Matematika

Combinatorics Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
University of Wyoming,
Wyoming, USA
University of Wyoming,
Wyoming, USA
6 Dr. Sutarman, M.Sc. S1

S2

S3 Matematika

Statistika

Statistika Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
University of Nothern
Illinois, Illinois, USA
Universiti Kebangsaan
Malaysia, Bangi, Malaysia
7 Drs. Sawaluddin,
M.IT S1

S2 Matematika

Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Universiti Kebangsaan
Malaysia, Bangi, Malaysia
8. Drs. Suyanto, M.Kom S1

S2 Matematika

Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Universitas Indonesia,
Jakarta, Indonesia
9 Drs. Mahyuddin,
M.IT S1

S2 Matematika

Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Universiti Kebangsaan
Malaysia, Bangi, Malaysia
10 Syahriol Sitorus, S.Si, M.IT S1

S2 Matematika

Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Universiti Kebangsaan
Malaysia, Bangi, Malaysia
11 Syahril Effendi, S.Si, M.IT S1

S2 Matematika

Teknologi Informasi Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Universiti Kebangsaan
Malaysia, Bangi, Malaysia
12 Suharwinto, S.T, M.T S1

S2 Teknik Elektro

Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
13 Drs. A. Ridwan
Siregar, SH, M.Lib. S1

S1

S2 Sastra

Hukum

Library Science Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
University of Kingston,
United Kingdom.
14 Dra. Mardiningsih,
M.Si S1

S2 Matematika

Matematika Universitas Sumatera Utara,
Medan, Indonesia
Institut Teknologi Bandung,
Bandung, Indonesia
15 Dra. Elly Rosmaini, M.S. S1

S2 Matematika

Matematika Aplikasi Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
Universitas Sumatera Utara,
Medan, Indonesia
16 Zulkarnain Mahfudz, SH, CN. S1
S2 Hukum Perdata
Notariat Universitas Sumatera Utara,
Medan, Indonesia

17 Ir. Kasmir Tanjung S1 Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia
18. Ir. Sufianto S1 Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Medan, Indonesia.

Bab 6
SISTEM PENDIDIKAN

6.1 Sistem Kredit Semester
Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak FMIPA USU adalah suatu program studi yang dalam penyelenggaraannya memberikan pengetahuan, keahlian, dan kemahiran/ketrampilan khusus yang meliputi ruang lingkup ilmu teknologi informasi, dengan berpedoman kepada ketentuan satuan sistem kredit semester (sks). Sistem kredit semester adalah merupakan penyelenggaraan pendidikan yang menetapkan bahwa beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, dan beban kerja penyelenggaraan pendidikan dinyatakan dalam SKS, yaitu angka yang diberikan berdasarkan pengukuran waktu kerja bagi seperangkat kegiatan yang diselesaikan dengan hasil baik dalam rangka program studi seorang mahasiswa.
Untuk kelancaran pengelolaan sistem kredit semester dan pemantauan kemajuan belajar mahasiswa, Program Studi menerapkan penggunaan formulir-formulir sebagai berikut.
6.1.1 Kartu Rencana Studi (KRS) Mahasiswa
Pada awal semester, setiap mahasiswa harus mengisi Kartu Rencara Studi (KRS), yang berisi rencana studi dari seorang mahasiswa untuk satu semester. Dalam KRS, setiap mahasiswa mencantumkan semua mata kuliah yang akan diikutinya selama satu semester yang akan berjalan. Pengisian KRS harus berpedoman kepada ketentuan akademik, terutama untuk mata kuliah prasyarat dan penentuan jumlah SKS yang dapat diambil seseuai dengan Indeks Prestasi (IP) mahasiswa pada semester berikutnya. Pengisian KRS dianggap sah setelah mendapat persetujuan dari Penasehat Akademik (PA). Besarnya jumkah SKS yang dapat diambil oleh seorang mahasiswa diatus sebagai berikut.
a. Bagi mahasiswa baru (bukan mahasiswa pindahan), besarnya SKS yang dapat diambil adalah sejumlah SKS seluruh mata kuliah semester-1 yang ada pada kurikulum jurusan/program studi yang dipilihnya.
b. Bagi mahasiswa lama (yang akan mengikuti kegiatan akademik mulai semester-2 sampai semester akhir), jumlah SKS yang dapat diambil bergantung kepada prestasinya dari semester sebelumnya. Ketentuan jumlah SKS maksimum yang diizinkan untuk diambil oleh mahasiswa lama diperlihatkan pada tabel 4.1.
Tabel 7.1. Jumlah SKS maksimum yang diizinkan
No. Indeks Prestasi (IP) Semester Beban SKS Maksimum yg diizinkan
1. ≥3.00 24
2. 2.50 – 2.99 22

3. 2.00 – 2.49 20
4. 1.50 – 1.99 17
5. ≤ 1.50 15
c. Bagi mahasiswa pindahan maupun mahasiswa lanjut dari program Diploma, nilai dan jumlah mata kuliah yang disetujui ditentukan oleh hasil konversi nilai yang akan dilakukan oleh Team Konversi Nilai Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak FMIPA USU. Jumlah SKS tahun pertama bagi mahasiswa pindahan dan mahasiswa lanjut ditetapkan sebanyak 20 SKS. Untuk semester selanjutnya, jumlah SKS maksimu yang diizinkan untuk diambil ditentukan oleh Indeks Prestasi (IP) semester sebelumnya.
Mahasiswa dapat mengambil formulir KRS dari Bagian Administrasi Akademik dengan menunjukkan bukti pembayaran SPP, serta penyelesaian masalah administratif lainnya. KRS harus diserahkan kembali ke bagian Administrasi Akademik sesuai jadwal yang telah ditentukan.
6.1.2 Daftar Hadir Mahasiswa dan Dosen
Dalam rmengikuti setiap kegiatan akademik terjadwal seperti kuliah., praktikum, seminar dan proyek teknologi informasi, mahasiswa dan dosen harus mengisi daftar hadir mahasiswa dan dosen yang telah disediakan. Setiap mahasiswa dan dosen diharuskan hadir minimum 75% dari 16 pertemuan tatap muka setiap mahasiswa, dan menandatangani daftar hadir mahasiswa dan dosen yang disediakan.
6.1.3 Daftar Peserta dan Nilai Akhir Ujian
Hasil evaluasi keberhasilan belajar yang meliputi nilai tugas-tugas, kuis, ujian tengah semester (UTS), dan ujian akhir semester (UAS), diisi oleh setiap dosen untuk setiap mata kuliah dalam formulir daftar peserta dan nilai ujian (DPNA) yang disediakan. DPNA diserahkan kepada Ketua Program Studi selambat-lambatnya satu minggu setelah UAS dilaksanakan.
6.1.4 Kartu Hasil Studi (KHS) Mahasiswa
Pada akhir semester, setiap mahasiswa akan menerima laporan hasil studinya dalam bentuk Kartu Hasil Studi (KHS). KHS tersebut berisi nilai hasil ujian dari semua mata kuliah yang diikuti oleh mahasiswa pada suatu semester sesuai dengan KRS sebelumnya. Pada KHS juga tercantum Indeks Prestasi Semester.
6.2 Beban dan Lama Studi
Beban studi kumulatif bagi pendidikan Sarjana Teknik Perangkat Lunak adalah 144 SKS dan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2.00.
Program Pendidikan Sarjana Teknik Perangkat Lunak dirancang untuk diselesaikan oleh mahasiswa dalam masa studi 8 (delapan) semester atau 4 (empat) tahun, dan selambat-lambatnya 12 (dua belas) semester atau 6 (enam) tahun.
6.3 Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
6.3.1 Bentuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Kegiatan belajar mengajar terdiri dari kuliah, praktikum, seminar dan proyek teknologi informasi. Bentuk kegiatan belajar mengajar ditentukan oleh pengajar yang bersangkutan. Seluruh kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Bagian Akademik Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak USU.
6.3.2 Evaluasi Keberhasilan Belajar
Nilai SKS diperoleh melalui proses evaluasi yang dilakukan terutama melalui Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhirs Semester (UAS). Mahasiswa diizinkan mengikuti UAS, jika telah mengikuti sekurang-kurangnya 75% dari seluruh kegiatan suatu mata kuliah yang dipilihnya. Hasil evaluasi adalah berupa nilai yang diberikan dalam bentuk huruf, dengan penggolongan prestasi seperti Tabel 7.2.

Tabel 7.2. Penggolongan Prestasi Keberhasilan
Nilai Prestasi Bobot Prestasi Golongan Prestasi
A 4.00 Sangat Baik
B 3.00 Baik
C 2.00 Cukup
D 1.00 Kurang
E 0.00 Gagal
Mahasiswa yang gagal memperolah SKS suatu mata kuliah (mendapat nilai E) diwajibkan untuk mengulangi seluruh kegiatan belajar-mengajar mata kuliah tersebut pada kesempatan kuliah berikutnya. Mahasiswa tidak diperbolehkan mengambil mata kuliah lain yang prasyaratnya adalah mata kuliah yang mendapat nilai E tersebut. Mahasiswa yang mendapat nilai D pada suatu mata kuliah diperbolehkan mengambil mata kuliah lain yang prasyaratnya adalam mata kuliah tersebut. Namun, ia diperbolehkan mengulang mata kuliah yang mendapat nilai D tersebut pada kesempatan kuliah berikutnya. Nilai yang diperhitungkan dalam perbaikan nilai suatu mata kuliah adalah nilai tertinggi.
6.3.3 Penasehat Akademik (PA)
Keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studinya tidak semata-mata hanya didasarkan kepada kemampuan akademiknya saja, tetapi juga ditentukan oleh strategi belajar, dan kesanggupannya untuk menghadapi berbagai masalah yang dapat mengganggu studinya. Oleh karena itu, agar program pendidikan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, maka kepada setiap mahasiswa diberikan bimbingan studi. Bimbingan studi ini adalah bantuan berupa nasihat dan pengarahan yang diberikan oleh dosen Penasehat Akademik (PA) kepada mahasiswa. PA adalah dosen yang tugas utamanya adalah, memberikan pengarahan yang tepat kepada mahasiswa dalam memilih dan menetapkan beban studi yang akan diambilnya, serta menyetujui dan menanda-tangani KRS dari mahasiswa yang dimbimbingnya.
Tujuan bimbingan studi ini adalah, agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya dalam waktu yang telah ditetapkan. Melalui bimbingan studi ini, mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan daya nalarnya.
Bimbingan studi mencakup sisi akademik, dan non-akademik. Segi akademik berkenaan dengan pengarahan dan bimbingan mengenai cara mahasiswa menyusun rencana studi dan menempuh pendidikannya. Segi non-akademik berkenaan dengan pengarahan dan bimbingan mengenai cara mahasiswa mengatasi hal-hal di luar studi yang menghambat pendidikan. Untuk menyelesaikan tugas ini, Ketua Program Studi akan menetapkan PA untuk setiapa mahasiswa.
6.4 Praktikum, Seminar dan Proyek Teknologi Informasi (TI)
Praktikum adalah kegiatan belajar mengajar dalam bentuk pelatihan ketrampilan yang dilakukan di ruang praktikum/laboratorium. Untuk praktikum yang mendukung mata kuliah mata kuliah dasar, kegiatannya dilaksanakan di laboratorium aplikasi komputer. Sedangkan praktikum penunjang mata kuliah keahlian dilaksanakan di laboratorium keahlian dan multimedia. Seluruh praktikum dilaksanakan secara terjadwal sehingga pelaksanaan satu praktikum tidak berbenturan jadwalnya dengan praktikum lain. Pelaksanaan praktikum diawasi oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan dengan dibantu oleh beberapa orang laboran.
Proyek Teknologi Informasi adalah, kegiatan belajar mengajar dalam bentuk tugas khusus berupa perancangan, analisis dan desain, dan implementasi keilmuan dalam bidang teknologi informasi, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Pelaksanaan kegiatan ini diatur oleh Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak FMIPA USU secara terjadwal dalam satu semester, dibimbing oleh seorang dosen, dan dilaksanakan di laboratorium pengembangan teknologi informasi. Hasil akhir proyek ini akan diseminarkan dalam suatu forum seminar khusus yang dihadiri oleh dosen-dosen dan mahasiswa-mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir.
6.5 Tugas Akhir (TA) dan Sidang Meja Hijau Mahasiswa
Dosen (staf pengajar), sebagai salah satu unsur pada suatu perguruan tinggi dalam dunia pendidikan, di satu pihak, berkewajiban untuk melakukan penelitian disamping pengajaran. Demikian pula, mahasiswa sebagai objek pengajaran pada suatu bidang studi berhak mendapat bimbingan untuk melakukan penelitian. Di pihak lain, mahasiswa sebagai calon ilmuwan berkewajiban menerapkan ilmu yang didapatnya selama di bangku kuliah maupun melalui pengalaman belajarnya ke dalam suatu bentuk pembelajaran penelitian dalam suatu kegiatan yang disebut tugas akhir.
Tugas akhir adalah suatu karya ilmiah yang memiliki Satuan Kredit Semester (SKS) dan memiliki nilai ujian, di dalam Sistem Kredit Semester (SKS). Tugas akhir ini merupakan wujud akhir kristalisasi sikap, kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam upaya berfikir untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah dipelajarinya di bangku kuliah, serta sebagai salah satu syarat untuk mencapai penyelesaian jenjang pendidikan pada suatu bidang studi dengan sebutan skripsi, tesis, atau disertasi.
Tugas Akhir ini, diajukan dalam bentuk sebuah Proposal Tugas Akhir oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan perkuliahannya ke Program Studi bila telah memenui syarat-syarat yang ditentukan oleh Program Studi. Proposal ini akan diperiksa dan dinilai kelalayakannya oleh Program Studi, dan selanjutnya proposal tersebut akan diseminarkan dalam Seminar Proposal Tugas Akhir. Tugas Akhir ini dibimbing oleh sekurang-kurangnya satu orang dosen berkwalifikasi S-2 dalam bidangnya, atau dua orang dosen yang ahli dalam bidangnya masing-masing.
Tugas Akhir yang telah selesai dilaksanakan oleh mahasiswa, akan ditindak-lanjuti dengan melaksanakan Seminar Hasil Tugas Akhir yang dihadiri oleh Calon Penguji, Pembimbing, dan Mahasiswa serta dipandu oleh seorang moderator.
Bilamana Tugas Akhir telah selesai diseminarkan, maka mahasiswa tersebut berhak mengajukan diri untuk mengikuti Ujian Meja Hijau. Ujian ini dilaksanakan dalam suatu forum tersendiri yang disebut Sidang Meja Hijau Mahasiswa, yang diikuti oleh beberapa orang dosen Penguji, dosen Pembimbing, dan mahasiswa bersangkutan. Hasil Sidang Meja Hijau Mahasiswa disajikan dalam bentuk nilai sesuai Tabel Penggolongan Prestasi Keberhasilan.
6.6 Sistem Seleksi Calon Mahasiswa
Seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk program studi ini diberlakukan sama seperti program studi lainnya di lingkungan Universitas Sumatera Utara, yaitu melalui jalur Sistem Penerimaan Mahasiswa baru (SPMB), jalur Sitem Pemanduan Minat dan Prestasi (PMP) yang dilaksanakan bersama-sama sebelum awal tahun ajaran. Seleksi dilaksanakan dalam bentuk ujian tertulis.
Calon mahasiswa yang diterima di Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak adalah mereka yang lulus ujian seleksi.
6.7 Awal Tahun Akademi
Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak USU ini dimulai pada awal tahun akademi. Pendaftaran untuk seleksi dilaksanakan mulai pada bulan Juni-Juli, dan perkuliahan diselenggarakan pada bulan Agustus.

6.8 Biaya Pendidikan
Untuk mengikuti Program Studi S-1 Teknik Perangkat Lunak ini dibebankan biaya untuk pendaftaran dan seleksi penerimaan, perkuliahan, praktikum, seminar dan proyek teknologi informasi, ujian-ujian dan kegiatannya. Sistem atau bentuk pembayarannya dapat dilaksanakan per semester maupun per kegiatan. Besarnya biaya pendidikan ini ditetapkan oleh universitas pada waktu pemberitahuan penerinaan mahasiswa baru melalui pengumuman atau promosi.

Bab 7
Organisasi Kemahasiswaan
Organisasi kemahasiswaan pada program studi Teknik Perangkat Lunak masih dalam tahap pengajuan pendirian dengan nama Himpunan Mahasiwa Teknik Perangkat Lunak (HIMATEL). Organisasi ini sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa-mahasiswa Teknik Perangkat Lunak dengan draft kepengurusan sebagai berikut.

Struktur kepengurusan Himatel

Ketua : Muhammad Romy Elmaco
Ketua I : Muhammad Fadhli A. Noor
Ketua II : Muhammad Musyafa Hutagalung
Sekertaris : Ridha Apriani
Wakil Sekretaris : Khairunnisa
Bendahara : Steffi Andina Sebayang
Wakil Bendahara : Marischa Elveny

Divisi
1. Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
Koordinator : Boy Utomo Manalu
Sekretaris : Faisal Amri
Anggota : Erlin Umar Dani
Yudi Darmawan
Hendrik Tampubolon

2. Divisi Multimedia
Koordinator : Polin Saut Patogu Pardede
Sekretaris : Ardani Dwi Atmojo
Anggota : Agnes Margaretha
Azaria Tarigan
Bambang Kurniawan

3. Divisi Administrasi dan Kesekretariatan
Koordinator : Nurul Hayati
Sekretaris : Masyita Oktaviani
Anggota : Tika Yunita

4. Divisi Humas
Koordinator : Sadewa
Sektretaris : Nurul Dwi Rahma Putri
Anggota : Adfriansyah
Fanindia
Ita Deniska Simamora
Nurul Masithah Guchi

5. Divisi Minat dan Bakat
 Bidang Olahraga
Koordinator : Aulia Rahman Dalimunthe
Sekretaris : Andra Apriansyah
Anggota : Heldi Ramadhan

 Bidang Kesenian
Koordinator : Arief Affandi
Sekretaris : Adinda Reni S
Anggota : Muhammad Reza
Nurlailatussifah
Sabrina Pratiwi

6. Divisi Publikasi dan Dokumentasi
Koordinator : Aminah Rizki Lubis
Sekretaris : Anandia Zelvina
Anggota : Karina Lolo Manik
Raja Prananta
R.M. Irfan Ridho
R.M. Khalil Prasetyo
Rudolf Alekzandro

7. Divisi Rohani
 Bidang Agama Islam
Koordinator : Dandung Tri Setiawan
Sekretaris : Anna Kesuma Daulay
Anggota : Mega kartika
Muhammad Ridwan Fachni

 Bidang Agama Kristen Protestan
Koordinator : Ronald O.P.
Sekretaris : Agustina Manurung
Anggota : Maria Melisa Br. Sinuraya
Eunike Johana

 Bidang Agama Kristen Khatolik
Koordinator : Andreni Menovita Ginting

 Bidang Agama Budha
Koordinator : Maspin Sahputra

8. Divisi Bimbingan Konseling
Koordinator : M. Azwar Zulmi
Sekretaris : Rizky Hafiza Khor
Anggota : Lia Silviana
Roni Alamsyah Lubis
T. Radhy Fansa

pendahuluan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Permasalahan
Dalam suatu proses produksi, mesin yang digunakan tidak selamanya dapat dipakai karena memiliki batasan umur tertentu dalam pengoperasiannya. Mesin-mesin di pabrik kelapa sawit (PKS) PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian sudah berumur lebih dari 9 tahun. Secara teknis mesin-mesin tersebut masih dapat dipergunakan, namun secara ekonomis belum dapat dipastikan bahwa pengoperasiannya masih menguntungkan.
Penggantian mesin Threser merupakan salah satu kebijaksanaan yang harus diambil oleh perusahaan, untuk memutuskan apakah mesin yang dimiliki saat ini masih dapat dipakai secara ekonomis atau mengganti mesin tersebut dengan mesin yang baru sehingga akan lebih ekonomis dalam hal biaya tahunan, yaitu biaya operasional dan depresiasinya.
Karena mesin Threser yang ada pada PKS PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Peralabian sudah cukup tua, maka perusahaan perlu mempertimbangkan kapan penggantian mesin Threser perlu dilakukan. Untuk itu dibutuhkan suatu studi untuk mendapatkan umur ekonomis mesin atau peralatan, sehingga diperoleh alternatif untuk mempertahankan mesin yang sudah ada ataupun menggantinya dengan mesin baru.

1.2. Pokok Permasalahan
Dengan memperhatikan latar belakang permasalahan yang ada, maka pokok permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini adalah menentukan umur ekonomis mesin dan peralatan sehingga dapat diketahui jadwal pergantian mesin dan peralatan, agar pabrik dapat berproduksi secara ekonomis.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan umur ekonomis mesin Threser yang berfungsi untuk melepaskan berondolan dari tandannya dengan cara mengempa.

1.3.2. Manfaat Penelitian
Manfaat yang didapat dari pelaksanaan penelitian adalah, perusahaan dapat mengetahui umur ekonomis mesin dan kapan mesin tersebut harus diganti agar proses produksi dapat terus berjalan sehingga dapat mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan.

1.4. Batasan Masalah dan Asumsi
1.4.1. Batasan Masalah
Agar masalah yang dibahas tidak terlalu luas maka kita lakukan pembatasan masalah yang meliputi :

1. Penelitian dilakukan khusus pada mesin Threser.
2. Data yang dianalisa adalah data biaya untuk tahun 1998-2006.
3. Metode perhitungan umur ekonomis mesin yaitu dengan metode biaya tahunan rata-rata.
4. Tingkat suku bunga yang digunakan adalah bunga deposito rata-rata tahun 2006 bersumber dari Bank Indonesia sebesar 8,5 %.

1.4.2. Asumsi yang Digunakan
Dalam penelitian ini asumsi yang digunakan sebagai berikut :
1. Mesin beroperasi secara normal sesuai panduan teknis dari mesin tersebut.
2. Mesin yang beroperasi ditangani oleh tenaga operator yang mahir dan berpengalaman dalam bidangnya sehingga kerusakan mesin disebabkan keadaan mesin itu sendiri.

1.5. Sistematika Penulisan Tugas Akhir
Sistematika penulisan tugas akhir ini disusun sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini diuraika latar belakang permasalahan, pokok permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, asumsi yang digunakan untuk menganalisa data yang ada.
BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Menjelasklan secara singkat produk dan spesifikasai, bahan baku,
proses produksi, mesin dan peralatan yang digunakan serta
organisasi dan manajemen.
BAB III : LANDASAN TEORI
Menyajikan secara lengkap dasar teori yang dipakai dalam analisia
Dan pemecahan masalah yang dirumuskan untuk mencapai tujuan
dan sasaran studi.
Adapun teori yang dikemukakan disini berasal dari literatur yang ada dan yang relevan dengan permasalahan dan pemecahan masalah.
BAB IV : METODOLOGI PENELITIAN
Mengemukakan langkah-langkah dalam melakukan penelitian
meliputi metode pendekatan yang digunakan serta teori-teori yang
dijadikan landasan dalam pemecahan masalah.
BAB V : PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
Mengidentifikasi data yang diperlukan dan metode pengumpulan
data yang digunakan. Selanjutnya data tersebut diolah sehingga dapat dipakai dalam perhitungan selanjutnya.
Data yang telah dikumpulkan tersebut disusun dalam bentuk tabel, sehingga mudah untuk dihitung dan dianalisa.
BAB VI : ANALISIS PEMECAHAN MASALAH
Menganalisis dan membahas hasil-hasil dari pemecahan masalah, sehingga dari perhitungan terdahulu dapat diketahui bagaimana hasil tersebut dikaitkan dengan fakta-fakta dilapangan.
BAB VII : KESIMPULAN DAN SARAN
Memuat hasil penelitian secara keseluruhan dan hasil analisa dari pengolahan data. Disini juga diuraikan saran dan usulan mengenai berbagai hal kemungkinan aplikasi hasil studi ini dalam dunia nyata.

PENENTUAN UMUR PALING EKONOMIS SEAL MACHINE PADA PT. CENTRA WINDU SEJATI


PENENTUAN UMUR PALING EKONOMIS SEAL MACHINE PADA PT. CENTRA WINDU SEJATI

DRAFT TUGAS SARJANA
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
Seminar Sidang Sarjana Teknik Industri

Oleh :
SAMUEL WILBERT GULTOM
Nim : 030423043

Disetujui Oleh :
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

(Ir. Danci Sukatendel ) (Ir. UkurtaTarigan, MT)

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA EKSTENSI
D E P A R T E M E N T E K N I K I N D U S T R I
F A K U L T A S T E K N I K
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
M E D A N
2007

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Esa atas kasih dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Dalam Tugas Akhir ini penulis mencoba menyelesaikan salah satu masalah yang ditemui di pabrik. Judul permasalahan yang dipilih adalah “Penentuan Umur Paling Ekonomis Seal Machine di PT. Centra Windu Sejati”
Tugas Akhir ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai derajat Strata (S1) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Selama penulisan Tugas Akhir ini penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini dengan segala kerendahan dan ketulusan hati, penulis ingin menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Ir. Rosnani Ginting. MT, selaku Ketua Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Aulia Ishak ST. MT, selaku koordiantor Tugas Akhir di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera. Poerwanto. Msc, Ibu Ir. Nazlina. MT, selaku dosen pembimbing akademis selama dibangku perkuliahan yang telah memberikan perhatian dan meluangkan waktunya bagi penulis.
3. Bapak Ir. Danci Sukatendel Dan Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT selaku dosen pembimbing I dan II, Atas bimbingan dan motivasinya selama penulis menyelesaikan tugas akhir ini.
4. Seluruh staf pengajar dan pegawai di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Polmen Purba selaku pimpinan bagian produksi sekaligus pembimbing lapangan yang telah banyak membantu dan meluangkan waktu dan perhatiannya bagi penulis.
6. Seluruh rekan mahasiswa yang tak dapat tersebutkan namanya, yang membantu penulis dalam penyusunan Tugas Akhir ini.
7. Teristimewa buat ayahanda st. Gr H. Gultom dan Ibunda T. Harianja yang telah memberikan bantuan moril maupun spiritual dalam menyelesaikan studi, dan juga kepada saudara-saudariku dan tidak lupa penulis panjatkan doa kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa melimpahkan karunia-Nya dan memberkati mereka dan diberikan umur yang panjang.
Mengingat keterbatasan kemampuan dan waktu yang ada, penulis menyadari bahwa penulisan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dalam metoda yang dipakai maupun dalam penyajian tata bahasanya. Dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan tugas akhir ini.
Akhir kata penulid mengucapkan banyak terima kasih.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, Medan, April 2006
Penulis

Samuel W. Gultom

DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN i
SERTIFIKAT SEMINAR ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI vi
DAFTAR TABEL ix
DAFTAR GAMBAR x
DAFTAR LAMPIRAN xi
RINGKASAN xii
BAB I. PENDAHULUAN I-1
1.1. Latar Belakang Masalah I-1
1.2. Perumusan Masalah I-3
1.3. Tujuan Penelitian I-4
1.4. Manfaat Penelitian I-5
1.5. Ruang Lingkup dan Asumsi-Asumsi yang Digunakan I-5
1.6. Batasan Masalah I-7
1.7. Sistematika Penulisan Tugas Akhir I-7

BAB II. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN II-1
2.1. Sejarah Perusahaan II-1
2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha
2.2.1.Strategi Pemasaran II-3
2.2.2.Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Lingkungan II-4
A. Aspek Sosial Ekonomi II-4
B. Aspek Lingkungan Perusahaan II-4
2.3. Organisasi dan Manajemen II-5
2.3.1. Struktur Organisasi II-5
2.3.2. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab II-8
2.3.3. Tenaga Kerja dan Waktu Kerja Perusahaan II-11
2.3.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas yang Digunakan II-12
2.3.5. Insentif dan Fasilitas dan Fasilitas Perusahaan II-13
2.4. Proses Produksi II-14
2.4.1. Bahan yang Digunakan II-15
1. Bahan Baku II-15
2. Bahan Penolong II-16
3. Bahan Tambahan II-17
2.4.2. Standart Mutu Bahan / Produk II-18
2.4.3. Uraian Produksi II-19
2.4.4. Mesin dan Peralatan II-25

BAB III. LANDASAN TEORI III-1
3.1. Pendahuluan III-1
3.2. Pegertian Ekonomi Teknik III-1
3.3. Konsep Umur Ekonomis III-2
3.4. Dasar Repalacement Study
3.4.1. Alasan Pentingnya Replacement Study III-3
3.4.2. Siklus Pergantian Mesin III-5
3.5. Metoda-metoda yang digunakan III-6
3.5.1. Metoda Present Worth III-7
3.5.2. Metoda Annual Worth III-7
3.5.3. Metoda Minimum Altrernatif Rate Of Return III-8
3.6. Langkah-langkah Pemecahan Masalah III-8
3.6.1. Pegelompokan Biaya III-8
3.6.2. Peramalan III-14
3.7. Definisi Bunga Dan Tingkat suku Bunga III-19
3.7.1. Rumus Dan Tabel Bunga
Dalam Hubungannya dengan Ekonomi Teknik III-19
3.7.2. Pemilihan Rate Of Return yang Menguntungkan
( Minimum Atrractive Rate Of Return ) III-21
3.8. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-Rata III-22
3.9. Uraian Mengenai Seal Machine III-25
3.9.1. Uraian Proses Seal Machine III-26
3.9.2. Pengujian Keseragaman Data III-35

BAB IV. METODOLOGI PENELITIAN IV-1
4.1. Pendekatan Masalah IV-1
4.2. Pembatasan Masalah IV-2
4.3. Langkah-langkah Penelitian IV-2

BAB V. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA V-1
5.1. Metode Pengumpulan Data V-1
5.2. Pengumpulan Data V-2
5.2.1. Data Primer V-2
5.2.2. Data Sekunder V-2
5.3. Pengolahan Data V-7
5.3.1. Perhitungan Depresiasi Tahunan Mesin V-7
5.3.2. Perhitungan Dana Pengembalian Modal V-8
5.3.3. Perhitungan Biaya Operasional V-10
5.3.4. Perhitungan Biaya Down Time Tiap Tahun V-13

BAB VI. ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH VI-1
6.1. Perhitungan Nilai Kesetaraan VI-1
6.1.1. Nilai Kesetaraaan suku Cadang
Seal Machine VI-2
6.1.2. Nilai Kesetaraaan Pemakaian Energi Listrik
Seal Machine VI-3
Nilai Kesetaraaan Biaya Perawatan dan Pemakaian

6.1.3. Nilai Kesetaraaan Biaya Perawatan dan Pemakaian
Seal Machine
6.1.4 Nilai kesetaraan biaya operator Seal Machine
6.1.5 Nilai kesetaraan DownTime rata – rata
6.2. Perhitungan Biaya Operasional Seal Machine VI-5
6.3. Peramalan VI-6
6.4. Trend Peramalan yang Digunakan VI-6
6.5. Perhitungan Biaya Operasional Tahunan rata-rata
Seal Machine VI-7
6.6. Perhitungan Biaya Down Time Tahunan rata-rata
Seal Machine VI-8
6.7. Perhitungan Total Biaya Tahunan Rata-rata Umur Ekonomis
Seal Machine VI- 9

BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN VII-1
7.1. Kesimpulan VII-1
7.2. Saran-saran VII-2

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
2.1. Standart Ukuran Udang Tempura II-22
5.1. Data waktu Spesifikasi Mesin Secara Teknis V-3
5.2. Data Pemakaian Suku Cadang V-3
5.3. Data Pemakaian energi listrik untuk seal Machine V-4
5.4. Tabel harga energi listrik V-4
5.5 Data Upah tenaga kerja untuk perawatan dan perbaikan V-4
5.6. Data upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine V-5
5.7. Waktu perbaikan Seal Machine V-6
5.8. Data inflasi tiap tahun V-7
5.9. Harga akhir tiap tahun seal machine V-8
5.10. Capital recovery seal mahine V-9
5.11. Biaya pemakaian suku cadang seal machine V-10
5.12. Datawaktu operasi Seal Mchine V-11
5.13. Biaya pemakaian energi listrik Seal Machine tiap tahuin V-12
5.14. Biaya perawatan dan perbaikan Seal Machine tiap tahun V-13
5.15. Down time seal machine tiap tahun V-14
5.16 Biaya down time seal machine V-15

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
3.1. Hubungan antara biaya tahunan rata-rata dengan umur mesin III-6 3.2. Pola horizontal III-15 3.3. Pola Musiman III-16
3.4. Pola siklis III-16
3.5. Pola trend III-16
3.6. Jenis segel yang dapat dibuat Seal Machine III-26
3.7. Pola Ssegel yang dapat dibuat Seal Machine III-27
3.8. Jenis Potongan yang dapat dibuat Seal Machine III-27
3.9. Gambar dimensi mesin Seal III-27

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman
1. Stuktur Organisasi PT. Centra Windu Sejati L-1
2. Analisa dan pemilihan peramalan L-2
3. Tabel Capital Recovery Factor L-13
4 Tabel Present Worth Factor L-14
5. Laporan Inflasi L-115
6. Suku Bunga Bank Indonesia L-16
4. Lembar asistensi L-17
5. Surat permohonan pengajuan Tugas Akhir L-18
6. Surat penjajakan permohonan riset ke PT. Centra Windu Sejati L-19
7. Surat balasan pelaksanaan Riset di PT. Centra Windu Sejati L-20
8. Surat keputusan pelaksanaan Tugas Akhir dari Depatemen
Teknik Industri Universsitas Sumatera Utara L-21

RINGKASAN

PT. Toba Pulp Lestari adalah salah satu industri milik swasta Penanaman Modal Asing yang bergerak sebagai penghasil bubur kertas berbentuk kraft pulp yang terletak di desa Sosor Ladang, Porsea, Toba Samosir yang sudah memperoleh seritifikasi ISO 14001 dan sudah memasarkan hasil produksinya dipasaran nasional maupun internasional.
Diantara beberapa departemen yang ada, bagian finishing merupakan salah satu bagian yang mempunyai pengaruh besar dalam menentukan kualitas pulp yang berfungsi untuk mengepak pulp sebelum dikirim yang terdiri dari beberapa mesin. Fungsi mesin/ peralatan yang digunakan dalam proses produksi akan mengalami kerusakan sejalan dengan menurunnya performance daripada mesin/ peralatan tersebut, akan tetapi usia kegunaannya dapat diperpanjang dengan melakukan perbaikan secara berkala melalui suatu aktivitas pemeliharaan maintenance yang secara tepat dan cepat. Total productive maintenance (TPM) merupakan suatu prinsip manajemen yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi perusahaan dengan menggunakan mesin/ peralatan secara efektif. Tidak tepatnya penanganan dan pemeliharaan mesin/ peralatan tidak hanya menyebabkan masalah kerusakan (breakdowns) saja, akan tetapi juga kerugian-kerugian lain yang disebut six big losses. Salah satu tujuan TPM adalah untuk meningkatkan fungsi dan kinerja dari mesin/ peralatan yang digunakan dengan mengeliminasi six big losses yang terdapat pada mesin/ peralatan tersebut sehingga peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi dapat dicapai.
Tahapan pertama dalam usaha peningkatan efisiensi produksi pada PT. Toba Pulp Lestari adalah dengan melakukan pengukuran efektivitas penggunaan mesin-mesin bagian packaging dengan menggunakan metode OEE (Overall Equipment Effectiveness). Bertolak dari hasil pengukuran tersebut, selanjutnya dilakukan perhitungan OEE Six Big Losses untuk mengetahui besarnya efisiensi yang hilang pada masing-masing keenam faktor six big losses. Dari keenam faktor tersebut selanjutnya dicari faktor apa yang memberikan kontribusi terbesar yang mengakibatkan besarnya efisiensi mesin-mesin packaging. Dengan menggunakan Diagram Sebab Akibat, dapat dianalisa masalah sebenarnya yang menjadi penyebab utama tingginya kerugian yang terjadi yang mengakibatkan rendahnya efisiensi mesin-mesin packaging. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa nilai OEE untuk bagian packaging untuk periode Januari sampai Maret masih jauh dibawah nilai ideal (nilai ideal OEE 85+ %) yaitu berkisar antara 64,41 % sampai 71,15 %. Adapun faktor yang mempengaruhi nilai OEE tersebut dan menjadi prioritas utama untuk dieliminasi pihak perusahaan adalah faktor breakdowns loss sebesar 52, 89 % dari total down time yang timbul.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan hidayah-Nya maka penulis dapat menyelesaikan proposal tugas akhir ini dengan sebaik-baiknya.
Penyusunan proposal tugas akhir ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada pabrik kelapa sawit PT. TOLAN TIGA INDONESIA Kebun Perlabian.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian proposal tugas akhir. Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam hal penyelesaian proposal tugas akhir ini sesuai dengan kemampuan dan fasilitas yang ada. Penulis menyadari bahwa proposal tugas akhir ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan penulis. Untuk itu penulis memohon maaf atas segala kekurangan tersebut. Semoga proposal tugas akhir ini dapat memberi manfaat bagi pembaca.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA, MEDAN. PENULIS.
November, 2007.

UCAPAN TERIMA KASIH

Laporan ini tidak akan dapat terwujud tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:
1. Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya.
2. Orang tua dan seluruh keluarga yang telah mendo`akan dan memberikan dukungan moril dan materil.
3. Bapak Ir. Ukurta Tarigan, MT. selaku koordinator Kerja Magang pada Program Studi Teknik Manajemen Pabrik sekaligus dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan arahan serta koreksi dalam laporan ini.
4. Bapak H. Hamdan Lubis selaku Manajer Pabrik pabrik kelapa sawit kebun Sei Rokan PT. Perkebunan Nusantara V Riau yang telah memberi izin kerja magang pada pabrik kelapa sawit kebun Sei Rokan PT. Perkebunan Nusantara V Riau meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan pengetahuan mengenai keadaan pabrik secara keseluruhan.
5. Bapak Bambang Permadi selaku pembimbing lapangan yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama melaksanakan kerja magang.
6. Seluruh staf pegawai dan karyawan pada pabrik kelapa sawit kebun Sei Rokan PT. Perkebunan Nusantara V Riau yang telah membantu selama proses pengambilan data di lapangan dan memberikan pengetahuan dalam kegiatan kerja magang.
7. Noviyanti, Melva Melany, Rizki Zeinia dan Linda Tandayu atas kerja sama dan segala bantuan yang telah diberikan secara langsung maupun tidak langsung.
8. T. Abdulah Sani atas kebersamaan, bantuan, dorongan, motivasi yang telah diberikan selama ini baik secara riil maupun moril.

BAB V
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

5.1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data berguna dalam mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan sebagai bahan pemecahan masalah.
5.1.1. Spesifikasi dan Harga Awal Pembelian
Harga Seal Machine yang dipakai adalah harga pembelian tahun 1997 senilai Rp. 285,000,000,- dan umur pakai mesin diperkirakan selama 30 tahun.
Spesifikasinya dapat dilihat pada Tabel 5.1

Tabel. 5.1. Data Spesifikasi Mesin Secara Teknis.
Model DZ 400 / 2SV
Energi 380 Volt / 2 Kw / 50 Hz
Cos Φ 0,8 Φ
Sealer Size 420 x 300mm
Kapasitas 423 unit/jam

Untuk udang yang telah disusun pada polybag kemudian dibawa ke Seal Machine. Mesin ini telah diatur degan timer waktu dimana waktu untuk vakum adalah 4 detik dan waktu untuk seal adalah 3,5 detik. Kapasitas sekali vakum dan seal adalah delapan pak. Udang yang telah selesai divakum dan diseal selanjutnya disusun pada tray dan dibawa kemesin CPF untuk dibekukan
Tabel 5.2 Tingkat Inflasi
Tahun Tingkat Inflasi (%)
1998 11.05
1999 19.54
2000 18.12
2001 15.48
2002 12.55
2003 9.49
2004 6.79
2005 6.50
2006 6.30
Sumber dari http://www.BI. Go. Or id.

5.1.2. Pemakaian Energi
Energi yang tersedia dari pembangkit sendiri sebanyak 600 KVA dan digunakan untuk pabrik. Biaya pemakaian energi dapat dilihat pada Tabel 5.3 berikut.
Tabel 5.3. Harga Daya Listrik
Tahun Hrg Listrik/KWH (Rp)
1998 175
1999 180

Tabel 5.3. Harga Daya Listrik (Lanjutan)
Tahun Hrg Listrik/KWH (Rp)
2000 188
2001 205
2002 238
2003 260
2004 295
2005 320
2006 345
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

Daya listrik Seal Machine pertahun dapat di lihat pada Tabel 5.4
Tabel 5.4.Daya Listrik Seal Machine
Tahun Pemakaian Daya Listrik (Kw)
1998 6.99
1999 7.13
2000 7.24
2001 7.29
2002 7.36
2003 7.41
2004 7.48

Tabel 5.4.Daya Listrik Seal Machine (lanjutan)
Tahun Pemakaian Daya Listrik (Kw)
2005 7.52
2006 7.54
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.3 Jam Operasi
Jam operasi Seal Machine adalah jam kerja normal mesin dikurangi dengan jam reparasinya. Mesin bekerja normal 24 jam sehari. Jumlah hari kerja dalam setahun adalah 300 hari. Lamanya Seal Machine bekerja setiap tahunnya dapat di lihat pada Tabel 5.5
Tabel 5.5 Jam Operasi Seal Machine
Tahun Lama Beroperasi (jam)
1998 7.010
1999 7.004
2000 7.000
2001 6.992
2002 6.976
2003 6.966
2004 6.956
2005 6.942
2006 6.924
5.1.4. Upah Operator Mesin
Operator Seal Machine berjumlah 3 orang. Upah tenaga kerja untuk operator Seal Machine dapat di lihat pada Tabel 5.6 halaman berikut :
Tabel 5.6 Upah 3 Orang Operator Seal Machine
Tahun Upah Perbulan (Rp)
1998 400.000,00
1999 520.000,00
2000 600.000,00
2001 700.000,00
2002 800000,00
2003 850.000,00
2004 900.000,00
2005 950.000,00
2006 1.000.000,00
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.5 Biaya Penggantian Suku Cadang.
Data biaya penggantian suku cadang Seal Machine pada Tabel 5.7
Tabel 5.7 Biaya Penggantian Suku Cadang Seal Machine
Tahun Biaya Pertahun (Rp)
1998 594.000,00
1999 750.000,00

Tabel 5.7 Biaya Penggantian Suku Cadang Seal Machine (Lanjutan)
Tahun Biaya Pertahun (Rp)
2000 879.000,00
2001 155.4000,00
2002 159.0000,00
2003 441.6000,00
2004 647.5000,00
2005 921.5000,00
2006 955.3000,00
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.6 Biaya Pemakaian Pelumas.
Pelumas yang dipakai meliputi pelumas untuk mesin dan transmisi Seal Machine yang data pemakaiannya dapat dilihat pada Tabel 5.8.
Tabel 5.8 Biaya Pemakaian Pelumas
Tahun Rored HD 90
(liter) Harga / liter (Rp)
1998 388 7.700,00
1999 568 7.700,00
2000 634 8.900,00
2001 692 9.300,00
2002 709 9.300,00
2003 743 9.500,00

Tabel 5.8 Biaya Pemakaian Pelumas (Lanjutan)
Tahun Rored HD 90
(liter) Harga / liter (Rp)
2004 810 9.500,00
2005 851 9.500,00
2006 886 9.500,00

Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.7. Jam Reparasi
Jam reparasi Seal Machine dapat dilihat pada Tabel 5.9.
Tabel 5.9 Lama Reparasi Seal Machine
Tahun Lama Reparasi (jam)
1998 190
1999 196
2000 200
2001 208
2002 224
2003 234
2004 244
2005 258
2006 262
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.1.8. Upah Tenaga Kerja untuk Perawatan Mesin
Tenaga kerja untuk perawatan Seal Machine berjumlah 2 orang dan upah tenaga kerja untuk perawatan Seal Machine dapat dilihat pada Tabel 5.10
Tabel 5.10 Upah 2 Orang Tenaga Kerja Perawatan Seal Machine
Tahun Upah Perbulan
1998 380.000,00
1999 435.000,00
2000 560.000,00
2001 700.000,00
2002 850.000,00
2003 900.000,00
2004 950.000,00
2005 975.000,00
2006 1.000.000,00
Sumber: PT. CENTRA WINDU SEJATI

5.2. Pengolahan Data.
5.2.1 Perhitungan Depresiasi Tahunan Seal Machine
Sebelum depresiasi (Capital Recovery) dihitung perlu ditentukan Present Value (P) Seal Machine. Present Value ini adalah kesetaraan nilai dengan nilai konstan pada tahun 2006.
Awal pembelian seharga Rp 285.000.000,- maka bila disetarakan dengan nilai uang pada tahun 2006, maka harga tersebut menjadi :
(1,1105)(1,1964)(1,1812)(1,1548)(1,1255)(1,0949)(1,0679)(1,065)(285.000.000)
Kesetaraan nilai pada tahun 2006 = Rp. 723.886.201

Sedangkan harga akhir mesin untuk setiap tahunnya dihitung dengan metode persentase tetap (Declining Balance Method). Karena metode ini menggunakan kesetaraan nila uang sesuai dengan kenaikan tingkat inflasi (suku bunga uang) setiap tahunnya sehingga tidak terjadi ketimpangan harga, serta memudahkan dalam mencari harga depresiasi.
Rumus yang berlaku : L = P (1 – k)n
dengan nilai k = 2/n = 2/30 = 0,06
Dimana : L = Harga akhir mesin pada tahun ke n
P = Harga awal Mesin
K = Konstanta
n = Tahun ke n (pada persamaan L)
n = Umur pakai mesin (pada persamaan K)
perhitungan harga akhir Seal Machine pada tahun pertama, tahun 1998 (n = 1) adalah :
L1 = 723.886.201 (1 – 0.06 )1 = Rp. 680.452.860

Harga akhir pada tahun kedua, tahun 1998 (n = 2) adalah
L2 = 723.886.201 ( 1-0.06 )2 = Rp. 639.625.688
Harga akhir tahun ke 3 (2000) hingga harga akhir tahun ke 9 (2006) dihitung dengan cara yang sama, hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5.11.

Tabel 5.11. Perhitungan Harga Akhir Seal Machine
Tahun Harga Akhir (Rp)
1998 680.452.860
1999 639.625.688
2000 601.248.147
2001 565.173.258
2002 531.262.863
2003 499.387.091
2004 469.423.865
2005 441.258.433
2006 414.782.927

Setelah harga Present value (P) dan Harga akhir (L) tiap tahun Seal Machine diperoleh selanjutnya depresiasi tahunan (CR) ditentukan dengan rumus :
CR = ( P – L ) ( A/P, i, n) + Li
Suka bunga yang dipilih disesuaikan dengan suku bunga deposito bank yaitu i = 8,5 %.Untuk perhitungan dana pengembalian modal pada tahun pertama (1997) adalah : P = Rp. 723.886.201,-
L = Rp 680.452.860,-
i = 8,5 %
(A/P;8,5%,1) = 1,0850
CR = (P – L) (A/P;i,n) + L.i
= (723.886.201–680.452.860) (1,0850) + (680.452.860) (0,085)
= 47.124.980 + 57.838.493
= 104.963.472
Dana pengembalian modal untuk tahun ke-2 (1999) sampai dengan tahun ke-9 (2006) dihitung dengan cara yang sama. Hasil perhitungannya dapat dilihat pada Tabel 5.12.
Tabel 5.12. Perhitungan Depresiasi Tahunan Seal Machine
Tahun Harga Akhir (Rp) (A/P;8,5%,n) Capital Recovery (Rp)
1998 680452860 1.085 104963472.8
1999 639625688 0.5646 101941567.5
2000 601248147 0.3915 99118820.17
2001 565173258 0.3053 96494733.47
2002 531262863 0.2538 94045100.86
2003 499387091 0,2196 91747867.76
2004 469423865 0,1954 89622933.81
2005 441258433 0,1773 87616838.16
2006 414782927 0,1634 85763994.35

5.2.2. Perhitungan Biaya Operasi
Biaya operasi Seal Machine adalah penjumlahan dari biaya energi, biaya suku cadang, biaya pelumas, upah tenaga kerja operator dan upah tenaga kerja perawatan. Tetapi sebelumnya dihitung terlebih dahulu biaya pemakaian energi dengan menggunakan rumus :
Biaya pemakaian energi = Daya listrik x Jam operasi x Harga listrik per KwH
Biaya pemakaian energi = 6.99 x 7010 x 175 = Rp. 8.574.983
Perhitungan biaya pemakaian energi dapat dilihat pada Tabel 5.13. berikut
Tabel 5.13. Perhitungan Biaya Pemakaian Energi Seal Machine
Tahun Daya Listrik (Kw) Jam Operasi Harga Listrik perKwH Biaya Pemakaian Energi
1998 6.99 7010 175 8.574.983,00
1999 7.13 7004 180 8.988.934,00
2000 7.24 7000 188 9.527.840,00
2001 7.29 6992 205 10.449.194,00
2002 7.36 6976 238 12.219.720,00
2003 7.41 6966 260 13.420.696,00
2004 7.48 6956 295 15.349.1100,00
2005 7.52 6942 320 16.705.229,00
2006 7.54 6944 324 16.963.914,00

Kemudian dihitung lagi biaya pemakaian pelumas dengan rumus :
Biaya pemakaian pelumas = Jumlah pelumas (ltr) x Harga pelumas perliter
Biaya pemakaian pelumas = 388 x 7700 = 2.987.600

Perhitungan biaya pemakaian pelumas dapat dilihat pada Tabel 5.14. halaman berikut
Tabel 5.14. Perhitungan Biaya Pemakaian Pelumas Seal Machine
Tahun Rored HD 90 (Liter) Harga/Liter
(Rp) Biaya Pemakaian
Pelumas (Rp)
1998 388 7700 2.987.600,00
1999 568 7700 4.373.600,00
2000 634 8900 5.642.600,00
2001 692 9300 6.435.600,00
2002 709 9300 6.593.700,00
2003 743 9500 7.058.500,00
2004 755 9500 71.72.500,00
2005 786 9500 7.467.000,00
2006 798 9500 7.581.000,00

Perhitungan biaya tenaga kerja perawatan Seal Machine dapat dihitung dengan rumus :
Biaya tenaga kerja perawatan = Upah perbulan x Jumlah tenaga Kerja x 12
Biaya tenaga kerja perawatan = 380.000,00 x 2 x 12 = 9.120.000,00
Tabel 5.15. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Perawatan Seal Machine
Tahun Upah Perbulan (Rp) Upah Pertahun (Rp)
1998 380.000,00 9.120.000,00
1999 435.000,00 10.440.000,00
2000 560.000,00 13.440.000,00
Tabel 5.15. Perhitungan Biaya Tenaga Kerja Perawatan Seal Machine
(Lanjutan)
Tahun Upah Perbulan (Rp) Upah Pertahun (Rp)
2001 700.000,00 16.800.000,00
2002 850.000,00 20.400.00,00
2003 900.000,00 21.6000.00,00
2004 950.000,00 22.8000.00,00
2005 975.000,00 23.400.000,00
2006 1.000.000,00 24.000.000,00

Perhitungan biaya perawatan dihitung dengan rumus sebagai berikut ;
Biaya perawatan = Biaya penggantian suku cadang + Biaya pelumas + Biaya tenaga kerja perawatan
Biaya perawatan = 594.000 + 2.987.600 + 9.120.000

Tabel 5.16. Perhitungan Total Biaya Perawatan Seal Machine
Tahun Biaya suku cadang Biaya Pemakaian
Pelumas Biaya Tenaga Kerja Perawatan Total Biaya Perawatan
1998 594000 2987600 9120000 12701600
1999 750000 4373600 10440000 15203600
2000 879000 5642600 13440000 19961600
2001 1554000 6435600 16800000 22389600
2002 1590000 6593700 20400000 23783700
Tabel 5.16. Perhitungan Total Biaya Perawatan Seal Machine (Lanjutan)
Tahun Biaya suku cadang Biaya Pemakaian
Pelumas Biaya Tenaga Kerja Perawatan Total Biaya Perawatan
2003 4416000 7058500 21600000 28274500
2004 6475000 7172500 22800000 31047500
2005 9215000 7467000 23400000 34682000
2006 9553000 7581000 24000000 36334000

Selanjutnya akan dihitung biaya operasi dengan menggunakan rumes sebagai berikut :
Biaya operasi = Biaya pemakaian energi + Total biaya perawatan
Biaya operasi = 8.574.983 + 12.701.600 = 21.276.583
Tabel 5.17. Perhitungan Biaya Operasi Seal Machine
Tahun Biaya Pemakaian Energi (Rp) Total Biaya Perawatan
(Rp) Biaya Operasi
(Rp)
1998 8.574.983 12.701.600 21.276.583
1999 8.988.934 15.563.600 24.552.534
2000 9.527.840 19.961.600 29.489.440
2001 10.449.194 24.789.600 35.238.794
2002 12.219.720 28.583.700 40.803.420
2003 13.420.696 33.074.500 46.495.196
2004 15.349.110 36.447.500 51.796.610
Tabel 5.17. Perhitungan Biaya Operasi Seal Machine
(Lanjutan)
Tahun Biaya Pemakaian Energi (Rp) Total Biaya Perawatan
(Rp) Biaya Operasi
(Rp)
2005 16.705.229 40.082.000 56.787.229
2006 16.963.914 41.134.000 58.097.914

5.2.3. Perhitungan Biaya Down Time
Down time merupakan kehilangan kesempatan mesin untuk beroperasi karena mesin tersebut rusak atau sedang diperbaiki. Biaya down time dihitung berdasarkan jam reparasi mesin pertahun dibagi dengan jam kerja normal mesin pertahun di kali dengan biaya operator tiap tahun (BO)
Jam kerja normal pertahun besarnya 7200 jam, dihitung berdasarkan jam kerja normal 24 jam/hari dikalikan dengan 1 tahun kerja (kira-kira 300 hari kerja). Operator Seal Machine ini dibagi dalam 3 shift yang masing-masing shift jumlahnya 1 orang.
Tetapi sebelumnya dihitung terlebih dahulu biaya operator Seal Machine dengan rumus sebagai berikut :
Biaya operator pertahun = Upah perbulan x Jumlah tenaga kerja x 12
Biaya operator pertahun = 400.000 x 3 x.12 = 14.400.000
Data perhitungan biaya operator seal machine dapat dilihat pada tabel 5.18. halaman berikutnya
Tabel 5.18. Perhitungan Biaya Operator Seal Machine
Tahun Upah Perbulan (Rp) Upah Pertahun
(Rp)
1998 400.000 14.400.000
1999 520.000 18.720.000
2000 600.000 21.600.000
2001 700.000 25.200.000
2002 800.000 28.800.000
2003 850.000 30.600.000
2004 900.000 32.400.000
2005 950.000 34.200.000
2006 1.000.000 36.000.000

Biaya down time dihitung dengan persamaan :
Bd = jr / j k X BO
dimana :
Bd = Biaya down time.
jr = Jam reperasi mesin peralatan
j k = Jam kerja normal mesin pertahun.
BO = Biaya Operator

Untuk perhitungan biaya “down time“ Seal Machine tahun 1998
 Jam kerja normal mesin pertahun = 7200 jam
 Jam reperasi mesin peralatan = 190 jam
 Biaya Operator pertahun =Rp.14.400.000,-
Maka
Perhitungan dimulai dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2006. Demikian juga untuk tahun-tahun selanjutnya, perhitungan biaya down time untuk Seal Machine dilakukan dengan cara yang sama dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5.19 berikut :
Tabel 5.19. Perhitungan Biaya Down Time Seal Machine.
Tahun Jam reperasi Jam Kerja Normal Biaya Operator Biaya Down Time Pertahun
1998 190 7.200 14.400.000 380.000
1999 196 7.200 18.720.000 509.600
2000 200 7.200 21.600.000 600.000
2001 208 7.200 25.200.000 728.000
2002 224 7.200 28.800.000 896.000
2003 234 7.200 30.600.000 994.500
2004 244 7.200 32.400.000 1.098.000
2005 258 7.200 34.200.000 1.225.500
2006 262 7.200 36.000.000 1.310.000